Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 13: Pertandingan


__ADS_3

Akhirnya aku bisa masuk kekamarku capek banget eh Raka kenapa sih minta no hpku, kenapa harus nyuruh adiknya? sok jual mahal banget sih, kan bisa minta aku langsung, ahhh udahlah..gerah banget aku mandi dlu"


Saat Alen lagi asyik mandi ada yang mengetuk kejendela kamar Alen dan membuatnya terkejut ketakutan.


"Tok......tok.....tok...." ( suara mengetuk jendela Alen)


"Eh siapa sih, hantu, pencuri hadeh siap sih" 


( Alen segera pake baju handuknya dan kluar dari kamar mandi)


Alenpun langsung menuju tirai jendela dan membukanya sedikit.


Ternyata adalah Raka yang dari tadi menunggu Alen masuk kekamarnya.


"Ini aku Raka" 


"Hahhh kok tahu aku masuk kamar kamu ngintip ya"


"Aku tahu waktu kamu nyalakan lampu kamar, udah aku mau minta no hp cepat kasih"


"Buat apa sih , kok sekarang minta sendiri bukannya tadi nyuruh sodara kembar kamu?


"Udah ga usah banyak tanya kalau ga ngasih besuk aku hukum"


"Loh kok, hadew oke tunggu jangan ngintip"


"Ngapain ngintip, akukan uda tau semua"


"Ih nyebelin banget sih!!! ( Alen menutup tirai jendelanya membiarkan Raka menunggu)


"Nih baca cepat"


Akhirnya Alen membuka kembali sedikit tirai jendelanya dan menempelkan kertas dikaca yang bertuliskan no hpnya dan Rakapun segera mencatatnya.


"Hehehe, akhirnya dapat, oke byee jangan lupa makan siangku jika tidak mau dihukum"


"Eh kok gitu...sebal"


Haripun berganti menjadi pagi yang cerah. Sinar matahari yang menembus tirai jendela membuat mata Alen terbuka.


"Ah, kenapa cepet banget sih, eh jam mana jam"


Alen terperanjat dari tidurnya dan segera masuk kekamar mandi untuk segera bersiap. Saat lagi asyik mandi hp Alen berbunyi dan membuatnya terkejut sampai hampir terjatuh.


"Duh kenapa ini hp bunyi melulu, sebel hampir jatuh lagi siapa sih pagi-pagi begini ga tau repot banget"


Alenpun mengambil handuknya dan segera mengangkat hpnya.


"Halo...siapa sih telpon pagi- pagi nyebelin banget, halo!"


"Ih galak banget sih ini Raka kamu save ya no hpku"


"Oh kamu ada apa?...aku lagi mandi..ganggu tau"


"Oh, mandi, jangan lupa makan siang!!! " (Raka langsung menutup hpnya tottttt......tot..)


"Eh langsung ditutup, sebel!!! "


Alen melempar hpnya ke kasur dan hendak mandi tapi tiba- tiba hpnya berbunyi lagi.


" tutttt....tutttt...tutttt"


" ehhh...kok tlp lagi....halo apa lagi?"


" kamu belum save kan nomerku...ayo save sekarang juga!"


" hahhh...kok tau...iya ini aku save...mau ap...eh kok uda ditutup lagi? Dasar jutek...hihi biarin aja aku kasih nama no si jutek"


Alen segera menyelesaikan mandinya dan bersiap. Setelah itu langsung kebawah menuju dapur dan ternyata Siti sudah berada disana.


"Eh ada Siti syukurlah yang lain masih belum bangun"


Alenpun menghampiri Siti dan meminta membantunya membuatkan bekal.


"Siti, ikut masak dong aku mau bawa bekal nih kekampus"


"Hah, biasanya ndak pernah bawa sekarang kok mau bawa to Alen, wes ada apa to ini"


"Gak ada apa-apa Siti sayang, lagi mau bawa aja biar ga terlambat soalnya guruku galak banget nih, bantuin ya, please" 


"Iya-iya sini, ini goreng aja ayamnya nanti siapin tempat terus kamu ambil aja bawa dikampus yoo len"


"Siti memang baik banget makasih muah"


"Eh lho kok pakai cium lipstikmu lo len nempel"


"Hihihi mau tak tambahin lagi nih"


"Eh wess ndak usah,hihi"


Alenpun memeluk Siti dan cepat-cepat mengambil ayam dan memasukkannya kedalam tempat bekal lalu segera dimasukkan ke tas agar yang lain tidak mengetahuinya.


