
Mobil Raka
Masih mengernyitkan dahi dengan perasaan kesal sambil menatap jalanan yang dipenuhi pengendara yang saling berdesakan dan menyuruh sopirnya membunyikan klaksonnya seakan Raka enggan berlama lama berada di jalan dan ingin segera sampai ke tujuannya.
Raka yang pagi harinya harus dimulai dengan hal yang dia paling benci dan tidak pernah dilakukannya yaitu terlambat datang kuliah.
Dengan membuang nafasnya kemudian Raka mengeluarkan hpnya dan menelepon seseorang dengan nada serius.
" Maafkan aku...ada sesuatu yang membuat aku terlambat...tidak akan terjadi lagi. Satu lagi biarkan mereka masuk.....( tidak terdengar lagi pembicaraannya)". Kemudian Raka mengucapkan terima kasih dan menutup hp nya.
Raka kembali menatap sadis keempat kembarannya dimana posisi Raka duduk dikursi depan mobil lewat kaca spion.
" Riki , sialan kamu pakai bajuku gimana sih entar kamu dipikir aku sama putri jowo!! "
Riko yang berbicara sangat kesal dan melotot pada Riki.
" Hahahah , awas ntar ketuker Riki, ntar malah kamu dikira Riko Sama putri jowo, trus Elena pikir Riko itu kamu, nahhh kapok kalian."
Ucap Reki yang membuat Roki tertawa dan kemudian berhenti karena Riki dan Riko diam menatapnya dengan wajah sinis.
"Tapi bisa juga nih kan wajah kita sama persis, ama kakak juga bisa ketuker sama....."
Ucap Riko yang kemudian terdiam tidak jadi meneruskan perkataannya karena melihat wajah Raka menatapnya dikaca spion dengan sinis tanpa ekspresi.
'' ssstttttt, diam kak Raka tuh, ingaatt uang sakuuuu." ucap Reki dengan pelan.
'' Andaikan mereka satu kampus ama kita ya, huuuiii pasti asikk aku semangat tiap hari kekampus, ga bakalan telat kayak hari ini,hihihi.''
Ucap Riki tertawa sendiri sambil membayangkan Elena.
'' Kitakan ga telat, telat gara-gara balik lagi, arrrrrrghh''
Roki yang segera menutup mulut Reki agar kakaknya tidak mendengar. Sementara Riko dan Riki yang awalnya memandang Raka dengan tegang akhirnya bernafas lega suara Reki tidak didengar Raka.
'' Heeeehh, gimana kalau aku pakai jas nti dikira aku itu kakak ama Alen sigadis teriak.''
Ucap Roki pelan sambil memakan snacknya dan kemudian ketiga saudara kembarnya ikut tertawa dan kali ini sangat keras.
" hahahahahahahahah "
Riko, Riki, Reki, Roki tertawa bersamaan yang kemudian berhenti setelah mendengar Raka memukulkan tangannya diatas dasboard mobil.
" braakkk "
" Kamu sih Roki, sial bakalan gak dapat uang saku nih.'' Reki yang mendorong pundak Roki.
" iyaa, kamu sih. '' Riko yang mengambil snack Roki dan memakannya.
" Pokoknya kita turun tukeran baju .'' ucap Riki dengan kesal.
" Tukeran apanyaaa, aku ini pakai bajuku sendiri , huuuuuu , dasar kelimis." Riko yang membalas Riki .
Raka yang kembali memukulkan tangannya didasboard mobil membuat keempat saudaranya kaget dan terdiam seketika.
Tiba-tiba Raka menelepon seseorang agar datang nanti malam kerumah mereka. Keempat saudara kembarnya saling berpandangan karena penasaran dengan kakaknya yang tiba-tiba menelepon.
Mobil Siska.
limo sekonco melihat Alen yang diam tidak ada yang berani mengajak berbicara.
" Siti, ayooo ngomonggg cepetan,udaahhh.''
Elena yang mendorong pundak Siti agar berbicara kepada Alen.
'' Lennn, gimana atimu ndak apa-apa kann, maafin kita yo Lennn, ndak sengaja.''
Ucap Siti dengan pelan, dan keempat sahabatnya menganggukkan kepalanya dengan bersamaan.
Tiba-tiba Alen menangis keras dan mengagetkan keempat sahabatnya.
