
Dikamarnya Alen tidak bisa berkonsentrasi karena terus kepikiran dengan foto yang ada di hp Raka.
Sesekali mengintip ke jendela karena penasaran dan ternyata Raka pun melakukan hal yang sama.
"Ih, dia kok juga ngintip sih, apa dia pikir aku cewek murahan ya"
Alen segera menutup tirainya lagi dan duduk dikursi, hatinya tetap tidak tenang selalu memikirkan Raka.
"Ah, kenapa jadi ingat terus sih, ganteng sih cuman nyebelin dan galak banget besuk latihan lagi sebel"
Dengan membayangkan wajah Raka, Alen memutar kursinya hingga terjatuh dan tersungkur kedepan sampai membuat lututnya biru.
"Ah sakit selalu ceroboh aku ini aduh"
Saat memegang lututnya yang sakit Alen kembali teringat Raka memintanya membawakan makan siang buatnya untuk besuk di kampus.
"Ah sebel, gimana bikin makan siangnya kan kita brangkatnya pagi trs jam berapa aku harus masak tar klo terlambat gimana?
Pada saat Alen berbicara sendiri dan mengacak rambutnya, Mira masuk dan melihat Alen dengan heran.
"Hm, mulai deh ngomong sendiri, mikirin si guru tari Raka?"
Alen terkejut langsung mengangkat kepala dan membetulkan rambutnya berusaha mengalihkan pembicaraan Mira.
"Hah..Mira nggak dong, siapa yang mikirin sijutek galak banget, kakiku sakit barusan jatuh liat sampai biru nih"
"Hah, kok bisa sih selalu saja ceroboh, udah ayo turun Siti masak enak, apa perlu aku gendong"
"Mira, jangan gitu dong malu nih"
"Haha, ya uda nanti biar Siti obati dia mah jago semuanya"
Akhirnya mereka berdua turun kebawah, tetapi Alen masih memikirkan Raka.
"Untung aku segera mengalihkan Mira, jika ketahuan bisa malu nih. Tapi gimana besuk aku memasak buat pak guru"
RUMAH RAKA
Raka terus memandang layar hp dan tersenyum melihat Alen berkali-kali mengintipnya dari kamarnya.
"lucu banget pasti dia kangen ama aku dari tadi ngintip aja, aku harus tau no hpnya tapi gimana caranya ?"
Setelah terdiam beberapa saat akhirnya muncul ide di kepalanya.
Rakapun segera berlari kebawah memanggil ke4 adik kembarnya.
"Semuanya berkumpul disini sekarang"
Dengan cepat adik kembarnya segera berlari dihadapan Raka agar tidak terkena hukuman lagi.
"Kak, lihat nih kita sama banget, kalau siseksi ga kenalin aku gimana coba" (Riki)
"Iya nih kak, kita bisa ketuker nih" (Reki)
"Haha, Riki kalau kamu sih ga bakalan soalnya paling kelimis" (Riko)
"Hahahahahahaah" ( Reki,Roki,Riko)
"Braakk!!" (Raka memukul meja)
Akhirnya sikembar 4 langsung diam dan saling melirik satu sama lain.
"Sudah diam kalian ribut aja, kakak bisa minta tolong ama kalian? Klo berhasil kakak pinjami kartu kredit tanpa limit selama satu minggu, kalian bebas menggunakannya"
"Apa, tanpa limit" (4kembar saling memandang dan saling tos kegirangan)
Raka meletakkan kartu kreditnya diatas meja. Tentu saja mata 4 adiknya langsung mengarah ke atas meja.
"Riko siap kencan kak, ups maaf siap membantu"
"Huu dasar play boy....." (Roki dan Reki tos)
"Riki siap membantu segenap jiwa dan raga apapun buat siseksi, nanti aku bisa belikan siseksi semuanya pasti mau jadi pacarku hihihi" (Riki kegirangan sambil melompat)
"Huuu dasar kelimis mimpi kali" (Riko, Reki, Roki saling tos )
Rikipun menjulurkan lidahnya dan dibalas oleh ke 3 sodaranya dengan menggelitik Riki sampai terpingkal- pingkal.
Raka menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol adik- adiknya.
