Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 28 : Kencan Mira dan Reki


__ADS_3

Kencan Rahasia


Flash back on


Dini hari Raka bangun dengan badan yang sangat segar setelah sekian lama tidak bisa tidur karena berjauhan dengan Alen


" Kayanya semalam aku tidur nyenyak banget...huaaa( menguap)...Alen uda bangun belum ya? Emm kira- kira hari ini dipake gak jaket pemberianku?"


Raka mengambil handuk hendak pergi mandi namun diurungkan.


" Kok aku merasa dia gak bakalan pakai jaket pemberianku ya. Ahhh...aku samperin aja. Lagian ini masih gelap masih banyak waktu"


Raka menuju kamar Alen. Setelah sampai di depan pintu, Raka mengetuk pintunya..


"tok..tok..tok..tok..tok.tok.tok" Raka mengetuk berkali- kali dan yang terakhir agak keras.


" Duhhh..siapa sih? Masih ngantuk tauuu....bukk" Alen melempar bantal kearah pintu dan tidur lagi.


" Bukain dunk!...galak banget sih...dasar pemalas"


" ceklek( pintu dibuka) mau apa sih? Gak liat apa masih gelap. Kenapa kamu selalu saja mengganggu pikiranku dan kenapa kamu tetep ganteng biarpun baru bangun tidur?"ALen berbicara sambil separuh memejamkan matanya.


" Semalem bilang jutek, sekarang bilang ganteng..hihi ( nih cewek cantik banget bangun tidur gini) denger ya! Hari ini jangan lupa pake jaketku. Dan nanti kamu kembali latihan tari di kelasku lagi, ingat itu!" Raka menggosok rambut Alen lalu pergi kembali ke kamarnya.


Alen kembali kekamarnya dan berbaring sambil menutup wajahnya membayangnya wajah Raka samar-samar.


" Ini kepalaku kenapa sih selalu aja ada wajahnya. Dan kenapa dia itu ganteng terus mau bangun tidur mau pake baju apapun tetep aja ganteng....dasar nyebelin" Alen berbicara sambil tidur dan tak lama terlelap selama 1 jam.


Flash back off


Hari mulai berubah menjadi terang, Alen membuka matanya dan pergi ke kamar mandi. Saat menatap cermin hendak menghosok gigi, Alen terkejut melihat tanda merah berbentuk lonjong di lehernya.


" Agrhhhhhh....dasar Raka nyebelinnnnn" Alen berteriak.


Alen melanjutkan mandinya. Setelah selesai Alen kembali menatap cermin.


Berbagai cara dilakukan oleh Alen untuk menutupi tanda merah di lehernya, namun tidak berhasil.


" Huaaa...huaa..gimana cara nutupinya ya? Mau pake fondation gak punya, mau pinjem Elena malu...trus pake apa...hiks..hiks"


Alen membongkar seluruh lemarinya lalu menemukan syal dibawah tumpukan bajunya.


" Ahaaa...aku pake ini aja keren. Emmm pake gak ya jaketnya? Gak usah aja. Emang cuman dia yang bisa merintah. Dasar jutek tampan..hihi"


" Bukannya tadi pagi Raka kesini ya? Ato aku cuman mimpi? Ahhh...pasti mimpi gak mungkin dia pagi-pagi kesini nyuruh macem-macem lagi. Pikiranku mulai penuh dengan dirinya..huff" Alen menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah bersiap Alen turun kebawah untuk sarapan.


" Hai, girls...kita sarapan apa hari ini? Alen yang penuh semangat.


" Pagi ini aku bikin bubur manado. Inget diet semua ya biar kita tetep ayu menik-menik" Siti


" Duhh...yang lagi happy...biasanya gak ada expresi..datarrrr..." Mira tersenyum.


" Iyalah kan obat malarindunya uda datang..haha" Siska tos dengan Mira.


Alen dengan cuek mengambil makanannya tanpa memperdulikan teman- temannya.


" Iiuhhh, Alen syal kamu bagus sih tapi gak mecing ama baju kamu. Lepas aja lah!" Elena hendak menarik syal Alen tapi dengan cepat Alen menangkisnya.


" Jangan Elena sayangg...aku suka begini" sambil membetulkan syalnya.


Setelah bersiap 5 sekonco menuju mobil Siska di depan rumah. Kebetulan 5 kembar juga sudah berada di depan rumah mereka.


Saat Alen hendak menyapa Raka, tiba-tiba Raka bersikap dingin dan tidak mau melihatnya.


" Tuh kan kumat jutek nya. Gak jadi aku pake ahh jaketnya. Padahal tadi sempat berubah pikiran"


Alen memasukkan kembali jaket pemberian Raka di tas nya dan tidak jadi memakainya.


