Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 41 : RAKA YANG POSESIF


__ADS_3

Setelah kejadian penculikan Alen, Raka lebih banyak berdiam dikamarnya. Wajahnya yang sempat berubah menjadi cerah dengan senyum tampannya kini kembali seperti semula menjadi datar dan jutek.


Setelah membersihkan tubuhnya, Raka mencoba memejamkan matanya. Rasa lelah membuatnya tertidur.


" Aku akan menjadikan dia pengantinku. Aku akan menjauhkan dirinya darimu. Alen, kita akan bersama selamanya..hahhaha"


" Tidakkk...tidakkk...Alennn..."


Raka terbangun dari mimpinya dengan bercucuran keringat


" Aku harus menemui Alen."


Kamar Alen.


" Duhh...badanku sakit semua dan pegal- pegal. Udah lama aku tidak menghajar orang jadi gini deh lebam-lebam semua."


Alen mengoleskan salep ke badannya yang lebam karena perkelahiannya dengan anak buah Tama. Tak lama seseorang mengetuk pintu balkonnya.


" Tok..tok..."


" Ngapain malam-malam gini Raka kesini? Bukannya dia nyuruh aku untuk istirahat?"


" ceklek( pintu dibuka) Raka...ada apa?"


Raka hanya terdiam menatap Alen dengan wajahnya yang penuh keringat.


" Apa kamu sakit? Kenapa kau berkeringat seperti ini?" Alen menarik Raka untuk masuk kekamarnya dan menyuruhnya duduk di sofa.


Dengan lembut Alen menyeka keringat Raka dengan handuk kecil dan melepas kaos Raka yang penuh dengan keringat.


" Duhhh... kenapa aku harus gantiin bajunya ya. Diakan bisa sendiri. Tapi dari tadi diem aja. Kenapa sih?" Alen membatin sambil mengambilkan kaos miliknya yang paling besar.


" Kayanya ini cukup deh buat kamu. Pake ya!"


Alen memakaikan kaos besarnya yang berwarna ke Raka.


Raka yang terdiam tiba-tiba memeluk Alen.


" Kamu kenapa Raka? Apa yang terjadi."


" Diamlah! aku hanya ingin memelukmu saja. Apa ini? tubuhnya banyak sekali lebamnya? Apa dia menyakitimu? Aku akan membunuhnya walaupun dia berada dipenjara sekalipun."


Raka tiba-tiba emosi sambil memegang tubuh Alen yang lebam.


" Kenapa kau seperti ini Raka? Aku baik-baik saja. Bukannya biasa jika kita berkelahi badan kita akan lebam-lebam? Lihatlah badanmu juga seperti itu kan!"


" Alen, aku tidak bisa melihatmu terluka sedikitpun. Dan aku tidak bisa melihat kau dalam bahaya lagi. Mulai hari ini kau harus berada disampingku. Aku akan bersamamu kemanapun kau pergi. Apa kau mengerti?"


" Tentu saja aku tidak mengerti, Raka. Kenapa kamu menjadi sangat posesif seperti ini? Aku tidak suka. Bukankan kau sudah bilang kalo aku boleh tidak setuju dengan keinginanmu?"


" Huff...sepertinya aku tidak bisa berdebat dengannya. Lebih baik aku menurutinya dulu." Raka membatin.


" Baiklah...kau tidurlah aku akan menjagamu disini!"


Semalaman Raka menjaga Alen dengan tidur di sofa. Mata Raka tidak pernah beralih menatap Alen. Namun perlahan mata Raka tak mampu terbuka, sedikit demi sedikit Raka terlelap dalam tidurnya.


" Tidakkk....aku tidak akan membiarkan kau membawanya. Alennn....jangannn."


Raka kembali bermimpi buruk dan bereriak hingga membangunkan Alen.


" Ada apa Raka? Apa yang kau mimpikan?."


Alen turun dari ranjang dan mendekati Raka.

__ADS_1


Dengan keringat dingin Raka memegang wajah Alen.