" huaaaaaa...Aku maluuuu, gimana kalau kembar lima tau semua apa jadinya diriku ini!"
Alen menangis sambil memeluk Siti.
'' Elena tahu solusinya, i know ok , ini udah aku siapkan, kacamata, topi, wig, sarung tangan, jaket tebal, come on pakai semua, nanti tidak akan ada yang see you, lagian mereka pasti tidak sekampus dengan kita, tapi bawa aja ditasmu buat jaga-jaga.''
Ucap Elena dan keempat sahabatnyapun menganggukkan kepalanya dengan bersamaan.
''Eh, udah jam tujuh lebih nih kita pasti dihukum nanti, hari pertama dihukum hahahaha lucu banget.''
Ucap Siska dengan santai dan dipandang ketiga sahabatnya dengan sadis kecuali Siti yang hanya menutup wajahnya.
Secara tidak sadar mobil limo sekonco disalip oleh mobil sikembar hingga tertinggal jauh dan berhenti di depan gerbang.
Sang sopir membuka kaca mobil dan penjaga gerbang universitas memberi hormat dan mengangguk.
Akhirnya mobil si kembar memasuki universitas dan pintu gerbang tetap terbuka menunggu mobil siska datang.
Beberapa menit kemudian penjaga gerbangpun mempersilahkan mobil Siska masuk kampus dengan mudahnya.
'' Kok kita bisa masuk tanpa laporan terlambat ya, hmmm aneh nih." ucap Mira dengan heran.
" Iiuuhh, Mira stop, this is your lucky day karena sicantik Elena yang akan masuk. Dan tidak mungkin mereka tidak mengijinkan masuk akyuu yang seksi ini!!"
Ucap Elena dengan centilnya yang kemudian dengan sinis ditatap Mira, dan Elena membalas tatapan Mira dengan menjulurkan lidahnya.
" Wess, ayo turun kita kekelas masing-masing, masih ingat toooo.'' Siti yang selalu bijaksana.
Walaupun mereka satu kampus, tapi limo sekonco masuk kekelas jurusan yang berbeda.
Alen mengambil jurusan kesenian, dari dulu cita-cita Alen menjadi penari, Mira jurusan hukum karena ingin jadi pengacara, Siti yang sangat pintar mengambil jurusan kedokteran, Siska jurusan seni memahat karena suka mengukir, dan si seksi Elena jurusan designer karena sesuai dengan hobinya.
" Eh, bukannya tadi itu mobil sikembar ya.'' Ucap Siska dengan santai.
Siska yang akhirnya memarkirkan mobilnya dan keempat sahabatnya bergegas keluar mobil dan berlari ketempat kelas masing-masing tidak menghiraukan ucapan Siska.
__ADS_1
Raka adalah anak dari pemilik universitas tempat mereka dan limo sekonco kuliah. Karena tidak ingin merusak hari pertama Alen dan teman- temannya masuk kuliah, Raka menelepon pihak kampus untuk membiarkan mereka masuk walaupun datang terlambat mengingat kejadian yang mereka alami semalaman.
Dan pastinya pihak kampus akan menuruti semua permintaan sikembar terutama Raka calon presiden direktur utama perusahaannya yang mendirikan universitas tempat mereka belajar.
Dan tentu saja itu adalah alasannya kenapa limo sekonco dengan mudahnya masuk kampus walaupun terlambat tidak diketahui oleh mereka.
Walaupun universitasnya adalah milik ayah sikembar, tetapi Raka tetap sangat disiplin kepada keempat saudara kembarnya agar mematuhi semua aturan kampus.
Dan ini adalah hal pertama yang sangat memalukan Raka dalam hidupnya, karena Raka yang selalu disiplin akhirnya harus datang terlambat.
Pada saat Elena berlari menuju kelasnya tiba-tiba berhenti dan menoleh kembali kearah Alen dan memandang baju Alen.
" Alennnnn, bajuu, clothesss, kebalikkk, iuuuhhhh, noo....ganti sebelum masuk kekelas, kamu bisa membuat semua orang tertawa, ok byee see uuu.''
Ucapan Elena mengagetkan Alen. lalu Alen menyadari jika memang benar bajunya kebalik. Alen segera menuju toilet untuk memperbaiki bajunya.
Mobil Raka.
Raka yang masih diam dengan tatapan sinis keluar dari mobil bersama keempat saudaranya .
