
Rumah Alen.
Setelah makan malam,4sekonco merebahkan badannya disofa karena kelelahan. Tapi tidak dengan alen yang berjalan memasuki ruang bandnya yang masih tertata rapi.
"Alen...mau kemana uda jam 10malam nih.."Mira
"Aku mau keruangan band besuk kita bolos aja. Kita latihan band.."Alen
"Yeaa bolos..."Siska
"Lohh jangan aku ndak boleh bolos...aku pulang cepet yoo Len.."Siti
"Yahh...yo wes- yo wes terserahlah..."Alen
"Lenn, itu celananya kok sobek semua , sini ta jahit dulu yo..kelihatan pahanya ituu..."Siti sambil berebah disofa.
"Hmm Siti ini metall...besuk kita bawain lagu metal..."Alen
"What...oh no...udahlah aku mau tidur...capek.."Elena naik keatas memasuki kamarnya disusul Mira yang sudah menguap.
"Huuaaaaapppp....."Mira
"Aku bolos asikk..."Siska melompat.
Saat Alen menuju ruang band tiba-tiba bel rumah berbunyi.
" ting....tong..."
Siti berjalan mendekati pintu rumah.
"Uda jam sepuluh kok ada yang main iki sopo to yo...iya sebentar aku buka..."
Siti membuka pintu dan terkejut melihat 4kembar dengan nafas mereka yang terengah-engah datang kerumah.
"Hah...hah...Putri jowo...Alen..gawat..tolongin.."
Riko sambil memegang dadanya.
"Iya..gawat pokoknya kami butuh Alen segera.."Riki sampai kacamatanya hampir jatuh.
"Alenn....tolong...."Reki dan Roki berteriak.
"Duhh....wess pelan-pelan...saya jadinya bingung ada apa to ini..sudah mas-mas tarik nafas dulu yaa...bicara yang benar.."
Saat Siti kebingungan, Siska yang mendengar keributan berlari menghampirinya.
"Eh...kok balik lagi..masih kangen ama kita nih?..tapi kok berantakan banget habis apa sih.."
Roki berjalan kedepan dan ingin memeluk Siska tetapi terpeleset dan keliru hampir memeluk Siti.
" Siskaaa sayangg....ehh..(terpeleset kearah Siti)...eh maaf Siti aku terpeleset.. "Roki
"Haduhh..hati-hati mas Roki...untung aja mas Riko nangkep aku klo gak..wah gladuk benjol aku...makasih ya mas Riko" Siti
"Ehh.. mau ta pites kamu..nihh rasain...(Roki langsung bersembunyi di belakang Siska)..iya putri jowo..kamu baik-baik ajakan? "
"Baik mas Riko.."Siti sambil membetulkan kacamatanya.
"Roki sayang kamu nggak apa-apa kok berantakan banget sih?...(sambil membelai rambut Roki).."
"Hedehhh malah pada mesraan gimana sih.."Reki masuk kedalam dan clingak-clinguk mencari Mira.
"Permisi saya masuk ya...Elena mana...eh salah Alen...kita butuh Alen soalnya kak Raka sakit dan ga mau minum obat...dari dulu ga pernah mau minum obat..cuman Alen yang bisa maksa kak Raka nih..panggilin dong.."Riki
"Minum obat kok ndak bisa kayak adikku tk aja...jadinya mas Raka yang keker badannya tadi ndak bisa minum obat? Ealahh mas..mas.. sek ta panggil Alen tunggu ya"
Siti menuju ruang band dan melihat Alen menata alat yang akan digunakan latihan besuk.
" Lenn..Alen...ini loh ga bisa minum obat."Siti
"Obat apaan sih Siti ngomong kok ga jelas..."Alen masih memainkan gitarnya (jreng..jreng..)
"Ehh Alen sini..(menarik Alen dan meletakkan gitarnya)" Siti
"Duhh ganggu banget sih...Sitiii..."Alen mengikuti Siti.
4kembar kaget melihat baju Alen yang sangat beda dari biasanya.