" Katakan kau tidak akan menghilang lagi! Ijinkan aku menjagamu Alen, kumohon!"


" Aku tidak mengerti, tapi baiklah kau boleh mengikutiku kemanapun aku pergi."


Raka tersenyum dan mencium bibir Alen. Saat mata Alen tertutup, Raka kembali menciumnya dengan dalam dan lembut sambil menggendong tubuh Alen dan membaringkannya kembali ke ranjang. Setelah melepaskan ciumannya, Raka menyelimuti Alen dan mencium keningnya.


" Tidurlah kembali. Kau pasti sangat lelah."


Raka kembali berbaring ke sofa dan memandang Alen.


Keesokan paginya Riki sibuk dengan laptopnya bahkan dia mengabaikan saudara-saudaranya yang ribut sambil bercanda.


" Ehh..lihat tuh! Si Riki kenapa ya?" Riko penasaran


" Sejak kemarin di sibuk sama laptopnya. Kayanya ada sesuatu yang penting yang sedang dikerjakannya. Kita lihat yuk!"


" Riki, kamu lagi ngapain sih? Kayaknya serius amat." Reki tiba-tiba membalik laptop Riki dan membacanya


" Ehhh..jangan dibaca! kembalikan!"


Riki berusaha mengambil laptopnya namun dihalangi oleh Roki


" Astaga...gaesss coba deh baca! Riki lagi baca bagaimana cara berkencan dengan pasanganmu. Hahaha...jadi ini yang kamu baca dari kmaren? Reki tertawa bersama Riko dan Roki.


" Ini kan kencan pertamaku...jadi aku gak tau kencan itu kaya apa. Aku gak mau ngecewakan Elena." Jawab Roki sambil cemberut.


" Apa kau lupa? Saudaramu ini sering sekali berkencan dengan banyak wanita. Kenapa kau tidak menanyakan kepadaku?" Riko


" Playboy tapi sampai sekarang gak berani nembak cewek incarannya nih." Sindir Reki ke Riko


" Hehe...iya..ya...kalo Siti itu beda gaess sama cewek-cewek yang lain. Aku selalu tidak bisa menggunakan jurus-jurus rayuan mautku ke dia. Didepan Siti aku itu kaya anak abg yang pertama kali jatuh cinta gitu. Deg degan banget." Riko menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Emang sama cewek-cewekmu yang dulu kamu gak ngerasain kaya gitu?" Roki sambil makan snack.


" Huhhh...dasar playboy. Mending sekarang kita bantu si Riki nih kasian. Tenang Riki kita akan bantu kamu nanti!" 4 kembar tos bersamaan.


Seperti ucapan Raka, kemanapun Alen pergi Raka selalu mengikutinya.


" Kali ini jangan ikut aku ke bawah dunk...aku gak mau temen-temenku lihat kau semalaman menjagaku." Alen mendorong Tubuh Raka yang hendak ikut Alen ke lantai bawah.


" Kenapa? Apa aku harus masuk lewat pintu depan?"


" Pokoknya kamu gak boleh ke bawah lewat pintu kamarku. Lebih baik kamu pulang sana lewat balkon."


" Hemmm" Raka berjalan ke balkon dan kembali ke kamarnya.


" Hufff...leganya. Aku tidak harus menjelaskan panjang lebar ke teman-temanku."


Alen turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama 4 sekonco.


4 kembar masih membahas kencan Riki saat Raka dengan santai berjalan dari kamarnya dengan memakai kaos pink ketat bergambar panda kepunyaan Alen


" Mau kemana kak? Kaosnya bagus banget. Punya siapa kak?" 4 kembar heran memandang Raka memakai


" Mau kesebelah. Punya Alen. Kenapa emang?" Jawab Raka singkat.


" Kalo ke sebelah, hehe kita ikut boleh?"


" Gak boleh! "


" Kenapa? " 4 kembar bersamaan.