" Sssssttt, Riko sepatu kakak tidak sama.''
Ucap Riki dengan membisikkan ketelinga Riko, dan Riko memegang Reki dan Roki sambil menunjukkan jarinya kearah sepatu kakaknya.
Mereka berempat tertawa sambil menutupi mulutnya hingga membuat Raka kesal dan masih belum menyadari sepatunya tidak sama.
" Kenapa kalian!!, sudah tidak mau uang saku!!!"
Raka yang membuat keempat saudara kembarnya terdiam bersamaan.
" Hmmm, anu kaakkk hmmm ituuu, anuuu, kok aku sihhh.''
Riki yang didorong Riko,Reki,Roki untuk memberitahu Raka sepatunya tidak sama.
" Apaaa, apaaaa, ini, itu yang jelas atau kalian sudah tidak mau pakai hp lagi, aku ambil semua!''
Raka yang kembali mengancam keempat saudara kembarnya membuat saudara kembarnya saling memandang kaget.
'' Sepatu kakak tidak samaaa!!"
Dengan bersamaan keempat saudara kembar Raka menunjuk kearah kaki Raka.
" Kenapa tidak bilang dari tadi!!, Nanti malam kalian harus dirumah tidak boleh kemana-mana, jelas!!"
Bentak Raka yang membuat saudaranya kaget dan saling berpegangan.
" Sudah kalian masuk sana, dan setor nilai kalian tiap hari, jika ada yang lupa tidak boleh berkencan selama satu tahun!!"
Raka yang kembali mengancam saudara kembarnya, dan mereka menjawab secara bersamaan dan berlari ketempat kuliah mereka sesuai jurusannya.
" Siiiiiiiiiaaaapppppppppp!!!!"
Teriak Riko,Riki,Reki,Roki.
Raka yang akhirnya meminta pengawalnya membuka baju dan sepatunya yang akan dia tukar dengan miliknya. Raka segera menuju toilet untuk berganti baju yang dipakainya karena memang dia tidak sempat menggantinya tadi pagi.
Sementara pengawal Raka mengendarai mobil hanya memakai celana pendek dan jaket milik Raka dan tentunya sepatu yang tidak sama tanpa protes.
Toilet Kampus.
" Duhhhh, gawat kenapa terbalik sih ,untung sepi ga ada orang." Alen yang berlari kencang menuju toilet.
" Ini hal memalukan dalam hidupku gara cewek toples disebelah, aaaahhh, sial aku!!!" Raka yang dalam waktu bersamaan menuju toilet.
" Arrrrrrrrrghhhhhhh!!!" teriak Raka dan Alen bersama-sama.
Alen dan Raka sama-sama berlari ke toilet dan secara tidak sengaja mereka bertabrakan kembali, Alen yang hampir jatuh terkena bak sampah disebelahnya, dengan cepat ditarik oleh Raka dan akhirnya mereka terjatuh bersama dan kali ini Alen berada diposisi bawah dan Raka diatasnya.
Mereka berdua hanya diam dan saling bertatapan, Alen dengan wajah yang melotot dan Raka dengan wajah yang serius.
Tanpa mereka tau Roki yang juga mau ketoilet melihat Alen dan Raka dengan posisi mereka saat itu sangat kaget sampai tersedak dan snack yang dimakannya disemprotkan dari mulutnya.
Roki langsung bersembunyi dan mengambil kamera segera mengambil foto Alen dan Raka.
"Ini aku lihat beneran yaaaa, haaaaa kakak Raka ngapain sih pagi- pagi mesum amat, dikampus lagi, gilaaaaaaaa!!!, aku harus mengirimkan foto ini ama yang lain."
Roki yang tidak jadi ketoilet segera pergi dan mengirimkan foto kakaknya kepada saudara kembar lainnya.
" Duhhhhh, beratttt, berdiri dong, kamu kok dari tadi ngelihat aku sihhh, hoiii, beratttt nihhh!!"
Alen yang berusaha menyingkirkan Raka dari atas tubuhnya sementara Raka diam terpaku hanya memandang Alen dan merasa senang karena Alen juga kuliah di tempat yang sama dengannya.
Akhirnya Raka tersadar dan segera menarik Alen berdiri tetapi kaki Alen tergelincir saat mau berjalan karena Raka menginjak tali sepatunya yang telepas dan Raka kembali menangkapnya hingga kepala Alen terjeduk dikepala Raka dengan keras dan menjadi merah dan benjol.
