Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 24 : Perkenalan Dengan Tetangga Baru


__ADS_3

"Wahhhh...akhirnya aku bisa liat dewa zeus didepan mataku....iuhhhh ganteng banget" Elena yang terpana.


"Emang dewa Zeus wajahnya kaya apa Ell?" Siti


"Kaya yang kita lagi liat itu, Siti...ganteng kan?" Elena


" ooo...dewa zeus anaknya banyak ya trus bisa ngomong bahasa Indonesia, wah hebat. Tapi dia ngapain tinggal disini? Sakingetku tinggalnya di Yunani lho" Siti


"Oh my god...Siti sayang yang ooo...oonnnn...ini perumpamaan bukan benerann...iuhhhhh" Elena memegang jidatnya sambil memutar matanya.


"Ehh...kalo bener itu bapak dari anak-anak itu, trus ibunya kok gak kelihatan ya?" Mira merasa penasaran.


"Kayanya kita mesti cari tau nih....Siti kamu bikin makanan yang enak ya trus kita kasih ke depan skalian kenalan gitu" Alen


"Good idea...lagian kasian mereka pasti capek dan nggak ada makanan. Let's go Siti, kali ini Elena sexy akan membantumu" Elena menarik Siti menuju dapur.


Alen, Siska dan Mira duduk santai di sofa. Alen terus saja melamun memikirkan Raka yang tidak ada kabarnya. Tentu saja membuat ke dua sahabatnya merasa kasian.


"Sttt...Siska, uda tanya Roki belum kabarnya Raka?" Mira berbisik ke Siska


"Dari tadi aku telpon gak diangkat, tar aku pasti tanyain" Siska


Elena sibuk mencari bahan makanan yang ingin diolahnya tetapi semua yang dia inginkan tidak ada. Sedangkan Siti hanya mengikuti dibelakang Elena yang membuka semua lemari di dapur.


"Kamu itu lagi nyari apa to Elll? Mondar-mandir, semua lemari kamu buka tutup..kok ngelu( pusing) aku Ell" Siti


"Iiuhhh, Sitiiii...kenapa gak ada semua bahan-bahannya ya? Aku mau bikin spageti atau lasagna gituuuu.." Elena


"Ya ndak ada Ell, kan aku sukanya masak makanan jawa mana ada lasag...lasag apa itu?" Siti


"Trus kita masak apa dunkkk?"Elena


"Emmm...karena cuman ada tempe sama pohong, kita bikin tempe mendoan sama pohong rebus nanti atasnya dikasih parutan kelapa muda sama gula jawa....wahhh mantap iki" Siti kegirangan


"Iiiuhhhhh....itu apaan sih? Ya udahlahh terserah kamu ajahhhh" Elena pasrah


Siti mulai menyiapkan bumbu-bumbu dan mengolah bahan makanan yang tersedia. Setelah tempe dipotong tipis dan bumbu sudah siap, Siti meminta Elena untuk membantu menggorengnya.


"Nah sekarang kamu celupin tempe ini ke bumbu trus goreng ya" Siti


"Aauuhhhh...kena minyak sakitt...hiks..hiks" Elena menjerit tangannya terkena minyak.


" Cup..cup..kamu ndak pa-pa kan El? wes kamu tunggu aja biar aku yang masak ya" Siti


Akhirnya Elena bergabung dengan 3 sekonco dan duduk di sofa sambil meniup-niup tangannya.


"Katanya mau bantuin masak...kok bentar amat?" Siska


"Iiuhhh..nih liat tanganku kena minyak jadi gak mulus lagi deh tanganku yang cantik gemulai ini" Elena


" Uuda ahhh...aku mau tiduran dulu, tar klo Siti slesai bangunin ya gaes! " Alen tidur di sofa.

__ADS_1


"Aku jugaaaa" Mira dan Siska ikut tiduran.


Selang beberapa lama, Siti membawa piring sambil berjalan ke arah teman-temannya.