"Eh Alen..kok beda tapi lebih keren sih..lihat tuh celana jeans sobek2 ama jaket pendek banget...kerenn..."Riko
"Woww...iya hahaha...ternyata kakak kita yang jutek banget kalah ama yang agak metal..."Reki tos dengan ketiga saudara kembar lainnya
"Sudah sekarang kamu ikuti kembar kekamar mas Raka soal ga mau minum obat.."Siti
4 kembar langsung menganggukkan kepalanya.
"Hah maksud kalian Raka sakit ga mau minum obat gitu?"Alen
4kembar kembali menganggukkan kepalanya.
"Trus hubungannya ama aku apa?" Alen
"Kamu bantu kita dunk, kan kakak nurutnya sama kamu. Tar klo ga sembuh gmn kan kasian lenn" Riki dan ke tiga kembar memasang tampang melas.
"Ahh...kayak anak kecil aja deh...merepotkan sekali..ya uda ayo kesana"
Alen mengikuti 4kembar meninggalkan rumahnya dan menuju ke rumah sebelah.
Setelah sampai di depan kamar Raka mereka langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Begitu térkejutnya Alen melihat Raka menutupi dirinya dengan selimut dan kamarnya yang berantakan.
"Hei bandel...buka selimutnya..ayo.."
__ADS_1
Alen menghampiri Raka dan memaksa menarik selimutnya. Ke4 saudara kembarnya tertawa menutup mulutnya dibelakang Alen.
"Hihihi..."4kembar
"Rakaaa...ayolah..jangan kayak anak kecil...lihat kamar udah kayak kapal pecah begini"
Raka akhirnya membuka selimutnya dan melotot kepada 4saudaranya.
"Awas ya kalian..."ucap Raka dalam hati.
"Udah ga usah marah-marah sama adik-adik kamu! kayak anak kecil aja..kalian biasanya gimana caranya minumin obat ke dia?"
Alen menoleh ke 4kembar sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya.
"Dipaksaaa....."4kembar
"Hah...hadeww merepotkan saja..mana obatnya sini taruh dimeja..."Alen
Riki dengan cepat meletakkan obatnya dimeja dengan sebotol air mineral.
Alen membuka jaketnya dan hanya memakai tang top. Tentu saja ke lima kembar melotot terutama Raka.
"Waaaaaahhhh.....sexynya..hihi"4kembar
"Eh...apa mata kalian ga pernah lihat cewek seksi haaaa....mau aku tinju semuanya.."
Alen mengarahkan tangannya kepada 5kembar. 4kembar langsung menunduk dan menggelengkan kepalanya kecuali Raka yang sangat marah.
"Kalian berani lihat lagi kakak hukummmmm.....!!"
Mendengar Raka berteriak membuat 4kembar langsung berlari keluar dari kamar Raka.
"Ehh..tunggu Riko..sini bentar!"Alen.
"Tolong bilangin siti suruh bikin bubur ya!"Alen
"Siap aku secepatnya akan ke rumahmu"
Riko berbalik hendak keluar tiba-tiba berhenti karena Alen menariknya.
"Ehhh..sapa suruh ke rumahku..mau ambil kesempatan aja. Emangnya kamu ga punya hp?"Alen
"Hehe..iya punya... aku telpon Siti ya" Riko segera menelpon Siti.
"Duhh gagal deh dua-duaan ma putri jowo" Riko cemberut sambil berjalan meninggalkan kamar kakaknya.
"Hufff...lima kembar yang sangat konyol semua. Sekarang aku cek pasien dulu...jangan nakal nanti ta jewer mau?"
Alen mendekati Raka dan memegang jidatnya ternyata memang sangat panas.
"Ihh panas banget sih...ayok buka mulut minum obatnya..aaaa"
Raka langsung menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya ga mau minum obat tentu saja membuat Alen sangat marah.
Alen menekan pipi Raka dan memaksa membuka mulutnya tapi tetap gagal. Raka bersikeras menutup mulutnya.
"Oh jadi bandel banget ya....oke..siniii...."
Alen melompat dan duduk diatas Raka lalu menarik kepala Raka yang terbaring dengan lengan tangannya dan menempelkan ke dadanya.
Raka sangat terkejut sampai matanya melotot dan bibirnya menganga tanpa bisa menggerakkan tubuhnya.
Secepatnya Alen memasukkan obat ke mulutnya dan meminumkan air mineral ke mulutnya.
