Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 18:KENCAN


__ADS_3

Alen masih tidak bisa menerima kata- kata Raka. Hati dan pikirannya penuh dengan kemarahan. Dengan sangat kesal Alen berjalan menuju mobil Siska.


Anton yang sudah menunggu diparkiran merasa heran melihat wajah alen yang jutek.


"Hai Alen...what happen?". Anton


"Shut up Anton....nanti jam 7 malam ok and dont be late....(brak..menutup pintu mobil)". Alen


"Woww...grazy lady saya suka sekali...oke...hehe". Anton


"Iuuhhhh....kenapa sih Alen tiba- tiba jutek?...and Anton keep your promise ok...byee see u...". Elena sambil masuk ke mobil.


" Bye mas bule....".Siti


Mira dan Siska melewati Anton dengan melirik sinis dan tidak menyapanya.


"Hahaha......oke ladies see u....aku akan tepat waktu Alen...". Anton


"Hmn perasaanku ga enak nih..". Mira melirik Siska dan menganggukkan kepalanya.


Kemudian 5sekonco pergi dari kampus menuju kekediaman mereka.


Rumah Alen.


"Elena kamu yakin Anton baik-baik aja perasaanku kok ga enak ya..."Mira.


"Iya aku juga. Menurutku nih dia itu play boy banget, kita mesti hati- hati...eh kenapa Alen tuh...." Siska.


"Brakkk....."


Alen memasuki rumahnya dan langsung menuju kamarnya dengan membanting pintu.


"Oh my....kenapa Alen seperti itu pasti karena si Raka yang jengkelin itu"Elena.


"Wes ndang istirahat kita nantikan ada acara lagi. Capek aku abis ngedel- ngedel mayat..."Siti.


" Sitiiiii...aku takutttt tar klo arwah mayatnya ikut kamu gimanaa...hua...huaa"


Siska menangis ketakutan.


" Cup...cup...ojo nangis...mosok ada arwah kodok" Siti.


" lho katanya bedah mayat...kok kodok?"Mira.


" Hehe mayat kodok....besuk baru mayat beneran..wes ayo mandi2 dlu biar seger"Siti.


" Besuk bilangin mayatnya ya..arwahnya ga boleh ngikut..hiks...hiks"Siska.


Kamar Alen


"Kurang ajar emang dia itu siapa? Aku gak bakalan nurut lagi. Mau ngancam ..mau marah ..bodoo amatttt" Alen membanting semua bantal dan gulingnya.


" Enak aja nyium2 trs gigit bibirku. Emang aku cewek apaaannn...nuduh - nuduh sembarangan lagi.....ihhhhh menyebalkannnn" Alen ngomel sendiri sambil memukul- mukul kasur.


Rumah Raka


"Eh kenapa itu kakak kok ribut dikamarnya..."Roki.


"Hmm pasti gara- gara Anton kurang ajar....lihat aja aku hajar tar..."Riko.


"Ehh.....kan memang rencananya buat kakak cemburu gimana sih...."Reki.


"Iyaa tapi dia uda cium pipi siseksi ahhhh..."Riki.


"Kalau sampai nyentuh putri jowo tak pitesssss....."Riko


"Udahlah ayo kita siap- siap kan kita mau ikut mengintai...aku mau mandi dlu biar wangi kalo deket2 sama Mira...hihi"Reki


Dikamarnya Raka juga merasa sangat kesal dan membanting semua barangnya hingga berantakan.


"Sialan....kenapa aku ini..aku tidak pernah semarah ini..ahh..ada apa denganku apa aku jatuh cinta...pokonya dia cuman milikku "Raka.


Raka segera mengganti bajunya dan turun dari kamarnya kemudian keluar rumah langsung masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya menuju ketempat kencan Alen.


"Loh kemana kakak itu? "Riki


"Riko, telpon pengawal suruh ngikuti kakak bahaya ini....."Roki.


