Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 5 : Saling Mengintip


__ADS_3

" Aarggggghhhhhhhhh!!! " Alen berteriak dengan tiba-tiba mengagetkan seluruh ruangan, kecuali anak pertama kembar lima Raka yang hanya mengangkat salah satu alisnya.


Alen berlari hendak meninggalkan rumah si kembar lalu berhenti dan menoleh ke arah Raka dengan mengepalkan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya sebagai isyarat agar Raka tidak berbicara apapun.


Raka hanya terdiam dan mengangkat kedua tangannya. Alen melihat hal itu semakin kesal dan lari kembali kerumahnya.


Ketiga sahabatnya kebingungan kecuali Mira yang ikut lari dibelakang Alen menyusul Alen kembali kerumah.


Siska yang kebingungan ikut lari mengejar temannya. Pada saat melewati Roki dia mencium aroma gurih lalu langkah larinya berubah menjadi mundur kebelakang sampai kembali didepan Roki dan dengan tiba-tiba mengambil snack yang sedang dipegang oleh Roki sambil meringis kemudian lari kembali menyusul Alen.


Roki terkaget dengan mulutnya yang masih menganga kemudian seperti terhipnotis ikut berjalan dibelakang siska sambil terus menatap siska melewati sodara- sodaranya dan hendak menabrak meja didepannya dan dengan sigap ditangkap oleh Riko dan Reki.


" Cewek yang luar biasa...hatiku terasa terobok- obok." gumamnya sambil menyentuh dadanya dan matanya yang terus memandang siska sampai menghilang dengan senyum yang lebar.


Sementara Elena dengan diam terpaku melihat para sahabatnya, dan merapikan rambutnya yang berantakan tiba-tiba berjalan tegak dengan gayanya yang seksi menghampiri Riki dan memegang kedua pipi Riki.


" Heii, youu please jangan pakai gajah oke, tidak seksi, iuuuuhh, gannnnntiii! "


Setelah itu Elena berjalan dan mengedipkan salah satu matanya kepada Riki hingga membuat Riki terpana dan terdiam sambil memegang kedua pipinya, dan tidak peduli kaca matanya hampir jatuh dari wajahnya.


" Jangankan cuma celana gajahku...apapun akan aku ganti untukmu maniss." sambil berjalan pelan mengikuti Elena seperti terhipnotis dan tidak melihat guci didepannya hingga tersandung dan langsung dipegang oleh kedua sodaranya.


" Heii... kalian berdua jadi gila ya" ujar Reki melihat tingkah Roki dan Riki.


" Sepertinya kamu benar Reki aku sudah gila...tergila- gila olehnya." jawab Riki sambil tersenyum lebar dan terus memegang pipinya.


" O walah wess mari-mari aku pamit yo mas-mas kembar duhh sopo namane iki, wes nanti kenalanne yaa, makasih mas Riko tehnya...marii." ucap Siti yang melihat kembar lima terdiam memandangnya membuat Siti kebingungan dan segera menyusul teman-temannya.


" Gilaaaa, gilaaaaa lucu banget hahahaha, sumpah baru kali ini aku lihat cewek polos banget, cantiknya ruuarr biasa, ngomongnya unik lagi." ucap Riko yang tertawa terbahak-bahak, tetapi kemudian terdiam melihat keempat sodaranya terdiam dan masuk kekamarnya masing-masing.


" Lohh kenapa mereka semua kok pada diem sihh...tadi aja pada mlongo!! " ucap Riko sambil mengangkat kedua tangannya dan mengenyitkan dahinya karena kebingungan.


Akhirnya Riko naik keatas pergi kekamarnya.Sebelum Riko masuk kekamarnya, dia mendengar suara kakaknya Raka yang tertawa terbahak-bahak didalam kamar.


Karena penasaran, Rikopun membuka sedikit pintu kamar kakaknya dengan pelan dan melihatnya tertawa hingga berbaring diranjangnya sambil memegang perutnya.


" Hah kak Raka tertawa, kenapa ya?, gak biasanya kakak tertawa sampai segitunya, hmm bikin penasaran, pasti ada sesuatu... okeh aku akan cari tau. " ucap Riko dengan heran sambil memegang kepalanya dan kemudian menutup pintu kamar kakaknya dengan pelan-pelan dan menuju kamar para saudarnya kembarnya.


