Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 23 : Latihan amburadul


__ADS_3

Senja telah nampak di ufuk barat. Sore itu 5 sekonco begitu bersemangat memulai latihan band mereka yang sempat fakum.


Setelah mandi dan bersiap, 3 sekonco segera meninggalkan kamar masing-masing dan menuju lantai bawah.


Tampak Siti ditemani Siska lagi asyik mengolah bahan makanan hingga berbau sangat menyedapkan.


"Hai Siti, Siska...masak apa malam ini?" Mira


" lagi masak sayur asem, balado terong sama dadar jagung. Ini makanan kesukaan bapakku...ayo buruan ambil nasi masing-masing ya!" Siti


" iuuuhhhh..Sitiii...itu masak apa sihhh aku gak sukaaa...hiks..hiks...aku lapar sitii" Elena merengek ke Siti.


"Cup..cup..tenang aja Elena...ini uda tak masakin salad sayur ada kentang rebus, selada, sawi, jagung manis sama hehe..maaf daun kangkung trus semua ta kasih bumbu pecel soalnya tadi kehabisan minyak sayur sama bumbu mayo nya. Yang penting vegetarian kan? Ayo dimakan semua, ojo nangis lagi!" Siti.


"Udahhh Ell...makan aja. Klo kurang sayurnya..tuh di taman banyak rumput..hihihi" Mira tos sama Siska.


"Wekkk...dasar netizen. Iya deh Siti makasih ya" Elena.


"Hemmm...masakan Siti memang mantap tiada bandingannya...eh gaess kayanya besuk kita bolos lagi deh. gak cukup kalo latihan cuman semalam. Kita besuk pagi-pagi harus uda latihan sampe malam biar makin top" Alen


"Asyikkk bolos lagi..aku suka..aku suka" Siska melompat kegirangan.


"Gimana Siti bisa kan sehari aja lah" Alen


"Duhh piye ya len, aku itu ndak boleh sering bolos lho" Siti


"Kan baru sekali Siti belum sering, jadi gak pa-pa lah" Mira


"Nanti aku telpon mas Riki dlu boleh apa ndak ya?" Siti.


Mereka berlima menikmati makanan dengan lahab.


Setelah selesai makan mereka membereskan meja makan dan langsung menuju ruang band.


"Ok, semua lakukan tugas masing-masing ya. Pasang kabel alat musik kalian" Alen


5 sekonco langsung mengambil alat musik mereka masing- masing dan memasang kabel. Setelah dirasa beres semua, mereka bersiap memainkan alat musik nya.


"Gaess...ayo gantian nyalakan ya. Mulai dari Elena" Alen memberi aba-aba.


"Ehemm...dengerin ya si Elena sexy beraksi( tiba-tiba keyboardnya gak ada suaranya) lhoo kok gak bunyi ya?" Elena


"Coba aku aja ya...jreggg...jreggg..lho kok ga nyala juga? Coba yang lain nyala gak?" Mira


Alen, Siti mencoba dan sama-sama tidak nyala.


"Debuk..debukkk...trengggg....mic ku gak nyala gaess" Siska mencoba drumnya.


"Coba kita telusuri kabelnya ya sapa tau ada yg konslet" Alen


"Iiuhhhh..banyak banget kabelnya ya...nggak ngerti deh...coba kita tukar aja Mira kabelnya. Ting..teng...ting....wah punyaku nyala" Elena kegirangan.


"Ealahhh...ketuker to kabelnya...ayo coba kita tuker-tukeran" Siti


"Punyaku kok ga bisa pake kabelmu Ell...?..coba tuker punyamu Siska! " Mira


"Dum...dumm..dumm...yee gitar bas ku nyala" Mira


"Duk..duk..cess..duk..duk..ces...mic drumd ku juga nyala" Siska


"Jrenggg...jrenggg... punyaku uda nyala juga" Siti


" Siti, kamu kan gak tuker kabel sendiri, kok tadi gak nyala?" Mira memandang Siti diikuti yang lain.


" Maaf, tadi lupa tekan on hehe makanya gak nyala" Siti


"Hufff...ya uda ayo mulai mainkan bagian masih-masing ya sesuai sama nada yang aku kasih di kertas depan kalian...let's go girl..." Alen


"Jedak...jeduk..ceng..jrenggg...jedak...jedukk ceng jrenggg...cess"


Suara band yang amburadul mengisi ruangan.


Masing-masing memainkan musiknya tanpa memperdulikan nada dan teman se band nya.


"Haduhhh...gaesss...amburadul banget sih...liat dunk nadanya..ayo ulangi lagi" Alen berteriak marah-marah.


Ke 4 sekonco mulai lagi. Tapi tidak dengan Siska.

