
Rumah Alen.
Saat itu sang mentari mulai menunjukkan wujudnya dan mulai memancarkan sinarnya yang memasuki cela- cela tirai memberikan kehangatannya.
Jam dinding menunjukkan pukul setengah tujuh pagi dan hari ini adalah hari pertama limo sekonco pergi kekampus.
Pukul tujuh tepat pelajaran dikampus sudah dimulai dan limo sekonco belum juga bangun karena kelelahan dengan keribetan yang terjadi semalaman.
" Duhhh, mataku kok pedih yooo, hmmm, sek jam berapa to iki, kok ndak kelihatan jamnya, oh iyoo kacamataku lupa."
Ucap Siti yang tiba-tiba bangun dan mengambil kaca matanya lalu melihat jam dinding dikamarnya menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
" weeeesssss, gawat iki telattt, Sissss, Sissskaaa, ayooo mandii, duhhhh setengah jam lagi harus sudah sampai kampus, kok masih pada ndak bangun...oh iyoo terompete Elena. "
Siti yang kebingungan dan panik membangunkan limo sekonco akhirnya mengambil terompet Elena dan meniupnya dengan kencang.
" teeetttttt, tooootttt, teeetttttt "
Dengan suara terompet yang begitu keras akhirnya ketiga sahabatnya bangun.
" Ya ampun, Sitiiiiii, kenapa lagi sihh. "
Mira yang masih menguap.
" Ohh, noooo, Siti, pleasee, suara itu membuat kulitku bergetarrr. "
Elena yang keluar dengan rambutnya yang acak-acakan diikuti Mira yang mengusap kedua matanya.
" Terompet kok dikulit to Ellll, hehh lihat jammmm itu wes jam piroooo."
Siti yang masih bingung karena rasa panik memberitahu kepada Elena dan Mira.
" Maksudmu, kita kesiangan kan.... setengah jam lagi masuk kuliah, trus kita kan bisa telat ya, padahal hari pertama loh ini. "
Siska yang masih tidak tersadar dengan situasi yang dihadapinya dengan santai berbicara sambil berjalan pelan keluar dari kamarnya.
Mendengar perkataan Siska membuat ketiga sahabatnya saling memandang dan tersadar bahwa mereka hanya mempunyai waktu setengah jam untuk sampai ke kampus.
" Aaaaaaaarggggghhhhhhhh "
Akhirnya keempat sekonco teriak bersama-sama dan dengan panik kebingungan masuk kekamar masing-masing segera bersiap.
Sementara Alen dikamarnya masih tertidur dengan head set ditelinganya dengan musik yang masih menyala hingga tidak mendengar kepanikan yang terjadi diluar kamarnya. Dan masih asyik tidur nyenyak.
Rumah Raka. Pukul 06.30.
Riko, Riki, Reki, Roki, tertidur dikamar Riko setelah kejadian semalam mereka seolah enggan ke kamar masing- masing karena merasa sangat ngantuk dan langsung tertidur lelap.
Mereka dalam tidurnya memimpikan cewek-cewek tetangga incaran mereka masing-masing .
" Putriiii seksiiii, iuuuhhh, caaannnntiiikkk."
Riki yang mengingau bermimpikan Elena tiba-tiba terbangun dan matanya mencari dimana letak jam dinding.
" Hmm, Elenaaaa sii iuhhh seksi kenapaa ada dikepalaku terus, jam berapa yaaa kok ga kelihatan, eh pakai kacamata dulu."
Riki meraba-raba mencari kacamatanya.
Setelah menemukan, kemudian dia memasangkan di matanya dan melihat jam dinding yang terpasang di tembok sebelah atas pintu kamar Riko.
" Apaaaaaaaa, gawaaatttt kita bisa terlambattt, ayooooo bangunnnn semuaaa!! "
Riki yang berteriak keras membangunkan ketiga saudaranya yang masih terlelap.
" Apaan, sihhhh teriak-teriak!! "
kata Riko lalu melihat Riki yang sedang menunjukkan tangannya ke arah jam dinding.
" Hahhh tidakkkkk kakak bisa marah inii ayoooo, bangun semua!!! "
Riko ikut berteriak dan lompat dari tempat tidur yang tidak sengaja menabrak Roki yang semalaman tidur dikarpet kamar Riko.
