
Hari yang sangat cerah lima sekoncopun segera bergegas pergi kekampus seperti biasanya. Elena terlihat sibuk mengghubungi seseorang.
"Haii Anton, im Elena. Masih ingatkan yang kemaren kita bicarakan? kita akan lakukan hari ini ya,and remember this is only a game so dont break it, ok . Jika tidak mau aku mencari orang lain. Baiklah aku akan membayarmu sesuai dengan perjanjian kita,deal". Elena
"Okeyy see you.."Elena
Alen menutup wajahnya saat mendengar pembicaraan Elena dengan temannya di telepon. Bagaimanapun juga Alen harus menuruti kemauan teman- temannya demi mengetahui perasaan Raka sebenarnya.
"Ihhh malu tau gaaa,dia kan bule banget....dan aku ga sukaaa ama bule gak jelas ya Elllll.."
"iuuuuh stopp ok. nanti kita akan mengikuti kamu and mengamati dari jauh. Jadiii hari ini kita tidak kuliah alias bolosssss". Elena
"Lhoooo...aku ini dokter kok bolosss to yoo. Tapi demi Alen, wess nanti aku ta bilang asisten dosen kalau hari ini ga masuk soalnya lagi ga enak badan,satu hari aja ya gaess...haduhh dosa ini bohong". Siti
"ok aku juga ikut. Kalo siska sih ga masalah bolos yang penting tetep bisa makan ya kan sis? "Mira
"Siap grak "Siska
"Ehhh aku kan harus bawa makan siang lagi nih buat Raka". Alen
"Stopp no tidak perlu,bilang aja kamu lupa kamu harus berani mulai sekarang jangan nurut terus ok". Elena
"Kalau ancamannya ga lulus gimanaaa...".Alen
"Nikah aja ama pak guru beres kan" . siska
"Siskaaaaaa". 4sekonco
"Wes ayo berangkat kasian juga kalau Alen terlambat nanti dimarahi bisa nangis". Siti
"Ohhh Alen please jangan cengeng okey sekarang tegakkan badanmu and berani, kamu itu pasti lulus. Dia itu sebenernya loveee ama you gak mungkin kamu gak dilulusin ". Elena
Akhirnya mereka pun segera berangkat kekampus dan seperti biasa mobil sikembar selalu menyalip sambil melambaikan tangan sementara Raka tetap dengan wajah cuek dan juteknya.
" sampai ketemu di kampus cantik- cantik...muah..muahh".
Riki dan Reki menyapa sambil kepala mereka berdesak- desakan dengan kepala dua sodaranya yang lain.
Sampai dikampus Alen diikuti ke4 sahabatnya hingga keruang ganti yang bersebelahan dengan ruangan tari Raka. Dan tentu saja mereka mengendap2 agar Raka tidak mengetahuinya.
"Wahh untung ga ketahuan bisa gagal nih". Alen
"Siska..sekarang kamu ikut Alen trs gambar posisi kelas sama posisi Raka yang biasanya nunggu Alen datang. Ayo cepet gak pake lama". Elena
"Ehhhh nanti ketahuan". Alen
"Ihh... ya gimana caranya supaya ga ketahuan udah sana". Mira
"Wess hati-hati ya duh aku kok ikut jeduk-jeduk to ini..."Siti
Akhirnya Alen keluar bersama Siska dan menjelaskan semua detail ruangan tarinya dan segera kembali keruang ganti.
"Hadew jantungku kayak mau copot. Si Anton suruh aja nemui Alen dibawah tangga soalnya si Raka biasa nunggu Alen diatas tangga tar kita bisa ngintip dari ruang ini". Siska
Elena segera menelepon Anton untuk melaksanakan rencananya.
"Iuuh pastilah Elena ahlinya. Ok Alen, time to action. Jadi Anton uda nunggu dibawah dan dia akan menemuimu ditangga itu biar Raka bisa lihat kalian berdua".
