
Jam menunjukkan pukul enam malam dan ketika Alen masih menikmati tidurnya dari siang tiba-tiba terdengar suara yang seperti terompet yang sangat keras dari luar kamarnya sampai membuatnya terbangun.
" teeeettttt, tooottttt, teeettttttttttt" suara terompet yang ditiup Elena sehingga membuat semua ketiga sahabatnya terbangun dan segera keluar dari kamarnya, kecuali Siti yang sudah dibawah menyiapkan makan malam.
" Oh walah Elll, aku dibawah sampai kaget iki garam sak toples tumpah kemakanan iki gimana Ell " Siti dengan kebingunan menumpahkan semua garam kedalam masakannya.
" Aaahhhhh, siapaa sihhhhhh berisikkkk!! " Alen yang kaget mendengar suara terompet dan segera membuka pintu kamarnya.
" Ya, ampunnnn apa ini suara yang bisa memecahkan telingaa! " Mira dengan baju tidur hitamnya keluar dari kamarnya dan kaget melihat Elena.
" Sitiiiii, dimana kamuuu, ada hantu terompettt, hadeww kenapa sih Siti ini ninggalin aku sendirian dikamar " Siska yang ketakutan dikamar dan mendengar bunyi terompet segera berlari keluar dari kamarnya.
"Ya ampun Elenaa kenapa sihh" Alen yang masih kesal dengan Elena karena mengagetkannya.
" Iya, Elena haduhh aku sampai hampir kena serangan jantung " jawab Mira yang menghampiri Elena.
Sementara Siska turun kebawah mencari Siti. Tidak menghiraukan Elena, Alen, dan Mira didepannya.
" Eiittss, whatt Siska kenapa aku Elena si seksi kamu cuekin, ahhh sudahlah, Alen, Mira, dan eh mana nih yang dua, ohhh noo, udahlah setelah makan malam kita harus bersiap-siap, jelas! " Elena yang membuat Alen dan Mira menggelengkan kepalanya tidak mengerti apa yang Elena katakan dan segera kembali kekamarnya mengganti baju.
" Mengagetkan aja, siseksi Elena, helooooo no no no, hahaha" Alen yang menirukan gaya Elena dikamarnya dan kemudian kembali membuka jendela kamarnya melihat kamar rumah sebelah yang tepat berhadapan dengan kamarnya.
" Hah apa ituu, aku yakin ada cahaya, tapi bagaimana mungkin tidak ada orang disana, apa benar itu hantu?, aah sudahlah aku mau kebawah " Alen segera berganti pakaian dan turun kebawah.
" Halooo, wess ayo friendd turun kebawah uda matang ini foodnyaa " teriak Siti memanggil para sahabatnya.
" Gimana Elll, wes bagus to inggrisku, pinter to akuu? " tanya Siti kepada Elena.
" Good job Siti " jawab Elena dengan memberikan jempol kepada Siti.
Ketika Alen dan Mira turun kebawah dan menuju kemeja makan, mereka kaget melihat masakan Siti yang hanya masak sayuran dan garam. Sementara Siska yang sudah duduk dimeja makan duluan menutupi mulutnya melihat sayuran didepannya.
" Apa ini?, Siti kamu masak apa?, sawi hijau, selada setumpuk, sawi putih, bayam merah,hanya direbus dan garam " tanya Alen.
" Emang, kita, bekkkk embekkk " Mira dengan kesal protes kepada Siti.
" Noo, tidak Siti, ini semua perintah Elena sicantik dan seksi, karena nanti malam kita akan melakukan sesuatu yang berbahaya bahkan bisa membuat kita mati! " ucap Elena dengan serius sambil memukulkan tangannya dimeja makan.
" Apaa, matii, jangann Elenaa aku belum nikahh, truuss kalau gak nikah berarti aku masih perawan, trus klo mati aku bisa jadi hantu perawan, huaaaa jangannn " Siska yang kemudian ditutup mulutnya oleh Alen agar tidak melanjutkan bicaranya.