" Roki, Reki, ayooo cepatt kalian itu mandiiii! "
Teriak Riki yang salah masuk kamar mandi Riko.
" Rikii, keluarrr masuk kamar mandimu sendiri, hoooii ini kamar mandiku aduhhhh!! "
Namun Riki mengabaikan teriakan Riko dan tetap melanjutkan mandinya dengan tergesa- gesa.
Sementara Reki dan Roki berlari cepat kekamarnya masing - masing untuk bersiap.
" Duhhhh, Riki, kenapa sih masuk kamar mandiku...terpaksa deh aku mandi dikamar mandinya".
Riko menggerutu kesal sambil berlari membawa bajunya ke kamar Riki.
Setelah selesai mandi kilatnya, Riko teringat bahwa dia lupa membawa ****** ********.
" Aduhhhh...aku lupa bawa cdku...ya uda deh aku pinjem punya Riki."
Lalu Riko membuka laci lemari baju Riki dan mencari cd Riki.
" Hahhhh, apaa ini, cd kok gambar gajahh semuaaa, astagaaa hahahahahaha, dasar aneh hahahah, hadewe, Rikiiii, Rikii. "
Riko yang tertawa melihat cd Riki yang semua bergambar gajah.
Tapi mau bagaimana lagi karena takut terlambat akhirnya dia memakai salah satunya .
Sementara Riki juga kebingungan dikamar Riko, karena luasnya rumah mereka pastilah tidak akan sempat pergi kekamarnya.
" Aku pinjem bajunya Riko aja ahhh."
Riki membuka lemari baju Riko dan memakai salah satunya.
Rumah Alen.
" Duhhh aku belum ngecat kukuku, hahhh lipstikkkk, manaaa, iuuuhhh kenapa sih ini!! "
Elena yang mondar-mandir panik sampai lupa dengan apa yang dia bawa.
" Wesss ayooo jangan panik tenang, aku ta masak sarapan dulu yaaaa."
Siti yang berusaha tenang dan turun kebawah menyiapkan makanan.
" Buku udah, tass, semuaaa, okee lengkap, sipp."
Mira yang juga panik memasukkan semua barangnya dan keluar dari kamar berlari kebawah sambil menarik Siska dan Elena untuk mengikutinya.
" Ya ampunnnn, Sitiii, mana sempat masak ayooooo, duhh ribet banget sih Siti. "
Mira yang kembali lagi menarik Siti dari dapur.
" Ehhh, wess, iyoo Miraa aku ikutt. "
Siti yang meletakkan semua alat dapur dan mengikuti Mira.
Akhirnya mereka berempat masuk kedalam mobil Siska.
" Ayoooo, Sisss, lets goo.....ehhh kenapa Siskaaa, kok diemm??"
Tanya Mira sambil menepuk pundak Siska.
" Duhhhh, maaf kunci mobilnya ketinggalan dikamar. "
__ADS_1
Jawab Siska dengan wajah memelas.
" Sisssskaaaaaaaaaa!!!""
Teriak ketiga sahabatnya.
" Turunnnn, ayoo cepat lari.....ambil Siska!"
Mira yang mendorong Siska agar segera keluar mobil mengambil kunci mobil yang ketinggalan dikamarnya
Siskapun berlari mengambil kunci dikamarnya.
" Iuuuuhh, hari pertama siseksi, berantakan...tidakkk, rumah Alen kan besarr, lamaa ambil kuncinyaa, iiihhh... sebel.....mana kutekku kecorettt, ihhh. "
Elena yang merengek sambil membetulkan kuteknya.
" Nahhh, iku, Siska, ayoo.!!"
Siti yang kemudian melihat Siska kembali masuk ke mobil.
" Huuffff, uda ayoo lets, goo!! "
Akhirnya Siska dengan cepat mengendarai mobilnya setelah mengelap kringat di dahinya.
Sementara Alen yang masih berada di kamarnya menguap dan melepas head setnya kemudian keluar dari kamarnya.
" Hai, gaessss, kemana kaliann, kok sepi sih, hmmm.. "
Alen dengan santainya sambil melirik ke arah jam.
" Hahhhh jam tujuh kurang seperempatttt, apaaaaaa!!"