"Ihhh aku takut nihhh duhhh..."Alen
"Eh liat gaess Raka uda ada ditangga. Itu bule yang barusan datang Anton ya El? hahaha Asli play boy tuh Anton hati-hati Len...". Siska
Alenpun keluar dari ruang gantinya dan langsung melihat kebawah tangga untuk menyapa Anton yang menunggunya sambil tersenyum dan melambai.
Sementara Raka melihatnya dan langsung membalikkan badannya masuk kedalam ruang tarinya.
4 sekoncopun mengintip dari pintu ruang ganti dan memberi kode agar Alen kebawah nemui Anton.
"Woww ternyata si cantik ini teman Elena, beruntungnya aku tidak perlu susah- susah mencari cewek ini". Anton tersenyum licik.
"Ihh kok malah masuk sih, udahlah aku juga sebel ama sikapnya biar aja wekk....". Alen
Waktu Alen menuruni tangga, ternyata Raka mengintip dari tirai jendela ruangannya tanpa diketahui siapapun.
"Mau kemana dia,siapa laki-laki itu kenapa tiba-tiba menghampiri Alen...sial".
Raka sangat terkejut saat melihat Anton mencium tangan Alen.
"Hai, nona cantik good morning, masih inget aku kan?....ini aku Anton, kita pernah nari bareng waktu pertama masuk kuliah". Anton
"Eh..kok dicium..ooo iya maaf aku lupa.". Alen mengernyitkan dahinya.
"Harumm sekali seperti rose...oke nanti jam 12 siang kita lunch ya...aku tunggu disini byee beautiful...". Anton
"Hah...beraninya nyium tangannya Alen kurang ajar...ahh tapi apa urusannya denganku aku bukan siapanya Alen....tapi aku ga suka...kenapa sih aku ini". Raka
Raka memukulkan tangannya dimeja karena kesal tapi tiba- tiba Alen masuk dan Rakapun pura- pura memperlihatkan sikapnya yang tidak peduli.
"halo Raka..."
"Sudah belajar tadi malam...."
"sudah Raka ayo kita mulai.."
" tunggu...sini tanganmu...srottt..srottt"
Raka menyemprot tangan Alen dengan sanitizer.
Kemudian mengelap berkali- kali punggung tangan Alen yang dicium Anton.
" nah...sudah bersih tanganmu ga ada kuman yang nempel"
" aneh sekali ga biasanya dia semprot- semprot gitu...bodo amat ahh". Alen membatin dengan kesal.
Rakapun mulai menari dan kali ini emosinya sangat meluap dan selalu marah kepada Alen padahal kali ini Alen tidak melakukan kesalahan.
"Raka akukan tidak salah kenapa marah banget sih..."
"Aku sudah bilang posisimu salah ya salah... ah udahlah aku lapar aku mau makan. Kita ktemu ditaman!"
"Hmn anu ....itu.. maaf aku tidak bawa makan siang ..."
"Brakkkk......."Raka memukul meja
"Maaf Raka aku uda janjian ama Anton mau makan siang"
"Kenapa ama dia!"
"Iyaaa dia ituu...."
"Kamu mau tidak lulus....!"
__ADS_1
"Apaannn sihh,lagian kamu siapanya aku? pacar aja nggak ngapain ngatur- ngatur....udahlah aku pergi dulu...wekk".
Alen menjulurkan lidahnya dan segera pergi meninggalkan Raka menuju ruang ganti.
Didalam ruang ganti 4 sekoncopun tos kepada Alen. Ternyata mereka dari tadi mengintip lewat pintu ruangan tari dan sangat senang melihat Alen marah.
"Nah itu bagus Alen. Cewek harus brani. Ayo kita sekarang kekantin lunch oke keburu Raka liat kita...Elena sudah siapkan semuanya". Elena
5sekoncopun langsung berlari menuju kantin.