__ADS_1


" Emangnya kakak gak tau kalo tugas kuliah kalian belum selesai kalian kerjakan? Kakak memang meminta ijin untuk kita dan sekonco beberapa hari kuliah di rumah. Dan kalian malah enak-enakan gak ada yang ngerjain tugas. Kalo tugas kalian belum ada yang selesai, kalian tidak boleh bertemu sama sekonco, titik. Mengerti!"


" Siappp, kakk." 4 kembar berbarengan.


Alen dan 4 sekonco berada di ruang makan sedang menikmati nasi pecel buatan Siti. Tiba-tiba pintu dapur Alen terbuka dan Raka masuk kedalam lalu duduk di samping Alen.


5 sekonco menatap Raka dengan heran.


" Apa aku boleh ikut sarapan disini? Baunya sedap sekali. Kalian makan apa?" Raka tiba-tiba bertanya.


" Aku masak nasi pecel, mas Raka. Mau nyoba ya?"


" Boleh Siti, terimakasih."


Alen langsung berdiri dan menyiapkan sepiring nasi pecel untuk Raka.i


" Iiiuhhh... Raka, itu kaos kok kayanya pernah tau ya." Elena melirik ke Raka.


" Iya..ini kaosnya Alen. Aku pinjem semalem." Jawab Raka sambil menyantap nasi pecel.


" Semalem?" 4 sekonco barengan


" Duhh...kenapa Raka gak ganti baju dulu sih. Tar pasti temen-temen pada penasaran nih. Nyebelin banget." Batin Alen.


" Gaess, abis ini kita harus ke toko buku untuk persiapan ujian." Mira


" okeyy." Jawab 4 sekonco barengan


" Ya udah nanti aku siapkan mobil dan pengawal untuk kalian. Aku akan menemani kalian nanti." Raka


" What...maksudnya bagaimana Raka?" Elena penasaran


" Mulai hari ini, jika kalian mau keluar rumah kalian tidak boleh keluar berlima. Aku akan ikut kemanapun Alen pergi. Jadi mau tidak mau kalian juga sama. Pengawalku akan selalu membuntuti kemanapun kalian pergi."


" Wahh..kaya artis ya pake dikawal-kawal." Siti.


" Raka, kamu gak harus kaya gitu dunk. Kasian kan teman-teman aku jadi gak bebas gitu." Alen cemberut.


" Kalo kalian tidak mau, kalian tidah usah pergi. Pengawalku yang akan membelikan semua kebutuhan kalian."


" Apa 4 saudaramu juga akan ikut bersama kami?" Siska bertanya.


" Tidak, mereka harus mengerjakan tugas kuliah."


" Kalo begitu aku tidak mau. Tidak perlu nyuruh pengawal untuk menjaga kita. Aku hanya mau dikawal sama 4 saudaramu saja. Kalo mereka tidak bisa, tidak usah saja. Dan kami bisa membeli kebutuhan kami sendiri. Bagaimana gaess?" Mira mengilangkan tangannya dan menatap Raka sinis.


4 Sekonco langsung berdiri di belakang Mira sama-sama menyilangkan tangan untuk mendukung perkataan Mira.


" Hufff...baiklah aku akan menyuruh saudara-saudaraku bersiap."


Di balik jendela dapur, ternyata 4 kembar mengintip karena penasaran dengan sikap kakaknya.


" Yesss...kita bisa sama-sama terus sama sekonco..hihihi." Reki tos dengan ketiga saudaranya.


Setelah menghabiskan sarapannya Raka berdiri dan berpamitan ke Alen.


" Aku balik dulu. Nanti aku kembali."


Saat Raka membuka pintu dapur, tiba-tiba ada suara


" Bruaaakkkk..."


4 kembar terjatuh dan saling bertindihan saat akan berlari meninggalkan halaman belakang karena takut ketahuan mengintip oleh Kakaknya.

__ADS_1


" Sudah kuduga kalian dari tadi mengintip kan?" Raka berkacak pinggang menatap saudara-saudaranya.


" Hehe....kaburrrrr..." 4 kembar berlari menuju rumahnya.


__ADS_2