
Alen menutup matanya. Tubuhnya tidak bisa menolak ciuman Raka dan membuat jantungnya berdebar sangat kencang.
".....hah.......ahh....."Nafas Alen
Raka mencium dengan lembut tapi penuh rasa gairah.
Entah kenapa bibirnya seakan tidak bisa terlepas dari bibir Alen.
Tangannya memegang lembut pipi Alen kemudian perlahan Raka melepaskan ciumannya dan menatap mata Alen dengan serius.
"Lihat aku nona sekali lagi aku bilang jangan pergi kesana besuk...berjanjilah"Raka
"Hah.......ahh....(nafas Alen)...keeenapaa..."Alen
"Aku bilang ga boleh ya ga boleh....ngerti gak kamu.. ayo berjanjilah.....cepat!"Raka
"Iyyaaaaa....."Alen
"Bagus..!"Raka
Rakapun mencium Alen sekali lagi dan menggigit bibir bawah Alen.
" auww...sakit"
" itu adalah tanda dariku"
Setelah itu Raka langsung meluncur dari balkon Alen dan kembali kekamarnya.
Sementara Alen merasa lemas dan memegang bibirnya yang merah akibat gigitan Raka.
"Raka....kenapa dia menciumku duhh digigit lagi bibirku sampe merah...huaaa..Raka nakal kamu uda menodai bibirku huaaa...hiks..hiks..tapi kok jantungku berdebar ya trus kenapa aku tadi gak nolak ya...ihhh aku mesti bagaimana ini". Alen
Dikamarnya Raka merasa sangat kesal dan membanting semua barang. Suara bising dari kamar Raka membuat 4kembar penasaran dan membuat mereka menguping dari balik pintu.
"Hah....laki-laki kurang ajar awas kalau besuk mendekati Alen lagi aku hajar nanti....menjengkelkan!"Raka
Riko yang berada paling depan mendengarkan ucapan kakaknya sambil mengernyitkan dahinya.
Setelah keadaan tenang, 4 kembarpun langsung menuju kamar Riko sambil penasaran dengan apa yang dilakukan kakaknya.
"Kakak marah banget dan bilang awas ya gitu...hmm apa ya kira-kira.."Riko
"Trus bilang apa lagi sih..ayo apa yang kamu dengar Riko"Reki
"Hadeww kalau dengerin yang bener bikin penasaran aja..."Roki
"Ehh aku uda nempelin telingaku sampai merah...lihat nih". Riko
"Udah besuk kita ikutin siseksiku aja kan dia jago bikin rencana...."Riki
"Huhhhhhh.......seksiii.....". 3kembar
"Heh awas ya ikut bilang seksi ta gigit kalian..nyebelin banget". Riki
"Ingat jika Anton brani macam-macam kita hajar nanti....aku yang akan meremassss sampai habis..".Riko
"Udahh ayo tidur dulu terlambat bahaya, nanti kita malah kena marah".Riki
"Iya bener juga Riki emang jam brp sih ini.... hahh uda jam 1 pagi gilaa ayo sleep....."Riko
"Apaaa....duhhh bakal tidur di kelas ini".Reki
"Heiiii.....kenapa kalian selalu tidur dikamarku hah.....". Riko
"Diam ngantukk". Roki melempar bantal ke Riko.
Hanya beberapa jam setelah mereka terlelap, matahari mulai memerintahkan sinarnya untuk menerangi cakrawala. Alen tidak tertidur semalaman karena memikirkan ciuman Raka.
"Duhh aku ga bisa tidur ciuman Raka ini hadeww jantungku masih berdetak....dasar Raka nakal..nakal..nakal". Alen
"Alen ayo sarapan ngapain aja sih,ayo bisa terlambat nih". Mira
"Iya Mira aku segera turun". Alen
__ADS_1
Alen segera mandi dan bersiap lalu turun dari lantai atas dengan mata yang pucat dan bibir yang merah.
Tentu saja membuat 4sekonco terheran.
"Eitss kenapa tuh mataaa pandaa.....bibirnya kok merah sih?". Mira
"Iya digigit semut....sakit"Alen
"Ehh semut besar kalii..... hahah apa kubilang pasti dicium ehh tapi kapan yaa...kan ama kita terus...hmmm". Siska
"Waitt....iiuhhh look your eyes beneran tuh mata panda...cant sleep...atau kenapa sih..bibir digigit semut kok sampai kaya gitu emang semutnya seberapa hah?".Elena
"Habis makan permen....kan latihan semalaman kalau ga nanti dimarahin jadi ga bisa tidur....". Alen berusaha memberi alasan agar 4sahabatnya tidak curiga.
