Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 20 : Brosur band


__ADS_3

Raka berkacak pinggang sambil memandang lantai atas tepat di kamar Alen.


Dia merasa lega setelah Alen memasuki kamarnya.


Saat menoleh Raka sangat terkejut melihat para sahabat Alen sedang memandangi tubuhnya yang bertelanjang dada.


Raka memang memiliki tubuh yang lebih kekar dan altelis dibandingkan dengan ke empat sodara kembarnya.


Karena dirinya yang sangat disiplin berolahraga dan selalu menjaga makanan dibandingkan adik2 kembarnya yang sangat malas berolahraga dan memilih bermalas- malasan jika hari libur.


"Akhirnya Alen masuk kamar baiklah aku akan kembali....aduhhh kenapa semua sahabat Alen melihatku telanjang dada begini...mendingan aku cepet-cepet pergi aja"


Raka langsung menuju rumahnya. Mata 4sekonco dan 4 kembar mengikuti Raka hingga menghilang dari pandangan mereka.


"Aduh...Siska kejedut nih..sakit."Mira


"Eh maaf..habis ada roti sobek tadi sih didepan...gilaa..mangkanya kata ayahku banyak yang suka sama Raka ternyata kayak gitu hahaha....ups"


Siska menutup mulutnya ketika melihat Roki melotot didepannya.


"Hehh....awas ya lihat-lihat kakak lagi...duh kakak ini ya sembarangan buka-buka...jadinya kalah ini.."Roki sambil menepuk jidatnya.


"Roki sayang...hatiku tetap milikmu...muah..(mencium pipi Roki..)" Siska


"Apaa...aku cemburu tau..."Roki cemberut dan Siska memeluknya.


"Sialan Roki, enak aja dicium ma peluk. Kita kan juga kepengen...mentang-mentang uda jadian duluan..nyebelin"


ketiga kembar menatap sinis ke Roki dan tentu saja Roki semakin memeluk Siska dan menjulurkan lidahnya ke tiga sodaranya.


"Hmmm kan Raka milik Alen...eh kira-kira mereka berdua itu ah...haha waaawwww...."Siska


"Siskaaaaaaa....."3sekonco


"Ohh Siska...ga mukin Alen itu tahu batasan..kecuali Raka, lihat aja telanjang dada gitu...tapi keker banget sihh...seksi kayak biola...iuhh.."


Elena sambil menutup wajahnya dan membuat Riki langsung memandang badannya sendiri.


"Hmm badanku kurang seksi ya..kita kan kembar cantikk...aku juga kotak kok..."


Riki sambil menunjukkan jarinya keperutnya yang kalah sexy.


"Jangan-jangan Raka dihajar sama Alen ya..dia itu mah jago pas SMA kalau ada yang ganggu dia sikat habis..." Siska tos dengan Mira


"Haha rasain Raka..kalian liat gak matanya mata panda..."Mira


"Eh iya ya kakak mata panda..."Reki


"Berarti....ga tidur semalaman mikirin Alen.."Riko


"Luar biasa..baru kali ini kakak lemah gitu wkwkwk..."Roki


4kembarpun tos dan melompat mengetahui kakaknya akhirnya dikalahkan seorang wanita.


"Wess...yang penting Alen sudah aman..ayo semua pada pulang dan istirahat...capek banget ini...wess...besuk bisa ketemu lagi.."


Siti mendorong 4kembar agar keluar dari rumah Alen.


"Ehh tunggu jangan dorongg..siska sayangg...jangan lupa mimpiin diriku ya...muahhh" Roki cium jauh ke Siska.


"Iya snack ku yang gantengg..muahh" siska membalas cium jauh Roki.


"Apaan sih...mau pamer ya awas ta pites kamu" ketiga sodaranya merangkul Roki dengan lengan mereka.


Kemudian 4kembar berjalan menuju rumah mereka.


Sesampainya di dalam rumah, mereka langsung berlari ke kamar Riko dan memandangi tubuh mereka masing-masing di depan kaca.


"Ahh asli kakak keren banget sih badannya..huaaa putriku jowo aja yang polos sampai gitu mandangnya..."


Riko sambil menutup wajahnya


"Iyaa Mira yang biasanya dingin ama cowok sampai matanya melotot gitu ahh kakak nih..."


