Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 29 : Permusuhan mendadak


__ADS_3

Saat bangun di pagi hari, Raka masih bingung dengan sikap Alen. Bahkan saat makan malam bersama dengan saudara-saudaranya di cafe, Raka hanya terdiam.


"Ahhh...kenapa dia gak mau pakai jaketku? apa dia ga suka? kalau iya kenapa gak bilang ?membingungkan sekali cewek ini. Tapi aku kangen bangettt..huh ( memegang jidatnya)..baru kali ini ada cewek buat jantungku kayak menari salsa.." Raka terduduk dikursi dikamarnya sambil memejamkan matanya melamunkan Alen.


Raka tiba-tiba menghubungi pengawalnya.


"Aku mau tau nomer telepon perancang jaket yang paling bagus kirim segera aku tunggu..!" Raka tersenyum licik sambil membayangkan Alen.


"Baiklah kita lihat, Alen si roti isi sebentar lagi kamu akan klepek-klepek padaku.." Raka merebahkan badannya dan menutup wajahnya dengan tangannya mencoba menenangkan diri.


Rumah Alen.


Pagi itu Elena dan Siska membangunkan Mira yang masih belum keluar dari kamarnya.


Setelah masuk ke kamar Mira, Elena melihat gaun hitam yang terkena noda tergeletak di atas kasur.


"Mira..what you did last night? Ini noda di gaun kamu masih basah...hmmm ayo ceritakan! kita tidak pernah ada secret...!"


Elena menyilangkan kedua tangan didadanya dan mengernyitkan dahinya sementara Mira terdiam sambil merapatkan mulutnya.


"Noda apaan sih, Elena?" Siska yang semula duduk mengangkat badannya lalu mendekati gaun Mira dan mencium noda dibaju Mira.


"Ihhh apa sih, tadi malam aku pesen makanan terus gak sengaja tumpah di gaunku"


Mira memalingkan wajahnya dan berdiri kemudian berjalan mengambil coke didalam kulkas.


" Ini gaun mahal banget. Gak mungkin kamu seceroboh itu numpahin saos ke gaun yang masih baru...come on...ini gaun limited edition and you pakai make up" Elena penuh curiga.


"Ehh..kok bau nodanya sama ya sama saos yang aku makan semalam, dan kalo urusan makanan Siska tidak pernah salah. Ayo, bilang kamu kemana semalam?"Siska


"Aku pesan makanan online gaes dan semalam aku nyoba make up baruku. Udah ahhh...aku mau sarapan" Mira langsung turun menuju dapur diikuti Elena dan Siska.


" Ngaku aja Mira, kalo kamu kencan semalam!" Elena.


"Wow kencan ama Reki maksudnya..?" Siska melompat dan berlari menuju meja makan.


"Ada apa kok datang-datang pada ribut? Sapa yang kencan? " tanya Siti.


" Tanya tuh sama Mira!" Siska


" Kalo bener Mira kencan sama Reki yo wes gak po-po. Mungkin Reki kasian Mira belum makan trus diajak makan berdua. Aku aja kalo di jogja ya mesti kencan sama bapakku soalnya kita kan seneng kuliner jadi sering makan berdua. Ya kan, Mir?" Siti tersenyum ke Mira.


" Wkwkwkw" Mira dan Siska tertawa terpingkal-pingkal


"Iiiuhhh....Sitiii....slalu aja oon gak nyambung. Mira, habis ini jelasin ama kita yang sebenarnya terjadi oke..tidak ada rahasia diantara 5sekonco..ingat itu girl.." Elena mengambil piring hendak makan dan lemas melihat masakan Siti.


"Iyaa aku pasti cerita kalau melakukan apapun oke..iuuuuhhh..." Mira menirukan gaya Elena dan melotot melihat masakan Siti.


"Wes Elll, ayo dimakan! Wenak ini ngabisin nasi. Besuk kita diet lagi sekarang bebas" Siti


" Yeehhhhh" Siska melopat kegirangan.


"Wahh...sepertinya akan ada korban nafas lagi nih." Mira melirik Siska dan tos.


"Siti..iuuhhh what is this?oh noo..not again.."


Elena melihat ikan salem berbumbu dicampur rajangan cabe, ada sayur kangkung dan pete berwarna hijau pekat diatas meja.


"Wah enak ini haha asikk..." Siska melahap cepat masakan Siti.


"Sttt...Siska setelah makan tuhh...(melirik ke Elena )..oke " Mira tos dengan Siska.


Alen tiba-tiba turun dari kamarnya dan menuju meja makan.