Akhirnya para sekoncopun turun kebawah segera sarapan dan masuk kedalam mobil Siksa karena tidak mau kejadian terlambat kedua kalinya.


Merekapun segera berangkat kekampus.


Sementara dirumah Raka dan ke4 adik kembarnya menunggu Riki memasak karena harus menjalankan hukuman dari Raka akibat kejadian foto Raka dan Alen kmaren.


"Ahhh Rikii uda lama masaknya ga enak lagi nyebelin.....trs knapa ga pake baju atasan?"(Riko)


Raka menepuk jidatnya melihat ke4 adiknya yang selalu konyol.


"Maap kak aku kesiangan jadi lupa pakai atasan untung masih ingat pake celana...hehe" (Riki)


"Asli huek ga enak, asin" (Reki)


"Duh kenapa harus dia sih kak yang masak " (Roki)


"Udah kakak tunggu dimobil dalam 5 menit kalian ga selesai kakak tinggal, kamu Riki segera pakai baju nyebelin"


"Siap kakak!"(Riki)


Mendengar perintah kakaknya, keempat saudara Raka segera meletakkan semua makanannya dan segera mengikuti Raka.


"Duh sial banget sih kak kembar banget nih " (Riko)


"Udah ga usah protes"(Raka)


Merekapun segera masuk mobil dan menuju kekampus.


Sampai dikampus Elena kembali mengingatkan rencana pertandingan mereka.


"Wait stop ladies jangan lupa game kita dan ingat kita harus sportif. malam ini juga salah satu dari kita harus menang and pasti akulah siseksi Elena"


"Iyahhh nona seksiiii hahah" ( Mira dan Siska sambil menjulurkan lidahnya)


"Oh para netizenku yang always iri padaku byeee" (Elena)


Akhirnya para sekonco segera berlari kejurusan mereka masing-masing, dan Alenpun berlari kencang karena kurang 5 menit lagi kelasnya dimulai.


"Duh terlambat nih, akhirnya sampai juga, ah kenapa dia menunggu didepan tangga ya wajahnya menyeramkan tidak?"


Alenpun pelan-pelan menaiki tangga dan berusaha memperlihatkan wajahnya yang ceria. Sementara Raka sangat jutek dan mengerutkan alisnya sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Maaf pak halll...."


"Jam berapa ini!!"


"Au..maaf pak tadi itu..."


"Ganti baju cepat!!!"


Alen segera berlari keruang ganti untuk mengganti bajunya dan kembali lagi menuju ruang tarinya. Raka sudah berdiri dan kali ini sangat marah sekali hingga Alenpun tidak bisa mengucapkan apa-apa.


"Takut banget wajahnya serem,kali ini aku harus konsentrasi ful,semangat"


Alen berjalan pelan menuju kearah Raka dengan menundukkan kepalanya, dan Raka segera menariknya dan memegang pinggang Alen, merentangkan tangan Alen dan menepuk kakinya yang selalu salah posisinya.


" ini kesempatanku mencari tau tanda lahir yang bisa bedain Raka sama sodara2nya...aku harus dapat" ( batin Alen penuh semangat )

__ADS_1


Pada saat Raka mengangkat tangannya Alen clingak-clinguk membuka kaos dilengannya Raka dan membuat Raka heran.


"Ini cewek ngapain sih kok buka- buka lengan kaosku"( Raka hanya membatin tanpa expresi)


Alen melanjutkan tariannya lagi dan kali ini dia harus memegang leher Raka. Alenpun mengambil kesempatan dan langsung menarik leher Raka dan menelusuri lehernya hingga kebelakang. Raka hanya melongo saat wajahnya berada di dekapan Alen dan bibirnya menempel di leher Alen


"Lohh ini mau apa sih tadi bukain lengan kaosku, sekarang narik leherku apa mau cium aku ya....aduhh wangi banget nih cewek"(ucap Raka dalam hati)


"Duh, mana sih kok ga ada apa-apanya , perutnya kali ya, tapi gimana caranya melihat"(ucap Alen dalam hati)


Raka mengamati wajah Alen yang kebingungan dan terus melanjutkan tarinya.


Kali ini Raka memutar tubuh Alen dan berhenti dengan tangan Alen yang memegang pinggang Raka.


Tanpa berpikir Alen langsung membuka setengah kaos Raka dan memutarinya sambil meraba-raba perut Raka.


"Duhh...perutnya bidang banget mulus lagi...tapi ga ada tanda apa-apa...dimana ya?