Reki menirukan mata Mira yang melotot melihat Raka.


"Apalagi siseksi muji teruss hadeww..padahal aku uda jadi hulk tadi..."


Riki sambil memegang pipinya yang kesakitan.


"Besuk kita nge gym..kita ikuti semua yang kakak lakukan gimana...kayanya camilanku harus dikurangi ini"


Roki sambil menganggukkan kepalanya dan diikuti ketiga saudara kembar lainnya.


Raka dikamarnya hanya terdiam sambil sesekali melihat kamar Alen dari tirai jendelanya.


Saat mengintip untuk kesekian kalinya tiba-tiba ada selembar kertas di tempelkan dijendela Alen bertuliskan "nggak boleh ngetuk pintu" dengan gambar orang yang menjulurkan lidahnya.


"Hah... lucu banget gambarannya jelek sekali hihi. Nanti malam akan aku langgar ya roti isi..aku pengen meluk ama cium biar aja aku paksa. Nyesel tadi belum sempat cium, gila cantik banget badannya atletis dan galak aku suka hahah..ahh badanku kok terasa tidak enak ya..haayyycuuuu...(bersin).."


Raka tiba-tiba menggigil dan mengalami demam.


Dirumah Alen,


4 sekonco berkumpul dimeja makan sambil menikmati masakan Siti yang serba jawa , yang akhirnya disukai sekonco.


"Sitii...kalau gado-gado ini saya suka...sangat lezatoss.." Elena


" Ini lebih enak sambal pete... hah...hah.."Siska menghampiri Elena dan memberikan nafasnya yang bau pete.


"Iuhh no bauuu....stop Siska..nyebelin.." Elena menutup mulut Siska.


"Haha...nih ta tambahin..hah..hah.."Mira tos dengan Siska.


Mira mendekati Elena dan menggodanya memberi nafasnya yang super bau.


"Iuuhhh..smell..nyebelinnn...sanaaaaaa.."Elena menutup hidungnya.


Alen hanya terdiam dengan wajahnya yang tersenyum sendiri dan 4 sekonco mengamatinya.


"Hmm tertawa sendiri...sepertinya aku tidak perlu minta maaf ini..dia kelihatan aneh..datang marah sekarang happy..ahh pusing.." Elena

__ADS_1


"Halo...Alen..lennn...eh ga nengok..asli Raka itu ajaib...tapi lihat tuh baju ama penampilannya balik tomboy alias preman lagi nih...Haha aku suka..."Siska


"Iyaa berarti selama ini Alen pakai yang feminim ternyata buat sebelah..."Mira


"Sebelah mana Miraaa...."Alen sambil menikmati makananya dan menimpali omongan Mira.


"Sebelah sana di seberang gunung es...yang akhirnya meleleh hahaha..."Mira kembali Tos dengan Siska dan kali ini Elena memberikan jempolnya kepada Mira.


"Kali ini kau benar Mira sayang..."Elena


"Wess ayo makan dulu biarin aja Alen "


Siti sambil menata makanan dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Alen.


"Haii....brak..(memukul meja dan mengagetkan 4sekonco).."Siska


"Siskaaa....hati-hati dong..kaget tau...mau ta tinju..nih"


Alen tiba-tiba marah dan membuat 4sekonco melotot.


"Wow...Alen yes..(Mira tos dengan Alen)..kemana aja selama ini.."Mira


"Yeaaa...kerennn...yess.."


Siska tos dengan Alen.


"Iuuhhh...no..no..Elena suka kamu yang kayak kemaren feminim...lihat makannya kakinya naik gituuu...Alen kamu perempuan ayo turunin kakinya..ihh.."


Elena menghampiri Alen dan menurunkan kakinya.


"Gaess..halo lihat ini aku bawa apa? brosur lomba band..pemenang bisa langsung rekaman keren kan"


Siska menunjukkan brosur lomba band kepada ke empat sekonco.


"Kita ikut..." Alen berkata dengan santai sambil terus makan.


"Iuhh..ga ingat dulu kita gimana waktu SMA..ihhhh maluu bangett...Alen suara kamu falssss..."Elena


"Hahah tapi kitakan menang Elena.."Siska


"What..juaranya ada 6 sedangkan pesertanya only 5 dan kita juara 5 please dehhh..."Elena


"Yang pentingkan juara.."