"Hentikan!kalian bikin pusing aja"
"Siap!!" (4kembar yang spontan terdiam dengan posisi hormat secara bersama-sama)
"Astagaa mereka sangat lucu tapi menyebalkan" (Raka sambil memegang kepalanya)
"Bantu apa sih kak" (Riko)
"Pasti aku ahlinya si Reki berwarna-warni "
"Norak kamu wek" (Riki)
"Huf..mereka membuatku menjadi gila.
Ya sudahlah kakak tidak jadi, lebih baik aku kembali saja"
Raka berdiri mengambil kartunya dari meja dan meninggalkan ke4 adik kembarnya.
"Kakakaakk" (4 kembar berteriak)
"Hehe kakak baikk sini-sini silakan duduk"
Roki menarik Raka kembali duduk dan melanjutkan perintahnya.
"Kalo Kalian ribut kakak akan menyuruh orang lain dan pastinya hadiahnya sama"
"Hadewww gatot ntarr belanja shoping" (Reki)
"Hustt..diem dengerin kakak" ( Roki)
"Kakak sekarang jadi guru tari tetangga sebelah yang kemaren teriak, Alen" (Raka)
"Apaa.. gurunya" (4kembar sambil melotot dan saling memandang)
"Kok bisa??" (Riki sambil menggaruk-garukkan kepalanya)
"Sengaja pas jatuh itu, atau??" ( Roki sambil menoleh ke Reki)
"Jadi satu jurusan gitu kak, kok bisa" (Reki, Riki dan Roki yang menganggukkan kepalanya bersama)
Sementara Raka merebahkan badannya kekursi karena melihat adik kembarnya sangat ribut.
"Astaga, mereka ribut sekali!"
" hus.. diam ingat limit, kakak lanjutkan" (Riko)
Rakapun kembali duduk menyilangkan kedua kakinya melanjutkan rencananya kepada adik kembarnya.
"Jadi sebagai gurunya kakak harus punya no hpnya, siapa yang bisa membawa no hp Alen pertama kali nih bawa kartu kredit kakak"
Ke4 saudara Raka melotot melihat kartu kredit Raka di meja dan tangan mereka bersama-sama mau meraihnya.
Tapi dengan cepat Raka memukul tangan mereka dan menarik kartu kreditnya.
"Eiiitttt, kenapa bengong pada ga mau nih, ya uda aku minta sendiri ajaa"
"Jangan!" (4 kembar berteriak bersama sambil menjulurkan tangannya)
"Dan itu dimulai dari sekarang" (Raka)
K4 saudara kembar Raka saling memandang dan segera berlomba berlari kerumah sebelah.
__ADS_1
"Aku pasti duluan kalian tidak bolehh"
( Reki berlari dan menarik krah baju Roki hingga kancingnya terlepas)
"Duh sialan awas kamu Reki rasakan ini dasar"
(Roki menyusul Reki membalas menarik bajunya sampai sobek)
"Aku akan kencan dengan siseksi eh rambutku"
(Riki yang semula berlari paling depan di tarik Riko rambutnya sampe berantakan)
"Gak boleh ada yang melawanku kelimis"
( Riko mendahului Riki dan dibalas Riki dengan menarik rambutnya hingga berantakan sama persis dengannya)
Disaat Riki dan Riko hampir sampai didepan pintu rumah Alen, Reki dan Roki berlari sambil tarik-menarik sehingga menabrak mereka dan membuat berempat terjatuh.
Dari jendela kamarnya, Raka melihat adiknya yang begitu konyol.
"Hahh, aku harus mendidik mereka dengan benar agar bisa tahu bagaimana arti kehidupan yang bukan hanya untuk memikirkan kesenangan diri mereka sendiri"
Si4 kembarpun masih saling tarik-menarik untuk bisa memencet bel rumah Alen.
RUMAH ALEN
Elena memandang dari jendela kamarnya ke arah lantai atas rumah Raka dengan curiga. Kebetulan kamarnya bersebelahan dengan kamar Alen.
"Hm What, itu jendela why semua ditutup rapat pake kayu? aku harus tau, pasti si Raka menyembunyikan sesuatu ama Alen, Elena time for action"
Saat Elena akan beranjak dari kamarnya, terdengar bel rumah yang berbunyi berkali-kali dan sangat ribut ditelinga.
"Ting...tong...ting...tong..." ( sikembar 4 saling berebutan memencet bel berkali- kali)
"what happen, berisik banget sih ini sampai sick, aduh siapa, ah aku lihat dulu"
Siti, Mira, Siska saat makan malam terkejut hingga makanan Siskapun tumpah dan membuatnya merengek.