Lalu dengan sengaja menyapa Erick yang sedang berada di taman dengan memakai celana selutut dan bertelanjang dada, tentu saja badan kekar nya terlihat sangat seksi dan menawan.


" Hai, Erick. Have you been exercising?" Alen menyapa Erick dengan menaikkan suaranya.


" Hai, Alen. Iya benar aku tiap hari berolahraga. Apa kalian mau ke kampus? Erick mendekati Alen sambil tersenyum menawan.


" Iya kita mau ke kampus. Ok, bye Erick...see u" Alen melambaikan tangannya kepada Erick


" Bye girls...see u " Erick melambai pada Alen dan 4 sekonco


" Bye..Erickkkk" 4 sekonco yang sedari tadi menatap tubuh kekar Erick dengan terpana tanpa melihat 4 kembar sama sekali.


Raka dan saudara- saudaranya yang melihat dari mobil hanya terdiam geram dengan pikiran mereka masing-masing.


" Bisa- bisanya dia sengaja dekat dengan bule sialan itu didepanku. Tak kan kubiarkan" ucap Raka dalam hati.


" Ngapain cewek-cewek sampai terpana gitu? Apa hebatnya bule itu? Tak kan kubiarkan" ucap Riko dalam hati.


" Nyebelin banget cewek-cewek, apa mereka gak liat kita? Cuman rambut pirang gitu aja apa bagusnya? Tak kan kubiarkan" ucap Reki, Roki, Riki dalam hatinya bersama.


Namanya juga kembar, kadang pikiran mereka bisa sama satu dengan yang lainnya.


Sampai di kampus, 5 sekonco dan 5 kembar langsung masuk ke kelas masing-masing tanpa bertegur sapa.


Saat Alen masuk ke ruangan latihan yang di lantai bawah, seseorang menegurnya.


" Maaf nona Alen, mulai hari ini anda kembali ke kelas atas"


" Apa saya bisa di kelas ini saja?"


" Tidak bisa, ini sudah ketentuan pihak kampus"


Alen langsung menuju lantai atas dan memasuki ruangan Raka. Di dalam, Raka sudah menunggunya sambil bersandar didinding.


" ceklek( pintu dibuka) hai Raka, kita latihan apa hari ini?" Alen meletakkan tas nya.

__ADS_1


" Kamu gak ganti baju?"


"Emmm...Aku ganti baju disini aja. Tolong kamu hadap sana!"Alen berbicara dengan santai.


" Kan ada ruang ganti. Kenapa ganti disini sih?"


" Udahlah disini aja. Malas aku bolak balik"


" Dasar cewek ceroboh. Buruan ganti!" Raka membalikkan badannya.


" Hihi..dia gak tau kalo aku pake baju rangkap. Sekali-sekali aku yang memerintah boleh kan" Alen tertawa pelan.


"Raka, kok gak bilang kalau aku harus balik latihan ke kelas ini?"


" Bukannya tadi pagi aku uda bilang ya kalau mulai hari ini kamu latihan di kelasku? Aku juga uda ingetin kan klo pakai jaket yang aku kasih"


" Apa? ( waduh ternyata pagi tadi itu bukan mimpi..pura-pura gak tau ah) Masa sih, aku kok gak ingat ya"


" Udahlah ayo kita mulai latihan!"


Kali ini Raka melatih Alen dengan sangat lembut.


Bahkan beberapa kali Raka mengeratkan pelukannya sampai membuat Alen salah tingkah.


" Kok kangenku gak hilang-hilang ya, semakin deg degan aja di dekatnya" ucap Raka dalam hati dan membelai wajah Alen dalam tariannya.


" Kok Raka mesra banget ya? Aku jadi malu banget nih" ucap Alen dalam hati.


Tak terasa sudah jam istirahat.


Alen melepaskan tangannya dari Raka dan hendak keluar kelas namun Raka mencegahnya.


" Kamu mau kemana?"


" Mau ke kantin, lapar"


" Gak usah, kamu makan disini aja sama aku. Aku uda pesen makanan buat kita. Tar lagi juga datang" Raka berbicara dengan lembut.


" ( kok dia baik ya hari ini) iya deh" Alen duduk didepan Raka.


Tak lama seseorang mengetuk pintu mengantarkan makanan pesanan Raka.


Raka dengan cekatan menyiapkan makanan di depan Alen.


" Kamu gak mau melepas syal kamu tuh? Apa gak kegerahan? Lagian ngapain sih pake syal segala? " Raka bertanya sambil tersenyum.


