
5 sekonco masuk ke salah satu toko buku di pusat perbelanjaan. 5 kembar bak bodyguard selalu mengikuti kemanapun 5 sekonco pergi.
Reki dan Mira serta Roki dan Siska nampak enjoy bahkan mereka mengambil kesempatan untuk berdekatan.
" Mira sayang, nyari buku apa? Sini ya aku bantu!" Reki melingkarkan tangannya ke pinggang Mira dan sesekali mengecup rambut Mira.
Sedangkan Siska dan Roki malah asyik duduk berduaan sambil makan snack di pojok toko.
Lain dengan Siti yang nampak biasa saja. Berkali-kali Riko mencoba mengambil kesempatan merayu Siti namun selalu saja gagal.
" Siti, mau cari buku apa? Mas Riko bantu cari ya?."
" Beneran mau bantu? Emang mas Riko tau bukunya kaya apa?"
" Tau lah. Siti tinggal bilang saja nanti mas Riko carikan. Apa sih yang gak bisa buat Siti? Mas Riko akan lakukan semuanya buat putri jowoku..hehe."
" Ya wes, sekarang carikan buku anatomi klinik trus buku surgery sama buku ilmu bedah yang edisi terbaru. Ingat lho mas harus edisi terbaru!"
" Hah...i..iya Siti, mas Riko carikan ya. ( waduh itu buku apaan ya? Riki gak disini lagi, cari dimana aku ini? Judulnya aja udah serem.)."
Riko menggaruk kepalanya sambil mencari buku permintaan Siti. Sedangkan Siti asyik membaca buku dan duduk di tempat baca buku di tengah-tengah toko.
Dibagian lain, Elena berputar- putar mencari buku design tapi tidak menemukannya. Riki dengan setia mengikuti kemanapun Elena melangkah.
" Cari buku apa sih darling? Mungkin aku bisa bantu cari."
" Iiuhhh...emang kamu tau? Aku itu suka banget sama design nya Antoni laurent. Dari tadi aku nyari gak ketemu-ketemu bukunya. Sebel banget deh. Kamu tau gak Antoni Laurent?" Elena merajuk manja.
" Emm..hehe aku gak tau. Tapi nanti aku coba tanyakan ya. Mending sekarang Elena darling duduk aja disini biar gak capek!"
Riki mengambil kursi untuk Elena dan memberinya minuman dingin. Setelah itu Riki berkeliling toko mencari buku sesuai dengan keinginan Elena namun tidak didapatnya.
Sementara Alen asyik memilih novel-novel fiksi dan beberapa buku tari modern.
" Raka, kamu tunggu disini ya! Aku mau ke toilet."
" Aku tunggu kamu di depan toilet." Raka langsung menggandeng Alen mengajaknya ke toilet dan menunggunya di depan pintu masuk toilet.
" Ihhh...posesif amat sih."
Saat Alen selesai, Raka kembali menggandeng tangan Alen mengajak kembali ke toko buku. Namun Alen menolak saat dia melihat permainan dance pump it up di sebelah toko buku.
"Raka..aku mau main itu ya.." Alen menarik tangan Raka ke salah satu tempat bermain.
" Hemm..kaya anak kecil aja." Raka dengan wajah datar.
" Biarin...wek"
Saat itu Alen memakai celana jeans robek-robek dengan kaos longgar dan dipadupadankan dengan salah satu jaket pemberian Raka.
Dengan santai Alen membuka jaketnya dan menitipkannya ke Raka. Lalu kaos nya yang longgar ďiikat bagian bawah sehingga menjadi pendek dan seksi.
Alen memasukkan koin dan mulai menari. Ternyata Alen sangat lihai memainkannya. Gaya tari R n B nya keren sekali hingga membuat Raka tercengang.
Beberapa kali Alen memutar-mutar pinggulnya dengan gaya seksi. Tidak hanya Raka tapi orang-orang disekitar Alen banyak juga yang menikmati penampilannya. Setelah Alen selesai memainkan, orang-orang bertepuk tangan untuknya.
" plok..plok..plok...wah keren banget dancenya." Salah seorang penonton.
Raka langsung memasangkan jaket Alen dan membuka ikatan bajunya lalu menarik Alen menjauh dari tempat itu.
" Jaket ini terlalu ketat untukmu."
" Ini kan salah satu jaket pemberianmu. Apa kamu lupa?"
" Oh ya, kalo gitu gak usah dipake lagi! Kenapa tidak pake jaketku yang aku kasih pertama kali?"