__ADS_1


"Ini gimana aku masuknya ya...nadanya ancur banget...ya udalah aku tutupi telingaku pake kapas aja..tar aku mainnya pake filling...gak kuat telingaku dengernya...duhh" Siska menutup telinganya dan main drum hanya mengandalkan fillingnya aja dan akhirnya....


" iyeèe...iyeee...huhuhu auwww...nanana..." Siska


Alen bernyanyi metal dengan nada yang fals diiringi dengan musik yang amburadul.


Sedangkan Siska mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa mendengar musik mereka dan asyik memukul drumnya yang sangat tidak pas dengan nada teman-temannya.


Dirumah Raka.


" Aduhh...suara berisik apaan sih ini? Gak tau uda malam apa ya?" Reki menutup telinganya.


"Parah orang ini, gak tau musik tapi main musik. Bikin pusing aja" Riki


"Kayanya mesti kita samperin nih orang biar sadar diri" Riko


"Hihhhh...suara drum nya hancur banget. Awas ya klo ktemu ta pites tuh orang. Ayo gaess kita datangin" Roki


4 kembar keluar dari rumah mereka dan berjalan ke arah suara band yg berisik.


"Gaess..kok arahnya ke sebelah ya?" Riki


"Masak sih...eh bener..ayo kita tanya aja ya" Reki


4 kembar memasuki halaman rumah geng sekonco dan memencet bel. Tapi berkali-kali tidak ada yang membuka.


"Apa mereka gak denger kali ya..eh liat pintunya gak dikunci..duhh ceroboh banget sih" Riko


Setelah 4 kembar masuk rumah, mereka mengikuti arah suara dan sampe ke ruang band.


"Hahhhh....jadiiiii" 4 kembar barengan.


"Ehhh ada mas-mas kembar..ada apa datang kesini ? Apa mau dengerin kita latihan ya? " Siti


5 sekonco menghentikan latihannya karena kedatangan 4 kembar.


"Kalian lagi ngapain sih?" Reki bertanya


"Kita lagi latihan buat ikut lomba band di kampus, gimana tadi enak gak? " Mira menatap Reki dengan tersenyum.


"Jadi nggak enak lagu kita ya?" Mira ngambek sambil memalingkan wajahnya.


"Maksud saya itu enak...enak banget..mantap...ya kan gaess?" Reki tertawa terpaksa diikuti 3 kembar lainnya.


" Roki sayang, tadi denger gak pukulan drum ku mantap kan?" Siska bertanya kepada Roki dengan tersenyum manis.


" hehe...iya sayang..enak sekali...kamu sangat berbakat" Roki


"Eh..Roki katanya yang pegang drum mau kamu pites...tuh pites sana klo brani!" Riko berbisik dan tertawa sambil menutup mulut bersama Reki dan Riki.


"Waduhh..gak brani gaesss...klo ngambek bikin pusing" Roki


" iiuuhhhhh...kamu pasti mau denger musik Elena yang sexy kan?" Elena berjalan ke arah Riki dan menyentuh dagu Riki dengan jarinya.


"Iya..iya sexy...aku mau denger..kamu memang pandai main musik....iya kan gaes kita dengerin ya" Riki tersenyum dan langsung duduk di depan Elena.


"Katanya tadi gak tau musik dasar si Rikiii...gara-gara dia nih kita bakalan sakit telinga semaleman" Riko berbisik ke 2 kembar lainnya dan akhirnya mengikuti Riki untuk duduk mendengarkan 5 sekonco latihan.


Kembali suara band yang amburadul terdengar nyaring di telinga 4 kembar dan mereka ikut mengangguk-anggukan kepala sambil tersenyum seolah menikmati musik 5 sekonco.


Saat jam menunjukkan pukul 10 malam lebih, 4 kembar berpamitan pulang.


"Maaf, ini uda malam...kita pamit dulu ya. Besuk pagi-pagi harus kuliah..jangan lupa kunci pintu ya" Riki


"Waitttt Riki, kamu kasih ijin gak, kalo besuk Siti gak masuk? Soalnya kita mau latihan pagi-pagi nih...kasih ijin ya honeyy?" Elena mengedipkan matanya sambil memegang tangan Riki.


"Aduhh..mana bisa nolak klo uda kaya gini...tentu saja saya ijinkan cantik..anything for you" Riki


"Siti sayang...mas Riko juga pamit ya...klo gak ada yang antar pulang dari kampus,telpon aja tar mas Riko anterin" Riko


" iya mas Riko, makasih ya" Siti


"Bye..bye...kita pulang ya...Siska sayang sampai ketemu besuk...kamu main drum nya keren deh" Roki


"Makasih sayang...tar dengerin lagi ya " Siska


Roki mengangguk pelan sambil meringis kemudian meninggalkan sekonco bersama ke3 kembar langsung berjalan cepat meninggalkan rumah Alen.

__ADS_1


Sesampai di rumah, mereka langsung masuk kamar masing-masing dan menutup kepala dengan bantal.