Alen akhirnya berlari masuk kamar dan panik bersiap-siap untuk berangkat kuliah.
" Duhhhh, kenapa aku ketiduran sihh, astagaa gara-gara cowok sebelah hari pertama kuliahku bisa berantakan ini, aku bisa gilaaaa!! "
Alen saking paniknya sampai tidak sadar bajunya terbalik dan segera turun kebawah mencari limo sekonco.
" Kemana sih mereka...jangan- jangan mereka ninggalin aku...ihhhh sebelllll !!! "
Sambil berlari Alen menelepon salah satu sahabatnya Elena.
Rumah Raka, pukul 06.45.
Keempat saudara kembar sangat panik membayangkan akan dimarahi kakanya Raka yang selalu disiplin dan sangat tepat waktu dan tidak pernah terlambat sama sekali.
" Gawaat, aku bisa ga dapat uang saku ini..tar gimana aku ngajak Siti kencan, duhhh... heiii ayooo cepatt, kalian mau ga dapat uang sakuuu!! "
Riko yang berteriak kepada ketiga saudara kembarnya dan segera berlari menuju mobil yang setiap pagi sudah siap didepan rumahnya dengan pengawalan yang sangat ketat.
Sikembar lima selalu dikawal dua mobil setiap brangkat sekolah dan itupun berlaku saat mereka hendak berangkat ke kampus.
Walaupun Raka tidak menyukainya tetapi itu adalah perintah ayahnya yang tidak bisa ditolak.
Daripada para pengawal harus ikut tinggal dirmhnya dan mengawasinya setiap saat, setidaknya Raka bisa meyakinkan Ayahnya.
Sehingga memperbolehkan para pengawal hanya datang dipagi hari sampai mereka kembali ke rumah setelah seharian beraktifitas.
Sementara dikamarnya Raka masih tidur lelap. Dan kaget dengan suara klakson mobil Siska.
" dinnnn....dinnnnn ( suara klakson)..."
" Apaan sih pagi- pagi berisik banget! "
Raka yang kemudian turun dari tempat tidur dan melihat luar jendela melihat mobil pengawalnya dan mobil dari tetangga sebelahnya bersamaan berjalan dengan kencang.
" lho kok mobilku uda jalan...emang ini jam berapa?"
lalu Raka melihat ke arah jam dan...
Raka yang panik sampai menabrak meja didepannya lalu masuk kekamar mandi hanya dengan mencuci mukanya dan menggosok gigi.
Raka mengurungkan untuk mengganti bajunya dan tetap memakai baju yang dia kenakan semalam.
Memang semalam dia belum sempat mengganti bajunya dengan baju tidur karena pikirannya terus menerawang ke Alen sampai tertidur.
Lalu Raka mengambil asal sepatunya dan memakainya dengan posisi berdiri tanpa melihat ke arah kakinya.
Dia tidak sadar bahwa sepatu yang dipakainya tidak sama.
Kaki kanannya memakai sepatu hitam fantofel dan sebelah kirinya memakai sepatu sport miliknya.
Mobil limo sekonco.
" Iuuuhhh, Elena siseksi ohh noo akan malu terlambat, untung aku cantik jadi tetep cantik. "
Elena yang masih bingung dengan make up dan kuteknya membuat Mira kesal.
" Iuuhhhh, Ellll, sampai habis tuh kutek kamu pasang semua. "
jawab Mira kesal.
" Wess, wess, ga bakal telat kan deket to kampus kita, ya gaes, kita limo kekonco harus kompak. "
Siti yang selalu bisa meredamkan semua keributan.
" Hmm, limo itu lima ya, kok kita hanya berempat kurang satu dong."
Sambil mengendarai mobil dengan santai Siska berbicara yang membuat ketiga sahabatnya sadar Alen belum masuk kedalam mobil.
" Aaaaalennnnnnnn.!!!"
Teriak empat sekonco dan membuat Siska menghentikan mobilnya seketika dan membuat Elena dan Siti terjungkal kedepan.
" iuuuhhhhh....rambutku berantakan lagiii.....Siska jahatttt!! "
Elena yang langsung membetulkan duduknya dan berkaca di kaca spion.