Disana Anton sudah menunggu Alen dan melambaikan tangannya. Alen berjalan sendiri ke arah Anton dan temannya yang lain mengamati dari kejauhan.
"eh ada para bidadari disana ngapain itu.."Riko
" bukannya mereka mau bikin kakak cemburu kemaren ya.."Riki
"Ayo kita samperin.."Roki
"Ayolah.."Reki
Akhirnya 4kembar mendekati 4sekonco dan ikut bergabung mengamati Alen.
"Heiii...lagi main mata-mata ya ikut dong". Riko
"Ihhhh sempit bangettt..."Mira
"Sttss....kakak datang ayo pura-pura...."Reki
"Ehh kakak wajahnya jutek amat ....". Roki
"Bukannya kayak gitu trus mana yang aneh". Riki
"Sttt.... diemm". Riko
"Iya nih ributt aja...."Mira
Sementara Alen melihat Raka dari jauh dan ingin membuatnya cemburu.
"Haii nona cantik your name is Alen right? woww cantik sekali seperti orangnya". Anton
"Ihh..rayuannya gombal banget..."Ucap Alen dalam hati
"Heii melamun aja ...ayo makan dunk.."
"Ehh..Anton suapin aku dong......aaaa". Alen
"Woww amazing okey......anything for you". Anton
Raka melihat Alen dan Anton suap-suapan semakin membuatnya marah tetapi seperti biasa Raka tidak menunjukkan ekspresi apapun dan meninggalkan kantin tanpa menoleh sedikitpun kearah Alen.
"Ehhh ga noleh lagi nyebelin....". Alen
"Owww itu Raka...hmm aku akan merebut Alen. Dia sangat cantik. Im sorry Elena teman kamu membuatku bergairah aku harus mendapatkannya". ucap Anton dalam hati sambil tersenyum kearah Alen.
" aku suapin lagi ya..aaa". Anton
" ehh...ga usa aku makan sendiri aja ya...makasih". Alen langsung menarik piringnya dan makan dengan cepat.
4sekonco dan 4 kembarpun terheran melihat Raka yang sangat cuek.
"Iuuuuhh kakak kamu itu nyebelin ahhh...."Elena
"Eh Siti kamu ga telpon asisten dosen ntar alpha tau". Mira
"Astagaa sampai lupa sek mana no nya ya,aku belum pernah ketemu ama orangnya tapi kalau ijin harus menelpon dokter muda ini karena ini dokter paling jago dan pinter makanya jadi asisten dosen,sek ya...."
Saat Siti menelepon asisten dosennya, diwaktu bersamaan ternyata hp Riki juga berbunyi dan membuat 4sekonco terheran.
"Lohh kok ga diangkat ya, mas siapa itu lho hpnya bunyi....stempel pink mas Riki yo.."Siti
"Iyaa heh Riki hpmu tuh bunyi...angkat". Riko
"Loh kok bisaa barengan gitu sih ama Siti".Siska
"uda aku angkat dulu halo iya ini siapa?" Riki
"Halo pak asdos saya Siti Wulandari mau ijin ndak enak badan jadi ndak masuk ya pak....."Siti
"Oh iyaa gpp saya ijinkan cepet sembuh yaa...ehh sapa tadi namamu?loh kok ".Riki
" Siti pak.. halo..halo pak asdos...lho kok kamu yang jawab mas Riki? " siti
" iya..ya..kok kamu telpon nya ke aku ya". Riki
" iuuuhhhh....oon nya nambah deh". Elena
"Hahaha heii asdos itu mah Riki kalii wkwkwk". Roki
"Apaaaaaaa...kok ga bilang"4sekonco
" hehe... iya lupa kalo aku asdos". Riki
"Dia mah dari dulu dokter paling hebat cuman kelimis kebanyakan baca buku hahaha".Reki
"Tapi hebat banget nih Riki nilai aja sampai 100 semua.....". Roki sambil mengedipkan salah satu matanya dan Riki tersenyum mengangguk.