" ( cih, ini juga gara-gara kamu) biar keren aja" Alen menjawab dengan santai sambil makan dengan tangannya.


" ( hihi..pasti itu karena bekas ciumanku semalam. Eh kok makannya gitu nih cewek) Pelan-pelan makannya nanti tersedak lho"


" uhukk..uhukk" Alen beneran tersedak


" Tuh kan...ini minum dlu. Sini biar aku suapin aja" Raka mendekatkan duduknya ke Alen dan menyuapinya dengan lembut sambil membersihkan bibir Alen dengan jarinya.


Alen terus memandang wajah Raka yang kini berada dekat sekali dengannya.


" Emang aku seganteng itu ya sampai menatap terus"


" Iihh... kegeeran ah"


"Kan tadi pagi bilang katanya biar bangun tidur aku juga tetep ganteng"


" Jadi tadi pagi kamu beneran di kamarku ya? Dan itu bukan mimpi?" Alen menundukkan dan menutupi wajahnya yang malu.


" Jangan malu gitu dunk..apa mau aku kasih tanda merah lagi di lehermu yang sebelah satunya? Harusnya kamu sekarang kena hukumanku, knapa gak pakai jaket yang aku kasih? Aku kan uda ngingatin kamu !"


" Awas ya klo brani. Ya terserah aku dunk mau pakai atau gak" Alen menatap sinis ke Raka.


" Kamu itu harus nurut sama aku, kalo aku bilang pakai ya pakai" Raka mulai emosi.


" Kalo aku gak nurut kenapa? Kalo aku bilang gak mau ya gak mau" Alen membalas perkataan Raka.


Alen dan Raka sama-sama berdiri berhadapan dengan saling bertatapan sinis.


" Ya udah, latihan kita hari ini selesai sampai disini" Raka menatap tajam.


" Enak aja, aku yang harusnya bilang kalau latihan kita hari ini...End..." Alen dengan kesal meninggalkan Raka di ruangannya.


" Mau kemana kamu" Raka berteriak.


" Terserahhhhh....brakk" Alen menutup pintu.


" Kenapa dia selalu saja membantah...prangg" Raka membanting botol minuman.


Saat itu Mira sedang berada di kelasnya.


Entah kenapa dia merasa sangat mengantuk hingga tidak bisa fokus.


Mira meninggalkan kelasnya dan menuju ke toilet untuk membasuh mukanya.


Saat itu kampus sangat sepi karena semua mahasiswa sedang mengikuti kelas mereka masing-masing.


Saat di lorong toilet, tiba-tiba seseorang menariknya ke suatu tempat dan menutup mulutnya.


" ssttt...jangan berisik! Ini aku Reki"


" Reki, ngapain sih narik aku kesini? Kamu mau apa?"


Reki mendorong tubuh Mira hingga punggungnya menyentuh tembok.


Lalu Reki mendekatkan wajahnya ke wajah Mira dan membelainya.


"Mira, dari jam istirahat aku sudah nunggu kamu. Dan akhirnya kita ketemu disini. Aku uda gak bisa menunggu lagi. Aku harap kamu tidak menolaknya"


"Ngapain kamu nunggu aku?"

__ADS_1


" Aku mau kita kencan malam ini. Aku tunggu kamu di cafe x nanti malam ya. Dan pakai gaun pemberianku ini!" Reki memberikan kotak berisi gaun kepada Mira. Lalu tiba-tiba Reki mengecup pipi Mira.


" Aku akan menunggumu, Mira sayang" Reki berbisik ke Mira dan mencium punggung tangan Mira yang sedari tadi dipegangnya. Setelah itu Reki kembali ke kelasnya.


Mira kembali ke kelasnya dengan perasaan berdebar-debar sehingga tidak fokus dengan mata kuliah yang sedang berlangsung.


" Kenapa aku deg-degan gini ya" Mira memegang kotak pemberian Reki dengan Erat.


Saat itu hari sudah sore, 5 sekonco sudah berkumpul di dekat mobil Siska. Tak lama mereka menuju rumah mereka dan meninggalkan kampus.


Rumah Alen.


" Iiiuhhhh...bosan banget sih. Siska, bukannya kamu janji mau traktir Siti karena menang perlombaan kita kapan hari. Sekalian kamu traktir kita ya sekarang? " Elena


" Aku sih ok aja. Kita siap-siap dlu habis gitu kita berangkat"


" ( duh gimana nih aku uda janji sama Reki) Maaf ya aku gak ikut. Aku banyak tugas dan harus dikumpulkan besuk pagi. Kalian bersenang-senang aja ya" Mira


4 sekonco akhirnya meninggalkan Mira dirumah.