" Hahahahahahaha, hadeww sakit banget perutku, ga menyangka aku ternyata bisa tertawa seperti ini. " Raka yang kemudian berdiri dari tempat tidurnya dan kembali mengintip kamar Alen dan ketika dia membuka tirai jendelanya dari kejauhan Alen juga mengintipnya akhirnya mereka saling kaget dan sama-sama segera menutup tirainya.


"Ahhh... dia sekarang gantian yang mengintipku" ujar Raka sambil menutup mulutnya menahan tawa.


*********************************************


Sementara dirumah Alen keempat sahabatnya kebingungan melihat Alen mengunci dirinya dikamar dan tidak mau keluar.


" Alennnn, ayolahh kita kan sahabatmu, buka pintunya, kita akan membantu kamu!!! " teriak Mira.


" Iyooo, Lennn, ayo buka, aku Siti mbantuu sembarang Lenn. " Siti yang ikut berteriak kepada Alen.


Sambil berdiri mengamati Mira, Elena curiga kalau Mira tau sesuatu tentang Alen.


" Hmmm, stoopp!!, Miraaa, kamyuu pasti tau whyy Alen bisa begitu, ayo sini cerita, sementara ini biarkan dia sendirian. " Elena menarik Mira dan mengajak kekamarnya, yang disusul kedua sahabatnya.


Sementara itu Alen berdiri dijendela kamarnya dan sesekali mengintip kamar sebelah dan terkejut saat tau pria dikamar sebelah juga mengintipnya.


" iiiihhhhh....dia mengintipku lagi " kata Alen sambil mengacak-acak rambutnya.


" Bagaimana caranya aku berbicara dengannya, aku harus menemuinya. " Alen merencanakan akan menulis surat dan melemparkan kejendela Raka. Memang agak aneh sih rumah mereka berdua itu sama-sama besar tapi entah mengapa kedua balkon mereka masing-masing berhadapan sangat pas bahkan ada tali yang menghubungkan keduanya. Alenpun juga tidak tau tali itu sebenernya untuk apa.

__ADS_1


Alen akhirnya menulis sebuah surat untuk Raka. Setelah selesai dia membuka pintu balkon lalu merangkak keluar. Tepat dibawah pagar balkon miliknya, Alen melempar surat yang sudah diisi dengan batu agar bisa terlempar kedalam balkon kamar Raka.


Setelah itu Alen kembali merangkak cepat ke dalam kamarnya agar tidak ada yang mengetahuinya.


Alen menunggu sudah hampir setengah jam tetapi Raka tidak juga muncul.


Akhirnya Alen kembali merangkak kebalkon dan melempari pintu balkon Raka dengan batu kecil yang diambilnya dari aquarium miliknya dikamar.


" Duhhh, dimana sihh diaaa, gawat pasti sekarang dia bilang ama keempat saudaranya, dan pasti mereka tertawa dannnnnn, aarrrghhhh, aduhhhhh!! " Alen yang ketakutan sendiri akhirnya kaget ada yang membuka pintu balkon kamar Raka. Dan melempar ke arahnya dengan menggunakan kerikil yang dilemparkan Alen tadi.


" Aduh, sakit kepalaku!!, kamu kok lempar aku sihhh." lalu Alen mengintip dari celah pagar balkonnya.


" Ehhh sstttt kamu akhirnya keluar, stttt ambil itu baca ok, hehh jangan berdiri ayo jongkok, ayooooo, udah ambil itu baca!! " Alen berkata dengan menggunakan isyarat tangan dan mulutnya kepada Raka kemudian berlari hendak masuk kamar, sebelum masuk Alen menoleh kembali dan menunjukan jarinya yang mengarah pada suratnya agar segera dibaca Raka. Lalu Alen segera masuk kembali kekamarnya.


Kamar Raka.


Raka yang awalnya berdiri dan bersandar diujung pagar balkon, tiba-tiba mengikuti isyarat Alen dan ikut berjongkok dan mencari disekelilingnya mengikuti arahan Alen dan menemukan kertas yg membungkus batu.


" Hihihi, cewek ini lucu banget imut, okeeh apaa ini isinya, hahhh hahahahah ".


"jangan cerita". Disamping tulisan Alen ada gambar mr.smile menangis. Raka yang membacanya langsung tertawa dan tanpa disadarinya keempat saudaranya mengintip dari pintu kamarnya.


" Benar kan yang aku bilang, kakak aneh sekali, kira-kira siapa yang tinggal dikamar sebelah rumah itu ya? " Ucap Riko kepada ketiga saudara kembarnya.


" Seriusss, asli kak Raka yang kejam ama semua cewek, bahkan ada yang ngasih surat aja ga dibaca langsung dibuang, dan liat ceweknya nangis malah ditinggal gitu aja." ucap Reki.


