
Pagi itu, Erick dikejutkan oleh suara teriakan di rumahnya.
" Aaaaaaaa....apa yang sudah kalian lakukan? Ini benar-benar keterlaluannn" teriakan seorang wanita
" Apa itu teriakan Nyonya Heni? Ada apa dengannya?" Erick bangun dari tidurnya dan bergegas menghampiri suara teriakan berasal.
Nyonya Heni adalah baby sitter yang menjaga ke tiga anak kembarnya saat Erick menemani sekonco mengikuti perlombaan.
" Nyonya, apa yang terjadi? Haaa...kenapa wajahmu begitu?"
"Lihatlah perbuatan anak-anakmu yang sangat tidak disiplin! Mereka mencoret-coret wajahku saat aku tidur dengan spidol permanent. Anda harus ganti rugi, tuan!" Nyonya Heni berteriak.
" Ba..baiklahhh...aku akan membayarmu 2x lipat"
" Apaaa? Anda harus membayarku 5x lipat,tuan"
" Ok..ok..ini uangmu. Maafkan anak-anakku, nyonya. Lain kali mereka tidak akan melakukannya lagi"
" Tidak ada lain kali, tuan. Jangan pernah menelponku lagi, selamanyaaaa!..brakkkk" Nyonya Heni keluar dari rumah Erick dengan membanting pintu.
Erick memegang kepalanya sambil bergeleng-geleng. Dia merasa curiga karena suasanya rumahnya tiba-tiba sepi.
" Pasti mereka pura-pura tidur. Kembarrrrr...dalam hitungan ke tiga kalian sudah harus berada di depan papa! Satuuu....duaa...tiggg.." Seketika 3 kembar langsung berlari dan berdiri di depan Erick dengan menunduk.
" Hahhhh....kalian selalu saja bikin ulah dengan para baby sitter. Papa tidak tahu harus mencari kemana lagi baby sitter yang mau menjaga kalian. Kali ini kalian akan papa hukum. Pertama , kalian harus ikut papa olahraga setiap hari!"
" Baiklah" 3 kembar menjawab dengan santai.
"( sepertinya hukumannya terlalu ringan, dengan mudah mereka setuju) Yang kedua, kalian harus merapikan rumah setiap hari selama kalian belum masuk sekolah!" Kembar 3 memang belum masuk sekolah karena sebelumnya mereka home schooling.
" Baiklah, tidak masalah" masih menjawab dengan santai.
" ( kali ini mereka pasti keberatan..hihi) Dan yang ketiga...selama 1 bulan, kalian hanya boleh menggunakan internet selama 1 jam dalam sehari dan tidak boleh ditawar!"
" Apaaaa? Tidakkkk...jangan,papa. Kita bisa mati tanpa internettt...huaaa...ampunilahh kamiiii" 3 kembar menangis yang dibuat-buat untuk meluluhkan hati Erick
" Ahh..kalian lebay sekali...kali ini papa tidak akan terbujuk. Cepat ganti baju dan ikut jogging sama papa sekarang!"
Erick menunggu ketiga anaknya di depan rumah. 4 sekonco yang saat itu berada diteras menyapanya.
" Hai Erick, mau jogging ya?" Mira.
" Hai...iya mumpung cuaca pagi ini mendung, sangat menyenangkan untuk berolahraga. Kenapa kalian tidak ikut? Ayo kita jogging sama-sama!"
" Baiklah, kita akan ikut. Tunggu ya! kita ganti baju dulu" Elena mengganti bajunya diikuti Siti, Siska dan Mira.
4 kembar yang sedang duduk santai melihat percakapan mereka dan memutuskan untuk bergabung.
" Hai Erick, kita boleh gabung gak? Uda lama kita tidak jogging pagi-pagi?" Riko bersama 3 kembar yang lain.
" Wahhh...pasti akan menyenangkan"
Tak lama 4 sekonco datang dan mereka mulai berlari santai menuju taman yang ada diperumahan tempat tinggal mereka.
Saat Reki dan Mira berlari kecil berdampingan sambil bercanda tiba-tiba salah satu anak kembar Erick berada di tengah-tengah mereka ikut berlari.
" Hai kak kembar tampan, namaku Emma. Biasanya papaku memanggilku Em. Kita juga kembar kaya kamu. Namamu siapa?" Em bertanya pada Reki.