"Yess....akhirnya berhasil ..huff..lihat nih rambutku sampai berantakan..apa lihat-lihat..aku.."
"Ahh...huekk..huek...pahitt...aku ga suka huek...kenapa sih ambil keuntungan dariku..."
Raka mengeluarkan lidahnya yang kepahitan dan meminum air mineral yang tersisa.
"Untung...aku maksudnya..dari mana untungnya, pak Raka jutek?..situ kali yang untung sampai melotot gitu..udah tidur aja biar panasnya turun, tuhkan keringatnya banyak"
Alen mengusap keringat Raka dengan tangannya membuat Raka semakin manja.
"Ahh perhatian banget..untung tadi hujan-hujan..aku manja aja ah..sapa tau ditempelin yang empuk-empuk lagi hihi" ucap Raka dalam hati sambil tersenyum sendiri.
"Hmm..mulai deh senyum sendiri...bajunya mana..ayo ganti bajumu penuh keringat ga bagus.."
Alen membuka lemari Raka untuk mengambilkan baju ganti.Raka memandang Alen dari atas sampai bawah melihat penampilannya yang gak biasa.
"Bajunya itu...kok ga biasanya...ga takut banyak yang godain..adikku aja sampe melotot...jangan dong aku gak suka...didepanku aja kalo kayak gitu.."
"Didepan siapa...?"
Alen meletakkan baju ganti Raka lalu mendekati Raka dan menarik krahnya hingga wajah mereka berdekatan.Tentu saja membuat Wajah Raka menjadi merah.
"Didepanku roti isi...emm maksudnya didepanku aja..."Raka
"Aku siapa...(lebih mendekatkan wajahnya keRaka)...yang jelas dong.."Alen
"Aku...ya aku..eh Raka....."Raka melotot dan membuat wajahnya semakin merah.
"Yang suka makan roti isi itu...hmm mulai deh wajahnya merah"
Tiba-tiba Alen mencium kening Raka, hingga Raka tidak bisa berucap apapun karena terkejut.
"Sekarang ganti bajumu..trus kekamar mandi...aku cuciin rambutmu yang basah dan kotor itu..ayo berdiri jangan melotot aja.."
Raka berdiri dan terdiam menuruti semua perintah Alen dengan tersenyum sendiri.
"Aku digantiin ya bajunya..hehe"Raka
"Hmm maunyaaaa.... udah sana...kamu pakai celana pendek trus berendam air hangat tar aku cuci rambutmu. teriak klo uda berendam...ingat pakai celana pendek..."
__ADS_1
Saat Raka di kamar mandi, hp Alen berbunyi.
"Halo Siti...ooo uda jadi ya buburnya. Maaf merepotkan ya...makasih Siti sayang muahh"
"Ehh aku ga mau bubur ga enak Alen...ini gara kamu sih kencan ama Anton jadinya aku sakit duhhh..pusing kepalaku.."
Raka keluar dari kamar mandi sudah mengenakan celana pendek sambil pura-pura memegang kepalanya yang sakit.
Alen mendekati Raka dan menyandarkan kepala Raka ke pundaknya.
"Perasaan udah dingin deh...masih pusing ya?sini aku bantu kekamar mandi.."
Alen membelai kepala Raka dan menuntunnya masuk kamar mandi.
Raka tersenyum dan malah semakin manja.
"(Hihi..tenang banget dipeluk ama wanita ini menggemaskan)...Iyaa aku pusing kepalanya aduh"
"Sekarang masuk ke bath up trus kepalanya sandarin...sini aku keramasin uda diem aja malah senyum sendiri dasar manja.."
Alen duduk disebelah ujung kepala Raka yang bersandar di ujung bath up sehingga wajah Alen berada di atas wajah Raka.
Kemudian mulai mencuci rambut Raka dan memijat kepalanya.
"Asik..enak banget jadi sembuh nih.."
"Oh uda sembuh jadi aku balik lagi ya habis ini jaga diri, makan buburnya ama minum obat.." Alen mundur hendak berdiri.
"Ehhh jangan dong...aduh kepalaku masih pusing masih butuh yang ngerawat...kalau panas lagi gimana..."
Raka menarik wajah Alen agar tetap berada diatas wajahnya dan memelas agar Alen tidak meninggalkan kamarnya.