" Kurang 2 hari lagi kita tampil gaes, lagunya jadi flaslight Jesse J sesuai latihan ya..trus kostum gimana.."


Alen sambil mengambil piring dan menyantap masakan Siti seperti biasa kaki yang terangkat satu.


"Iuhhh...why ini cewek kayak cowok..mesti diganti ya namanya..ayo turun kakinya..! Aku telpon Adolf nih..biar kamu ribut ngurusi adikmu yang super bandel..come on Alen..!" Elena menghampiri Alen dan menurunkan kakinya.


"Iye madam Elena..im sorry..jangan ya peace ( mengangkat kedua tangannya)..maaf ini ga naik lagi..(sambil meringis).." Alen


"Kostum sesuai lagu dong.." Mira


"Semua serahkan ke Elena oke..dan besuk berarti latihan terakhir ya? aku akan kasih tau Erick.." Elena berdiri dari kursinya dan Mira menariknya.


"Eeeeehhh...jangan dong nanti aja habiskan dulu makannya okey..nih...hah..hah..hah..wkwkwk" Mira mengarahkan nafasnya ke arah Elena disusul Siska.


"Hahaha...Elena kamu nanti jerawatan lhoo..." Alen


"Heh wessssss...jangan ndak boleh gitu udah sana..wes ayo Elll habisin makannya dan Mister Erick bisa dihampiri habis makan aja" Siti


"Iuuhh...Siti. Thank you..kamu pahlawanku..wekkk.." Elena menjulurkan lidahnya ke arah Mira.


"Iiuuuuuuuhhh....." 3 sekonco kecuali Siti.


Rumah Raka


"Jadi kemaren kencan ama Mira diam-diam gitu...mangkanya tiba-tiba pesan baju.." Riko mengedipkan salah satu matanya ke Reki.


"Tapi hebat keren kamu Reki mantappp...akhirnya sicewek dingin bisa kamu taklukkan..." Roki tos dengan Reki.


" Kasih tau dong caranya aku juga mau kencan ama Elena hihi.." Riki melompat kearah Reki sambil membetulkan kaca matanya.


"Haha aku udah ga tahan nih ama Mira, jadi aku nekat aja. Tapi sekarang dia uda jadi milik aku seorang..(memegang bantal sambil memajukan bibirnya membayangkan mencium Mira )muahhh" Reki


"Hoiii...hahaha.." 4 kembar saling tos.


Kamar Raka.


Raka menerima telepon dari perancang terkenal dan memesan 20 jaket rancangannya untuk dikirim kerumah Alen segera.


" Semua cepat kirim kealamat yang aku kasih malam ini juga..aku tunggu.." Sambil melihat kamar Alen dari tirai jendelanya Raka masih sangat kesal dengan Alen.

__ADS_1


" Bagaimanapun juga roti isi harus menurut ama aku aja"


Rumah Alen.


Saat para sekonco bercanda gurau diruang keluarga tiba-tiba bel rumah berbunyi.


"Ting...tong..."


"Eh jam 8 malam ada tamu siapa sih.."Mira


"Jangan-jangan Erick datang" Siska


"Elena uda kamu hubungi Erick..?"Alen


"Belumm...aku baru mau kesana..nih bawain makanan hehe.."Elena menyiapkan roti sponge bikinan Siti dipiring.


" Wesss ndang dibuka pintunya, Siska. Ini aku sibuk bikin roti katanya minta dibikinin kemaren.." Siti masih mengotak-atik oven.


"Okee..duhh harum banget sih roti Siti.." Siska berjalan sambil menghampiri Elena dan mengambil satu roti yang disiapkan Elena dipiring.


"Iuuhhhh nakal Siska endutttt...sebel.." Elena


"Wekkkk...." Siska menjulurkan lidahnya dan memakan roti sambil membuka pintu rumah.


Siska terkejut sampai roti yang dimakannya hampir jatuh melihat perancang terkenal membawa 20 jaket rancangan terbarunya didepan rumah Alen.


"Eemmmm....gaesss...eh ayo sini lihatlah..." Siska melotot.


4 sekoncopun berlari dan ikut melotot melihatnya.


"Haii ladies, ini benar rumahnya Alen kan?..hmm Alen ada.."


"Alen..?" Alen menunjukkan jari kedirinya sendiri dan 4sekonco menoleh bersamaan kearah Alen.


"Ohh you Alen..ok bisa aku masuk kedalam.."


5sekonco mengganggukkan kepalanya secara bersamaan.


