
Alen menutup matanya saat Raka masih mencium lembut bibirnya sambil memegang kedua pipinya.
Perlahan Raka melepas ciumannya dan menyandarkan kepalanya dipundak Alen.
Tapi Alen masih menutup matanya dan tidak menyadari ciuman itu sudah terlepas dari bibirnya.
"Aduhh...pusing kepalaku, nona kenapa masih menutup mata akukan uda melepas ciuman dahsyatku...hehe..."
"Ehh... kamu ya...cium-cium sembarangan..nyari kesempatan ihh nyebelin banget..sengaja kan?"Alen
"Maaf..tadi gak sengaja terjadi begitu aja"Raka
"Gak sengaja gimana? ga boleh lagi ngerti ga? awas ya kalau diulangi.."Alen
"Habis, sapa suruh menggemaskan banget...makanya jangan galak dunk. Aku kan malah suka, ga tahan pengen makan keju...hehe..."Raka
"Ihhh...aku tinju kamu ya. Kamu itu uda menghancurkan impianku sejak kecil tau gak?"Alen
"Hah..emang aku menghancurkan impian apapan sih?"Raka
" Aku itu dari kecil pengen banget ciuman pertamaku itu yang romantis penuh bunga-bunga pake gaun yang indah. Pokoknya kaya cinderella gitu...gak sembarangan gini..."Alen
"Ditaman bunga kaya cinderella?...jadi kalau aku wujudkan mau aku cium gitu.."Raka
"Ehh...emang kamu siapanya aku?...ga siapa-siapa ya gak boleh lah"Alen
"Jadi sebelum itu ga boleh sama sekali ya?" Raka menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Iyaaa....udah ayo berbaring sana..(memegang jidat Raka dan Raka kembali menarik tangan Alen)...ehhh..."Alen
"Hmm jadi maunya yang romantis? kalau aku bisa mewujudkan, boleh dunk?"Raka
"Ihhh...dekat banget sih wajahnya..mau ambil kesempatan lagi..."Alen
Alen menarik Raka dan menidurkan diranjangnya.
"Udah jangan banyak bicara..sekarang tidur, tuh uda mulai dingin badannya..besuk obat diminum lagi ya"Alen
Raka tersenyum senang saat Alen memegang jidatnya.
"Kalau aku tidur dan tiba-tiba bangun trus kamu ga ada tar aku sakit lagi lho...disebelahku boleh nggak..aku janji gak ngapain2"
Raka sambil mengangkat kedua jarinya.
"Ehhh...gak boleh...uda tidur...mau aku cubit lagi pipinya.."Alen
"Galak banget...."Raka
Raka akhirnya pura-pura tertidur dan Alen duduk di kursi disebelah ranjang sambil memandang Raka.
"Dasar cowok nyebelin suka banget curi-curi cium aku...tapi kok aku mau-mau aja ya...duhh bodonya diriku" Batin Alen sambil menyangga kepalanya dengan tangannya dan lama-lama ketiduran.
"Aku yang disuru tidur, ehh malah dia yang tertidur. Ini cewek galak banget kaya macan hihi. Mendingan aku bawa kekamarnya aja kasian kalau tidurnya begini.."Raka
Raka keluar menuju balkon dan memikirkan cara menggendong Alen menuju kamarnya.
"Ah masak aku harus meluncur sih gimana bawanya ya? Eh bentar itu apaan ya, kok ditutup ama pot?"Raka
Raka menuju pinggir balkonnya dan menggeser pot besar.
Ternyata pot ini menutupi jalan kecil ke arah tembok dengan diameter 50cm yang dipenuhi tanaman rambat.
Tembok itu menghubungkan kamarnya dengan kamar Alen.
Raka mencoba melewatinya dan sampai ke balkon kamar Alen, kemudian menggeser pot yang menutupi arah masuk balkon persis seperti di balkonnya.
"Kenapa dua rumah ini sangat aneh ya? Ngapain juga bikin tembok penghubung begini?bisa dilewatin lagi, ada-ada aja kakekku. Tapi klo ingat pertama kali Alen meluncur pake tali...gila keren banget..haha memang unik cewek ini"Raka
Raka kembali berjalan ke balkonnya dan masuk ke kamarnya.
Lalu menggendong Alen dan membawanya ke arah samping balkonnya dan melewati tembok penghubung kamar mereka hingga sampe ke kamar Alen.
"Cantikkkk...galak..menggemaskan..bajunya hmmm(Raka geleng-geleng)..aku cium dulu ah.."Raka mencium dengan lembut dan tersenyum menatap Alen kemudian membelainya.