" Eealahhhh gaessss, kok malah merem..ini uda siap ayo bangun! Siti meletakkan piring dan membangunkan teman-temannya.


" Uudah jadi ya...okehhh Elena akan menemui dewa zeusku..let's go Siti" Elena yang juga ketiduran merapikan rambutnya dan langsung membawa piring berisi makanan diikuti Siti dibelakangnya. Sedangkan 3 sekonco yang lain mengintip dari jendela.


"Permisi...halo anak-anak. Papa kalian ada nggak? Nih aunty yang cantik bawain makanan buat kalian" Elena menyapa 3 anak cewek yang sedang bermain di depan halaman rumah mereka.


"Kenapa dia nanyain papa kita? Jangan-jangan cewek ini mau merebut papa kita kayak cewek-cewek genit dirumah kita yang lama? Kita harus melakukan sesuatu" 3 anak sambil berbisik


"Ayooo seranggg" tiga anak bersamaan.


"Crotttt....crotttt....crottttt" mereka menembakkan pistol air ke arah Elena sampai seluruh badannya basah kuyup. Untung Siti sempat mengambil piring yang dibawa Elena sebelum menghindar.


"Aahhhhh....whatttt...kalian keterlaluannn...hiks..hiks" Elena menangis melihat tubuhnya yang basah.


Rumah Alen


Alen, Siska dan Mira yang mengintip langsung tertawa terpingkal-pingkal melihat Elena dikerjain sama anak-anak.


"Hahahaha...si Elena iuhhhhh kena semprottt...hahaha" Mira memegangi perutnya sambil tertawa bersama Alen dan Siska.


"Haduh gaess...beneran ini kejadian yang langka sampe sakit perutku ketawa terus. Ehh...coba liat deh 3 anak itu kayanya kembar juga, wajahnya sama semua" Alen menatap keluar jendela diikuti 2 sekonco dan mengangguk bersama. Lalu mereka tertawa terpingkal-pingkal lagi.


Tak lama ayah dari tiga anak-anak itu keluar dari rumahnya.


Ketiga anak-anaknya hanya menatap sinis ke arah Elena.


"Permisi mister, saya Siti Wulandari. Ini yang basah teman saya namanya Elena. Kita tetangga depannya mister mau ngantar makanan. Ini ada tempe mendoan sama pohong rebus buat anak-anak. Ditrima ya anak-anak! Siti mendekati 3 anak itu dan menyerahkan makanannya.


"Kita coba dulu satu( mengambil satu tempe dan mencobanya) wahh enak gaes...serbuuuu" 3 anak2 mengambil piring yang dibawa Siti dan langsung kabur ke dalam rumah.


"Maafkan anak-anak kembar saya ya...mereka seperti itu sejak ibunya meninggal. Saya sampe harus pindah-pindah rumah karena kenakalan mereka. Semoga kali ini mereka bisa betah dan menjadi baik. Oh ya nama saya Erick, senang bisa berkenalan dengan kalian"


Elena langsung maju didepan Siti begitu tau kalo Mr. Erick duda keren sambil menyibakkan rambutnya yang basah dengan gaya yang sexy.


"Tidak masalah Mr. Erick, mereka anak-anak yang baik. Saya yakin mereka akan betah tinggal disini. Oh iya...semoga Mr.Erick dan anak-anak menyukai makanan yang saya buat tadi..iya kan Siti?" Elena tersenyum menggoda sambil bersalaman.


"Ehh..hehe iya dia yang masak ( waduh bohong lagi dosa aku ini).Mister...kita permisi dulu ya mau balik kerumah...ayo Elena" Siti bersalaman dengan Mr. Erick lalu menarik Elena pulang.


"Ok trimakasih nona sekali lagi minta maaf ya...oh ya panggil saja Erick ya gak usah pake mister ok!"


Rumah Raka


Setelah bangun kesiangan, 4 kembar duduk santai di teras rumah dan tidak sengaja melihat Siti dan Elena berbincang-bincang dengan laki-laki yang mereka tidak kenal.