"Aduhhh...telingakuu...aku gak tahan rasanya mau pecahh" Riko


5 sekonco melanjutkan latihan sampai lebih dari tengah malam.


Karena kelelahan mereka berlima akhirnya ketiduran di sofa-sofa yang ada di ruang tamu.


Saat itu mentari sudah bersinar sangat terang menghilangkan embun-embun pagi.


"Duhh iki sikile sopo berat banget" Siti mengangkat kaki Siska yang ada di perutnya sedangkan tangan Siska ada di kepala Siti. Mereka tidur berdua di salah satu sofa.


"Oalahhh...wes jam 9. Aku telat kuliah piye iki" Siti kebingungan


" iiiuhhhh...brisik banget sih...ini kakinya sapa juga didepan hidung aku...nyebelin"Elena


Elena dan Mira tidur di sofa satunya yg lebih besar dengan posisi berbalik sehingga kaki Mira ada di kepala Elena.


Sedangkan Alen tidur di karpet di bawah mereka dengan posisi terlentang.


"Gaesss..bangun uda siang aku telat ini lho" Siti


"Huaaaaa( menguap)...kamu kan uda diijinin si Riki bolos Sitiìii.." Mira melanjutkan tidurnya lagi.


"Oiya...lupa aku...tapi ini uda siang. Ayo pada bangun trus mandi tar ta bikinin sarapan" Siti bangun hendak menuju kamarnya.


" Sitii, jangan tinggalin aku! Aku ikut" Siska memegang lengan Siti dan meletakkan kepalanya di pundak Siti dengan mata tertutup mengikuti Siti kekamar mereka.


Akhirnya Elena dan Mira ikut naik ke lantai atas menuju kamar masing-masing sambil membangunkan Alen.


" len..bangun lenn...gaya tidurmu gak asyik tau gak. Menganga sambil terlentang gitu...ayooo pindah kamar!" Mira menarik tangan Alen.


Sesampai dikamarnya, Alen menatap balkon Raka.


"Kemana sih si jutek, dari kmaren ga kliatan sama sekali? Telpon gak ya...ahh gak usah..tar GR lagi" Alen kembali merebahkan badannya.


Setelah 1 jam lebih 4 sekonco telah bersiap dan turun kelantai bawah menuju ke ruang makan.


Siti sudah menyiapkan sarapan yang kesiangan buat teman-temannya.


"Wes ayo sarapan, abis gitu latihan lagi ndak boleh buang waktu lho. Kita uda bolos harus dimanfaatin biar ndak sia-sia waktunya " Siti bicara dengan serius.


"Tumben banget si Siti oon nya hilang" Elena


Mereka berlima sarapan dengan malas karena masih merasa mengantuk.


" Raka kemana sih...kok gak ada kabarnya sama sekali?" Batin Alen sambil menatap jendela ke arah kamar Raka.


"Ehh liat tuh Alen, kamu cari tau ya Siska, kemana si Raka...tanyain Roki! " Mira berbisik ke Siska dan Siska menjawab dengan anggukan.


Setelah selesai sarapan 5 sekonco duduk sebentar dengan santai di ruang tamu karena kekenyangan sebelum melanjutkan latihan mereka.


Rumah Raka


"Haloo...iya kak maaf kita bolos..soalnya itu..anu..tar klo kakak pulang pasti tau alasan kita. Iya besuk gak bolos lagi( menutup telepon)...aduhhhh kenapa kalian pindah ke kamarku sihhh. Sempit tau gakk" Riko terkejut melihat 3 sodaranya pindah ke kamarnya sambil menutup bantal. Karena mengantuk Riko pun melanjutkan tidurnya.


Rumah Alen


"Ehh...knapa tuh di depan rame banget, kayanya ada yang mau pindah depan rumah kita deh" Alen mengintip di jendela diikuti yang lain.


" ooo...cuman anak-anak kecil aja paling sama orang tuanya...kirainn yang bening-bening hehe" Mira


"Emang Reki kurang bening? Ta bilangin lho" Siska


"Ehh jangan dunks Siska...awas ya klo bilang" Mira


"Emang kenapa? Jangan-jangan uda mulai suka ya?" Siska


"Kamu berisik banget sih...wekkk" Mira menjulurkan lidahnya ke Siska.


Ketika 5 sekonco hendak meninggalkan jendela tiba-tiba mendengar suara bagasi mobil ditutup dan seseorang berbicara.


"Brakkk( suara bagasi ditutup)...anak- anak...bawa barang kalian masing-masing ya..jangan ribut!


Seorang laki-laki berperawakan tinggi kekar wajahnya campuran indo bule dengan hidung yang mancung, kulit putih, bermata coklat dengan rambut sebahu sedang menyibakkan rambutnya dari arah depan ke belakang.


"Wahhh...gantengnyaaaa.." 5 sekonco bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2