" Oh my, Siskaa makanya kita harus makan makanan healty dan tidak berlemak agar kita kuat dan bisa segera lari kalau ada hantu, bayangkan kalau kita kenyang, kita gak bisa konsen nanti soalnya ngantuk " Elena yang membuat Alen dan Mira menepukkan jidatnya dan terpaksa duduk dimeja makan.
" Wess, ayoo makan kita harus banyak syukur walaupun cuman sayur ndak boleh nesu yoo friend, yang penting bisa makan, wess, ayoo-ayoo " Siti yang selalu bisa mengatasi keributan para sahabatnya.
" Huuhhh, kenapa kita nurut banget ama miss iuuhhh, celaka bener ini, ahhh asin banget Sitii " Mira yang akhirnya memakan sayuran buatan Siti dengan wajah muram dan keasinan.
" Iyaa, asin bangett Sitiii " Alen yang mengunyah sayuran buatan Siti sambil menutup mulutnya dan mengerutkan kedua alisnya menahan rasa asin.
" Iyoo maaf ya friend tadi kaget denger suara terompet Elena gak sengaja numpahin garam sak toples di sayurnya pas direbus " Siti yang menjelaskan kepada Alen dan Mira sambil nyuapin Siska supaya mau makan karena Siska menutup mulutnya dan tidak mau makan sayur.
" Stoppp, semua makannya cukup ayo kekamarku " Elena yang menghentikan makannya dan memukulkan tangannya dimeja hingga membuat para sahabatnya kaget bahkan Mira sampai menjatuhkan sendoknya.Dan mereka semua menuruti perintah elena untuk segera kekamarnya.
" Hadeww, lama-lama aku bisa gilaaaaa " teriak Mira.
Sesampai dikamar Elena, semua sahabatnya terkejut melihat pakaian tentara ada diatas ranjangnya.
" Hmmm, Elll, kita tidak pakai itu kannn? " tanya Alen.
" Ayoo lets go, skg pukul delapan malam, satu jam lagi kita beraksi " Elena yang mendorong semua sahabatnya untuk mengganti bajunya dengan baju tentara yang Elena beli dionline.
" Andaikan aku bisa merubahnya jadi kodok, aku akan bahagia, jinnn mana jin lampuu " Mira sangat kesal tetapi tetap menuruti semua perintah Elena.
" Ehhh ayuu-ayuu yoo ternyata beneran, kayak penjaga negara beneran, jadi ingat bapakku tentara, gagah ganteng kayak aku anake, bener too " ucap Siti sambil melihat para sahabatnya yang sudah berganti memakai seragam tentara.
" Sitiii, please you'r a girl, ceweek kok ganteng sihh " ucap Elena.
" Hahahahaha, iyoo bener im sorry yoo friend " Siti yang selalu ceria dalam kondisi apapun.
Sementara Alen, Mira, dan Siska hanya diam dan wajahnya muram.
"Okee, kita satu jam lagi mulai, senntoolll ahh apa sih ini, Sitii ini nulis apa sihh " Elena yang tadi meminta Siti mencatat nama barang yang akan dibawa tapi kebingungan dengan tulisan Siti.
" Sentolop itu, senterr yang bener " ucap Mira
" Oh, iyoo maap yo Elll, lupa soale kebiasaan dijogja, sentolop " sambil meringis Siti menjelaskan kepada Elena.
" Udah, aku bawa apa? " tanya Alen
" Hikss, aku takut nihhh aku tunggu rumah aja deh " Siska yang selalu ketakutan.
__ADS_1
" Aahhh udahlahh, ayo berangkat, ambil sendiri-sendiri aja barangnya " Elena yang menarik teman-temannya kebelakang rumah.Kemudian berhenti didepan pagar rumah sebelah.
" Waitt, stopp, ayoo sini aku kasih make up, biar kita kayak detektif beneran, ini aman ya" Elena yang tiba-tiba mencoret pipi wajah teman-temannya menggunakan eye shadow hitam persis seperti tentara.