" Eehh..gaess liat itu..Elena lagi pegang-pegangan tangan sama cowok" Riko mengintip dari pagar rumah dan langsung diikuti 3 kembar yang lain.


"Kurang ajar...sapa itu yang brani pegang tangan sexyku...eh tapi liat itu Siti tangannya juga dipegang lho" Riki mengepalkan tangannya merasa geram.

__ADS_1


"Menyebalkan.. braninya dia pegang tangan putri jowoku yang polos" Riko penuh emosi.


"Halo...cari tau sapa laki-laki yang barusan tinggal di depan rumah" Riko langsung menelpon pegawalnya.


Rumah Alen


Siti menarik Elena yang masih melambaikan tangannya ke Mr. Erick. Kemudian mereka masuk kerumah dan dikagetkan dengan suara tertawa dari sahabatnya yang lain.


"Hahaha...iuhhhh..******...crotttt..segernyaa" Mira dan tos dengan Siska dan Alen.


" Iiuhhhhh...dasar netizen jahattt...yang penting aku tau klo dia itu duda keren...weekkk" Elena


" Wes sana buruan ganti baju nanti masuk angin, abis itu kita latihan. Kalian bertiga tunggu Elena di ruang band, aku tak ambil makanan yang tak buat tadi buat camilan ya" Siti


Geng 5 sekonco kembali latihan diruang band dengan nada yang masih amburadul sampai malam sehingga membuat anak-anak tetangga baru mereka merasa kesal.


" Aaduhhhhhh....siapa sih ini main band kok berantakan banget...ehh kayanya tetangga depan kita deh"


" Besuk harus kita kasih pelajaran mereka...terutama cewek yang kita semprot tadi..hahaha" tertawa bersama.


Setelah pukul 10 malam, 5 sekonco memutuskan untuk tidur karena kelelahan


Sampai di kamar, Alen menatap kamar Raka dengan wajah murung.


"Kok dia gak ada kabar sama sekali ya...ngapain juga aku nungguin terus...ahhh bodo amat" Alen merebahkan badannya langsung tidur.


Tak terasa hari mulai berganti pagi. Hari ini adalah hari sabtu jadi 5 sekonco tidak harus bangun pagi untuk ke kampus.


Setelah mandi dan bersiap mereka turun ke lantai bawah dan seperti biasa Siti dan Siska sudah menyiapkan sarapan pagi.


" Siti, kamu uda telpon guru kita belum? Hari ini kan harusnya dia datang?" Alen.


"Ya nanti abis sarapan tak telponnya, ayo sarapan lontong pecel dulu biar gak gendut!kmaren kita ngabisin tempe mendoan ama pohong segitu banyak, bisa gembul perut kita" Siti menyiapkan makanan sambil mengomel.


"Ssiappp bu Sitiiii..." 4 sekonco bersamaan.


Setelah selesai sarapan dan membersihkan meja makan bersama, 5 sekonco duduk santai di sofa kesayangan mereka.


" Ayo Siti buruan telpon ! " Mira


"Iiya ini tak telpon...halo pak, iya ini Siti Wulandari yang band nya mau diajari itu lho. Bapak bisa datang hari ini ya? Saya sms alamatnya ya....lho kok ndak perlu...wahhh hebat bapak ya cuma telpon aja sudah langsung tau alamatnya kayak detektif.Ya wes jam berapa bapak datang? Hahhh...5 menit uda sampe? Kok cepet ya pak...emang bapak naik apa? Hahhh...jalann? Bapak beneran orang...bukan siluman to?... uda didepan pintu" Siti


"Aapaaaa...." 4 sekonco bersamaan dan mengikuti di belakang Siti yang berjalan ke pintu.


"Ting..tong.." suara bel berbunyi


"Ceklek...suara pintu dibuka"


"Halo Siti....saya guru band kalian"


"Mister Erickkkk..." 5 sekonco bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2