Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 47 : PENGUMUMAN


__ADS_3

"Oke, gaes. Just be your self."


Limo sekonco kali ini memakai baju sesuai dengan pribadi masing-masing. Alen dengan gaya tomboynya dipadukan dengan jaket pertama yang diberi Raka, Elena dengan gaya seksinya, Mira dengan baju yang berwarna hitam terlihat anggun, Siska dengan gaya kunonya yang menawan, dan Siti dengan gaya lucunya yang menggemaskan.


"Limo sekonco...limo sekonco...aaawwwww." teriakan para penonton.


"Hai, senang bisa jumpa lagi sama kalian. Kali ini limo sekonco akan menyanyikan lagu yang lebih ngerock dan kalian semua harus ikut kita nyanyi sama-sama. Ini dia...Beraksi dari Kotak. Are you readyyyyy...( Alen berteriak ke arah penonton)"


"Readyyyy....aaaawwwww." kembali teriakan penonton.


Awal lagu, Siti memulai dengan maju kedepan dan membungkuk memberi hormat ke penonton, teriakan penonton memanggil namanya memenuhi ruangan.


"Siti...siti...siti...aaaww."



Siti memutar gitar dengan kedua tangannya lalu dengan gaya rock nya mulai memainkan melodi lagu beraksi dari kotak.


Siska memutar stiknya dan melemparkannya ke atas, setelah ditangkap, dia langsung menabuh drumnya dengan keren mengikuti alunan melodi Siti. Kemudian diikuti bas oleh Mira dan alunan keyboard dari Elena. Musik mereka memecahkan suasana malam itu. Tiba saatnya Alen menyanyikan lagu dengan suara rock nya.



Ketika siapa saja sendirian


Berdiam diri tak ada hiburan


Jika kau merasakan kesepian


Datang kemari, kita senang-senang


Semua berdiri, waktunya beraksi



Penindasan, kekerasaan gak jaman


Kami datang membawa perdamaian


Ciptakan suasana tak terlupakan


Lantangkan suaramu dan teriakkan


Alunan distorsi, Kotak pun beraksi


Siti dan Mira maju mendekati Alen dan mengarahkan gitar mereka dengan sama-sama bergaya metal. Suara rock Alen mulai menggema lagi.


Yang ada di sana, yang ada di sini


Semua ikut bernyanyi


Hey, yang datang di sini, jangan bikin keki


Bikin suasana happy


Beraksi ( semua penonton ikut menyanyikan kata beraksi sambil melompat-lompat)


Elena terlihat begitu seksi, jari lentiknya yang memainkan keyboard dan pundaknya yang terus bergoyang.



Dikediaman orang tua Alen, adolf tak henti-hentinya menganga melihat penampilan kakaknya yang tidak disangka-sangka.


"Pasti kakak kesurupan, itu tidak mungkin kakak. Ayah, selamatkan kakakkkk....!" Adofl menepuk-nepuk pipinya karena tidak percaya band kakaknya bisa tampil hebat.


Kedua orang tua Alen juga melotot dan menganga tak terbayangkan anaknya bisa bernyanyi dengan baik.


"Apa itu benar anak gadisku? Apa yang sudah terjadi padanya?" Ibu Alen yang kaget.


Alen dengan gaya metalnya melompat-lompat membuat penonton ikut memanas.


__ADS_1


Beraksi ( Alen dan penonton)


Hey, yang ada di sana, semua bernyanyi


Hey, yang ada di sini, semua happy


Hey, yang ada di sana, yang ada di sini


Semua ikut bernyanyi


Hey, yang datang di sini, jangan bikin keki


Bikin suasana happy


Beraksi ( masih sama-sama dengan penonton )


"Beraksi....." Alen mengakhiri lagunya dengan suara oktafnya yang tinggi dan seluncur menggunakan lututnya di atas panggung.


"Wawww....limo sekonco...limo sekonco."


Teriakan dan tepuk tangan penonton tak henti-hentinya memenuhi ruangan.


Raka meihat penampilan limo sekonco dengan tersenyum dan ikut bertepuk tangan dari kejauhan.


"Kalian memang luar biasa. Dan kau selalu saja memukau, Alen."


Sedangkan 4 kembar, dari awal limo sekonco tampil, mereka langsung berada di baris paling depan dan ikut melompat-lompat sambil menghalangi para fans yang ingin menaiki panggung. Para pengawal suruhan Raka selalu waspada disetiap sudut panggung dan menangkap beberapa orang yang mencurigakan dan berperilaku tak senonoh.