" Duuhhh, sakitttt bangett kepalaku!!"
Alen merengek kesakitan sambil memegang kepalanya. Raka yang merasa bersalah langsung memegang jidat Alen dan meniupnya kemudian membenarkan rambut Alen.
Melihat reaksi Raka jantung Alen berdetak kencang dan merasa malu hingga menutupi wajahnya dan berlari meninggalkan Raka menuju toilet.
Raka hanya mengamati Alen tanpa berbicara apapun. Setelah Alen menghilang dari pandangannya tiba- tiba bibirnya tersenyum dan tangannya memegang dadanya yang berdetak kencang lalu berlari masuk ketoilet dan menguncinya.
Raka menuju wastafel dan memegang di bagian sisi- sisinya sambil menundukkan kepalanya dengan nafas yang terengah-engah.
" Kenapa aku sampai seperti ini, bahkan aku tidak bisa berbicara apapun didepannya.''
Gumam Raka sambil membersihkan mukanya dengan air dari kran wastafel.
Sementara Alen didalam toilet masih menutup wajahnya kemudian segera mengganti bajunya dan segera menuju kekelas tari.
Alen terheran dikelas tari guru nya tidak memarahinya saat tau dia datang terlambat bahkan menyuruhnya untuk segera duduk. Dengan muka serius akhirnya Alen duduk mengikuti pelajaran tari.
Raka telah sampai dikelasnya.Ternyata Raka juga berada dijurusan yang sama dengan Alen mengambil kelas Tari. Selain jago vokal dan semua alat musik, Raka juga pandai sekali menari.
Raka mengambil jurusan seni karena ingin mempelajari sesuatu yang bebeda sebelum menjadi Presiden Direktur perusahaan keluarganya.
__ADS_1
Karena kepintaran Raka yang luar biasa dia bisa dengan mudah mempelajari segala sesuatu tentang hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan sehingga tidak perlu mengambil kuliah jurusan bisnis ataupun manajemen.
Raka memiliki kelas khusus yang berada dilantai atas tempat Alen belajar tari. Disitu terdapat jendela yang bisa melihat dengan jelas kelas tari yang berada dibawahnya.Bahkan dia pun bisa langsung melihat wajah Alen yang sedang berlatih.
" Dasar payah...tariannya jelek sekali...tapi sungguh menggemaskan. " guman Raka.
Raka terus memperhatikan Alen sambil tersenyum tetapi wajahnya berubah menjadi serius ketika melihat Alen harus berpasangan dengan salah satu siswa laki- laki bernama Anton dan mengharuskan mereka berpegangan tangan.
Sambil mengawasi Alen dengan wajah marahnya Raka menemui seseorang dan berbisik sesuatu lalu kembali dijendela melihat Alen.
Saat Alen asik menari bersama Anton, tiba-tiba ada seseorang datang dan mengajak Anton meninggalkan kelas tari sehingga Alen tidak memiliki pasangan dan harus menari sendiri karena semua sudah berpasangan masing- masing. Lalu Rakapun kembali tersenyum dibalik jendela.
Sementara itu Roki dikelasnya diam-diam mengirim foto kakaknya Raka yang terjatuh dan berada di atas Alen kepada keempat saudaranya.
Dikelas masing-masing mereka berempat berteriak kencang ketika melihat foto kakaknya.
''Apppppppppppppppppppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!"
Teriak sikembar empat dikelas masing-masing yaitu
Riko jurusan hukum , Riki jurusan kedokteran, Reki jurusan design, dan Roki jurusan seni memahat. Dan membuat para siswa lainnya kaget dan memandang mereka.
'' Gaessss, selesai kuliah berkumpul ditaman belakang kampus!!"
Riko yang memberikan pesan wa group rahasia kembar tanpa kakaknya yang jelas. Dan sikembar lainnya menjawab " OK ''
Saat sedang berlatih Alen selalu salah melakukan gerakan dan tariannya yang sangat buruk sehingga membuat dia sering dimarahi dan dibentak oleh guru tarinya dan akhirnya duduk dengan sedih.
Sejak kecil Alen bercita-cita ingin menjadi penari tetapi sama sekali tidak memiliki bakat dalam tarian. Tapi bukan Alen jika langsung menyerah. Baginya itu adalah tantangan yang harus dia menangkan.