" Ealahhhh siska...siska untung aja tas ku empuk klo gak bisa bengkak irungku iki "
Siti yang menggerutu sambil membetulkan kacamatanya dan meraba hidungnya yg terbentur kursi siska didepannya sambil duduk kembali di kursi blakang.
Waktu siska menghentikan mobilnya saat itu juga mobil sikembar dan mobil pengawal dibelakang mobil mereka juga berhenti mendadak tepat disebelah mobil Siska.
Tak lama hp Elena berbunyi dan ternyata Alen yang menelepon.
" iuuuuuuhhh, Mira angkatt, aku ga mauuu. "
Elena yang takut dimarahi Alen memberikan hpnya kepada Mira.
" Eeehhh, aduhh jangan akuuu, Siti aja. "
Mira yang kemudian memberikan kepada Siti.
" Udah Siti ayo angkat. "
Ucap Siska dengan wajah ketakutan.
" Iyooo, weess, hmmm haloo Lenn, ini Siti."
Siti menjawab telepon Alen dengan pelan.
" Beeeraninya kalian ninggalin aku, balikkkkkkkk titik ga ada koma, cepatttt!! "
__ADS_1
Alen yang sangat marah membuat Siska panik dan mau memutar mobilnya.
Ketiga sahabatnya mengoyak tubuh Siska bersamaan hingga Siska semakin bingung memutar mobilnya.
Flashback
Kejadian dimobil sikembar dan mobil pengawal yang ada dibelakang mobil limo sekonco sebelum mereka sama-sama berhenti dengan mobil Siska.
" Ayoooo, astagaa kita bisa bangkrut ini gara- gara telat...kalau kakak marah ga bakalan ada uang sakuu, ohh ga bisa ketemu putri jowo, gawat bisa jadi jomblo akut. "
Riko didalam mobil berbicara sendiri dan diamati ketiga saudara kembarnya.
" Aku juga bisa jomblo nih, duh gimana! "
Riki ikut membalas Riko dan tiba-tiba ketiga saudaranya tertawa sampai Roki menumpahkan snacknya yang selalu dia bawa kemanapun karena hoby makannya.
" Jombloooo, kamu mah jomblo akut dari dulu Rikii, hahahaha dasar kelimis, huuuu. "
Reki dengan tertawa meledek Riki.
" Aku tak peduli, apapun yang kalian katakan, pokoknya iuuuhhhh siseksi harus jadi milikku!!"
Riki yang tidak peduli dengan ketiga saudaranya dan masih melamunkan Elena tiba-tiba mendengar hp Riko berbunyi.
" Riko, hpmu tuh berbunyi, ganggu aku bayangin siseksi aja, ayo angkat!! "
Ucap Riki masih sambil membayangkan Elena.
" Duhhh, hp ini ribut banget sih, nyebelin, eehhhh kok kak Raka yang telepon.??? "
Riko yang kemudian panik ternyata kakaknya Raka yang menelepon dirinya.
" Hmmm, ehh kakak kok ga masuk mobil ini ya...hahhhhh kak Raka masih dirumah.!! "
Riko yang tiba-tiba sadar dan ketiga saudara kembarnya saling berpandangan.
" Berhennnnntiiiiiiiiii.!!!!! "
Teriak keempat saudara kembar bersaamaan, dan diwaktu bersamaan mobil Siska disebelahnya sama-sama berhenti.
" Riki, angkat! "
Riko melempar hpnya ke Riki.
" Ahhhh, ga mauuu, Reki aja!!"
Riki melempar hp Riko ke Reki.
" Akuuuu, engggakkkk mauuu, Rokii kamu aja! "
Reki yang melempar ke Roki hingga menyentuh snacknya dan tumpah kemobil.
" Rikooo, kamu yang dihubungi kakak, ayo angkat, nanti kalau aku yang angkat malah marah ama kamuu, udah angkat!"
Roki melempar hp Riko kembali dan akhirnya dengan suara yang ketakutan Riko mengangkat hp kakaknya.
" hmmm, iyaa, halo kakak."
Dengan suara pelan Riko menjawab panggilan kakaknya.
" Kaaaliaann!!! Kalau dalam satu menit tidak ada dihadapanku rasakan akibatnya.!!"
