
Pagi ini sekonco terlihat sangat sibuk dengan persiapan mereka.
" Gimana, apa sudah siap semua?" Alen
" Kalo aku sama Siska wes siap, len"Siti
Alen melihat Elena yang sudah siap hanya menunduk dan Mira langsung menuju ke teras.
" Ya udah, kita berangkat aja"
Mereka menuju rumah Erick untuk berangkat bersamanya karena Erick ingin melihat pertunjukan mereka dan karena mobil Siska yang masih di bengkel.
Sampai di kampus, 5 sekonco keluar dari mobil. Tiba-tiba para cewek- cewek mendekati mereka.
" woww...keren banget"
" Ya..tentu saja Elena selalu keren bukan?" Elena
" Maksud kita, dia itu yang keren( menunjuk ke Erick)..gantengnyaaa...kenalin kita dong, El!
" Iiuhhh...sanahhh...mengganggu ajahh" Elena menggandeng Erick yang dikerubungi cewek-cewek.
Dibelakang panggung 5 kembar sudah bersiap. Mereka menunggu kedatangan sekonco.
" Ehh..liat itu mereka" Roki tampak ceria melihat Siska sudah datang.
5 sekonco duduk diruang tunggu sambil menunggu pertunjukan dimulai. Erick yang sedari datang tidak pernah dilepas oleh para cewek-cewek yang mengagumi ketampanannya.
" Hufff...finally I separated from them...benar-benar gila cewek jaman sekarang" Erick memasuki ruang tunggu dan bergabung dengan sekonco.
Tak lama pertunjukan dimulai. Satu persatu peserta tampil dengan sangat bagus.
" Siti, kok pesertanya bagus-bagus ya. Yakin nih, kita beneran tampil? " Siska berbisik ke Siti.
" Tenang aja, kita uda biasa ngisin-ngisini. Tapi aku yakin kali ini kita uda bagus. Wes ndak usa dipikir" Siti mencoba menenangkan.
Terdengar suara penonton bergemuruh bertepuk tangan menikmati setiap pertunjukan dari para peserta yang tampil.
Hingga tak terasa sudah tengah hari, pertunjukan dihentikan sejenak untuk istirahat makan siang.
" Stttt..Mira, kita makan bareng yuk?" Reki mendekati Mira dan mereka berdua menuju kekantin.
" Siska sayang, ini uda aku belikan makanan. Kita makan didepan sana saja ya. Aku bawa snack baru yang enak" Roki menggandeng Siska
Siti yang hanya terdiam tiba-tiba tangannya ditarik oleh Riko.
" Ayo, Siti kita makan berdua! Aku sudah menyiapkan tempat untuk kita" Riko
Tinggal Elena dengan Alen karena Erick sibuk menikmati makanan bersama cewek-cewek yang membawakan makanan untuknya.
" Elena seksiku, emm apa kamu mau mak..." Riki belum selesai ngomong Elena langsung menyaut.
" Ya tentu saja. Kita makan berdua..ayo, Riki!" Elena yang merasa bosan akhirnya langsung mau menerima ajakan Riki.
" Yesss..." Riki kegirangan
Tinggal Alen yang duduk sendiri.
" Kemana Raka ya? Kok dari tadi gak kelihatan? Ngapain juga aku nyari dia?" Alen memakan roti.
" Kalo cuman makan roti, nanti kamu gak bakalan kuat tampilnya"
Raka tiba-tiba muncul dan memberikan sekotak makanan ke Alen.
" Kok tumben baik?" Alen
" Uda jangan banyak tanya. Sini aku suapin!"
" Aku bisa makan sendiri"
" Gak mau, aku maunya nyuapin. Kita makan berdua" Raka membagi makanannya berdua dengan Alen.
" Iihh..jangan banyak-banyak donk nyuapinnya, mulutku penuh nih" Alen merengek
" Bawel amat, uda ayo..aaa...." Raka kembali menyuapi Alen dan bergantian dengan dirinya.