"Iya Riko cepetan telpon! setelah itu ayo kita kerumah sebelah" Reki.


"Halo, ikuti kakak oke jangan sampai ketahuan" Riko.


"Maaf tuan Raka melarang kami". Pengawal.


"Udah langgar aja aku yang tanggung jawab klo bisa jangan sampe katahuan. Tar kalau ada apa-apa malah kamu yang bersalah tidak bisa menjaganya..." Riko.


"Baik tuan.."


Rumah Alen


Jam menunjukkan pukul 6 malan dan tiba-tiba bel berbunyi.


Siti yang saat itu berada di ruang tamu segera membuka pintu.


"Ting....tong....."


"Eh sopo iku....sebentar ya saya buka....ehh mas ini sapa?"


"Maaf nona, saya mau mengantar barang ini untuk nona Alen dari tuan Anton"Kurir.


"Ehh iya makasih ya mas ....."Siti.


Setelah kurir itu pergi, Siti meletakkan kardus besar dengan pita pink di meja tamu.


Diatas pita ada surat dengan bau yang sangat harum.


"Alenn.....ini ada paket buat kamu...ayo turun...."Siti.


"Eh apa sih....itu bagus banget loh.....dari siapa sih? "Mira.


"Katanya mas kurir dari Anton....ini ada kartunya" Siti.


"Hmmm mana ada pura- pura kirim kado?"Siska.


"Whats wrong with Anton? Kok pake beginian, tidak ada dalam perjanjian...hmm...aku jadi curiga nih...gaess kita akan ikuti Alen bahaya...perasaanku ga enak..."Elena.


Alen turun dengan wajah jutek langsung mengambil baju Anton dan membuang kardusnya tanpa membaca kartu yang diberi Anton lalu berlari kembali kekamarnya tanpa berbicara apapun kepada teman-temannya.


"Hmm..Alen kayaknya bete banget"Mira.


"Hehe kayanya Alen bakal balik tomboynya kaya dulu.....aku suka.."Siska


"Brakkk....!"


Alen membanting pintu kamarnya.


"Duh kenceng banget sampe jantungku mau copot" Siti.


Jam menunjukkan pukul 7 malam dan sesuai janjinya, Anton sudah datang menjemput Alen dirumahya.


"ting...tong..."


"Iuhhh Anton why....ini namanya pelanggaran....why Anton..?"Elena sambil menyilangkan kedua tangannya didada saat membuka pintu.


"Hai Elena...buka pintu langsung marah-marah....cantiknya hilang lho hehe.."


" Dont talk too much Anton, i dont like it"


" Tidak ada pelanggaran sayang..ini akan semakin membuat cowok itu cemburu..aku hanya mengikuti permainan kita saja biar lebih menarik..dont worry..." Anton.


Tidak lama kemudian Alen turun dari tangga dengan menggunakan gaun pemberian Anton.


"Oh myy...kamu cantik banget Alen. And Anton remember this is my game not yours......"Elena


"Wow amazing...cantik sekali Alen. Are you ready to date me tonight?"Anton.


" Udah jangan banyak bicara, ayo berangkat" Alen.


Alen langsung masuk ke mobil Anton dengan tampang cemberut.


"Tunggu...kalian akan kencan dimana?"Mira.


"Tentu saja ke tempat yang Elena pesan...kalian tenang saja, Anton selalu menepati janji.."Anton.

__ADS_1


"Aku tau tempatnya, Mira. Ingat Anton jaga Alen baik- baik! Klo kamu brani macam- macam, I'll kill you " Elena.


"Of course...bye ladies.."Anton.


Anton segera menjalankan mobilnya dan pergi dengan Alen.


Setelah kepergian mereka, 4 kembar mendatangi rumah Alen.


"Halo Mira cantik hehe....eh kok cemberut sih.."Reki.


"Perasaanku ga enak...Elena, emang mereka mau ke cafe mana sih?"Mira.