"Wes..wes.. ga lihat Alen itu matanya sakit merah kecapekan dan bibire kok bisa ya semutnya buuesar gitu...wess biar aja kasihan jangan tanya- tanya lagi yo gaes... Hari ini aku ndak bisa bolos ya mau ada bedah mayat. maaf ya..."Siti
"ihhh serem ah Siti....Aku juga nggak bisa mengikuti kamu Alen, jadi kita akan ngikuti kamu kalau kecafe aja nanti malam ok...". Elena
"Ehh ga usah ya kecafe...."Alen
"Eittss no way harus mau ya... jangan takut ada kita aman...". Elena
"Tapi aku ga boleh ama...."Alen
"Amaaa....ama apa? udah nurut aja"Mira
"Ama Raka hahaha....."Siska
"Siskaaaaaaaa"4sekonco
"Duhhh gimana ini...tapi biar ajalah sapa suruh cium seenaknya pake gigit lagi sakit tau...tapi aku kok ga bisa nolak ya duhh...."Ucap Alen dalam hati
5sekoncopun berangkat ke kampus dan melakukan kebiasaan rutin berdada ria dengan 4 kembar saat di mobil. Sesampainya dikampus Anton sudah menunggu diparkiran dengan bersandar pada mobil sportnya yang berwarna merah.
"Haloo ladies.....Elena how are you..".Anton
"Hai..Anton..(cipika cipiki dengan Elena dan membuat 4kembar yang melihat dari jauh merasa kesal)..kamu ingatkan rencana kita..jangan lupa ya sesuai dengan perjanjian". Elena
"Hahaha.... of course Elena cantik....jangan khawatirkan apapun itu...i always keep my promise". Anton.
"Ehh kamu tenang aja Riki...biar aku samperin aja biar dia ngerasain pukulanku...."Riko
"Eitsss...... udah jangan emosi, biasa bule kayak gitu. Kita kan mau bikin rencana kakak cemburu udahh jangan ngacoin ntar malah marah Elena sama kamu lho Riki". Roki
"Iyaa udahh.. ayo kita kekelas tar telat tau rasa...uang sakuku tinggal dikit ini...aku gak mau kena potong ma kakak". Reki
Akhirnya kembar pun berlari kejurusan mereka masing-masing kecuali Riki yang masih mengamati Elena dan mengepalkan tangannya.
"Awas ya kali ini aku biarkan, kalau sampai aku liat lagi, aku rusak rambutmu yang kuning itu...ihhhh."
Riki segera berlari menuju kelasnya,sementara Raka mengamati dengan wajah yang sangat marah dan langsung menuju kelas tari.
Melihat Alen turun dari mobil, Anton langsung menghampirinya.
Anton menemani Alen pergi kekelas tarinya .
Kali ini Anton tidak hanya ingin mendekati Alen saja tapi juga ingin membalas dendam kepada Raka.
" Aku baru sadar kalo selama ini Raka nyembunyiin Alen sampe ga boleh gabung di kelas biasa. Soalnya cantik banget....well Raka kali ini kamu gak boleh menikmati cewek ini sendiri...aku akan merebutnya"ucap Anton dalam hati.
"Ehhh kok mandang aja sih ingat kita hanya pura-pura oke...".Alen
"Hahaha.... tapi kamu memang cantik Alen and aku suka ...". Anton
"Noo....suka apa sih nyebelin...uda sana jangan deket- deket".Alen
"Aku suka cewek yang galak... nanti malam jadikan kita bertemu, aku beli sesuatu buat kamu...nanti ada surprise from me.."Anton
" kejutan untuk apa...kita kan cuman pura-pura aja....dan kamu harus tahu batasmu Anton. jadi ga ada hadiah ya.."Alen
"Hahaha......Anton adalah laki-laki romantis, nanti akan aku akan pesankan tempat yang sangat indah dan romantis buat kita,dandan yang cantik okey ..aku akan kirim kamu baju yang bagus"Anton
"Elena merencanakan ini atau apa sih bingung....eh itu Raka serem banget mukanya didepan pintu duhh gimana ini...ah biar aja dia lihat aku ama Anton..."ucap Alen dalam hati.