__ADS_1
" Kayanya tar lagi perlombaan akan dimulai lagi. Kamu mending balik aja ke tempatmu!" Alen
" Emang kenapa? Kamu gak mau orang liat kita berdua?"
" Gimana sih, kita kan lagi musuhan. Masak orang musuhan makan berdua?"
" Hemmm.." Raka menjawab singkat.
Sebelum 4 kembar dan 4 sekonco kembali ke ruang tunggu, Raka berdiri hendak meninggalkan Alen sendiri namun berbalik kembali.
" Boleh peluk gak?" Raka tiba-tiba bertanya.
" Mana ada orang musuhan peluk- peluk?"
" Ada...nihh"
Raka memeluk Alen dengan erat lalu berlalu meninggalkan Alen sendiri.
" Selalu saja begitu. Kadang baik tar jutek lagi. Tapi kok aku balas pelukannya ya...duhh sebenernya aku masih kangen" Alen menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menghilangkan Raka di pikirannya.
Pertunjukan sudah dimulai kembali. Para sekonco kembali menunggu giliran di ruang tunggu. Hingga petang hari,19 peserta sudah menunjukkan kebolehan mereka.
Saat peserta nomer 20 dipanggil, sekonco telah bersiap-siap namun bukan nama grup mereka yang disebut oleh mc nya melainkan grup kembar 5.
" Wow...semakin malam acara kita semakin seru...apa kalian masih bersemangattttt.....yeaaa( suara teriakan penonton) kalian pasti menantikan peserta yang satu ini kan?.aaaaa...(teriakan histeris penonton)
Okkkk, kita panggil ini diaaa....Fiveeee Brotherssss..."
5 kembar naik ke atas panggung disambut dengan teriakan dan tepuk tangan para penonton.
"Wowww...gantengnya..." 5 sekonco memandang 5 kembar.
" Hai..kita five brothers akan menyanyikan lagu..emm sebenernya lagu ini untuk seseorang yang sangat berarti buatku dan aku sudah membuat kesalahan padanya..so, this is for you....sorry from justin beaber" Raka sambil menunjuk ke Alen.
"Aaa..yeaaaa( teriakan penonton) histeris"
Musik mulai dimainkan dengan variasi drum dari Riki yang sangat keren bahkan dia melepas kacamatanya dan menggantinya dengan lensa kontak dengan menggunakan kaos tanpa berlengan memperlihatkan lengan kekarnya.
Riki memutar-mutar stik drumnya dan memukul drum dengan sesekali memutar badannya.
"Wowwww...Riki keren banget" 5 sekonco terkejut terutama Elena yang melangkahkan kakinya kedepan dan menatap Riki tanpa berkedip.
"Sangat seksi sekali..iuuhhhh you so hot Riki."
"Duh gawat nih Elena mulai aksinya kayak gitu."Alen
"Hoi Riki sebentar lagi kamu akan dapat sesuatu nih!" Siska berteriak dan membuat 3 sekonco tos kecuali Elena yang terus menatap Riki.
"Wess...mas Riki ternyata yo ganteng lo El.." Siti menghampiri Elena dan melambaikan tangannya diwajah Elena. Namun Elena masih terdiam dan tetap memandang Riki.
Raka mulai menunjukkan suaranya diiringi suara alat musik dari Riko, Reki dan Roki.
Ooh, ooh
Ooh, ooh
You gotta go and get angry at all of my honesty
You know I try but I don't do too well with apologies
I hope I don't run out of time, could someone call a referee?
'Cause I just need one more shot at forgiveness
I know you know that I made those mistakes maybe once or twice
By once or twice I mean maybe a couple of hundred times
So let me, oh let me redeem, oh redeem, oh myself tonight
'Cause I just need one more shot at second chances
Reki mulai memainkan basnya dengan variasi musiknya sendiri dengan sangat keren membuat Mira terkagum-kagum.
" Yes, beb...kamu keren banget" Mira memberikan ciuman jauh ke Reki.
__ADS_1
Roki tak kalah mempesona, memainkan melodi dengan sangat indah dan penuh aksi.
