Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 37 : FANS PSIKOPAT


__ADS_3

Setelah Alen mendapatkan telepon dari seseorang yang misterius, Raka memeluk Alen sambil bersandar di difan tempat tidur hingga Alen tertidur. Raka yang merasa gelisah tak sanggup menahan kantuknya dan akhirnya ikut tertidur.


Pagi-pagi sekali Alen mulai membuka matanya saat cahaya mentari mulai menari-nari di wajahnya.


" Ahhh...kasian sekali, Raka pasti sangat lelah menjagaku semalaman." Alen membelai wajah Raka yang terlelap.


Perlahan Alen melepaskan pelukan Raka dan berdiri menuju kamar mandi. Alen menyalakan showernya dan membiarkan air membasahi tubuhnya. Setelah membersihkan seluruh tubuhnya, Alen mematikan shower dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk.


Raka mulai membuka setengah matanya. Dengan rasa kantuk yang masih melanda, Raka berdiri dan membuka pintu kamar mandi dengan santainya. Matanya yang setengah terpejam berubah menjadi terbelalak melihat Alen yang hanya menutupi tubuh bawahnya dan memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang putih mulus.


" Aaaaaa....Raka kenapa kamu masuk kamar mandikuu...brakkk"


Alen kaget melihat Raka yang tiba- tiba masuk dan menatapnya, kemudian mendorong Raka keluar dan menutup pintu kamar mandi.


" Haduh...aku lupa kalo sekarang di kamar Alen. Aku pikir ini kamarku...hihihi benar- benar pagi yang indah." Raka mengucek kedua matanya dan tertawa sambil menutup mulutnya.


" Maaf Alen, aku tidak sengaja lihat. Aku pikir ini kamar mandiku." Raka menjawab dengan santai sambil kembali duduk di kursi.


" Kau itu menyebalkan...kembali sana ke kamarmu!" Alen berteriak


" Ahhh...tidak mau. Aku mau menunggumu disini." Raka kembali memejamkan matanya.


Alen cepat-cepat mengganti bajunya dan keluar dari kamar mandinya.


" Apa yang sudah kau lihat?"


" Aku tidak melihat apa-apa. Aku tadi masih menutup mataku. Tenang saja!" Raka tersenyum licik.


" ( huhhh...syukurlah dia tidak melihatku tadi) ." Alen bernafas lega.


" Aku cuman tidak sengaja melihat tubuhmu seperti waktu pertama dulu. Cuman kali ini tidak pake teropong..hehehe." Raka tertawa sambil mengedipkan satu matanya ke Alen.


" Apaaa...buk...buk..buk."


Alen melempar bantal ke Arah Raka dan Raka dengan santai menangkap bantal yang dilempar Alen dan memakaikan di kepalanya sambil berebah di sofa.


" Kenapa kamu malah tidur? Sana kembali ke kamarmu!"


" Gak mau. Aku mau menjagamu. Lagian mulutku masih sakit, kau harus mengobatinya" Raka menutup matanya dengan salah satu bantal yang dilempar Alen.


" Ayolah Raka ini sudah pagi. Tidak mungkin orang aneh itu berani kesini lagi. Lagian para pengawalmu sudah berjaga di sekeliling rumah kita. Segeralah bersiap! Kita bisa terlambat ke kampus."


" Kita tidak akan ke kampus hari ini. Aku sudah menelpon pihak kampus untuk mengijinkan kalian semua hari ini." Raka masih memejamkan matanya di sofa.


Alen duduk di kursi riasnya sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


" Hemm...harum banget baunya. Huhhh...jadi pengen cium aja" Raka sedikit melirik ke arah Alen.


" Trus sampai kapan kita tidak ke kampus? Lagian aku bisa jaga diri. Kau tidak perlu khawatir."


" Benarkah? Trus tadi malam siapa yang ketakutan sampai peluk-peluk pake pegang-pegang tangan segala? Bilang aja kalo ambil kesempatan biar deket-deket sama aku! Padahal aku uda mau pulang." Raka masih pura-pura terpejam.