Dan Elena berteriak kencang karena bertemu perancang fashion favoritnya.


"Aaahhhhhhhh....oh my...mister im your fans... saya senang sekali bertemu dengan anda..saya Elena siseksi badai kuliah di universitas terbaik bagian fashion design..nice to meet you.." Elena sambil mengulurkan tangannya.


" Wow..amazing..nice to meet you to Elena..( membalas uluran tangan Elena)..ini kartu namaku kalau kamu lulus hubungi aku dan kita bekerja sama oke"


"Haaaaa..(melotot)..okey yes pasti akan aku hubungi....yes... thank u sir.." Elena melompat kegirangan.


Alen menghampiri jaket yang berjejer didepannya dan melihat harganya yang fantastis.


"Hah..10, 20, 25, 30 juta..hahh....mister, ini dari siapa..?" Alen


"Woww ini kok hargane kayak harga motor yo Lenn...astaga.." Siti melongo.


"Haha iya Siti itukan dari kulit asli buaya pernah tahu ga..eh jaket kulit kodok belum pernah ada loh..kumpulin aja kulit kodok yang kamu bedah trus buat tas unik tahu.." Siska


"Hahaha ide bagus tas kulit kodok ( menggeleng-gelengkan kepala)...oh jadi kamu Alen oke sepertinya aku membawa size yang pas dan selera pacarmu sangat baik.."


"Pacar...siapa itu?" Alen


" What?...maksud mister ini semua dari Raka?" Elena menghampiri Alen dan berada didepannya.


"Yess of course. Dia pacar impian seluruh gadis....he is a handsome, rich and romantic man. Semoga kamu suka dan aku harus pergi dulu....bye ladies.."


Setelah perancang itu pergi, Alen mengernyitkan dahinya dengan tangan yang mengepal.


"Bye mister..." Elena melambaikan tangannya dan terkejut mendengar Alen yang berteriak memanggil nama Raka.Begitu juga 4sekonco yang saling berpelukan karena terkejut.


"Raaaakaaaaaaa......!"


"Alen....." 4 sekonco.


Alen berlari menuju keluar rumah dan memanggil Raka dengan berteriak. 4 sekonco mengikutinya.


"Rakaaa keluar...sekarang jugaaaa...!" Alen


Dari jendela kamarnya Raka terkejut dan segera berlari keluar disusul 4kembar.


"Hah..ngapain Alen berteriak marah seperti itu.." Raka


"Wahhh...gawat...ayo keluar.." Riko


5kembar keluar dan saling berhadapan dengan 5sekonco.


"Raka..! kenapa kau seenaknya sendiri? kamu pikir aku cewek matre hah dikasih jaket segitu banyak!" Alen


" Emang Kenapa? kamu suka kan pemberianku? bagaimana? mulai besuk kamu harus pakai semuanya..!" Raka


"Apa maksudmu dasar aneh..!" Alen


"Loh maksudnya dipakai semua 20 baju..(memegang kepala)..kan ga muat kalau dipakai semua yah..caranya gimana coba.." Siska


"Siskaaaaa...."5 sekonco.


"Kalau aku tidak mau kenapa? kamu siapa beraninya nyuruh-nyuruh aku?" Alen


" Tentu saja aku pacarmu, kitakan sudah sering berciuman..!" Raka


"Apaaaaa.....ciumann..." 4sekonco dan 4 kembar.


"Ciuman apaaa? maksa tauu, ga enakk.." Alen


"Ga enak emang kueee.." Roki


"Sssttt...Roki diammm..."Riko

__ADS_1


"Apa? ga enak? bukannya kamu memejamkan matamu saat itu dan membalasnya..."Raka


"Membalasnya...." 4sekonco dan 4kembar


"Ihhhh nyebelin pokoknya aku ga sukaaaaaa...gaess mulai sekarang kita bermusuhan ama 5kembar oke..!" Alen


"Apaaa...." 4sekonco dan 4kembar.


"Duh gimana ini? bisa gagal kencan lagi ama Mira " Reki


"Kalian ber empat, mulai sekarang kalau kalian menemui tetangga sebelah, kakak akan hukum kalian jelas..!" Raka berteriak.


" Apaaa...." 4kembar


"Alen aku mendukung kamu kita sekarang bermusuhan..oke gaess.." Elena memberikan tatapan sinis kepada kembar dan Riki tetap tersenyum memandang Elena.


"Sampai kamu minta maaf ama aku atas perbuatanmu..kita tidak akan pernah damai..!" Alen


"Baik siapa yang menemui duluan berarti kalah dan melakukan semua alias nurut diapa-apain.." Raka


"Diapa-apain...."4sekonco dan 4kembar.