( Alen membatin dan tetap penasaran)


Raka yang dari tadi hanya diam kali ini merasa geram dan mencubit pipi Alen.


"Aduh sakit!"


"Kamu ini ngapain buka-buka bajuku,narik leherku clingak-clinguk pegang- pegang lagi, klo pengen liat tubuhku bilang aja nih mau ta buka!"


"Ehh, hehe ga usah pak Raka"


"Sekarang konsentrasi!"


Alenpun menurut dan mengikuti semua gerakan Raka,dan tanpa mereka sadari jam menunjukkan pukul 12 siang waktunya makan siang.


"Sudah cukup sekarang ganti baju sana aku lapar mana makan siangku? ambil dan langsung ketaman belakang, jangan buat aku menunggu"


"Iya pak"


Alen dengan wajah yang kesal segera menuruti semua permintaan Raka.


Elena yang tidak mau kalah memutari kampus untuk mencari sikembar disaat jam makan siangnya dan menemukan mereka ditaman kampus.


Mira ternyata sudah berada dibelakang Elena dan segera menyalipnya.


" finnaly nemu sikembar tapi kok cuman bertiga yang satu mana? Ahh bodo amat..mereka aja cukup. oke aku akan memeriksa mereka"(Elena)


"Haha aku pasti duluan bye iuh"(Mira)


"What, tidak akan kubiarkan kamu menang, im the winner"(Elena)


"Eh Riki siapa tuh jalan kesini woww memang seksi sih hebat kamu Riki, tapiii yang satunya tuhh lebih hot sihitam....tapi kok mereka lari- lari ke arah kita ya?"(Reki )


"Wow ini ngapain sih kita diputer-puter gini ama dua cewek ini...eh..eh...geli- geli"(Riko)


"Ehhh,kok aku digelitikin gini sih hihi,tapi aku sukaa hehe"(Reki)


"Elena aku dulu yang meriksa mereka!"(Mira)


"Iuhh no no Elena datang dulu kesini dan aku yang meriksa duluan"(Elena)


"Pokoknya akuu !!"


"Aku!!"


Riki pun ditarik Elena dan Mira sampai bajunya berantakan membuat Reki dan Riko tertawa melihat Riki.


"Hahaha, mimpi apa si kelimis direbutin dua cewek"(Riko dan Reki saling tos)


"Ehhh tapi kalau ditarik sana sini pusing juga aku ehhhh udah dong"(Riki)


Akhirnya Elena dan Mira melepaskan Riki dan pergi dengan kesal.


Sikembarpun heran dengan sikap mereka. Tapi malah membuat mereka kegirangan dan saling tos.


" Kayanya mereka mulai gemas sama kita...ahay"( bertiga tertawa bersama)


"Gila Riki asli hebat kamu woww hebat banget"(Reki)


"Kali ini kuakui deh... hebat coy"(Riko dan Reki saling tos)


Sementara Alen menemui Raka ketaman biologi. Raka pun sudah menunggunya. Alen segera menghampiri dan mengambil makanan yang ada ditasnya lalu menyodorkan ke Raka.


"Ini pak guru"(Alen)


"Suapin"(Raka)


"Eh,kok suapin sih"(Alen)


"Aku bilang suapin ya suapin"(Raka)


"Iya pak, eh lupa bawa sendok,hih sebel"(Alen)


"Pakai tangan aja,cuci tangan dulu tuh depan wastafel"(Raka)


Alen segera mencuci tangannya dan mulai menyuapi Raka dan tiba-tiba Raka memandangnya terlalu dekat dengan wajahnya.


"Cantik banget sih ,gemes lihatnya apalagi kalau malu kayak gini,jadi pengen cium aja"(ucap Raka dalam hati)


"Duh kok wajahnya deket banget akukan malu,mana makannya dipelanin lagi, wajah gantengnya bikin deg- deg an"(ucap Alen dalam hati)


"Kenapa kok lihatin aku terus , suka ama aku" (Raka)


"Eh,kok gitu sih"


Wajah Alen memerah dan menunduk malu dan tidak sengaja mengarahkan makanan kehidung Raka hingga celemotan.


"Ahhh...maaf pak aduh"


Alen mengambil tisu dan cepat- cepat membersihkan wajah Raka yang semakin dekat ke wajahnya.