__ADS_1
"Woww Raka...aku akan membalasmu lihat aja..,maaf Elena aku tidak butuh uangmu aku harus mendapatkannya....Anton tidak pernah gagal.. "ucap Anton dalam hati.
Anton dengan sengaja menggandeng Alen dan memegang pipinya kemudian memandang Raka dan tersenyum sinis tentu saja membuat Raka sangat marah.
"Anton apa yang kamu lakukan..."Alen
"Raka...aku akan mengambil Alen dan membalas perbuatanmu kemaren"ucap Anton dalam hati
"Kamu apa- apaa sih kok pegang pipi kan ga ada didalam rencana...udahlah aku mau masuk dulu.."Alen
Ketika Alen menaiki tangga Anton tersenyum sengaja berteriak dan membuat Raka semakin kesal.
"Alenn....dont forget nanti kita kencan yaa dandan yang cantik aku kirim baju yang paling bagus...byee..muahhh( cium jauh)". Anton
"Ehh...kok kencan sih. apa- apaan itu pakai cium jauh lagi...aduhh kok serem banget wajah Raka..."Alen
Didalam kelas tari Raka hanya terdiam dan langsung menarik Alen untuk menari.
"Aduh malu banget jadi ingat ciuman semalam apa dia ga liat bibirku merah abis digigitnya ya".Ucap Alen dalam hati.
"Kenapa lihatin terus..ga usah lihatin,aku ga suka..."Raka
"Ehh yang lihatin siapa...trus mukanku harus kemana..kamu megang kepalaku kayak gini deket banget....akukan ga bisa noleh.."Alen
"Kenapa bibirmu merah"Raka
"Ehh.....kamu kan yang gigit semalam gimana sih ga mau tanggung jawab..main cium aja ,gigit sembarangan emang aku cewek apaan sebel...."Alen
"oh..gara- gara itu...sapa suruh bandel...nanti aku tanggung jawab..."Raka.
"Nanti bagaimana?...jangan pernah lakukan itu lagi ke aku ya...aku ini bukan cewek gampangan...!"Alen
"Baiklah aku akan tanggung jawab....!"Raka
"eeh.....aaaarghhh......"Alen
Raka menarik Alen dan menciumnya lagi dengan sangat lembut.
Jari- jari salah satu tangan Raka menelusuri pundak Alen hingga ke ujung tangannya lalu menggengamnya sedangkan tangan yang satunya begitu erat memegang tengkuk Alen agar ciumannya tidak terlepas. Alenpun membalas ciuman Raka sambil memeluknya.
" kenapa tubuhku ini? Harusnya kau menolaknya tapi kenapa bibirku malah membalas ciumannya..kenapa denganku?" Batin Alen
"Aku sudah tanggung jawab....gimana kamu suka?" Raka
"Apa maksudmu dengan ini semua?" Alen
"Maksud apa...coba kamu katakan bagaimana ciumanku apa kamu suka.... atau ciuman Anton lebih dahsyat dariku?"Raka
"Apaa...(Plak.....)...Rakaaaa...jangan pernah merendahkanku..aku bukan wanita seperti itu. Jangan pernah berbicara denganku lagi aku benci sama kamu...aku akan pergi dengan siapapun itu bukan urusanmu dan jangan pernah melarangku...".Alen
Alen berjalan dan pergi meninggalkan ruangan tari membuat Raka semakin marah dan berteriak dengan keras.
"Berhenti kataku sekarang.....!"Raka
"Sudah kukatakan jangan pernah melarangku....aku tidak peduli...nanti malam aku akan berkencan dan jangan menggangguku!"Alen
"Alennnnnnn....aku peringatkan kamu....berhentii!"Raka
Alenpun tetap berjalan dan keluar tanpa menoleh sedikitpun dengan membanting pintu dengan keras.
"Braakkkk.....!"
"Ahh.... sialan dia tidak mau mendengarkanku". Raka
Akhirnya Raka menelepon pengawalnya dan menyuruhnya mencari tau tempat dimana Anton dan Alen akan berkencan.
"Halo...cari tau mereka akan berkencan dimana nanti malam...."Raka
Rakapun membanting semuanya hingga membuat tangannya berdarah.
"Gara- gara laki-laki itu dia membenciku kurang ajar". Raka
Setelah selama satu jam hp Raka berbunyi.
__ADS_1
"Cepat katakan apa yang kalian dapat!..Apaaa? Kurang ajar....siapkan mobil!..kita kesana nanti malam...!"Raka