Alen kembali menaikkan kaki satunya sambil makan dan Elena kembali menghampiri dan menurunkan kaki Alen.


"Iuhhh..turun kakinya ah... sebel"Elena


"Gimana ikut ga...."Siska


"Wess ayo ikut aja sapa tau bisa jadi artis nanti kita.."Siti sambil mengelap meja makan.


"Kan ada papanya Alen...udahlah minta tolong aja..."Siska


"Aku ga mau...nanti kita minta tolong guru aja...kan disini uda ada alat lengkap..mulai besuk kita latihan..."


Alen sambil makan dengan tangannya dan kakinya yang kembali naik satu membuat Elena kesal.


Elena sambil menunjukkan hp ditangannya dan mengancam Alen.


"Adolf...hehe...(menurunkan kakinya)...Elena jangan ya nih uda turun.." Alen sambil meringis


"Okeyy..bagus..i love it.." Elena


******************************************


RUMAH RAKA


Ketika 4kembar sedang bercanda dan mengamati tubuh mereka masing-masing, Reki mendengar kakaknya memanggil.


"Reki..kemarilah.." Raka


"Eh..sttt..kakak memanggilku ya.."Reki kemudian langsung berlari kekamar Raka.


"Reki kakak demam tolong..."Raka menggigil


"Wahh gawat iya kak.."


Reki segera berlari memanggil k4saudaranya.


"Gaes kakak sakit ayok keatas.."Reki


"Apaa...gawat nih.."Riko


mereka segera berlari menghampiri Raka.


"Hassyiiiimmm...kalian ambil minyak angin ya kakak demam.."


Raka sambil terbaring diranjang dan kamarnya sangat berantakan.


"Kak..kamarnya kok berantakan begini sih padahal kakakkan paling rapi..dan ga suka berantakan..wah...aneh.."


Roki sambil memandang kamar Raka dan menggelengkan kepalanya.


"Hehh...kakak butuh dokter ayo cepat "Riko


"Iya aku akan panggil dokter.tunggu aku telpon.."


Saat Riki mau menelepon, Raka berteriak dan membuatnya menjatuhkan hpnya.


"Dasar kalian...hei...." Raka


"Ehh hpku jatuh..kakak ngagetin ah" Riki


"Riki..jurusan kuliahmu apa..?"Raka


"Kedokteran kak.."Reki


"Dan sekarang gelarmu apa..?"Raka


"Dokter muda kak.."Reki

__ADS_1


"Berarti kamu siapa...dasar.."Raka


"Aku dokter kak.."Riki


"Duhhh...oon banget sihh Riki, kamu itu dokter...astaga sana ambil peralatanmu periksa kakak cepat..."Riko sambil menepuk jidatnya.


"Oh iya hahaha akukan dokter ngapain telpon dokter.."Riki


"Rikiiiiii..."3kembar berteriak kesal sementara Raka menepuk jidatnya.


"Iyahh aku ambil dulu alatku tunggu.."


Riki segera berlari menuju kamarnya untuk mengambil peralatan dokternya dan kembali kekamar Raka untuk memeriksanya.


"Gelar terbaik kok oon banget..hedehhh"Reki sambil menepuk pundak Riki.


"Ah gawat...kakak..ini..haduh...gimana ya ngomongnya"


Mendengar ucapan Riki membuat ke empat saudaranya kaget hingga kepala mereka mengikuti kepala Riki yang naik turun memeriksa tubuh Raka kemudian Riki bergeleng-geleng juga diikuti ke empat sodaranya.


"Ahhh... kenapa sih..Riki...pusing tau kepalaku!" Riko


"Riki jangan main-main ama kakak..tau rasa kamu nanti.." Raka sambil melotot.


"Iya nih meriksa kok ga jelas sih geleng sana geleng sini.."Roki


"Riki aku pitess kamu...yang bener ahh.."Reki


"Tenang-tenang...ini aku ada persediaan obat..dokter hebat Riki pasti akan menyembuhkan kakakku yang ganteng seganteng diriku. Sakitnya kakak...adalah....?"


Riki menepukkan pulpen dikepalanya dan membuat kesal saudara kembarnya.