"Iya lihat wajah Anton kok aneh ya..."Siska.


"Seksi..eh maaf Elena, cafe mana ya? ayo kita kesana soalnya kakakku marah banget sampe kamarnya amburadul dibantingin semua trus naik mobil ngebut..."Riko.


"Ta pitesssss....awas bilang seksi lagi..."Riki langsung menarik kepala Riko dengan lengannya.


"Maaf.....hihi" Riko.


"Lets go kita pakai mobil Siska aja...tapi mana cukup 8orang.."Elena.


"Gpp...pake mobilku aja biasanya kan dipake 6 orang...ayo aku yang nyetir". Roki.


"Iuhhh trus yang 2 taruh mana.. sempit tau"Elena.


" Elena kan bisa aku pangku...ga pa2 kok..hehe" Riki.


" In your dreams...iuhhh" Elena mengibaskan rambutnya ke arah Riki.


Sikembar tentu saja sangat senang karena mereka bisa duduk berdempetan dengan sekonco.


Alen telah sampai disebuah restaurant yang dipesan Anton.


Dan ternyata Anton dengan sengaja mengganti tempat kencan mereka dari yang sudah disepakati dengan Elena.


"Lho Anton, kenapa tidak sama nama cafenya..temanku tahu kita disini.?"Alen.


"Alen, lihatlah tempat ini sangat romantis..come on..rileks...aku sudah pesan ruang VIP buat kita" Anton.


"Ini bnyak banget om-om genit uda didampingi cewek2 sexy kok masih senyum2 ke aku..uda gitu remang lagi cafenya...wadew gawat ini tempatnya gak bagus...rasain nanti aku hajar kalau macam-macam"


Ucap Alen dalam hati saat memasuki cafe menuju tempat duduk yang di pesan Anton.


4kembar dan 4 sekonco telah sampai ditempat cafe yang dipesan Elena.


Setibanya mereka disana ternyata mereka tidak menemukan Anton dan Alen.


"Dasar Anton... sepertinya dia permainkan kita..gimana ini hiks..hiks"Elena.


"Udah cantik sabar ya ...Biar si Riko yang menangani...tenang ya jangan nangis"Riki.


Elena merasa kesal dan menangis khawatir jika terjadi sesuatu dengan Alen.


Tanpa dia sadari, Elena memeluk Riki yang saat itu didekatnya.


Riki tersenyum sambil membelai rambut Elena.


"Woww hebat Riki...haha" Roki tos dengan Reki.


"Ohh Elena....biar aja dia nggak sadar...eh Riko kamu tahu dimana mereka?...sialan gimana kalau ada apa-apa ama Alen ..."Mira.


"Ok aku tanya pengawal yang mengikuti kakak tadi .."


Riko menghubungi pengawal Raka dan sangat terkejut ketika mengetahui Alen diajak Anton pergi ketempat cafe xxx.


"Apa?..gawat..Roki, cepat bawa kita ke cafe xx!" Riko.


"Kurang ajar aku sudah menduga...Alennn bertahanlah.." Mira


"Alen kan jago beladiri. Udahh..kalian tenang semua...lagian Raka kan pasti uda ada disana" Siska.


"Iya tapi kakak juga butuh bantuan kita. Ayo Roki ngebut cepat..."Reki.


"Siappp...." Roki.


"Wess ojok ngebut nanti ditilang...arghhh .."Siti.


Tentu saja ini adalah kesempatan buat Riko dan Reki karena bisa memeluk pujaan hati mereka.


"Tenang aja putri jowo, ada mas Riko disini siap melindungi kamu"Riko.


"Iyo mas makasih yaa..."Siti malu dan memegang kacamatanya membuat Riko tersenyum.


Elena sangat gelisah dengan keadaan Alen.


"Duh semoga baik-baik aja..Alen im sorry..ini ide yang bodoh sekali..hiks..hiks" Elena yang tidak sadar kembali bersandar dipundak Riki dan menangis.