" ( Kayanya dia nantangin aku nih..liat aja) Kalo iya emang kenapa? Gak mau nungguin juga gak pa-pa. Aku bisa telpon fan ku yang lain untuk menjagaku." Alen menyibakkan rambutnya dan berjalan melewati Raka untuk mengambil hpnya di kasur.


Raka langsung membuka matanya dan menarik Alen hingga berada dipangkuannya.


" Coba saja kalo kamu berani berbicara dengan laki-laki lain! Aku akan menghajar mereka dan mencongkel mata mereka yang berani menatapmu."


" Ternyata kau itu sangat mengerikan ya."

__ADS_1


" Aku bisa menjadi seperti apa saja untukmu. Sekarang kau obati bibirku!"


" Ok, aku ambil salep dulu." Alen hendak beranjak dari pangkuan Raka namun ditahan oleh Raka.


" Gak usah pake salep. Pake ini aja."


Raka mendekap Alen dan mencium bibirnya dengan lembut. Saat mereka terhanyut dengan penyatuan bibir mereka, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Raka.


" Tok..tok..Alen...are you awake?" Elena mengetuk.


" Raka lepasin dunk..kamu balik sana ke kamarmu. Tar temen-temen lihat kamu disini mereka bisa salah paham."


Raka melepaskan ciumannya dan mereka berdua berdiri dari sofa.


" Baiklah, aku akan kembali kekamarku setelah itu akan kembali lagi. Kau kan janji akan mencuci rambutku."


" Iya buruan pergi sana!"


Raka berjalan menuju balkon namun berbalik dan berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya.


" Ceklek( suara pintu kamar)..hai Elena, good morning."


Raka tersenyum kemudian ke arah Alen dan mencium keningnya lalu keluar dari kamar Alen dan berjalan santai menuruni tangga menuju lantai bawah.


" Hai Siti, Mira, Siska...good morning."


Elena yang berada di depan pintu kamar Alen hanya bisa menganga bersama 3 sekonco yang lain yang berada di lantai bawah.


Dengan santai Raka melewati mereka dan menuju rumahnya melewati pintu belakang yang ada diruang makan.


" What...kok Raka yang keluar dari kamar Alen?"


" It's not what you think...( dasar Raka menyebalkan)." Alen menyengir.


4 kembar sedang duduk santai didekat kolam renang sambil berolahraga. Mereka terkejut melihat kakaknya masuk dari pintu penghubung rumah mereka dengan rumah sebelah.


Apalagi Raka masih mengenakan baju yang dikenakannya kemaren dengan sedikit berantakan dan rambut yang acak-acakan.


Merekapun baru menyadari bibir Raka yang merah mulai membiru dan sedikit bengkak.


" Gaesss....lihat tuh kakak! Kok datang dari pintu itu." Reki bersama 3 saudaranya tercengang.


" Kak Raka, kakak habis darimana? Ko gak ganti baju dari kmaren?" Riko menatap curiga.


" Habis dari sebelah. Iya gak sempat pulang jadi gak sempat ganti baju." Raka menjawab santai sambil melewati mereka.


" Jadi kakak nginep di sebelah?" Reki


" Hemm" Jawab Raka singkat.


" Kak, tunggu. Itu kenapa bibirnya kok bengkak?" Roki dan Riki menatap bibir Raka sambil memegang dagu.


" Abis digigit sama cewek sebelah. Kenapa? Pengen?" Raka dengan wajah datarnya kemudian meninggalkan 4 saudaranya dan menuju ke kamarnya.


" Wahhhh....kakak bahaya. Sekali dapat cewek langsung dapat yang liar. Uhuiiii....aku juga kepengen...hahaha." 4 kembar tertawa.


Hari itu 5 sekonco merasa sangat bosan berada di dalam rumah.


" iiuhhh...boring banget deh. Emang kita gak bisa pergi kemana gitu."