Limo sekonco menuruni panggung dengan wajah yang sangat bahagia dan merasa puas dengan penampilan mereka.


"Gaes, I think this time we did very well. Hahaha."


Alen dengan ke empat sahabatnya saling berpelukan dan tertawa ceria. Empat kembar berlari ke arah mereka dan ikut berpelukan.


"Kalian luar biasa keren."


"Wawww....malam yang sangat luar biasa. Penampilan mereka sungguh keren. Jika kalian tidak ingin idola kalian kalah, ayo sekarang juga kasih vote yang banyak! Satu jam lagi vote akan di tutup dan kita akan menentukan pemenangnya. Tapi sebelum itu, akan ada bintang tamu yang akan menghibur kita. Mantan penyanyi rock yang sangat terkenal, namun sekarang masih digemari oleh banyak fans. Ini dia...Erickkkk."


"Wawww....erick...erick...erick.." suara teriakan penonton.


Erick keluar dengan begitu tampan dan mempesona. Para gadis-gadis langsung berhamburan maju kedepan panggung dengan melempar bunga mawar ke arahnya.


"Hai semua, lama aku tidak berada di panggung. Malam ini khusus untuk kalian semua dan teruntuk lima gadis kece yang membuat hidupku kembali berwarna. This is song for you....girls like u by maroon 5.


Limo sekonco menikmati suara Erick dengan sambil merangkul pundak dan berjajar. Suara Erick yang begitu lembut dan merdu membuat malam itu seakan terasa hangat dan damai.


Raka berada di belakang Alen dan menatapnya. Tampak wajahnya yang sendu menatap punggung Alen.


"Ingin sekali aku memelukmu dan menciummu, tapi aku takut tak mampu bertahan jauh darimu. Kau sangat berarti untukku, Alen." Raka membatin sambil beberapa kali menarik nafas panjang.


"Riko, jaga Alen untukku. Dia tidak boleh pergi sendiri. Kakak harus pergi sebentar lagi."


"Tapi kak, kenapa kakak tidak menemui Alen dulu? Setidaknya kakak tidak pergi dalam keadaan seperti ini. Tunggulah sampai pengumuman, kak!"


"Kakak rasa, dia tidak akan memaafkan kakak. Akan lebih mudah jika seperti ini saja. Baiklah, kaka pergi dulu. Lagipula kita sudah tau siapa yang akan menang."


Raka pergi meninggalkan gedung pertunjukan bersama pengawalnya menuju bandara.



Setelah Erick selesai bernyanyi, mc mengumumkan pemenang perlombaan.


"Waww...terimakasih Erick, kau benar-benar luar biasa. Baiklah, sebentar lagi kita akan mengumumkan siapakah yang akan menjadi pemenang dalam malan final perlombaan band. Wahh..ini benar-benar persaingan yang sangat ketat karena selisih di antar kedua pemenang sangat tipis sekali. Hanya selisih 5 poin saja. Apa kalian sudah siap mengetahui pemenangnya....? Pemenang malam final adalahhhh.....Limo sekoncooooo......dan juara dua adalah Five brotherssss.....para pemenang silahkan maju ke atas panggung!


"Kok, aku lagi-lagi pernah denger nama band pemenangnya, ya?" Lhoo...lhoo limo sekonco iku band ku. Gaes, kene menang." Siti menyadarkan para sahabatnya yang melamun.


"Hah..kita menang. Yeeahhh..kita menang." Limo sekonco melompat-lompat bersama.


"Selamat ya. Kalian benar-benar hebat malam ini." Erick memberi selamat dan memeluk lima sekonco.


Limo sekonco dan empat kembar naik keatas panggung untuk menerima piala dan hadiah.

__ADS_1


Saat itu ayah dan ibu Alen melompat kegirangan mengetahui band anaknya menang. Adolf sempat menitikkan air mata yang disembunyikannya karena sebenernya dia sangat rindu dengan kakaknya.


"Anak kita menang. Kita harus merayakannya. Aku akan mengundang semua ibu-ibu dikomplek ini dan memberitahu mereka kalo anakku menang. Wahhh, mereka pasti akan sangat heboh."


Ayah Alen dan Adolf langsung menatap ibu Alen dengan tatapan yang sinis.