" Astagaaa, Elenaaa, jinn lampu tolong datanglahh " Mira yang sangat kesal dengan Elena.
" Mimpi apaaa, aku semalam " Ucap Alen.
" Siti mana yaa kok ga ada jangan-jangan diaa dimakan hantu, Siiitttt Sitiiiii " Siska yang teriak memanggil Siti dan ketiga temannya langsung menutup mulutnya.
" Duhhh Siskaaa, kita harus quiet, sstttt" sambil menutupi mulut Siska, Elena menoleh kanan kiri dan melihat Siti menuju pagar depan rumah sebelah dan hendak memencet bel.
" Eehhh, Sitiiii, jangann, kita ini detektif kok lewat depan sihhh, harusnya lewat belakang, ayo ikut aku " Elena yang berlari segera menghampiri Siti dan menarik supaya lewat pintu belakang rumah.
" Wess, maaf ta pikir mau kesebelah rumah yo lewat pintu depan kan kita mau bertamu. " Siti yang semakin membuat Elena sebal. Kemudian Elena dan para sahabatnya mulai aksinya.
" Sstttt, jangan berisik jalannya pelan-pelan ya " Elena yang berada diposisi depan melihat keadaan didalam rumah sebelah menggunakan senter. Dan ketiga sahabatnya ikut dibelakangnya dengan berjalan jongkok.
" Elenaa, pagar tembok ini tinggi banget, jangan bilang kita harus memanjat " ucap Mira sambil terus jalan jongkok. Tiba-tiba Elena berhenti.
" Okehh, karena tinggi hmmm, siskaa kamu posisi merangkak dibawah, Mira naik diatas Siska, ayooo cepet jangan melongo aja" Elena yang memanjat dengan menaiki kedua temannya, sementara Alen memegang Elena, saat Elena sudah bisa melihat depan pagar tembok tiba-tiba Elena dikejutkan Siti yang berada didepannya dan bisa masuk dirumah sebelah.
" Hahh, kok Siti ada didepanku " Elena dengan heran.
" Apaaa, Siti " teriak Siska.
" Haahh, Siti " Mira dengan kebingungannya.
" Kenapa, Siti bisa didepanmu Ell, berarti dia udah masuk kedalam maksudmu " tanya Alen.
Tiba-tiba Siska merasakan bau yang menyengat dari baskom pink dan membuat keseimbangannya goyang dan menyebabkan dirinya jatuh dengan ketiga sahabatnyaa.
" Aarrghhhhhhh, " teriak ketiga sahabatnya dan Mira kakinya menginjak baskom pink kering yang baunya sangat menyengat.
" Iuuuuuhhhh, baunyaa, Miraa kakimu masuk baskom yanggg, aahhhh noo noo noo " Elena yang kaget dan menutup mukanya.
" loh itukan baskom kesayangankuuu, kok disini aku cari kemana-mana " Siska dengan muram melihat baskomnya rusak dan berbau.
" Elenaaaaa, apa yang terjadi apa maksudmu, no no no, dan menutup wajahmu " Mira dengan kesal bertanya pada Elena.
Sementara Alen memanggil Siti untuk kembali.
" Siiitiiiiiii " teriak limo sekonco kecuali Siti yang hanya kebingungan kenapa temannya berteriak.
" Udah-udah tenang kita masuk lewat pager itu aja yang kebuka jelasnya sambil memutar kedua bola matanya" ucap Elena yang ketika mau berjalan ditarik Mira.
" Elenaaaaa, apa ini tadi no no no " tanya Mira
" Lohhh, inikan baskom yang di.. itu.. kemaren " Siti dengan menunjukkan jari ke Elena tidak jadi bicara karena melihat Elena matanya melotot kepadanya.
" Siti shut upp, jangan pernah Siti, iuuuhhhh " Elena yang semakin membuat Mira dan Alen kebingungan, sementara Siska masih muram melihat baskom kesayangannya.