" Kamu yang ngasih tapi kamu juga yang melarang. Aneh banget tau gak? Lagian aku maunya pake yang ini."
" Hahh...kenapa kamu selalu saja jadi pusat perhatian banyak orang ya? Benar-benar membuatku frustasi." Raka dengan wajah juteknya.
" Ahh..kau terlalu berlebihan, Raka." Alen cemberut dan meninggalkan Raka memasuki toko.
Elena nampak tersenyum melihat Riki yang berusaha dengan keras mencari buku yang diinginkannya.
Dengan tertunduk Riki berjalan ke arah Elena.
__ADS_1
" Maaf darling, buku itu tidak ada disini. Nanti aku carikan di tempat lain ya."
" Iiuhhh..tidak masalah. Aku akan sangat senang jika mendapatkannya..tapi yahhh sudahlahh. Memang sesuatu yang bagus sangat sulit didapatkan." Elena dengan gaya manjanya.
" Mending sekarang kita cari teman-teman ajalah."
Elena bangun dari duduknya dan hendak menemuni 4 sekonco namun Riki menarik tangannya.
" Elena tunggu! Emm...maukan kamu kencan denganku besuk malam?" Riki menatap Elena penuh harap.
"Emm..oke Riki, aku tunggu kamu besuk malam menjemputku." Elena memegang dagu Riki dengan jarinya.
" Yesss...oke darling." Elena dan Riki kemudian mencari 4 sekonco dan 4 kembar.
Setelah membayar semua buku yang dipilih oleh 5 sekonco, Raka mengajak mereka untuk makan siang dan kembali ke rumah. Seperti biasa Raka selalu membuntuti kemanapun Alen berada.
Sampai dirumah Alen, Raka menyuruh adik-adiknya untuk pulang duluan dan mengerjakan tugas kuliah mereka.
" Sekarang juga kerjakan tugas kalian! "
" Yahhh...baru juga sampe, ngobrol dulu sebentar boleh?" Reki cengar-cengir.
" Boleh, kalo tugasmu sudah selesai. Sana pulang!"
" Da..da...muah..muah." 4 kembar ke 4 sekonco.
Saat saudara-saudaranya pulang, Raka hendak mengikuti Alen naik menuju kamarnya, tiba-tiba Alen menyuruhnya pulang.
" Lebih baik kamu juga pulang. Aku mau baca buku." Alen memberi kode ke Raka.
" Aku hanya mau naruh buku-buku ini aja tar abis itu aku pulang." Raka memaksa
Raka lalu mengikuti Alen menuju kamarnya dan meletakkan buku-buku yang dibeli Alen tadi.
" Makasih ya, untuk hari ini. Kamu pasti capek, mending kamu istirahat."
" Ya udah aku tidur di sofamu aja." Raka tiba-tiba selonjor di sofa Alen.
" Iihhh...gak boleh. Pulang sana! Emang kamu gak punya tugas apa dari kampus?"
Alen menarik Raka untuk keluar dari kamarnya. Namun Raka tidak bergerak sedikitpun.
" Aku mesti gimana biar kamu pulang?"
" Ini.."
Raka bangun dari tidurnya di sofa lalu menarik Alen dan mencium bibirnya. Setelah melepaskan ciumannya Raka baru mau beranjak dari kamar Alen.
" Raka, sampai kapan kamu akan posesif kaya gini?" Alen merajuk manja
" Selamanya.."
" Apaaa?"
"Baiklah aku pulang dulu." Raka mencium kening Alen dan kembali ke rumahnya.
Rumah Raka.
" Bro...aku uda ngajak Elena kencan tadi waktu di toko buku. Dan dia bilang yess...uhuiii." Riki melompat-lompat kegirangan.
" Bukannya Elena uda bilang nunggu ajakan kencan dari kamu? Ya pasti bilang yes dunk." Jawab Roki santai.
"Iya..ya...trus ngapain aku gugup tadi ya." Riki memegang dagunya sambil menerawang.
" Tapi aku bener-bener gugup nih...kencanku besuk malam dan aku gak tau mesti gimana." Riki kembali berucap dengan panik.
" Ya udah sekarang kita bantu Riki merencanakan kencanya buat besuk. Kamu maunya kaya gimana kencannya?" Reki.
" Gak tau..."
" Mau direstoran ato cafe mana?" Riko
" Gak tau.."
" Hufff...trus kamu mau pake baju apa?" Roki
__ADS_1
" Gak tau.."
" Astaga ini cowok ngajak kencan anak orang tapi gak tau mau ngapain. Huhhh..dasar ." Riko merangkul kepala Riki dengan lengannya.