"Wah hebat ya mas Riki jadi kagum aku,selamat ya mas bisa mengispirasi. Diijinkan ya mas aku ga masuk tapi jangan bilang- bilang kalo aku cuman pura- pura lho". Siti yang membuat Riko kesal.
"Hmm...siti cantik jangan muji siapa-siapa selain mas Riko ya putri jowoku...awas lo Riki senyum lagi gue jitak... huhh". Riko
"Diijinkan lah lha asdosnya juga ikut bolos hahaha....ups". Siska
"Whatt? You are a docter... woww amazing...but hmmm what everlah uda diijinkan Siti kamu jangan khawatir....Riki baik banget n smart... Oke sekarang kita keruang gantinya Alen sebelum Raka disana lets go". Elena
"Wahhh siseksi Elena memuji aku wawwww....". Riki berlari sambil melompat- lompat.
"Kamu memang hebat Riki". Roki tos Reki
"Hebat sih tapi awas kalo senyum ama putri jowo ta pites kamu..". Riko berjalan sambil merangkul kepala Riki.
Akhirnya mereka menuju ruang ganti Alen dan tetap mengamati dari sana.Sementara Anton selalu memandang Alen dan ingin melakukan sesuatu pada Alen.
"Im sory Elena, Alen sangat cantik dan aku ingin memilikinya.hmm Raka..you are nothing". Anton membatin penuh rencana licik.
Didalam ruangan tari,Raka tidak menunjukkan ekspresi apapun dan semakin membuat Alen menjadi bingung.
"Eh kok dia diem aja sih biasanya cerewet"Ucap Alen dalam hati.
"Jangan ngelamun lakukan tarianmu dengan baik dan benar". Raka
"Raka kok ga biasanya diem begini apa kamu ada masalah?" Alen.
__ADS_1
" masalah apa maksudmu.....cemburu gitu hahahaha mana mungkin,kenapa kamu pikir aku cemburu? "
"Loh kok cemburu,emang cemburu ama siapa akukan ga ngomong apapun dari tadi...". Alen pura- pura nggak tau.
"Ahh gawat aku terlalu terbawa emosi..."ucap Raka dalam hati.
Saat Alen sedang menari, tiba-tiba hp nya berbunyi dan ternyata Anton yang meneleponnya.
"Hai Anton ,iyaa besuk malam ketemu dimana cafe oh ok aku akan kesana bye..."Alen
"Kita akhiri tarinya ,kamu pulanglah aku ada urusan.."Raka
"Apaa....emmm baiklah aku pulang dulu Raka.."
Alen segera keluar dari ruang tarinya. 4sekonco bersama dengan 4kembarpun segera berlari menuju ruang ganti karena mereka dari tadi mengintip kedalam ruang tari.
"gimana Alen..."Mira
"Ga tau ya kayaknya memang Raka ga suka ama aku. Dia ga nunjukin cemburu tuh.."
"Hmmmm iuuhh.. kita tidak boleh menyerah besuk kita tetap berusaha ok".Elena
"Iya bukankah kamu menyuruh Anton menemuiku dicafe besuk malam". Alen
"Whatt aku nggak nyuruh dia melakukan itu,oh nooo kenapa dia melakukannya tanpa persetujuanku..".Elena
"Loh jadi tadi bukan kamu yang nyuruh Elena?". Alen
"Udah gpp kita besuk malam buntutin aja Alen kecafe trus kita mata- matain mereka oke". Mira
"Gimana menurut kalian twins". Siska
4kembar hanya menganggukkan kepalanya secara bersama-sama.
"iuuuhhh twins membingungkan banget...lets go home ayo". Elena
Saat sikembar mau pulang tiba-tiba Raka menelepon hp Riko.