" Hai, Em. Namaku Reki. Senang akhirnya bisa berjumpa denganmu" Jawab Reki tersenyum dengan Mira yang ikut tersenyum.
" Apakah cewek ini pacarmu? " Em menunjuk ke Mira.
" Iya , dia pacarku"
" Menurutku dia tidak pantas menjadi pacarmu. Wajahnya terlalu galak. Harusnya kau dapat yang lebih baik."
" Apaa? Apakah benar wajahku galak?" Mira menghentikan larinya dan menatap Em dan Reki.
" Hahaha...dia hanya bercanda sayang. Benar kan, Em?" Reki menghentikan larinya dan mendekati Mira.
" Aku serius, sapa yang bercanda? Harusnya kak Reki berpacaran denganku saja. Aku jelas lebih cantik dan lebih baik dari dia, wekkk" Em menjulurkan lidahnya ke Mira.
" Hahaha...kamu sangat lucu. Tapi kamu terlalu muda untuk jadi pacarku."
" Kalo umurku digabungkan dengan salah satu saudara kembarku, akan menjadi 18 tahun. Kami berdua bisa jadi pacarmu." Em mengedipkan kedua matanya ke Reki.
" Dengarkan aku Em! suatu saat nanti pasti akan ada laki-laki yang akan menjadi pacarmu. Dan dia adalah laki-laki yang sangat beruntung karena mempunyai pacar yang cantik dan hebat seperti dirimu. Kau hanya perlu bersabar beberapa tahun lagi" Reki mengedipkan satu matanya ke Em dan menarik Mira yang ngambek menuju taman.
" Aku pasti akan mendapatkanmu. Gaesss...(Em memanggil kedua saudaranya). Sekarang giliran kamu, El. Ini kesempatanmu untuk mendekati kembar yang ada disana!"Em memberi perintah.
Roki dan Siska berjalan santai sambil bergandengan tangan mengelilingi jalan setapak di taman karena mereka berdua memang yang paling malas berlari.
Tiba-tiba El melepaskan gandengan tangan Roki meniup peluit, dan berada ditengah-tengah Roki dan Siska.
" Hai kak kembar, namaku Elly dan papaku biasa memanggilku El. Kalo namamu siapa?" El memegang tangan Roki
__ADS_1
" Hai, kamu pasti salah satu anak kembar Erick, ya. Namaku Roki dan kamu pasti sudah kenal Siska kan?" Roki dan Siska tersenyum ramah .
" Ya...aku sudah tau gadis itu. Apa dia pacarmu?" El menatap sinis ke arah Siska.
" Iya, aku pacarnya Roki, emang kenapa? Kamu suka sama Roki? " Siska bertanya dengan santai.
" Iya, aku memang suka sama Kak Roki. Mending kak Roki pacaran sama aku aja kan aku lebih seksi dan cantik daripada dia yang...gendut..haha." El menertawai Siska.
" Apa iya aku gendut? Aku ini seksi tau, iya kan Roki? Siska menatap Roki sambil cemberut.
" Iya sayanggg, kau sangat seksi dan imut, aku suka kamu apa adanya. Haha pasti El hanya bercanda, iya kan El?( waduh bahaya kalo ada yang bilang gendut ke siska, bisa ngambek tar)."
" Kak Roki jangan bohong dunk...kalo memang gendut ya bilang aja gendut. Kenapa mesti bohong." El sengaja membuat Siska marah
" Hahhh...jadi kamu bohong? Mulai sekarang gak usah kasih snack lagi ke aku ya...menyebalkann!" Siska berlari meninggalkan Roki.
" Siska , sayang itu tidak benar. Aku tidak berbohong. Kau memang seksi, sayang" Roki mengejar Siska.
" Yess...aku berhasil membuat mereka bertengkar. Hahaha." El kembali menemui kedua saudaranya.
" Gaesss...misiku sudah berhasil. Sekarang giliran kamu, En. Incaranmu adalah kembar yang ada disana."
El menunjuk ke arah Riko yang sedang duduk bersama Siti di salah satu bangku yang ada ditaman.
En langsung berjalan dan duduk diantara Riko dan Siti.
" Halo En, kamu kelihatan cantik pagi ini. Em dan El kemana?" Siti menyapa En terlebih dahulu.