"Cuuuppp......oke cantik aku pergi ya..tunggu kejutan dariku, aku akan mewujudkan impianmu dan kau tidak akan menolak ciumanku lagi"Raka
__ADS_1
Raka kembali kekamarnya, saat hendak merebahkan tubuhnya tiba-tiba hp nya berbunyi.
"Halo, iya ayah..baik. pagi sekali aku segera brangkat."Raka
**********************************
Terdengar suara kicauan burung besahutan
seakan mengabarkan bahwa sang mentari telah muncul.
Alen terbangun sambil menutupi matanya yang hangat terkena sinar matahari.
"Duhh silau huaaaaaaah..eh kok aku disini?siapa yang bawa ya..Raka gimana keadaannya..aku lihat dulu.."Alen
Alen keluar dari kamarnya hendak meluncur tapi talinya tiba-tiba hilang.
"Hmm...mana talinya ya...ini kenapa sih potnya kok dipindah?..ehh kok ada jalan kecil"Alen
Alen berjalan ke samping balkonnya dan baru menyadari ada jalan kecil menuju tembok yang menghubungkan kamar mereka berdua.
"Hahaha...ternyata bisa lewat sini, ngapain juga pake tali. Tapi gak asyik ahh...enakan meluncur kaya tarzan hehe"Alen
Alen kemudian memasuki kamar Raka dan ternyata kosong.
"Kok kosong...ah paling dia kekampus okelah aku kembali lagian aku mau latihan band hari ini.."Alen
Alen kembali kekamarnya dan mandi berganti pakaian lalu segera turun kebawah.
"Eh putri tidur uda bangun...ayo katanya mau latihan.."Mira
"Siska, kamu sudah daftar lewat online kan?"Alen
"Sudah beres dan kita tampil nomer terakhir " Siska
"Haa..knapa nomer terakhir?" Mira dan Elena bersamaan.
"Ya iya lah...soalnya kan pas aku daftar itu kurang 10 menit lagi pendaftaran ditutup...untungggg aja aku inget" Siska bicara dengan santai tanpa merasa bersalah.
"Siskaaaaaa" 3 sekonco menatap sinis.
"Hehe...yang penting kan daftar" Siska sambil meringis.
"Pesertanya ada 20 dan yang masuk final cuman 5 hmm bakalan susah nih Alen.."Siska
"Iuhhh...jangan sampai kita malu lagi Alenn hubungi ayahmu lah minta teacher..."Elena sambil merebahkan badannya di sofa.
"Tidak...kita harus sendiri. Siska ayo buka laptop cari guru band yang paling bagus!"Alen
Siska segera membuka laptopnya dan mencatat lebih dari 50 nama guru band yang dia temukan di internet. Kemudian menyerahkan catatannya ke Alen.
"Ayo Elena kamu yang telepon kan suara kamu iuuhhhhh...menggodahhhh" Alen sambil menirukan gaya Elena yang sexy.
"Hahaha...."3sekonco kecuali Siti yang masih kuliah karena tidak bisa bolos.
"Hellooo...saya mau cari guru band....apaa nomer baby sitter..im sorry.." Elena
"loh kok baby sitter sih salah mencet kali kamu Elena.."Mira
"Udah no kedua..aku aja yang nelepon.."Alen
Akhirnya Alen menelepon no kedua.
"Halo..iya..kami membutuhkan guru band...apa...kuli bangunan.."
"Ahh kamu juga salah kali...udah sini aku aja.."Mira
Sekonco mulai kesal sambil melirik Siska yang menggaruk-garuk kepalanya.
"Haloo..kami membutuhkan guru band...ehh kok no Roki..maaf ya salah sambung.."Mira
"Sissskaaaaaa....."Alen, Mira, Elena
"Iuhhh Siska,gimana sih nyebelin...kamu nyatat apaaaaa...."Elena kembali merebahkan badannya disofa.
"Maaf salah ngasih, ini yang bener hehe...nih..."Siska
__ADS_1
Siska menyodorkan kertas dan Alen mengambilnya sambil menjulurkan lidahnya.
"Awas ya salah lagi..."Alen melirik Siska dengan sinis dan Siska bersembunyi dibelakang Mira.
"Iyaa..ga salah lagi..."Siska
Dan ternyata sudah 48 nomor dihubungi tidak ada satupun yang bersedia karena sudah penuh.
"Duhh gimana nih kurang dua nomor lagi nih kalau ga ada ayahmu lah Lennn...."Mira sambil mengusap keringatnya.