"Aa....haduh tumpah nih ada makanan lagi gakk"
"Siapa sih itu ga punya sopan banget, hm Alen ngelamun lagi, aneh tau" (Mira)
Sementara Alen hanya melamun terdiam tidak menghiraukan Mira karena masih memikirkan Raka dan tidak menghiraukan keributan yang terjadi.
"Gimana ya aku besuk bikin bekalnya, kalau ga enak masakanku gimana, ntar aku dimarah lagi, belum teman-teman yang nanya aja sebel"
"Wes, ta buka, siapa ya mainan bel pintu rumah, ting tong ting tong kayak adikku yang masih tk dirumah jogja"
Sitipun membuka pintu rumah dan terbelalak melihat sikembar 4 yang saling tarik-menarik rambut dan baju hingga membuat mereka sangat berantakan.
" astaga...ngapain mas- mas iki yo?"
" awwww...brukkkk"
Kembar 4 kaget melihat Siti dan membuat mereka terjungkur kedepan. Merekapun dengan cepat berebutan bertanya kepada Siti
"Oh ini aku Reki, no hp Alen berapa?"
Rikopun cepat menarik Reki dan menghalangi Riki dan Roki dengan tangan dan kakinya agar tidak bisa berbicara kepada Siti.
"putri jowoo ini mas Riko, jangan dikasih tau selain mas Riko ya no hp Alen berapa?"
Riki yang meronta akhirnya bisa didepan Siti dan mendorong Riko hingga terjatuh bersama sodaranya yang lain.
"Nona wes yo, mas Riki ini, no telpon Alen dong"
Roki tidak mau kalah langsung berdiri dan menarik Riki.
"Woi jangan nona itu kelimis mas Roki aja yang dikasih.. ehh..."
Rokipun tidak bisa menahan tarikan Reki dan Riko akhirnya terjatuh sambil menarik rambut Riki dan mereka ber4 bersama-sama terjungkal.
"Bbruuuk,braakkk"
"Wes, haduh iki pusinggg kepalaku kembar semua rambut sama baju jadi ndak tau mana yang mas Riko, atau siapa ya yang lain namanya wong ndak pernah kenalan, wes untuk apa tanya nomer Alen yooo, ayo jawab ndak usah rebutan bicara satu-satu"
Disaat sikembar mau berbicara Elena menarik Siti dan sangat terkejut melihat mereka yang sama persis.
Mira dan Siskapun sampe melotot heran kecuali Alen yang masih memikirkan cara membuat bekal besuk buat Raka.
"Stop berisik banget sih. Siti minggir! what twins? oh kenapa kalian ini bisa persis banget sih, trus yang mana si itu apa celana gajah"
"Aku, siseksi....." (Reki yang sengaja mengaku Riki )
"Heh awas kamu Reki, aku yang benar" (Riki sambil melotot kepada Reki)
"Hm...udah aku aja dehhh nah no telponnya Alen ya" ( Roki yang juga mengaku sebagai Riki)
"Aku yang asli Rikii percaya dong siseksi duh lupa lagi kacamata" (Riki mencari kacamatanya dan teringat kalau diganti dengan lensa)
"Aku Riko putri jowo dan asli no kw" (Riko)
"Huuuuuu play boyyyyyy" (Riki, Roki, Reki bersamaan dan menjulurkan lidah mereka)
Sementara 4 sekonco terheran-heran hingga wajah mereka bersamaan kekanan dan kekiri kebingungan melihat mereka tanpa perbedaan.
"stop duh pusing amat sih, Siska ambil paper and pen ok , ayo cepat" (Elena)
"Kalian kenapa kesini rebutan minta hp Alen ayo jawab!" (Mira)
"Iyo wes aduh ribut semua ya wes tenang sekarang jangan ribut" (Siti )
Siskapun membawa pulpen dan kertas akan digunakan Elena mencatat semua nama mereka secara urut.