"Riko, kakak ada urusan kamu pulang dulu dan tinggalkan satu mobil buat kakak". Raka
"Ehh kak kok pergi,mau kemana?"Riko
"Sejak kapan kakak mengijinkan kamu bertanya?" Raka
"Siap kakkk...."Riko
"Kenapa sih kak Raka?"Reki
"Hmm ga tau mungkin urusan kerjaan udah ayo lakukan aja perintahnya dari pada tar ngomel...".Riko
Akhirnya mereka pergi meninggalkan kampus dan kembali ke rumah kecuali Raka.
Raka duduk sendiri tanpa pengawal di belakang kemudi mobil sambil menunggu seseorang. Kemudian menyalakan mobilnya dan mengikuti mobil yang ada didepannya.
"Hmm siapa kamu? aku harus mencari tau. Kenapa dia tiba-tiba mendekati Alen? kurang ajar pakai cium tangan lagi". Raka
Raka mengikuti sampai disebuah bar dan ketika masuk kedalam dia melihat Anton bersama teman-temanya dan beberapa wanita.
"Hah sialan laki-laki tukang mabuk....".Raka
Raka berusaha mendekat dan mendengar pembicaraan Anton dengan teman-temannya.
"Heii gaess ayo hari ini aku traktir kalian karena im happy now..."Anton sambil tertawa
"Why?..there must be something come on, tell us ..."Teman Anton
"Besuk malam aku akan bersenang-senang dengan wanita cantik dan dia akan aku bawa kehotel terbaik because she is still a virgin hahaha....."Anton
"Hah kurang ajar awas kamu..."
Raka menghampiri Anton yang sedang mabuk langsung menghajar dan mengancamnya.
"Kalau kamu menyentuh Alen akan aku hajar kamu kurang ajar..". Raka
"Hahaha.....aku akan merebut dia darimu dan jika aku sudah bosan kamu boleh mengambilnya hahah..."Anton
"Kurang ajar sialan rasakan ini..."
Raka memukul Anton dan segera meninggalkannya ketika para pengawalnya datang dan menarik Raka.
"Awas kamu Raka akan aku rebut Alen darimu lihat saja...hahaha"Anton
Dengan sangat kesal Raka mengendarai mobilnya sangat cepat dan para pengawalnya mengikuti dari belakang.
Raka sampai ke rumahnya langsung berlari menuju kamarnya dengan membanting pintu lalu menuju kebalkon dan meluncur kekamar Alen.
"Tokk.....tokkk....."
"Ahhh ngantuk banget.....siapa sih... Raka apa hantu ehhh apa pencuri.....". Alen
"Buka sekarang! aku Raka...."
"Tuh kan Raka.....tunggu"
Ketika Alen membuka pintu balkonnya Raka dengan cepat masuk kekamar Alen dan langsung memegang dan merebahkan Alen diatas kasur.
"Dengar besuk kamu tidak boleh datang kecafe sama laki- laki itu jelas..."
"Ehhh kok posisinya begini sihhh..."
"Kamu dengar tidak...apa aku harus mengulanginya..."
"Ahhh .....sana dong berat banget"
Alenpun mendorong Raka dan segera berdiri.
"Kalo aku mau pergi kenapa emangnya ...terserah aku dunk"
"Kamu ga mau nurut ama aku?"
Raka mendekati Alen dan langsung mendekapnya dengan erat. Kemudian Raka melonggarkan dekapannya dan mendorong Alen sampai ketembok.
"Ehh ini mau apa sih....."
"Kamu besuk tidak boleh pergi ama bule itu jelas"
"Kalau aku mau pergi kenapa? kamu bukan siapa-siapa aku kan...kenapa kam......"
Ketika Alen masih berbicara Raka langsung menarik tengkuk Alen dan mencium bibirnya. Ciuman yang sudah tak mampu ditahannya. Ciuman yang selama ini didamba oleh Raka akhirnya terlampiaskan malam itu.
"Kenapa dia menciumku, hah dan kenapa aku tidak bisa menolaknya...." ucap Alen dalam hati.
__ADS_1