"Sengajakan biar bisa nyentuh bibirku"


"Eh ga pak,ini tadi cuman ga sengaja"


Alen masih membersihkan wajah Raka dengan menunduk malu tanpa melihat ke arah wajah Raka dan malah membuat wajah Raka celemotan dengan tisuenya.


"Ini sengaja ya? Nih nona Alen wajahku malah kotor semua "


Raka berbisik ditelinga Alen dengan sedikit menempelkan ujung bibirnya.


"Ehh...nempel...Aduhh dadaku kenapa sih deg-deg begini"(Alen)


"Jadi mukaku dibiarin aja begini, hmm tadi uda bajuku dibuka- buka,sekarang ayo tanggung jawab"(Raka)


"Ehh maaf pak ini saya bersihkan"


Dengan cepat Raka memegang tangan Alen dan menuntunnya membersihkan wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Alen.


"Duhhh malu banget nih deket banget wajahnya ,maksudnya apaan sih"(ucap Alen dalam hati)


"Nona Alen kalau waktu latihan bajuku dibuka-buka lagi nanti gantian aku akan melakukan hal yang sama, jadi jangan coba-coba lagi ya! sekarang dalam 10 menit saya tunggu dikelas jika tidak segera datang, aku balas yang kamu lakukan tadi"


"Apaa!!"(Alen)


Rakapun berdiri dan berjalan cepàt keluar dari taman biologi sementara Alen masih terdiam dan akhirnya berlari menuju kelas tari.


"Hah balas aku,apa sih maksudnya,gawat"


Dikampus Elena masih tidak menyerah mencari keberadaan sikembar. Dan tanpa sengaja dia menabrak Mira.


"Bruk...brak.."


"Eh what Mira kamu sengaja ya"


"Duh ga lah Elena"


Elena tiba-tiba melihat sikembar empat memasuki ruang ganti olah raga. Diapun menarik Mira dan mengajaknya sembunyi.


"Sttt,heh shut up itu ada sikembar ayo sini"(Elena)


"Ehh,iya..mereka masuk kesana...hmm..Elena jangan bilang kita juga harus masuk kesana"(Mira)

__ADS_1


"Stt,udah ga ada pilihan lagi lets go"(Elena)


"Elll,itu khusus cowok aaauwwww..."(Mira ditarik Elena dan memasuki ruang ganti)


Diam-diam sambil jalan merangkak Elena dan Mira mencari sikembar dan ternyata mereka tidak ada.


"Kemana sih mereka"(Mira)


"Sttt,shut up,waitt  "


Elena menunjuk jarinya keatas dan mendengar mereka sedang ganti baju.


"Sttt,Mira ini kesempatan kita mumpung mereka buka baju bisa keliatan semua tau"


"Iya sih tapi kalau mereka toples gimana trus klo kita ketahuan gimana malu banget kali"


"Sttt stop udah ayo angkat aku yang lebih kurus dari kamu"


"Ehhh nggak bakalan ntar kalau kamu tahu trus menang dong,aku gimana,curang"


"Ehh,stt no way Elena selalu sportif kita berdua yg winner okey"


"Okey deal"


Elenapun menaiki punggung Mira dan mengarahkan hpnya keatas. Mereka terus menatap layar hp dan tanpa sengaja mengarah ke celana boxer gajah.


" aaaawwwwwww......brukkkk"


Sekat penghalang mereka terjatuh bersamaan dengan Elena dan Mira. Merekapun berteriak sambil menutup mata.


Sikembar 4 yang kaget melihat mereka berdua segera menutup bagian bawah mereka dengan handuk dan tertawa.


Mira akhirnya berdiri dan Elena pun berdiri sambil merapikan rambutnya.


"Hmm ok where are you celana gajah,please dont use it ok ganti"


" hehe...iya abang ganti demi dirimu sexy...mau yang gambar apa naruto, superman ato gambar love" ( Riki tersenyum sambil tangannya membentuk love)


" iuhhhhh....what ever lah" ( Elena)


" duhhh....begonya Riki ini ya" (Riko dan Roki menepuk jidat)


Reki tiba- tiba melangkah kedepan dan merentangkan tangannya hingga menutupi mata ketiga sodaranya.


" kalian bertiga diam dan tutup mata ato aku aduin ke kakak" ( Reki berbicara dengan tegas)


"Kamu melototin aku lihat apa sih?


Mira sangat kesal Reki memandang nya.


" ehh...maaf itu baju kamu "


Reki memberitahu Mira bahwa kancing bajunya lepas satu dengan menundukkan matanya.