" Kok kamu tau aku En? Papaku aja suka lupa-lupa sama kita bertiga?"
" Yo pasti tau lah...sejak aku kenal sama mas Riko dan kembarannya, aku belajar cara membedakan saudara kembar itu seperti apa." Siti sambil tersenyum.
" Beneran, Siti? Makanya sekarang kalian tidak pernah stempel kita lagi. Ternyata sudah hafal ya." Riko tersenyum senang ke Siti.
" Emang bedanya aku sama dua saudara kembarku apa?" En menantang.
" Gampang to, kalo kamu itu punya lesung pipi di sebelah kiri bawah, kalo Em sebelah kanan bawah sedangkan El sebelah kiri atas. Iyo to?"
" ( baru kali ini aku berhadapan dengan cewek yang pintar) jadi namamu Kak Riko ya? Apa cewek ini pacar kamu?" En beralih bertanya ke Riko.
" Ehh...kecil-kecil kok ngomong pacar-pacar ndak boleh. Nanti kalo tau papamu tar dimarahi lho. Wes sana main ayunan aja ajak saudaramu! Nanti mbak Siti sama mas Riko ngawasi kalian dari sini. Nanti kalo haus bilang tar tak belikan susu tapi jangan sampe ngompol kan udah besar, malu." Siti berbicara sambil merapikan rambut En yang berantakan.
" ( Hahhh, dia kok tau aku kadang-kadang suka ngompol? Sepertinya dia lawan yang sulit. Aku harus segera lapor ke Em)."
" Gimana En, apa kamu berhasil membuat mereka bertengkar?" Em bertanya.
" Gawat gaess, cewek yang namanya Siti itu lawan kita yang paling berbahaya. Masak dia tau perbedaan kita? Bahkan dia langsung tau kalo aku En dan dia juga tau kalo aku suka ngompol."
" Apaaaa?" Em dan El bersamaan.
" Kalo begitu sasaran kita beralih. Bagaimana sama yang pake kacamata itu?"
Em menunjuk ke arah Riki yang sedang mengipasi wajah Elena yang berkeringat setelah lari mengitari setengah putaran.
" Iiuhhhh...gerah banget. Wajahku penuh keringat." Elena merengek manja.
" Tenang saja seksiku, aku kipasin ya biar kamu gak gerah lagi." Riki disebelah Elena.
" Yang satu itu kita lewatin aja. Aku senang kalo mereka beneran pacaran. Jadi cewek genit itu tidak akan mengganggu papa kita." El mengangguk diikuti Em dan En.
" Lalu, bagaimana dengan yang satunya lagi? Bukankah mereka ada lima?" Ketiganya saling menatap kemudian memandang kesegala arah.
Rumah Alen
" Halo, Alen tolong bukain pintu dapur kamu dunk!"
Pagi- pagi Raka menelpon Alen dan sudah berada di depan pintu dapur rumah Alen.
" Iya, tunggu sebentar!" Alen berlari dari kamarnya menuju dapur dan membukakan pintu.
" Ceklek( suara pintu terbuka)Raka, tumben kamu ngetuk pintu ini? Biasanya kan selalu ngetuk pintu balkon aku. Ayo masuk!"
" Bukannya kamu sendiri yang minta dibuatkan sarapan sama aku? Nih, aku bawa bahan makanan. Aku mau masak disini."
" Aku bantuin ya?"
" Emang kamu bisa masak?"
" Hehe..gak bisa."
" Kalo gak bisa, ngapain mau bantuin?" Raka mengernyitkan dahinya ke Alen.
" Bener juga sih. Aku baru tau kalo kamu bisa masak."
" Siapa bilang? Tentu saja aku tidak bisa masak. Ini adalah masakan perdanaku."
__ADS_1
" Hahhh...sombong amat, gak bisa masak tapi gak mau dibantuin"
" Kamu ini cerewet sekali. Lebih baik sekarang kamu duduk dan tunggu! Aku pasti bisa memasak."
" Emang mau masak apa?"
" Aku mau bikin nasi goreng selimut."
" Ahhh yang bener? Apa kamu bisa?"
" Kalo aku bisa, kamu mau kasih apa?" Raka tersenyum licik.
" Ehh kok gitu. Gak mau taruhan. Ujung-ujungnya pasti kamu minta cium."
" ( kok dia tau) GR amat sapa yang minta cium? Kalo aku berhasil, kamu keramasin aku lagi kaya dulu."