" Ahhh, snackku yang kecehhh" Siska terpesona
Yeah, is it too late now to say sorry?
'Cause I'm missing more than just your body
Oh, is it too late now to say sorry?
Yeah, I know that I let you down
Is it too late to say I'm sorry now?
Riko menjadi backing vocal Raka sambil memainkan keyboardnya dengan keren.
Ooh, ooh
I'm sorry, yeah
Ooh, ooh
Sorry, yeah
Ooh, ooh
Sorry
Raka menunjukkan dance ala R n B sambil menyanyi dan sesekali menunjuk ke arah Alen saat mengucap sorry.
" Iihhh...kok nunjuk ke aku terus sih, malu tau" Alen dengan wajah memerah.
Saat akhir lagu, Raka melakukan break dance seperti para K-Pop lalu Riki meletakkan stik drumnya dan melompat dari kursi mengikuti Raka melakukan break dance disusul Riko kemudian Reki dan Roki. Berlima melakukan break dance dengan gerakan yang kompak diiringi musik dari keyboard yang di setel otomatis.
Para penonton tak henti-hentinya histeris terutama cewek-cewek melempari mereka bunga, kartu nama, bahkan ada yang melempar surat cinta.
5 sekonco hanya bisa menganga terpesona dengan penampilan mereka.
" Gaess...gila..mereka keren banget. Kita kayanya nyerah aja deh gak mungkin bisa ngalahin mereka" Siska
" Dengerin ya kalian! aku mau minta maaf sama kalian semua. Aku tau kita sekarang lagi tidak baik hubungannya. Tapi lihatlah ini adalah kesempatan kita untuk tampil dan menjadi diri kita sendiri. Ayolah teman-teman! kita sudah berusaha, setidaknya malam ini kita tampil tanpa memikirkan apapun...anggap saja kita bersenang-senang bagaimana?" Alen memberi semangat.
" Tapi mereka sangat bagus" Elena
" Ayolah Elena, bukankan kamu si Elena yang paling cantik dan hebat? Sekarang tunjukin dunk kalo itu memang benar!" Mira menggenggam tangan Elena.
" Mira, maafin aku ya..hiks..hiks...kamu salah satu teman terbaikku" Elena dan Mira berpelukan.
" Nah gitu dunk...kalian harus semangat ya" Erick memeluk ke 5 sekonco bersamaan.
5 kembar telah selesai tampil dengan tepukan tangan dan suara histeris para penonton. Lalu mereka menuruni panggung.
Saat Riki turun, tiba- tiba Elena menarik baju Riki kemudian mencium bibirnya dengan penuh hasrat.
" Riki, you rock my heart" Elena mencium bibir Riki dengan sangat dalam sambil memeluknya.
4 kembar dan 4 sekonco hanya bisa melongo melihatnya dan Erick tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" ah..ah..( nafas terengah) kau sangat hebat Riki aku suka gayamu di panggung. Kita akan melanjutkan lagi nanti. Sekarang aku harus tampil. Wait for me beb..!" Elena membelai wajah Riki yang mematung
" Okehhh....hah...hah" Riki menjawab sambil terengah-engah tanpa bergerak.
" Oh my goddd...Rikiiii...akhirnya bibir kamu gak perjaka lagi...hahaha...uda lakuuu...hahah" 4 kembar tertawa sambil memegangi Riki yang mematung.
"Wowww..sungguh pertunjukan yang luar biasa dari Five Brothers...and now last but not least, kita akan melihat penampilan dari peserta terakhir. Kita sambut... Limo sekonco" Mc memanggil 5 sekonco.
Penonton yang saat itu belum pernah mendengar nama grup mereka hanya bertepuk tangan biasa.
Dengan menarik nafas panjang, 5 sekonco membuka jaket mereka satu persatu.
Elena sangat kaget saat melihat ke 4 sahabatnya ternyata memakai baju yang dipilihnya dan merasa terharu.
5 kembar yang saat itu berada di dekat mereka hanya bisa melongo melihat penampilan seksi 5 sekonco.
" Ok girls, it's show time" Elena
__ADS_1