"iya sabar ya cantik mas Riki ada disini..."Rikipun tersenyum bahagia sambil memeluk Elena.


"Dasar brengsek Anton..semoga Alen baik- baik saja"


Mira menutup wajahnya dan Reki langsung membelai dan menenangkan Mira.


"Udah tenang ya...ada kakak disana, benar kata Siska dan para pengawalku juga...udah jangan nangis..sini"Reki.


Raka sudah datang duluan dan mengamati Alen dari kejauhan.


Para wanita sexy pun mendatangi Raka tanpa canggung.


Tapi Raka menolaknya dengan wajah datar dan sadis.


"Haii...ganteng sendirian? Mau ditemenin nggak?"Cewek sexy.


"Jika kalian tidak pergi aku bunuh!"


Raka mengucap dengan tegas membuat cewek- cewek itu langsung pergi meninggalkannya.


Anton mulai aksinya dengan merayu Alen.


"Pelayan....bawakan kami minuman yang biasa aku pesan...apa kamu mau sesuatu sayang?" Anton bertanya Alen sambil memegang tangan Alen.


"Heh jangan berani- berani megang....Anton kenapa kita kesini?"Alen.


"Heii...ini romantis sekali dan sangat cocok untuk gadisku yang sangat cantik...lihat ini aku bawakan hadiah..."Anton.


"Denger ya Anton aku bukan gadismu...jangan sentuh- sentuh aku dan aku gak mau apapun dari kamu"Alen.


"Tidak ada gadis yang menolakku. Ayolah kalung berlian ini sangat mahal cocok buat kamu sayang..."Anton memegang leher Alen hendak memakaikan kalung pemberiannya.


"Aku bilang jangan sentuh aku...Anton, simpan kalung itu dan aku mau pergi...eh..."


Ketika Alen mau pergi Anton menarik tangan Alen dan hendak mencium Alen.


"Alen...jangan pernah menolakku...sekarang aku mau menikmatimu...ayolah berikan ciumanmu!"Anton.


"Apaa.. lepaskan kurang ajar..."Alen.


Raka yang melihat kelakuan Anton sangat kesal dan langsung menghampirinya dan memukuli Anton hingga terjungkir kelantai.


"Kurang ajar rasakan ini..bajingan.."Raka.


"Buk....buk...jeduk....buk..."


"What...kenapa kamu tahu aku disini...sialan..awas kamu..."Anton.


Anton berdiri dan gantian memukul Raka.


Mereka berdua saling adu jotos hingga Anton tersungkur.


Raka mengepalkan tangannya dan menghajar wajah Anton.


Alen yang melihat Raka begitu lepas kendali langsung menariknya dan mengajaknya pergi meninggalkan cafe xx.


"Sialan...rasakan ini.."Raka.


"Raka sudah...hentikan ayo kita pergi.."


Alen menarik tangan Raka dan membawanya ke parkiran.


" Ayo Raka kita pergi dari sini mana mobilmu" Alen.


Raka dengan wajah babak belur mengikuti kata- kata Alen dan membawa Alen ke mobilnya.

__ADS_1


Saat itu mobil yang ditumpangi 4 kembar dan 4 sekonco datang tidak jauh dari mobil Raka.


"Ehhh...itu bukannya kakak ama Alen..lho mereka mau kemana?" Riko.


" Itu bukannya mas bule ya didepan kayak habis dihajar gitu babak belur semua..."


Siti melihat Anton yang memegang wajahnya dan berjalan menuju ke mobilnya.


"iiuhhhh...Anton...awas kamu.."


Elenapun segera turun dari mobil dan menghampiri Anton dengan sangat marah.


"Heii...Anton, kamu kurang ajar ya brani benar kamu bohongi aku? Braninya kamu mau mencelakai my friend...awas ya..!"Elena.