Raka dengan suara yang keras membuat Riko, Riki, Reki, Roki, kaget sampai Riko menjatuhkan hpnya, dan segera menyuruh pengawalnya kembali kerumah mereka.
Akhirnya mobil sikembar diikuti mobil pengawal dan mobil Siska berputar bersamaan sehingga semuanya tidak bisa berputar karena tidak cukup jalan yang mereka lalui untuk berputar bersamaan.
Sementara Raka dan Alen bersamaan menuruni tangga rumah mereka menuju pintu rumah mereka masing-masing dan berjalan di depan gerbang rumah mereka sambil sibuk dengan hp masing- masing saling membelakangi hingga mereka tidak menyadari jika mereka berada pada situasi yang sama.
Alen yang kembali menghubungi Elena tetapi tidak diangkat dan Raka yang menghubungi saudara kembarnya Riko juga tidak diangkat.
Sementara ketiga mobil masih belum bisa berputar karena hampir saling menabrak
" Duuhh, mobil siapa sih ituu, Riki buka jendelaa, suruh minggir mobil itu!! "
Riko yang mendorong pundak Riki agar membuka jendela mobil disampingnya.
" Duhh kok ga pengawal aja sih Rikoo."
Riki dengan menyilangkan tangannya didada tidak membuka jendela mobilnya.
" Tidakkk, kita cowok jangan lemah, tidak boleh takut ama siapapun! "
Jawab Riko sambil mendorong tubuh Riki dan akhirnya membuka kaca jendela mobilnya, dan Roki dan Reki memandangi keluar mobil.
Sementara dimobil Siska, Elena kesal lalu membuka kaca jendela mobilnya dan hendak marah dengan mobil yang dinaiki sikembar.
Ketika Riki membuka kaca jendela bersamaan dengan Elena dan mereka sama-sama kaget.
" Haaaaa, putri seksiii, iuuuuhhhh, haiii apa khabarr."
Riki yang akhirnya malah terpana ketika melihat Elena.
" iiiuuuuuu, kamuu lagi, pria celana gajah, pleaseeee, goo awayy, minggir aku mau puterr nihhh. "
Jawab Elena yang akhirnya Mira, Siti, Siska membuka semua jendela mobil dan melihat kearah mobil sikembar.
" Lihat itukan sirenyah."
Roki yang juga mengarahkan wajahnya ke jendela ikut melambai kepada Siska disusul Riko dan Reki sampai membuat Riki didepannya tergencet.
" Pengawal, biar mereka berputar dulu, baru kamu jelas. "
Perintah Riko sambil memandang Siti yang melambaikan tangannya.
Dan akhirnya Siska memutar mobilnya dan segera menjemput Alen disusul mobil sikembar dan mobil pengawalnya.
Didepan rumah Alen yang berusaha menelepon Elena tiba-tiba berjalan mundur dan Raka yang juga berusaha menelepon Riko juga berjalan mundur akhirnya mereka bertabrakan dan terjatuh saling bertatapan.
Tiba-tiba mobil Siska, sikembar, dan pengawal datang bersamaan.
Didalam mobil, empat sekonco melihat Alen yang terjatuh dibawah dengan Raka membuat empat sekonco berteriak bersama-sama.
" Alennn, jatuh ama kembar yang liat diaa, ga pakaiiiiii."
Ucap Mira sambil memandang ketiga sahabatnya.
" Aaaaalennnn, tiiiiidaklkkkk!!!! "
Teriak empat sekonco.
" Siti keluar, angkat Alen masuk mobil, cepatt!! "
Elena berteriak panik dan Sitipun keluar menarik Alen dan tiba-tiba Riko mengeluarkan kepalanya kejendela mobil menyapa Siti.
" Sitii haiii putri jowo, how are youu?? "
Teriak Riko
" Haloo juga mas Riko, byee. "
Alen yang terdiam dan menutupi wajahnya segera masuk kemobil Siska dan Siska segera memutar mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kencang menuju kampusnya.
Raka yang diam dengan wajah serius berdiri dan masuk kedalam mobilnya, sambil menatap wajah saudara kembarnya dengan sinis.
__ADS_1
" Gaaaawaaaaatttttt. "
Bersama-sama keempat saudara Raka berbicara pelan karena melihat kakaknya marah.