" Ok, tapi kalo gak bisa, kamu harus siap-siap sama permintaanku selanjutnya."
" Siapa takut?"
Raka mulai menyiapkan semua bahan makanan dan menggunakan celemek berwarna pink yang ada di dapur Alen.
Diam-diam, Alen memfoto Raka dengan hpnya sambil tersenyum sendiri.
Raka mulai memecahkan telur ke dalam mangkok dan mengocoknya lalu membuat dadar telur dengan sangat cantik.
" Hahh...kenapa tangannya lihai sekali? Jangan-jangan dia bohong kalo bilang baru pertama kali masak. Cih...menyebalkan sekali."
Raka mulai menghaluskan bumbu, menumisnya kemudian memasukkan nasiputih dan memberikan garam, merica serta saos lalu mengaduknya.
Tak lama nasi goreng telah matang. Raka meletakkan nasi goreng di atas dadar telor lalu melipatnya. Setelah itu dihiasi wortel rebus yang berbentuk love dengan irisan tomat ceri berbentuk bunga dan sedikit daun selada.
Nasi goreng selimut buatan Raka tertata sangat indah diatas piring.
" Wahhh...cantik sekali nasi gorengnya. Kamu yakin ini pertama kalinya kamu masak?"
" Tentu saja, aku mempelajarinya semalam lewat youtube dan mempraktekkannya pagi ini. Sekarang cobalah!"
Saat Alen akan mencoba masakan Raka, tiba-tiba 4 sekonco dan 4 kembar datang.
" Kak Raka, ngapain disini? Kok pake celemek pink? Ohh..tidak...gaesss...cepat panggil polisi sepertinya dia bukan kakak kita. Katakan dimana kakakku? Seumur hidupnya kak Raka tidak pernah memasak. Pasti kamu bukan kakakku?" Riko menunjuk ke arah Raka sambil berteriak.
" Huaaa...huaaa...mana kakakkuu." Reki dan Roki berpelukan pura-pura nangis.
" Halo kantor polisi? Gawat darurat pakkk" Riki pura-pura telpon polisi.
" Ehemm....apa sudah selesai aktingnya?" Raka melotot ke arah 4 saudaranya.
" Hehe...udah tamat, kak. Ooo..jadi ini smalaman kakak gak tidur klutak klutik di dapur, ternyata mau bikin sarapan buat Alen?" Reki duduk diikuti yang lain.
" Haduhhh ternyata kalian cuman akting to? Tak pikir beneran. Bikin kaget aja. Ya wes aku mau mandi dulu gerah abis lari-lari."
" Mau ditemenin gak, Siti?..hehehe" Riko cengar- cengir.
Elena langsung mengikuti Siti karena gak kuat dengan keringat dibadannya.
" Bye...Riki." Elena
" Bye Elena darling." Riki mengikuti Elena dan langsung ditarik oleh Riko.
" Jadi perangnya uda slesai nih? Trus sapa yang menang?aku kekamar dulu ya, Roki." Siska dengan santai mengambil air minum di depan Raka lalu mencium pipi Roki dan menuju kamarnya.
" Tentu saja yang dimasakin dunks yang menang. Aku juga mau mandi, bye Reki."
Diam-diam Reki mengikuti Mira dan saat dibawah tangga Reki menarik tangan Mira dan langsung mencium bibirnya.
" Iihhh...kamu nakal sekali" Mira mendorong Reki dan langsung lari naik ke kamarnya sambil tersenyum.
" Kalian ngapain disini? Emang gak ada kerjaan?" Raka memberi isyarat ke 4 kembar.
" Alen, kita pulang dulu ya...bye." 4 kembar langsung menuju rumahnya.
" Ayo, sekarang coba masakanku!"
Alen mencoba satu suap nasi goreng Raka.
" Wawww....ini enak sekali. Hemmm..." Alen memakan nasi goreng dengan lahap.
" Enak ya...aku juga mau tapi kamu suapin ya."
Raka melepas celemeknya dan mendekat ke Alen. Setelah itu Raka mengangkat Alen dari kursinya dan mendudukkan kembali ke pangkuannya.
Raka menempelkan pipinya ke pipi Alen dan memeluk pinggang Alen.
" Sekarang, kamu suapin aku! "
__ADS_1