Saat mobil Siska sudah tidak terlihat, Mira langsung berganti pakaian dan menuju ke cafex untuk menemui Reki.


Di cafe x, Reki sudah menunggu Mira dengan tegang di ruang VIP.


Tak lama wajahnya berubah senang saat melihat Mira berjalan kearahnya dengan anggun.


" Wahhh bidadariku sudah datang, cantiknyaa"


" Hai Reki, maaf aku datang terlambat"


" Its ok, Mira"


Reki berdiri saat Mira didepannya dan menarikkan kursi untuk Mira.


Mira dan Reki memesan makanan lalu berbincang- bincang sambil tertawa.


Tak henti-hentinya mereka berdua saling berpandangan.


Bahkan Mira dan Reki saling suap-suapan dengan makanan mereka.


Sesekali Reki membersihkan mulut Mira dengan jarinya sambil membelai pipi Mira.


" Mira, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan. Aku ingin kita..." Reki terhenti saat melihat di belakang punggung Mira, 4 saudara kembarnya memasuki cafe x.


Mira yang terpana dengan sikap romantis Reki tiba-tiba kaget saat melihat dibelakang punggung Reki 4 sekonco memasuki cafe x hingga tanpa sengaja menumpahkan saos seefood ke gaunnya.


"Emm..Reki, apa kita bisa pindah ketempat lain?"


Mira menutupi mukanya dengan pura-pura menggaruk jidatnya.


" Iiuhhhh Siska, kenapa mobil kamu pakai mogok? Jadi kemalaman nih. Untung aja masih dapat tempat" Elena berjalan memasuki cafe.


" Iya maaf, aku lupa service" Jawab Siska dengan santai.


Reki yang panik langsung mengiyakan ajakan Mira dan segera membayar tagihan sambil menutupi wajahnya, lalu menggandeng Mira menuju pintu keluar dibelakang pelayan yang sedang lewat.


" Eh itu kan Reki sama Mira. Brani-braninya dia bohong. Ternyata mereka sedang kencan. Ah biarin aja si Reki bersenang-senang malam ini" Riko pura-pura tidak melihatnya sambil tersenyum.


Saat Reki sudah berada di pintu keluar, mata Reki melirik ke arah Riko. Lalu Riko mengedipkan salah satu matanya ke Reki sambil tersenyum.


Malam itu 4 sekonco dan 4 kembar berada di cafe yang sama namun mereka tidak saling mengetahui.


Disana Raka dan Alen sama-sama terlihat murung dan lebih banyak terdiam saat yang lainnya asyik bercanda.


Reki dan Mira sempat terdiam dalam perjalanan , tak lama Reki membawa Mira ke danau buatan di dekat perumahan rumah mereka. Reki menghentikan mobilnya dipinggir danau.


" Mira, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu"


" Emangnya ada apa?"


" Sejak pertama kali aku melihat kamu malam itu dirumahku, sepertinya aku jatuh cinta sama kamu"


Reki mendekatkan wajahnya ke Mira.


" Mira, mau gak kamu jadi pacarku? Reki semakin mendekatkan wajahnya dan dirasa tidak ada penolakan dari Mira, Reki menarik tengkuk Mira dan mencium lembut bibir Mira.


Merekanpun berciuman untuk beberapa saat.


Reki melepaskan ciumannya dan bertanya kembali kepada Mira.


" Apakah ini artinya kamu menerimaku?"


Mira mengangguk pelan sambil menunduk malu.


Reki tersenyum bahagia dan hendak melanjutkan ciumannya.


Tiba-tiba Mira mendengar bunyi klakson mobil Siska tak jauh dari tempatnya.


" Reki, kamu harus mengantarku pulang sekarang juga. Nanti akan aku jelaskan. Ayo cepat!"


Reki segera menjalankan mobilnya dan mengantar Mira sampai didepan rumahnya.


Mira yang panik takut ketahuan teman-temannya, langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke rumahnya namun Reki menarik tangannya.


" Mira tunggu, apa kamu menyukai baju yang aku berikan?"


" Aku suka sekali. Sesuai dengan warna favoritku, hitam. Terimakasih sayang"


Kali ini Mira yang menarik Reki dan mencium bibirnya tentu saja Reki membalas ciuman Mira hingga beberapa saat.


Mira melepaskan ciumannya dan bergegas masuk ke dalam Rumah sambil sekali menoleh ke Reki dengan tersenyum.


Reki terus memandang Mira sampai tidak terlihat.


Lalu Reki berjalan menuju rumahnya. Malam ini Reki terlihat sangat bahagia hingga wajahnya terus tersenyum.

__ADS_1


" Finnaly I got the girl of my dreams"


__ADS_2