"Oke Raka...kamu sudah taukan only say im sorry sudah selesai...dan kita menunggu itu. Jangan takut Alen cantikkk..." Elena


"Iyaa..kenapa sih kamu gitu Raka..sama aja nyebelin kayak kembar sebelahnya juga..huh.." Mira menoleh ke Reki.


" Loh kok..salahku apa sih?" Reki menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Hadew, udah kita sekarang bela kakak aja nanti kita kesekonco lagi.." Roki menoleh kekembar lainnya.


"Iyaa sekonco juga nyebelin apalagi Putri jowo..cuek ama mas Riko.." Riko menoleh ke Siti.


"Lohh kok aku yoo..wess jangan ribut..oh iya mas Riii..ehh" Elena menutup mulut Siti.


"Oke mulai sekarang kita bermusuhan.." sekonco.


" Iyaaa...."4 kembar kecuali Raka yang menatap tajam Alen.


Sementara dirumah Erick, sikembar tiga merasa kesal dengan keributan yang membuat mereka tidak bisa menonton film kartun kesukaan mereka.


"Iihhhh...Berisik banget para tetangga..ayo, kita hukum mereka."


Kembar 3 keluar meniup peluit dan membawa selang air dan menyalakan kran mengarahkan ke sekonco tetapi tidak kepada 5kembar karena mereka menyukai 5kembar yang super ganteng.


"Gaess...serbuuuuu....(crooottt)..."


"Ahh.....hhhh..." sekonco


"Iuuhhh basah semua apaan sih ini..."Elena


"Ihhh.. seksi banget pas mereka basahhhhh..." 4kembar tersenyum gemas sendiri sambil melotot.


"Duhhhh....dasar anak-anak kecil nakkkk....eh Erick.." Mira menghentikan bicara ketika melihat Erick datang menghampiri mereka dan tentunya membuat 5kembar cemberut.


"Oh nooo....im sorry.. stoppp...ayo anak-anak minta maaf sekarang" Erick


"Lariii......" 3kembar.


"Ahh.. tidak apa-apa Erick, kami baik-baik aja" Alen menghampiri Erick dan membuat Raka berteriak.


"Aleeennnnn.....!"


"What...kenapa dia berteriak kepadamu?"Erick.


"Sudahlah biar aja wekk...besuk kita latihan seharian ya 2hari lagi tampil.." Alen diikuti 4 sekonco.


"Iyaaa....."4 sekonco menggangguk bersamaan mendekati Erick.


"Melihat Siti deket-deket sama bule itu hatiku kok terpanah dan panas..." Riko


"Hadeww awas ya bule.." Riki.


" Gimana kalo kita kalahin aja band mereka biar pada nurut.." Reki.


"Itu Siskaa ngapain kok deket- deket sih. Duhh pusing kepalaku.."Roki menendang sembarang arah.


"Erick, aku tadi bikin kue enak lo mau ndak ? uda disiapkan sama Elena dipiring. Ayo ambil kerumah!" Siti.


"Apaaa dibuatin rotiiii.."4kembar saling menoleh.


"Ambil kerumah...hahhh..."4kembar memegang kepala dan saling menoleh kembali membuat mereka semakin sangat kesal.


"Roti khusus buat guru kita yang ganteng" Elena menggandeng tangan Erick membuat Riki geram.


"Elenaaaaa ( wajah memelas) teganya dirimu padaku" Riki mengulurkan tangan ke Elena.


Erick bersama 5 sekonco masuk ke dalam rumah dan membuat 5 kembar semakin cemburu terutama Raka.


"Kamu kok gitu sih putri jowo?..mas Riko menderita nih.." Riko memegang kepalanya.


"Udah sekarang ikutin perintah kakak ajalah.."Reki memegang jidatnya.


"Elenaaa( merengek)aku ga mau marahan.." Riki.


Sebelum masuk kerumah,Alen menoleh ke Raka dengan sinis.


"Awas ya roti isi..aku tidak akan menyerah..kamu akan kembali padaku. Liat aja hukuman dariku nanti, dasar bandel" Raka mengepalkan tangannya dan merencanakan sesuatu untuk Alen.


Raka masuk kedalam rumahnya.


"Ayoo ikut masuk aja..." Riko menyusul Raka diikuti 3kembar.


" Kalian persiapkan band kita dan jangan mengecewakan kakak jelas.." Raka

__ADS_1


" Siapp....." 4kembar.


__ADS_2