"Iyaaa...aku tungguin..pura-pura aja ihhh...ini udah bersih,ayo sekarang berdiri pakai handuk dan ganti baju, uda aku siapin tuh..."
Raka berdiri dengan tubuh yang basah lalu Alen mengambil handuk untuk menutupi tubuh Raka agar tidak kedinginan.
Setelah itu Alen mengambil satu handuk lagi untuk mengeringkan rambut Raka.
Saat Alen hendak keluar dari kamar mandi, tiba-tiba Raka menariknya dan memeluk Alen sambil berbisik ditelinganya
"Malam ini temani aku sampai sembuh ya..masih pusing nih panas badanku...kamu gak kasian ma aku?"
"Ihh...(membelai rambut Raka)..mulai manja deh..eh ada yang ngetuk kamar kamu tuh...itu pasti Siti bawa bubur..udah lepasin, sekarang ganti baju! aku ambil buburnya dulu"
"Gantiin dunk bajunyaaa..."Raka.
"Eh maunya ya...tar aku cubit lagi pipinya tau rasa"Alen.
Alen membuka pintu kamar Raka dan melihat Riko mengantarkan Siti memberikan bubur buatannya.
"Wahh makasih ya Siti memang kamu is the best.."Alen.
"Eh kakak mana sih.."
Riko clingak-clinguk mencari Raka.
"Hmm di kamar mandi habis aku keramasin..."Alen
"Apaaaa.....keramass..dikamar mandi...haaa..."Riko dan Siti saling memandang heran.
"Kalian pikirannya jangan aneh-aneh aja, udah sana antar Siti pulang ..tapi inget ya langsung pulang. Siti bilang aku klo dia macem- macem..bye"Alen
"Brak..."Alen menutup pintu.
Riko mengantar Siti kembali ke rumahnya sambil menggerutu.
"Waduhh serem banget si Alen....enak aja kakak boleh dua-duaan ama dia, aku kan juga kepengen berdua sama putri jowo hehe" Riko sambil tersenyum kepada Siti.
"Emang mas Riko mau ngapain berdua ma aku?"Siti
"Mau dikeramasin juga kaya kakak"Riko
"Oo...( menoleh kekanan dan kekiri)..ayo sini ta keramasin! Ini ada selang, aku buka dulu kran nya ya" Siti dengan sangat polos membuat Riko melotot.
" lho kok keramasnya pake kran sih, ditaman lagi" Riko menepuk jidatnya.
"Katanya minta berdua trus dikeramasin, lah ini kan ndak ada orang cuman kita berdua ya wes ayo ta keramasi sini. Mumpung air kran tamanku ini masih nyala biasanya kalo jam segini uda mati lho"Siti
" (haduh ini cewek polos amat ya)..hehe mas Riko uda ngantuk...kapan-kapan aja ya keramasnya, mas Riko pulang dulu ya...met bobo Siti sayang"Riko melambaikan tangannya kepada Siti.
Setelah menerima bubur dari Siti, Alen merapikan kamar Raka yang sangat berantakan.
Raka langsung menarik tangan Alen dan menyuruhnya duduk.
"Ehh..tidak perlu dibersihkan...aku uda lapar..suapin.."Raka
"Ok sini buka mulutnya aaaaa....."Alen
"Aduh panas.. tiup dulu dong..sakit nih bibirnya..."Raka
"Huff...huff.....(Alen meniup bubur)..udah nihh ayo aaaaa..."Alen
"Jangan banyak-banyak pipiku sakit klo buka mulut lebar-lebar, rasanya panas sebelah sini..tiup dunk"Raka
"Tadi katanya kepala yang sakit, sekarang kok pipi...cerewet banget sih...sini aku tiup"Alen
Saat Alen meniup pipi Raka lalu Raka menarik tengkuk Alen dan langsung mencium bibirnya.
Alen yang mendapat ciuman tiba-tiba hanya bisa terdiam tanpa berkutik.
"Hihhh...menggemaskan banget...aduh aku tidak tahan..(cuuupppp)"ucap Raka dalam hati.
"Ehhh...kok cium...aduhhh mataku kok malah ketutup lagi...dasar nakal"
__ADS_1