"Ohh Elena darling....sorry aku berubah pikiran sepertinya temanmu itu semakin membuatku penasaran ingin mendapatkannya..walaupun sekarang gagal tapiii...bagaimana kalo kamu yang menggantikannya malam ini? Aku sudah memesan kamar yg romantis sekali...kita bisa bersenang- senang malam ini...come on..."


Anton tersenyum licik sambil memandang tubuh Elena dari atas hingga bawah.


"Whatt...enak aja kamu ngomong...dasar cowok menjijikkan..menyesal aku ngenalin Alen ke kamu"Elena.


" Ayolah Elena...tubuhmu yang sexy ini sayang sekali jika dibiarkan. Ijinkan aku menikmatinya...haha"


Anton menarik lengan Elena hendak memaksanya masuk ke mobilnya.


" Anton lepasinnnn..."


Riki yang sudah geram langsung keluar dari mobil dan berlari menarik Elena dari cengkeraman Anton.


" lepasin dasar brengsek kamu" Riki berteriak.


Para pengawal sikembar menghampiri Riki ingin membantunya tetapi Riko melarang karena ini saat nya Riki yang harus menghadapinya sendiri.


"Elenaa...sini dibelakangku oke...hei kamu bule..kurang ajar nyentuh pacarku awas ya..."Riki.


"What....hahaha...pacar..Elena come on...minggir jangan buat aku marah.."Anton.


"Jangan memaksaku ya bule...aku pitess kamu.."Riki.


"Ok..rasakan ini..."Anton.


Anton memukul wajah Riki beberapa kali kemudian Riki berhasil menangkisnya dan membalas pukulan Anton sehingga mereka berdua saling babak belur.


" Aduhhh Riki....kamu ga pa2 kan?"Elena.


" Tenang saja seksikuuu...Riki akan melakukan apapun untuk kamu"


Riki yang terjatuh langsung berdiri dan menyerang anton dengan pukulannya.


"Kurang ajar. Tanganku uda gatel ini pengen hajar bule sialan itu..."Riko.


"Eitss....udah biar Riki aja...tuh liat Elena terpana ama Riki...kan tau sendiri dia dikampus ikut club karate..uda biarin aja"Roki.


" Tapi Riki ikut karate kan baru- baru aja...itupun karena pengen bisa ngelindungin si seksi katanya..hhihihi"Riko ketawa sambil menutupi mulutnya.


"Bagus dunk langsung praktek hihi..Ayo hajar dia Riki....ayo pukull....majuuuu...rasain lo bule "Reki melompat tos dengan Roki dan Riko.


"Wah mas Riki hebat yaa....ndak salah jadi asdos..jago karate lagi.."Siti.


"Apa..."Riko langsung menarik Siti dan menutupi kedua mata Siti agar tidak melihat Riki.


Riko merasa kesal karena ini kedua kalinya Siti memuji Riki.


"Ehh kok ditutup to mas...ga kelihatan..."Siti.


"Biar kamu gak muji-muji Riki lagi..putri jowo, ga boleh muji cowok lain lagi selain aku..ok"Riko.


" lho kok ngono....emang kenapa?" Siti yang mengintip dari sela- sela jari Riko.


" Pokoknya gak boleh...uda diem jangan gerak!"Riko.


Sementara Mira dan Siska menutupi mata karena melihat perkelaian Riki dan Anton yang akhirnya dimenangkan oleh Riki walaupun wajahnya harus babak belur.


Anton langsung kabur masuk ke mobilnya dan melaju kencang.


"Hehhh...kok kabur ayo sini lawan aku lagi..aduh kepalaku kok muter- muter ya..aaa"


Riki yang tiba- tiba pandangannya kabur dan hendak pingsan.


"Reki...tuh babak belur semua kasian tau.."Mira.


Reki, Riko, dan Roki segera berlari dan menangkap Riki yang hampir pingsan.


" Wahh hebat kamu Riki...gila jurusmu mantap...ayo bangun jangan pingsan malu- maluin dilihat cewek- cewek tuh"Reki.