"Hahhhhhh(menarik nafas panjang) tinggal 2 nomor lagi. Smoga kali ini berhasil, doakan aku ya teman-teman" Alen
" Haloo...kami cari guru band...hahhh bisa ya pak? (Alen melompat kegirangan kemudian berhenti)apaaaaa...tahun depannn? "Alen
Siska, Elena dan Mira yang tadinya ikut melompat bersama Alen langsung tergeletak dilantai kecuali Elena milih ke sofa dulu baru tergeletak cantik.
"Tinggal satu nomer lagi tuh...klo ga bisa yaaaa.. paling kita malu-maluin kaya dulu..hihi" Siska
"Jangan keras kepala Alen iuuhhhh....telpon ayahmu ajalah"Elena
"Eh siapa itu ada suara motor nih didepan ayo lihat.."Alen berlari kedepan diikuti Mira,Siska,dan Elena.
Ternyata Siti yang dibonceng Riko menggunakan motor ducati merah yang sangat keren.
"Waaahhh...Siti hebat banget. Mangkanya ga mau bolos ternyata yaa....kamu kapan Elena ama Riki.." Alen
"Iuuhhh harus ya ama dia..udah ah ayo kita lanjutin telpon teacher..."Elena kembali kesofa sambil memegang kepalanya.
"Makasih mas Riko mau ngantar saya, maaf merepotkan" Siti
"Sama-sama, makasih juga pisang gorengnya uenakk. Besuk bikinin lagi ya"Riko
"Oalah mas, iya besuk ta bikinkan yang banyak...da..da..mas Riko" Siti
"Da..da..siti cantikk"Riko
Siti masuk kerumah dan melihat ke4sahabatnya tersenyum.
"Cieeeee...yang sudah jadian hahaha..."Siska tos denga Mira.
"Traktiran dong...."Alen
"Nooo...tidak traktiran..nanti ikan yang super asin itu noo...."Elena
"Hahhh...emang aku jadi apa mir? ( melihat badannya sendiri) dari brangkat aku ya gini ndak ada yang brubah kok. Asli ini Siti bener ndak jadi-jadian" Siti
" iiiuuuhhh..tambah pusing kepalaku dengerin orang oon kumat" Elena memijat kepalanya sendiri.
"Jadian itu pacarannn siti ooo..onnn...kok sampe diboncengin mesra gitu" Mira
"Huss..ngawur aja..lha aku kalo ndak mbonceng mas Riko trus pulang sama sapa kan aku kuliah sendirian" Siti
"Kalian kenapa kok pucet gitu mukanya? Ayo ngomong" Siti
"Nih siti, kamu aja yang telpon cari guru band. Semua nomer uda ditelpon dan ga ada yang bisa cuman sisa 1 nomer..ayo cepetan telpon!" Alen
Siti meletakkan tasnya dan mengambil catatan no telepon yang tinggal satu nomor dan meneleponnya.
"Halo pak, saya Siti Wulandari..mau latihan band yang amburadul...ehh bukan namanya ben sekonco bukan band amburadul...maksudnya band kita amburadul pak, alias ngisin-ngisini. Mau dilatih bapak biar gak ngisin-ngisini lagi bisa ya pak?...oh iya nanti saya sms ya pak alamatnya...oh 2hari lagi ndak apa-apa pak makasih..." Siti
4sekonco melotot melihat Siti yang berhasil mendapatkan guru band dari satu nomor yang tersisa.
"Gimana Siti Wulandari...."Mira
"Iyooo..wes nanti 2hari lagi datang soalnya mau pindahan dulu katanya...jadi sementara kita latihan sendiri dulu aja gimana?"Siti
"Iya deh...eh Siti, tadi kamu ktemu Raka gak di kampus?"Alen menghampiri Siti.
"Duhh yang kangen ama pangeran...."Siska tos dengan Mira dan Elena memberikan jempolnya.
"Tadi malam ngapain sih....hahaha..."Siska yang melompat kearah Alen dan memandangnya.
"Ehh sudah jangan pikir yang aneh-aneh..."Alen memalingkan wajahnya.
"Aduh aku ndak tahu Alen...kamu besuk lihat aja dikampus ya...wes ayo kita istirahat nanti malam kita latihan ya" Siti menarik sahabatnya dan kekamar mereka masing-masing.
__ADS_1
"Kemana sih kok gak kasih kabar...nyebelin tahuuu...aku kangen...hiks"
Alen memandang kamar Raka.