Mira segera menutup bajunya dan kaget melihat sikap Reki.


" ternyata dia laki- laki yang gentle" ( batin Mira)


"Mira lets go, kita pergi "( elena)


" tunggu bentar...kamu sapa?" ( tanya Mira )


"Aku Reki"


" makasih ya Reki..."


Mira tersenyum kepada Reki dan langsung mengikuti Elena meninggalkan mereka.


Riki jantungnya berdetak kencang tiap kali melihat Elena sehingga terjatuh kelantai.


Rekipun masih tersenyum sendiri membayangkan senyuman Mira padanya.


Sementara Riko dan Roki tertawa melihat tingkah keduanya.


Didalam kelas tari, Raka masih berlatih dengan Alen.


Raka terlihat marah- marah karena gerakan Alen masih saja tidak sesuai dengan yang diajarkannya. Alenpun menangis dan berlari hendak meninggalkan kelas.


"Pelajaran belum selesai aku bilang kembali kesini, mau lulus ga!"


"Hiks...Bapak jahat banget nyebelin, iyaa mau lulus " 


Alen akhirnya kembali sambil menangis.


"Nangis lagi... jangan cengeng dong"


" hiks...hiks" Alen menutup wajahnya dan berlari menuju sofa.


"Udah, diam cengeng banget, nih minum, ayo ambil apa perlu aku minumkan"( Raka merasa tidak tega dengan Alen)


Alen masih dengan tàngisannya mengambil minuman yang diberikan Raka.


"Makasih pak"


"Nah gitu dong cengeng banget, ya uda ganti baju sana, nanti aku antar kemobil teman kamu"


Akhirnya Alenpun segera ke kamar ganti lalu mengganti bajunya dan seperti biasa Raka sudah menunggunya didepan pintu.


"Aku bisa pulang sendiri pak"


"Coba lihat wajahnya kok masih nangis sihh, udah dong, sini"


Raka tiba- tiba memeluk Alen dan membelai rambutnya.


"Loh kok aku dipeluk sih, aduh hangat banget ga mau lepas rasanya...ihh jadi dag dig dug"(ucap Alen dalam hati)


Rakapun melepas pelukannya dan mengusap air mata Alen dengan jarinya. Wajah Alen pun langsung memerah. Raka memegang kedua pipi Alen dan terdiam, pelan- pelan mendekatkan wajahnya.


" dia mau apa ya...kok liat aku kaya gini trs itu wajahnya kenapa semakin dekat ya...Alen tiba- tiba berhenti nangis dan berubah tegang? ( batin Alen)


"Nah gitu dong cantik, ayo dimana mobil teman kamu"


Raka yang tiba- tiba berbicara disaat wajahnya hanya berjarak 1 senti dengan wajah Alen membuat nafas Alen lega setelah menahan nafas cukup lama.


"Disana pak"


" huffff...kirain tadi dia mau cium aku...ihh aku kok malah mikir gitu sih" ( batin Alen )


Rakapun berjalan mengikuti Alen. Karena gugup Alen tidak memperhatikan langkahnya dan akhirnya terjatuh.


"Aahh,aahhh"(Alen)


Dengan cepat Raka menangkap Alen dan baju Raka kotor karena terkena cipratan air yang diinjak Alen.


"Pakk minta maaf ya,duh gimana ini...aku cuci yaa"(Alen)


"Uda biarin buang aja tar.... kakimu tidak bisa berjalan ya"


"Aduh sakit banget"(Alen)


Raka langsung menggendong Alen dan berjalan santai sampai keparkiran. Tentu saja semua orang yang ada di kampus memperhatikan mereka sambil bergunjing.


Terutama para sahabat Alen dan ke4 kembar yang menganga melihat mereka


" ihhh...apa dia gak tau klo kita berdua jadi pusat perhatian...malu tau".


Alen berguman sndiri sambil menutup wajahnya menahan malu.


Kemudian Raka menurunkan Alen didepan mobil Siska dan tiba-tiba mendekatkan wajahnya ketelinga Alen dan berbisik.


Tentu saja membuat sahabat dan 4 kembar yang melihat dari jauh berfikir yang bukan- bukan.


"Mulai besuk panggil Raka ya,jangan panggil pak jelas"(Raka berbisik kepada Alen)


"Iiyyya...pak...eh..Raka"(Alen)


"Whattt...itu...itu... mau diciummmm!!" (4sekonco )


"Kakaak, luar biasaaa!"(4kemba)

__ADS_1


__ADS_2