" Tapi kata ibukku ga boleh bohong lo Elena, nanti dosa masuk neraka, gitu " Siti dengan berbicara pelan membuat Elena menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya dan memberi isyarat Siti tidak boleh bilang yang sebenarnya terjadi.
" Elenaaaa, jika kamu tidak bilang aku akan memakanmu jelass" teriak Mira yang membuat Elena memegang pundak Alen dan ketakutan.
" Udah ayo bilang, Elena" Alen yang menarik tangan Elena agar segera mengatakannya.
" Im soriii, aku ituuu, pipis disana waktu kita kekunci ga bisa masuk rumah Alen, tapi dipaksa Siti, tuhhhh " Elena bicara pelan-pelan sambil menunduk mendekati Mira menjelaskan yang terjadi karena Mira adalah temannya yang sangat menjaga kebersihan.
" Tidakkkkk, kakiku penuh bakteriiiii, akan aku makannnnn, kamuuu " Mira yang berteriak kencang mengejar Elena yang berlari menghindari Mira.
" Duhhhh, sudah-sudah hentikan, ayo kita lanjut, lagian kan ga sengaja Mira, udah nanti cuci kaki, kan uda kering " sambil berjalan Alen mengajak para sahabatnya masuk kedalam rumah sebelah yang ternyata pagarnya sudah terbuka. Sementara Siti mendekati Siska untuk meminta maaf.
" Sori, yo Siskaa aku ndak tau itu baskommu, nanti aku ganti yooo, yang bagus " Siti yang berusaha menenangkan Siska akhirnya berhasil membuat Siska kembali tersenyum karena akan diganti Siti dengan baskom yang baru.
Sementara Mira tetap melotot kepada Elena dan Elena bersembunyi didepan Alen yang paling tinggi diantara limo sekonco.
" Oke kita masuk pelan-pelan ya, ayo jongkok " Alen yang kali ini memimpin penyelidikan dan dengan berjalan jongkok masuk kerumah sebelah diikuti para sahabat dibelakangnya. Pada saat mereka berlima serius mengamati rumah sebelah dan memeriksa, tiba-tiba ada suara yang memanggil Siti dari belakangnya dengan pelan.
" Sstttt, heii sinii " Siti menoleh dan melihat Riko memanggilnya dari belakang tanpa keempat sahabatnya sadari. Dan Riko menyuruh Siti untuk diam sambil menutupi mulutnya.
" lohh, mas Riko kenapa ikut kita jongkok mas " tanya Siti yang pergi menemui Riko dan meninggalkan keempat sahabatnya.
" Ssstt jangan berisik, kalian mau apaa" Riko dengan suara pelan bertanya kepada Siti.
" Itu mas kata mis Elena rumah ini ada hantu kembar lima" dengan polos Siti menjawab pertanyaan Riko yang merupakan anak kedua dari saudara kembar limanya yang tinggal dirumah sebelah Alen. Dan Riko adalah anak yang paling play boy diantara saudaranya yang suka berganti-ganti pacar dan memiliki dandanan paling keren diantara saudaranya. Riko pandai sekali bermain keyboard.
" Hihihihiiiii, lucu banget sihh, eh kita minum teh yuk didepan ama aku " ajak Riko kepada Siti.
__ADS_1
" Teh yoo, iyo mass ayok, pasti enak apalagi pas hujan gini seger, anget dibadan " jawab siti yang membuat Riko tertawa.
Sementara teman -temannya tetap berjalan jongkok telah sampai di dapur. Alen dan ketiga sahabatnya berhenti dan membuat rencana untuk membagi dua kelompok.
" Kita bagi dua kelompok ya dibawah dan diatas ok " kata Alen.
" Jangan bilang aku ma si iuuuhhh " Mira yang masih kesal ama Elena. Sementara Elena menjulurkan lidahnya ke Mira.