"Sapa yang pingsan...gaess kita kembar cuman 5 kan? tapi kok kalian jadi 6 ya...berarti ditambah aku ma kakak kita kembar 8 dunk...haha banyak amat kembaranku ya" Riki yang masih setengah sadar.


"Haduhh...kayanya otaknya kongslet ini"Roki.


Sementara para pengawal diperintahkan Riko untuk tetap mengawal kakaknya.


"Iiiuuhhh hebat banget sih berani bela aku....tapi kasian sampe luka- luka gini..aku harus bagaimana ini..."Elena.


3kembar membawa Riki masuk kedalam mobil diikuti 4 sekonco dan mereka meninggalkan cafe xx.


Alen dan Raka didalam mobil tidak saling berbicara apapun.


Sesekali Alen melirik ke arah Raka untuk melihat luka diwajah Raka.


"Kok dia tau sih aku disana..."Ucap Alen dalam hati.


Tiba- tiba Raka menghentikan mobilnya.


"Loh kok berhenti..."Alen.


"Kamu ceroboh...bagaimana jika aku tidak datang...jawab!"Raka.


"Tidak perlu repot...aku bisa jaga diri..."Alen.


"Apa...tadi sangat berbahaya apalagi wanita dengan baju jelek seperti itu..."Raka.


"Aku tunggu diluar...ada baju dibelakang..ganti sekarang!"Raka.


"Apa...ganti?"Alen.


"Selalu banyak bicara..cepat ganti!kalau tidak nurut aku yang akan menggantikan bajumu!"Raka.


"Iyaaaa....sudah sana aku mau ganti.."Alen.


Raka dengan kesal keluar dan berdiri didepan mobilnya dan ternyata salah satu kaca mobilnya terbuka sehingga bisa melihat Alen mengganti bajunya.


"Aduhhh kok kliatan sih....cantik sekali...ahh kenapa aku malah melihatnya.."


Saat Raka memalingkan pandangannya tiba- tiba Alen melempar jas ke Raka karena tau Raka mengintipnya dari jendela.


"Ehh....jendelanya kok ga ditutup sih..Raka! Kenapa matamu melotot gitu.... rasain nih...(bruk )dasar tukang ngintip sebel..!"Alen.


"Aduhh...percuma aku kan uda pernah lihat semua..."Raka membalikkan badannya.


"Ehh...sebelllllll!"Alen.


Setelah Alen mengganti bajunya Alen keluar dari mobil dan menghampiri Raka yang masih marah.


"Mana bajumu tadi aku buang..(bruk dibuang ditempat sampah)"Raka.


"Raka...(Menarik tangan Raka)...aku mau..."Alen.


"Apa cewek ceroboh? Apa kamu tau aku khawatir sekali...kamu ini benar- benar menyiksa..aku sudah katakan sama kamu jangan pergi sama Anton kenapa kam...."Raka.


Sebelum Raka berhenti bicara, Alen tiba- tiba menarik Raka mendekatkan wajahnya dan mencium pipi kanan Raka.


"cupp....."Alen mencium pipi kanan Raka.


"Raka..terima kasih ya..kamu laki-laki hebat yang pernah aku temui..my hero.."Alen sambil mengedipkan matanya.


"Cup...jangan marah lagi ya jelek tau" Alen mencium pipi kiri Raka.


Mendapat ciuman dari Alen yang tiba- tiba membuat wajah Raka memerah.


Secepat nya Raka menarik Alen dan segera masuk kedalam mobil lalu mengendarainya dengan sangat cepat tanpa berkata apa-apa sehingga membuat Alen kebingungan.


"Iiihhh...jutek lagi deh sebel.."ucap Alen dalam hati.


"Ahh.. jantungku kayak mau meletus....ada apa dengan wanita ini..selalu saja menyiksa hatiku..kenapa dia tiba- tiba mencium pipiku"Raka.

__ADS_1


__ADS_2