"Nihhh pulpen ama kertasnya, asli kembar kalian, tapi bukan hantu kan, atau jangan-jangan kalian memang,ah" (Elena menutup mulut Siska yang sangat ribut)
"Ehh, Ellll biar mereka menjelaskan dulu maksud mereka apa" (Mira)
"Kitaaaaaaaa, ehh mauuuu, ehhh anuuuuu, jangan sama sama donggg, ehhh gimana sihhhh"
(Empat kembar selalu berbicara bersama-sama dan akhirnya terdiam kesal)
"Stoooooop, iuuuuh ribut lagii " (Elena)
"Emang kalau kembarr bicaranya juga kembar ya hahahaha lucu" (Siska)
"Sisssskaaaaaa" ( empat sekonco yang sebal dengan Siska yang selalu bercanda)
"Iuuh,ok stop, sekarang siapa nama kalian semua and satu aja yang jawab oke jangan semua" (Elena)
"Riki kamu aja sana" (Reki)
"Gpp asalkan siseksi yang nanya hihii" (Riki sambil meringis membuat Elena geram)
"Oh my please ga enak banget dilihat dont do it again, ayoo cepat" (Elena yang menutup mulut Riki lagi dengan jarinya dan membuat Riki tidak bisa berbicara karena terpana).
"Arum, eh harum banget" (Riki terpana dengan Elena)
"Udah kamu maju sini jelasin sekarang juga" (Mira menarik baju Riki)
"Iyaa kakak Raka minta no hp si Alen nihh ayoo kasih dong, please" (Riki)
"What, Raka" (empat sekonco)
Mendengar nama Raka disebut membuat Alen tersadar dari lamunannya dan terkejut lalu berlari keluar dan menghampiri sahabatnya.
"Hah no telpon aku??"
Mira langsung menarik Alen ketika melihat sikembar4 mengganggukkan kepalanya.
"Eits, Alen kamu masuk aja tidak boleh kasih tau"
__ADS_1
Mendengar Mira sikembarpun berlutut dan memohon.
"Pleaseeeeeeee" (4 kembar)
"No way sekarang kalian go home duh bingung sapa tadi nama kalian ah pusing ga jadi catat, Siti close the door ayo masuk semua "
Elena menarik Alen yang hampir saja memberikan no nya karena penasaran.
Dan Sitipun menutup pintu rumah.
Sementara Si 4 kembar tergeletak dan tidak menyerah mereka berteriak kencang memohon hingga membuat Elena geram dan membuka pintu kembali dan mengancam akan menelepon polisi.
"Putriiii jowoooooo hoiii mas Riko minta nomer nya donggg!!"
"Iyaaa aku Riki siseksi ayo dong"
"Kita jugaaaa!!" (Reki dan Roki)
"Stop, aku call police kalau you ,you, you, and you gakkk go away, nihh aku pencet one...two...!!" (Elena)
"Eits hehehe kita pergi ya hehe bye seksii"
Roki menarik Riko dan Reki sementara Riki memukul kepala Roki yang memanggil Elena siseksi.
"Hu rasain nih pukulan mautku, awas ta tonjok manggil siseksi lagi"
"Maap habis lapor polisi ntar dipenjara beneran jomblo" (Roki)
"Wah...gagal kita ya udahlah ayo kekamarku kita harus dapat no Alen"
Akhirnya Riko menarik ketiga saudara kekamarnya untuk menyusun rencana.
Raka melihat dari kamarnya merasa kecewa ke 4 adiknya tidak berhasil meminta no hp Alen.
"Duh ga berhasil trus bagaimana ya aku minta no hpnya, apa aku harus memintanya langsung ya, ah akan aku pikirkan lagi"
K4 sekonco kembali kedalam dan merebahkan badannya kesofa.
Alen diam-diam mau lari kekamarnya tapi ketahuan Mira yang langsung menarik dan mendudukkannya disofa .
"Alen jangan bilang kamu tidak tahu lagi masalah ini"
"Jangan-jangan kamu memang uda jadian asik dong" (Siska)
"Duh Siska please deh, why you suka bicara ga jelas, pusing tau, shut up ok Alen kamu pasti juga tidak tahu kann,
( Alen menganggukkan kepalanya) aku punya rencana"
"Apa, oh" (Mira dan Siska bersamaan dan menepuk jidat mereka)
"Wes gpp biarkan Elena bicara biasanya kan rencananya bagus dan lancar kan gaes" (Siti)
" rencana yang gagal...hihi...kaya dulu" ( Mira tos dengan Siska dan Elena menjulurkan lidahnya kepada mereka)
"Aku juga ikut?" (Alen)
"Ikutt" (empat sekonco)
Alen terkejut hingga menumpahkan kue Siska kemuka Elena dan membuat Elena berantakan.