" Sekarang ayo, kita ke kamarmu. Pertama kita bongkar isi lemarimu dulu."
4 kembar masuk ke kamar Riki dan memilih-milih baju Riki yang cocok untuk kencan.
"Kenapa semua bajumu modalnya kaya kakek-kakek gitu? Uda tau kan Elena sukanya kamu yang keren? Kayanya kita harus belanja baju nih."
Riko menuju kamar Raka untuk minta ijin ke boutique langganan mereka dan tentunya pinjem kartu kredit. Sedangkan 3 kembar menunggunya di kamar Riki sambil harap-harap cemas kawatir Raka tidak mengijinkannya karena mereka baru saja menerima uang saku.
" Kak, emm..itu si Riki mau kencan sama Elena." Riko duduk disebelah Raka yang berbaring di kasurnya.
" Hemmm...terus?" Raka menjawab santai.
" Masak mau kencan bajunya kayak orang tempo doloeee banget. Kasian lah, kak."
" Ya udah, nih bawa kartu kredit kakak! Tapi ada syaratnya, tugas kalian harus selesai tepat waktu. Kalo gak selesai, kalian harus mengganti semua biayanya, paham!" Raka mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya.
" Siappp, komandann. Uhuii...hehe." Riko langsung mengambil kartu kredit di tangan Raka dan berlari menemui 3 kembar.
" Yes, kakak ngijinin kita asal tugas kita selesai tepat waktu. Ayo, buruan kita berangkat mumpung masih sore!" Riko bersiap dengan 3 kembar dan langsung menuju boutique langganan mereka.
" Kali ini kita yang pilihin baju buat kamu. Kamu gak boleh milih sendiri, ngerti! Reki diikuti anggukan Riki.
Sampai disana pemilik boutique sudah menyambut mereka dan menutup sementara boutique miliknya agar 4 kembar bisa memilih dengan leluasa.
Tentu saja itu semua atas permintaan Raka yang menghubungi sang pemilik agar memberikan full service untuk saudara-saudara kembarnya.
3 kembar duduk di sofa sambil menikmati minuman dingin yang disediakan, sedangkan Reki dibantu para pelayan mencoba beberapa setelan kemeja dan jas lalu berjalan berpose ala-ala peragawan di depan 3 kembar.
" Emmm...kamu jelek pake warna itu. Ganti aja!" Roki
Riki kembali berganti memakan setelan yang lain.
" Nah..kalo ini bagus, keren. Coba lagi yang lain!
Ada 10 setelan jas lengkap dengan kemeja dan sepatu yang sudah dipilih. Lalu Riko dan Roki menuju kasir hendak membayar, namun terhenti saat melihat Reki membawa beberapa setelan dan parfum untuk dirinya.
" Woii...ngapain ikut beli? Kita kan tujuannya buat Riki?" Riko
" Hehe..mumpung kita pake kartu unlimited nya kakak. Nih, Riki...kamu belum ambil parfum kan? Kalian berdua milih aja sendiri!" Reki menyerahkan baju pilihannya ke kasir.
" Bener juga ya...hehe. Aku juga mau ah." Riko dan Roki ikut berbelanja baju dan sepatu.
Setelah kembali ke rumah, 4 kembar masih merencanakan kencan buat Riki.
" Inget ya, kalo ngomong harus romantis. Gak boleh gugup!" Reki
" Kalo aku gugup trus badanku mematung gimana?"
" Kalo gitu kamu gak akan pernah kencan lagi sama Elena. Mau?" Roki
" Gak mau lah. Kalo bisa harus sampai janur kuning melengkung...hehehe."
" Itu mimpi ato cita-cita?...hahaha" 3 kembar tertawa bersama.
" Mimpi yang menjadi cita-cita trus jadi kenyataan...hihihi."
" Nah, sekarang kamu pilih cafe ato resto yang kamu suka nanti kita pesankan!" Riko menyodorkan beberapa pilihan ke Riki.
" Emm...aku maunya cafe x aja, disitu kan banyak buku-buku aku bisa baca-baca sama Elena.
" Haduhhhh...kamu itu mau kencan ato mau ke perpustakaan sih? Kencan itu cafe yang romantis." Reki bergeleng-geleng.
" Kalo gitu aku aja yang milih. Kamu ke sini aja! Trus kamu kasih apa Elena? Uda disiapin belum?" Riko
" Aku lagi ngusahain, besuk baru ada."
" Emang mau dibelikan apa, Elena?"
" Emm...buku."
" Apaaa?" 3 kembar barengan.
__ADS_1