" Udahhhh, aku ama Elena keatas, dan siska, Mira, ehhhh mana lagi sih Siti kok hilang aja, udahlah kita tinggal aja Siti " ucap Alen yang kemudian keatas dengan Elena sambil merangkak menaiki tangga, sementara Siska dan Mira dibawah.
Sesampai di lantai atas" Kita masuk kamar ya len sambil terus jalan berjongkok " kata Elena yang membawa senter masuk kedalam salah satu kamar dan mereka terkejut saat senter mereka mengarah pada celana boxer pria bergambar gajah dengan belalai panjang ditengah. Alen dan Elena tertawa sambil menutupi mulutnya, dan tanpa mereka berdua sadari tiba-tiba lampu kamar menyala dan ternyata didepannya adalah pria berkacamata yang hanya menggunakan celana boxer yang cukup ketat dan bertelanjang dada yang juga kaget melihat mereka berdua mengendap-endap masuk kedalam kamarnya.
" Aaaaaaaaaarghhhhhhhh " Alen, Elena, dan pria itu berteriak bersama-sama. Alen dan Elena menutupi mata mereka dan pria itu menutupi bagian tengah celana boxernya.
Dan diwaktu yang sama mereka mendengar teriakan yang cukup keras diruangan bawah yang membuat ketiganya saling pandang.
" Kalian, siapaaaaa, kenapa masuk kamarku " teriak pria berkacamata dan dengan cepat mengambil bantal untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
" ohhhh myyyy, tenanglahh, tenangkan hatimu Elena " sambil menenangkan dirinya sendiri Elena menarik Alen dan berdiri.
" Hah kalian ini siapaa pakai baju tentara dicoretin lagi pipinya, dan mengendap-endap kerumahku, kekamarku lagi pas aku pakai cd doang, klo aku pas lagi gak pakai apa-apa gimana coba, kalian pencuri? " ucap Riki adalah anak ketiga dari kembar lima bersaudara yang satu-satunya memakai kacamata dan paling pintar sering juara kelas tapi dandanan paling cupu dengan rambut kelimis. Dan Riki pandai sekali bermain Drum.
" Ssttttt, shut up diam okeey " jawab Elena sambil menutup mulut Riki dengan jarinya dan menarik Alen keluar dari kamar Riki kemudian segera turun kebawah melihat Mira dan Siska yang juga berteriak.
Sementara Alen diam dan pucat wajahnya karena memikirkan rasa malunya jika pada saat dia menari dibalkon hanya memakai pakaian dalam jangan-jangan ada yang melihatnya.
Riki dikamarnya terdiam dan terpesona melihat Elena yang menutup mulutnya dengan jarinya yang begitu harum dan tatapan matanya yang begitu indah seakan menghipnotis dirinya hingga menjatuhkan bantal yang dipegangnya dan mematung. Tersadarkan dengan suara bising dilantai bawah akhirnya Riki segera memakai baju dan menyusul Elena turun kebawah.
Di bawah Siska ketakutan dan bersembunyi dibelakang Mira yang dengan santai melipat kedua tangannya di dadanya dengan wajah juteknya.
" Hmmmm, siapa kalian cewek cantikkk " ucap Reki anak keempat dari kembar lima bersaudara yang suka memakai baju berwarna-warni dan membenci warna hitam. Dan pandai bermain bass gitar.
" Elenaaaaa, ayo jelaskannn " teriak Mira .
" Duhhh mereka ini hantu bukan sihhh kok wajahnya sama semua. " Siska yang masih ketakutan dibelakang Mira.
" Iuuuuhhh, mmm, duhhh ok waitttt " Elena yang bingung mau berbicara apa dan disebelahnya Alen hanya diam dan sangat pucat.
Pada saat Elena mau menjelaskan yang terjadi kepada sikembar , tiba-tiba terkejut melihat Siti masuk bersama salah satu kembar dan membawa cangkir teh sambil tertawa.