" Sementara aku susaaaahhh banget dapat cewek, semua nolak aku duhhh jadi sedih. " ucap Riki.


" Hmmm kamu sih kelimis gitu Riki, hadeww, udahh ayo kita selidiki sebenernya apa yang terjadi, kita begadang nanti malam mengamati kakak, ok. " ucap Roki dengan snack yang selalu ada ditangannya.


Kamar Alen.


" Duhhhh, mana sih dia, lupa lagi aku siapa namanya. " Alen yang dari tadi mengintip Raka berkali-kali dari jendela kamarnya tetapi tidak melihat Raka.


" Asli aku ini seperti maling, aahhhh, oke aku akan kesana ." Alen membuka pintu balkon kamarnya dan melempari kamar Raka lagi dengan kerikil, tetapi kali ini terkena jidat Raka sampai merah dan berdarah.


" Aauuuu, hadewe, maaf ssttttt, tunggu jangan masuk. " Alen masuk kedalam kamarnya mengambil hansaplast dan kapas kemudian keluar lagi


" Bagaimana cara kesana ya? Ahhh iya aku ada ide Alen mengambil peralatan memanjatnya dan tiba- tiba disulap menjadi alat seperti flying fox kemudian mengkaitkan ke tali yg menghubungkan kedua kamar mereka dan.....hap dengan sekejap Alen sudah mendarat di balkon Raka. Alen kemudian menarik Raka untuk kembali berjongkok, lalu membersihkan darah Raka dan menempelkan hansaplast dijidatnya yang terluka. Raka hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa kepada Alen. Matanya terus melihat ke Alen dengan mulutnya yang menganga karena sock melihat cewek ini tiba- tiba meluncur dan berada di depannya.


Setelah memasang hansaplast Alen segera meluncur kembali ke balkonnya dan segera berlari cepat masuk kekamarnya kembali.


Kamar Raka.


Raka kembali masuk kekamarnya dengan wajah yang masih terkejut. Hanya beberapa saat Raka kembali mendengar suara lemparan kerikil lagi. Kali ini dia membuka tirai dijendela agar tidak terkena kerikil lagi, ternyata dia melihat tulisan " BALAS " dikertas yang ditempelkan dikaca jendela kamar Alen.


" Hahahaha, dia ingin aku membalas suratnya dan dia menungguku, oke aku balas. " Raka akhirnya menyobek kertas dan menulis balasan buat Alen.


" Baru kali ini ada cewek aneh kayak dia, ehh dia ngintip terus, biarin ajalah agak lama, aku kerjain aja. " Raka membiarkan Alen menunggu lama dan ternyata Alen tidak lagi mengintip dari jendela kamarnya, dan membuat Raka penasaran.


" Dia kok ga ngintip lagi ya, hmm kayaknya aku dibalas nih." Raka yang akhirnya mengintip jendela kamar Alen.


Karena Raka gelisah akhirnya Raka keluar menuju balkon dan meluncur seperti yang dilakukan Alen tadi dengan menggunakan ikat pinggangnya.


Ketika Raka mau mengetuk pintu balkon kamar Alen tiba-tiba Alen bersamaan juga membuka pintu dan mereka berdua terkejut hingga Alen terpeleset dan terjatuh bersama Raka.


Posisi Alen yang berada diatas Raka membuat Alen melotot apalagi baju tidur Alen yang kancingnya terlepas gara-gara Raka menariknya pada saat terjatuh, dan itu membuat dada Alen terbuka dan bra berwarna pinknya terlihat tepat diwajah Raka hanya berjarak 5 senti.


Ketika Alen mau berteriak, Raka menutup mulut Alen dan kemudian menarik Alen berdiri, lalu memberikan suratnya. Raka dengan cepat meluncur kembali kebalkonnya dan masuk kekamarnya.

__ADS_1


Sebenarnya sebelah kiri balkon kamar mereka berdua dibubungkan dengan tembok yang dirambati daun- daun yang tertata indah dan bisa dilewati dengan berjalan kaki diatasnya. Tapi bukan Alen jika tidak melakukan sesuatu yg aneh seperti meluncur tadi.


Kamar Raka.


Raka segera merebahkan badannya diranjang dan memegang dadanya karena berdetak sangat kencang.


" Kenapa jantungku melompat- lompat gini ya".