"Sakitnyaaaaa...."4kembar


"Eh iyaa iyaa...jadi sakit kakak adalah satu masih perjaka..ups.."


Riki menutup mulutnya. ke3saudaranya ikut tertawa sambil menutup mulutnya dan membuat Raka sangat marah.


"Kaliann...main-main sama orang sakit..Riki mana bisa jadi dokter kalau bercanda ayo seriuss...dann jelaslah kakak masih perjaka.."


Raka melotot dan ke4 adiknya langsung terdiam.


"Iya kak..kakak itu kurang tidur..jadi kakak tidak tidur 2hari ini kan..mangkanya badan kakak drop akhirnya kena hujan sedikit jadi demam.."


Riki menjelaskan sambil menundukkan kepalanya agar kakaknya tidak marah.


"loh kok bisa ga tidur dua hari sih kak? kenapa kaliiiii...."


Reki melirik Riko dan mengangkat kedua alisnya dan tos sambil tertawa.


"Hahaha...."Reki dan Riko


"Apa mikirin balkon depan...akhirnya ada yang ngalahin nih..hihi.."Roki tos dengan Reki dan Riko


"Aku ga ikut-ikut ya kak..mereka yang ngetawain kakak lho....tapiiii...hihi beneran kakak ga bisa tidur karena mikirin si itu? hahaha.."Riki tertawa diikuti 3saudara kembar lainnya.


"Diammm...."


Raka berteriak dan 4kembar diam seketika sambil menutup jidatnya.


"Eh salah yang bener mulut yang ditutup gimana sih...hahaha"


Riko kembali membuat 3kembar tertawa bersama-sama dan kali ini Raka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"(Mereka sangat konyol tapi sangat lucu ahh adik kembarku..)...Baiklah...pergi kalian.."Raka


"Ehh..kok pergi? kakak demam tinggi lo..kakak harus minum obat dan maaf kakak kami akan memaksamu.."Riko menoleh kearah saudara lainnya.


"Jangan sampai kalian membuatku marah.."Raka


"Maaf, kakak dari dulu tidak pernah mau minum obat dan ibu selalu meminta kami memegangi kakak untuk meminumkan obat...gaess ayo kita lakukan.."


Riko sambil mengangkat lengan bajunya dan 3kembar menganggukkan kepalanya mulai memegang Raka.


Dan Riki memegang obat dan air untuk memasukkan kemulut kakaknya.


"Apa yang kalian lakukan tidak takut kakak hukum.."Raka


"Maafkan kami kakak...ayo gaes lakukan"Riko


4kembar berusaha memasukkan obat kemulut Raka yang memberontak.


Reki menahan tangan kanan Raka dan Roki menahan tangan kiri Raka.Riko memegang kepala Raka dari belakang dan Riki berusaha memasukkan obat kemulut Raka.


Tetapi mereka berkali-kali mencoba dan tidak berhasil bahkan Reki dan Roki ditarik oleh Raka sehingga kepala mereka berada diketiak Raka dan tidak bisa bergerak.


Riki ditarik menggunakan kaki Raka hingga tidak bisa bergerak.


Riko yang dibelakang berusaha menegakkan kepala Raka tetapi Raka memukulkan kepalanya kedada Riko dan Riko tidak berani mendekati kakaknya lagi.


"Okehh...nyerah kak..hah..hah..(nafas yang terengah-engah).."Riko


"Kita juga kak nyerah.."Riki


"Aku juga..."Reki dan Roki


Akhirnya Raka melepaskan mereka.


"Rasain...jangan pernah memaksa kakak..."Raka


"Hmmm...sepertinya kita butuh pil yang saaaaaangat besar dan membuat kakak menurut"


Riko sambil menunjukkan jarinya kearah balkon Alen.


Melihat arah jari Riko membuat mata Raka melotot dan mengancam adik kembarnya.


"Jangan pernah terpikirkan oleh kalian membawa Alen kesini...!"Raka


4 kembar mengernyitkan matanya dan menganggukkan kepala mereka bersamaan lalu bersama-sama berlari ke lantai bawah dan segera menuju rumah Alen untuk memanggilnya.


"Jangan pernah lakukan ituu...!kalian akan aku hukummm!..sialan kamarku berantakan aku akan malu didepan Alen...Tidaakkk..."

__ADS_1


__ADS_2