Raka yang melihat Alen dari atas dengan wajah seriusnya kembali menemui seseorang dan kembali melihat Alen dari jendela.
Tak lama guru tari Alen tiba di depan Raka. Lalu Raka melarangnya untuk membentak maupun marah kepada Alen jika tidak mau dirinya akan dipecat.
Karena Raka pemilik kampus tentu saja semua dalam perintahnya.
" Kamu harus bersabar dan jangan memarahinya. Kamu harus melatihnya sampai dia bisa ato kamu akan aku pecat!!" perintah Raka.
" Ba..baiklah..." ucap sang guru.
" Aduhhh mati aku...gimana cara melatihnya...tariannya parah banget!!" ucapnya dalam hati.
Pada saat jam makan siang para limo sekonco berkumpul dikantin.
" Hehh itu lihat si iuhhhhh lewat semua pada terpanaa, wkwkwk pada menganga tuh para cowok."
Ucap Siska yang melihat Elena dengan seksinya berjalan dengan gemulai membuat semua pria terpana.
" Iyalah seksi gituuuu'." Mira yang menguap karena masih mengantuk.
" Wesss aku isih serius iki." Siti dengan laptopnya.
" Iuuuuuhhhhh, kenapa semua mata memandangku, maybe because im beautyfulll.''
Elena yang menghampiri ketiga sahabatnya sambil berkaca.
" Haiiiiiii gaesssssss.''
Alen datang sambil memakai wig dan kacamata pemberian Elena.
" Waittt, ehhhh Alennn, what!!, ngapain kayak gituuuu, ehhh kenapa benjoll, jatuh fall.''
Elena yang menarik wig dan kacamata Alen kemudian kaget melihat jidat Alen merah dan benjol, dan Alenpun mengambil dan memakai kacamata serta wignya kembali.
" Alenn, ngapain sihh!!!, kan ga ada sikembar, terus itu kenapa benjolll.''
Mira sambil menarik kacamata Alen dan wignya.
" Iyoooo Lennn, jelek aneh kayak opo iku, hmmmmm."
Siti sambil memegang kepalanya tiba-tiba dikejutkan dengan para pria yang dikerumuni semua cewek- cewek kampus yang lewat didepan mereka.
Ketika Mira menarik kacamata yang Alen pakai, jari Alen menunjuk kearah depan.
Mira, Elena dan Siska menoleh kearah yang ditunjuk Alen mereka bertiga berteriak bersama-sama. Alen segera menutupi wajahnya dengan wig dan kacamatanya kembali agar tidak dikenali sikembar.
" Apppppaaaaaaaaaaaa, mereka satu kampus ama kitaaaa, tidaaaakkkkkk!!!"
Teriak Mira, Elena, dan Siska yang terkaget hingga menjatuhkan semua snacknya.
"Haiiii, bidadari sebelahhh!!!"
Si kembar 4 menyapa Sambil senyum- senyum.
Tentu saja kembar 4 sudah tau mereka berada di kampus yang sama dari foto yang mereka lihat tadi. Klo ada Alen pasti yang lain juga ada di sini.
Sementara dari dalam kacamatanya Alen melihat Raka yang sama sekali tidak menolehnya tetap berjalan kedepan dengan wajahnya yang serius.
'' Itu kok jidat salah satu sikembar benjol kayak Alen ya."
Kata Siska sambil menunjuk kepala Raka kemudian ketiga sahabatnyapun ikut memandang dan heran.
Sementara sikembar empat menghampiri limo sekonco kecuali Raka yang terus berjalan.
Elena dengan sinis memandang Raka dan Alen dengan curiga hingga mengenyitkan dahinya dan menyilangkan kedua tangannya.
" Waaaaittttt, stoppp, lima sekonco lets go biarkan sikembar!!, kita ada misi okeyyy.''
Elena menarik kelima sahabatnya dan mengajak mereka pergi, sementara empat kembar memandang mereka dengan terpana.
" lhoo kalian mau kemana...aku ikuttt!!" Riki mengekor dibelakang mereka kemudian di tarik Riko.
" Rikiiii, heh udah, biarkan para bidadari nanti kita bisa menyusul mereka lagi. Sekarang ayo ketaman belakang rapattt!!, ayoo!!"
Roki yang kemudian menarik Riki dan Riko, Reki mengikutinya dari belakang.
__ADS_1