Tubuhnya pun berkeringat. Kemudian Raka berdiri dan berkaca melihat hansaplast yang dipasang Alen kemudian melepasnya dan menyimpan disebuah kotak yang ada dilaci lemarinya.


Lalu Raka mencoba untuk tidur tapi pikirannya seakan tidak mau tertidur. Raka merasa gelisah sampai beberapa kali merubah posisi tidurnya tapi tetap tidak terlelap.


" Ahhh....jantungku terus berdetak kencang. " sambil memegang dadanya Raka mengingat kejadian beberapa jam lalu yang tidak pernah dia lupakan sampai tidak bisa tidur.


Flashback


Kejadian siang tadi dikamar Raka.


" Hmm duhh, kakek ini gimana sih ngasih teropong sudah rusak, gimana ini cara pakainya." sambil mencoba meneropong, Raka mengarahkan teropongnya ke arah balkon kamarnya. Tiba- tiba...." hahhh siapa ituu, haaaaaa." Raka yang terkejut melihat dari teropongnya mengarah dikamar Alen dan tidak sengaja melihat Alen menari-nari dibalkon hanya memakai pakaian dalam.


" Apa dia sadar ya disebelah ada penghuninya, hahh kenapa dia goyang ngebor seperti itu." Kemudian bukkk.....


" aduhh sakit banget. " Raka yang terkejut melihat Alen sampai terjatuh hingga kepalanya tertimpa teropong yang dipegangnya.


Rakapun kembali meneropong Alen dan kali ini melihat Alen kehujanan dan baju dalamnya menjadi tembus pandang dan akhirnya Alen menuju kamar mandi sambil membuka baju dalamnya sehingga Raka bisa melihat bagian belakang tubuh Alen tanpa apapun.


Dengan cepat Raka keluar dari kamarnya memanggil semua saudara kembarnya dan menyuruh duduk diruang bawah, dan memerintahkan mereka agar tidak ada yang boleh masuk kekamar mereka sampai Raka ijinkan.


" Kaaak, kenapa sihh aku belum selesai mandi ini!! " ucap Reki yang masih memakai handuk, yang tiba-tiba ditarik Raka keluar dari kamarnya.


" Hahahaha, lucu kamu Reki tuh rambutmu masih ada shamponya. " ledek Riko.


Sedangkan Roki kluar dengan membawa bantalnya sambil setengah terpejam.


" Kakak mengganggu tidur siangku aja deh" kata Roki sambil memeluk bantalnya sambil berdiri dan tak lama kluar suara dengkuran...gerrr....gerrr.


" Astaga ini anak klo uda ktemu bantal...bisa langsung tidur biar lagi berdiri juga...dasar sleeping beauty."


Kata Riko sambil menarik Roki dan melemparnya ke sofa. Rokipun tak bergeming dan tetap melanjutkan tidurnya dengan tetap memeluk bantalnya.


" Sleeping beauty kan cewek....yang bener kaya kebo beauty." saut Riki sambil tertawa.


" hehhhh....klo sodaramu itu kebo berarti kamu juga kebo!! " Kata Raka sambil melotot. Dia paling tidak suka klo adik- adiknya berkata kasar.


" Jangan sekali- kali menyamakan manusia dengan binatang ato kubalik mulutmu jadi hidung dan hidungmu jadi mulut!! " kata Raka kembali.


" uppss...sorry. " kata Riki sambil meringis dan mengangkat kedua jarinya.


" Sudah jangan banyak tanya, kalau kalian melanggar akan kakak hukum!! " ucap Raka dengan tegas dan segera lari kembali kekamarnya.


Ketiga saudara kembarnya hanya terdiam heran melihat keanehan tingkah kakaknya.


Rokipun tetap setia dengan bantalnya, dengan suara dengkuran yang semakin keras "gerrrrrr....gerrrr".


" Untung aku segera bertindak, jika tidak semua adikku akan melihatnya telanjang, hah dasar gadis ceroboh."


Raka kemudian melanjutkan melihat Alen melalui teropongnya. Tiba-tiba Raka terjatuh kebelakang karena terkejut melihat Alen yang keluar dari kamar mandi tanpa memakai apapun dan terlihat semua tubuh bagian depannya oleh Raka.


" Hahhh, apa yang aku lihat, sialan aku tegang semua sambil menutupi celana depannya, baru kali ini aku melihat gadis secantik ini...toples lagi."

__ADS_1


Raka yang berada dilantai memegang jantungnya yang berdetak kencang sambil memegang kepalanya yang terasa pusing karena melihat Alen tanpa memakai pakaian.


__ADS_2