__ADS_1


" Kayanya aku harus kesupermarket. Semua bahan makanan kita habis. Aku gak bisa masak. Wes mending aku yang pergi aja sama Siska , Alen tunggu dirumah ya. Kalo Elena mau ikut ya wes, ikut aja " Siti


" Aku ikut, Siti. Males dirumah aja. Lagian ada juga yang harus aku beli." Mira.


" Aku juga ikut. Gak mau aku dirumah sendiri. Udah deh..ayo kita brangkat semua."


5 sekonco menuju keluar rumah dan hendak masuk ke mobil Siska. Tiba-tiba salah satu pengawal Raka mendekati mereka.


" Maaf nona-nona, Tuan Raka melarang kalian untuk keluar rumah."


" Kita cuman mau ke supermarket deket sini saja. Mau beli keperluan wanita. Bilang aja penting banget." Alen langsung menutup pintu mobil.


Kali ini Alen yang menyetir mobil Siska. Pengawal langsung menelpon Raka dan mengabarkan Alen keluar dari rumah.


" Apa? Kenapa kalian biarkan? Cepat buntutin mereka. Sebentar lagi aku akan turun."Raka secepatnya turun ke lantai bawah dan berlari menuju mobilnya.


Raka mencoba menelpon hp Alen namun tidak ada jawaban.


4 kembar yang mengetahui dari para pengawal, langsung ikut ke mobil Raka.


Sampai di supermarket, 4 sekonco turun duluan sedangkan Alen hendak memarkir mobil.


" Mira, lebih baik kamu tungguin Alen ya. Nanti kamu barengan sama Alen masuk kedalam. Kita bertiga masuk dulu, biar belanjanya cepet" Siti


" Oke deh aku tungguin Alen disini."


Mira menunggu Alen di depan Pintu masuk supermarket sambil memainkan hpnya.


Saat Alen selesai memarkir mobil, Alen membuka tasnya untuk mencari hpnya. Ternyata hp Alen lupa dihidupkan. Saat Alen menghidupkan hpnya, tiba-tiba hpnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Alen membuka hp dan membacanya.


" Sebentar lagi kita akan bersama, sayang. Kau akan menjadi pengantinku." Pesan misterius.


Alen langsung menolah kekanan dan kekiri melihat sekelilingnya dengan panik.


" Hahh...banyak orang disini. Dia pasti tidak berani macam-macam." Dengan santai Alen keluar dari mobil dan berjalan ke arah Mira.


Mira yang saat itu sedang menerima telpon dari Roki, melihat Alen dari jauh berjalan kearahnya.


" Iya sayang, ini kita lagi disupermarket. Tenang saja tuh Alen sudah jalan ke arahku. Bilang aja sama Raka gak perlu kawatir. Iya aku juga merindukanmu."


Saat Alen sudah beberapa meter dari Mira, tiba-tiba ada seorang laki-laki berjalan menabraknnya hingga tas Alen terjatuh.


" Maaf nona, aku tidak sengaja. Mari, kubantu!"


" Tidak apa-apa biar aku ambil sendiri." Jawab Alen dengan ramah.


" Kau memang wanita yang sangat sempurna. Karena itu aku mencintaimu, Alen."


Alen sangat kaget mendengar ucapan laki-laki itu.


" Bagaimana kau tau namaku?" Alen bergegas meninggalkan orang itu namun dengan cepat laki-laki itu menutup mulutnya dengan sapu tangan yang telah diberi obat bius sehingga Alen menjadi lemas tak sadarkan diri.


Laki-laki itu menangkap tubuh Alen dan dan menggendongnya kemudian memasukkan ke dalam mobil yang tiba-tiba datang dan berhenti didepannya.


Mira yang saat itu tersenyum sambil berbicara di hpnya tiba-tiba terbelalak dan menjerit.


" Alennnn....Rekii... seseorang menculik Alen." Mira berlari mengikuti mobil penculik namun mobil itu telah berlalu dengan kencang.


" Akhirnya aku mendapatkanmu , sayang. Kita tidak akan terpisahkan selamanya..hahahaha" fans psikopat

__ADS_1


__ADS_2