"Hahahahahah, kayak muka burger" (Siska)
"Burger kan roti Siska ga ada hubungannya ini keripik tauu, ohh now my face mulusku, gara- gara you Alen"
(Elena kesal dan membuat Mira dan Siska tos sambil tertawa dan memberikan jempol kepada Alen)
"Eh maaf Elena ga sengaja lagian ngapain sih kalian kagett" ( Alenpun segera membersihkan muka Elena dan malah membuat celemotan)
"Hahahaha lipstiknya upss kayak badut hahahah" (Siska tertawa dan Mira pun sampai memegang perutnya)
"Sumpah ga tahan aku hahahah" (Mira)
"Wessss gimana to temennya berantakan gini kok malah ketawa" (Siti)
"Dasar netijen" (Elena)
"Maafin ya Ellll, udah aku ikut rencana kamu ama Siti iya kan Siiittt" ( Alen)
"Ama Mira dan Siska, ikut juga" (Alen yang melotot ke Mira dan Siska)
"Loh......iya deh" (Mira akhirnya nurut dan Siska hanya menganggukkan kepalanya)
"Wes, ayo Ell apa rencananya cepetan keburu malam biar besuk kita ndak terlambat lagi" (Siti)
Elena kemudian berdiri sambil memegang dagunya dan berjalan mondar-mandir memikirkan rencana yang pas untuk mengetahui semua nama dan perbedaan sikembar persis.
Kepala ke4 temannya pun mengikuti gerakan Elena ke kanan dan ke kiri bolak balik.
"Yes finally aku tahu"
Suara Elena membuat ke 4 sahabatnya terkejut sampai melompat dan sekarang Siska menumpahkan snack diwajahnya sendiri sampe berantakan .
Tentu saja membuat Elena tertawa kegirangan diikuti teman- temannya yang lain.
"Hahahahaahaah, my beloved netizen finally senjata makan tuan" (Elena)
"Hahahahaaah" (Mira,Alen,Siti)
Siskapun ikut tertawa dan tetap memakan snacknya yang jatuh dibajunya.
"Jorok tau Siska" (Mira)
"Siska plis deh bakteri, oke aku mulai ya kita bertanding siapa yang bisa mengetahui nama dan perbedaan sikembar termasuk Raka yaaa akan mendapat hadiah dari masing-masing peserta, kalau aku kalah aku akan memberikan parfum and fashion terbaru dari Paris gimana deal"(elena)
"Wah ide bagus tuh, kalau aku sih kasih dompet terbaru dari korea yang sering dipakai artis korea" ( Mira)
"Aku traktir selama satu semester deh, dimana aja yang penting halal" ( Siska)
"always food endut tau, tapi oke deh aku pasti menang and vegetarian food prancis akan menjadi pilihanku dan aku mau disana setiap hari okey" (Elena membuat Siska memukulkan kepalanya)
"Kamu, apa Alen?" (Mira)
"Apa ya, udahlah yang kalian minta apa aja aku belikan deh" (Alen)
"Kalau aku minta kamu nikah ama Raka gimana, hah mau juga" (Siska)
"Siskaaa"(4 sekonco)
"Kalau minta rumah ini bagaimana?" (Siska yang kembali membuat sahabatnya menggeleng-gelengkan kepalanya)
"Rumahmu udah big Siska males banget" (Elena)
"Kalau snack satu truk gimana" (Siska yang akhirnya membuat semua sahabatnya kesal)
"Siskaaa!!" (4 sekonco)
"Trus apa dong?" (Siska yang menggaruk-garuk kepalanya)
"Udah, Siti kamu apa cepet" (Mira)
"Wes okee ntar dulu ta pikirkan dulu apa ya, hm oke aku mau masakkan makanan tiap hari buat kalian tapi sesuai seleraku, piye apik too" ( Siti yang membuat semua sahabatnya heran dan saling memandang)
"Siti itukan uda tiap hari,gimana sih aduh"
(Mira sampai menepuk jidatnya)
"Haha asikk semoga Siti menang yea makan makan"
(Siska membuat semua sahabatnya melotot)
"Udahh yang penting uda tau semua hadiah, trus kapan mulainya?" (Alen)
__ADS_1
"Tomorrow ok, and tidak ada kerja sama harus melakukannya sendiri, oke bye aku mau sleep"
Elena akhirnya masuk kekamarnya dan diikuti semua sahabatnya.