Setelah menerima penghargaan, limo sekonco dan empat kembar saling memberi selamat di belakang panggung.


"Gaes, aku harus pulang duluan, tiga anak kembarku pasti sudah menungguku. Aku tidak mau mereka menyiksa baby sitter baru mereka kali ini. Hahaha." Erick berpamitan kepada limo sekonco.


"Terima kasih, Erick. You are more than a teacher for us. We love you, Erick." Limo sekonco kembali memeluk Erick.


Setelah Erick pergi, Alen nampak kebingungan mencari Raka. Riko merasa tidak tega dan mendekatinya.


"Apa kau mencari kakakku? Dia sudah pergi, Alen."


"Apa dia pulang duluan?"


"Tidak. Kak Raka ke bandara. Dia akan pindah kembali ke negara x dan akan menetap kesana."


"Apa maksudmu, Riko? Raka tidak mungkin pergi tanpa bilang padaku. Apa karena aku tetap tampil dan dia marah padaku lalu pergi? Tapi kami baik-baik saja dan tidak ada yang berniat jahat"


"Tentu saja tidak. Kakaku tidak seperti itu. Selama beberapa hari ini kakak sibuk memastikan kalian aman. Apa kau tau berapa banyak orang yang ditangkap kakak malam ini? Dan mereka semua punya niat buruk sama kalian."


"Jadi semua kekawatirannya terbukti?" Alen memegang kepalanya seakan tidak percaya.


"Iya, Alen. Kau akan sangat terkejut jika mengetahui seperti apa orang-orang yang berniat jahat pada kalian."


Mendengar ucapan Riko, empat sekonco langsung saling berpelukan dengan wajah kawatir. Mereka tidak menyangka jika perkataan Raka ternyata terbukti.


"Riko, sekarang juga antar aku ke bandara!"


Limo sekonco dan empat kembar saat itu juga langsung menuju bandara.Roki mengendarai mobil Siska bersama Siska, Riki dan Elena. Sedangkan Alen ikut dengan mobil Riko. Dan Reki bersama Mira ikut mobil kembar yang lain.


Alen mencoba menelpon hp Raka namun tidak aktif.


Raka bersama pengawalnya baru saja tiba di bandara. Dengan wajah sendu dan datarnya, Raka memasuki bandara dan mematikan hpnya. Seseorang mendekatinya dan mengabarkan sesuatu padanya.


"Maaf tuan Raka, sepertinya kita akan terlambat beberapa menit karena cuaca. Silahkan anda menunggu di launge!"


"Baiklah."


Saat Raka duduk di launge, Alen masih dalam kemacetan. Riko mencoba menghibur Alen namun Alen sama sekali tidak mau mendengarkan.


"Kenapa dia sangat keras kepala? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku, Raka? Kau sungguh menyebalkan."


Raka duduk dengan tertunduk sambil memegang plester cintanya. Beberapa wanita menatapnya dengan memberikan senyuman menggoda, namun Raka tidak memperhatikan mereka dan tetap dengan wajah dinginnya sampai seseorang mendekatinya kembali.


"Tuan, Raka, pesawat pribadi anda sudah siap. Silahkan anda menuju kesana!"


"Hah, baiklah." Dengan diikuti beberapa pengawalnya, Raka menusuri ruangan menuju landasan.


Saat itu Alen telah sampai di depan bandara. Tanpa memperdulikan apapun, Alen berlari setelah bertanya ke Riko.


"Riko, pesawat apa yang ditumpangi Raka?"


"Kakak, menggunakan pesawat pribadi. Kau bisa lewat sebelah sana, aku akan berbicara dengan bagian security."


Riko segera menemui security yang berjaga agar memperbolehkan Alen masuk. Setelah diberi ijin, Alen berlari mencari Raka.


Dengan langkah berat Raka telah berada di landasan hendak menaiki tangga pesawat.


Alen yang ngos-ngosan karena berlari tetap mencari Raka sampai akhirnya dia melihat Raka dari kaca jendela. Dengan berteriak, Alen memanggil Raka.


Raka merasa ada yang mengganjal di hatinya. Sambil mengernyitkan dahinya, dia merasa ada yang memanggil hingga dia berhenti.


"Ada apa, tuan?"


"Tidak ada apa-apa."


Raka kembali menaiki tangga. Sedangkan Alen menerobos keamanan hingga keluar ke landasan sambil berteriak.

__ADS_1


"Rakaaaa...."


__ADS_2