" Makasih yo mass tehnya enak anget, mas Riko jago yoo bikin tehnya " ucap Siti yang tidak sadar dipandangi keempat sahabatnya dengan sadis.
Keempat sahabatnya terkejut hingga menggelengkan kepalanya dan menatap Siti dengan memperlihatkan wajah yang marah kepada Siti. Sementara Siti dengan wajah polosnya tidak merasakan apa-apa. Malah tersenyum dan melambaikan tangannya kepada para sahabatnya."haiii..."
"lho kalian kok sudah didalam gak jadi main detekfit lagi to" kata Siti
" Sitiiiiii, ohh myy, hmm maaf aku mau bicara ama Siti dulu ya " Elena yang berusaha menenangkan dirinya dan menarik Siti, Mira, Alen, dan Siska. Sementara si kembar mengamati mereka dengan tertawa.
" Opo, to Ell, kok narik-narik " tanya Siti.
" Sitiii, kenapaaa kamu kenal ama salah satu dari mereka " tanya Elena.
" lohh kan yang antar kue kepada kita kemaren mas riko, yang kita makan sama-sama itu lo" jawab Siti yang membuat keempat sahabatnya melotot.
" Hmm jadi kamu tau kalau disebelah ada orangnya " tanya Mira sambil melihat kearah Alen, dan Alen menatap Mira dengan pucat.
" loh iyoo too ada orangnya disebelah, emang ada apa" Siti yang menjawab pertanyaan Mira dan membuat semua sahabatnya lemas, terutama Alen yang sangat pucat.
" Duhhh Sitiii kok ga bilang sihhh " ucap Elena kesal.
" lha ga ada yang nanyak ama aku to " jawab Siti yang semakin membuat para sahabatnya lemas hingga semua jatuh kelantai.
" Eh, bicarain apa sihh " tanya Roki yang menghampiri limo sekonco adalah anak kelima dari lima bersaudara yang hobinya suka kuliner dan makan. Dan pintar bermain melodi gitar. Yang membuat limo sekonco kaget dan Elena menghentikan rundingannya karena ada Roki menghampiri.
" Aaahhh, sudah kita harus kabur, semua ikuti aku ok, ya ampunnn ini adalah hal yang sangat memalukan dalam hidupku si Elena seksi " ucap Elena dengan sangat pelan dan malu supaya tidak didengar sikembar empat karena merencanakan akan kabur dari rumah itu.
Tiba-tiba Alen berjalan menuju kearah Riko dan menanyakan kemana saudara kelima.
" Kenapa kalian hanya berempat, bukannya kalian berlima " tanya Alen dengan lemas.
Pada saat Riko mau menjawab pertanyaan Alen, ada seseorang turun dari tangga menggunakan jas berwarna biru dan rapi.
" Kalian sangat berisik, mengganggu aku yang sedang menciptakan lagu, ada apa ini ?" tanya Raka adalah anak kembar pertama dari kelima saudara yang suka memakai baju rapi berjas, paling keras, susah diatur, pemilih dalam pasangan, paling rapi, dingin, bahkan wajahnya selalu jutek tidak pernah tertawa bahkan tersenyumpun jarang dan selalu serius dalam hal apapun hingga membuat keempat kembarannya takut kepadanya, bahkan para pengawalnyapun tidak ada yang berani kepadanya. Raka adalah pewaris utama perusahaan artis milik ayahnya yang sangat besar di India. Dan pandai bermain semua alat musik dan menyanyi karena sangat cerdas.
" Nahh, itu kakak pertama kami Raka namanya, eh kamarnya dibalkon atas persis berhadapan ama kamar atas rumah yang kalian tempati " Riko menjawab pertanyaan Alen.
Alen dan Mira saling bertatapan dan Alenpun menatap Raka, dan Rakapun menatap Alen dengan aneh, sampai membuat Alen berteriak kencang.
" Aaaaaaaaaaaaaarggghhhhhhhh, tidakkkkkkkkkkkkkkkk "
__ADS_1