
Rumah Raka.
" Duhhh, kakak kenapa sihhh kita disuruh pindah dikamar bawah? "
Tanya Riki sambil duduk dikursi dan menyandarkan punggungnya.
" Iyaaa, kitakan sudah nyaman diatas. "
Sambil mengunyah snack Roki bertanya dengan kesal.
" Sudah jangan banyak tanya, nanti para pengawal datang membawa para pelayan untuk memindahkan semua barang kalian dikamar bawah. "
Raka yang berdiri dan memperlihatkan wajah serius tanpa ekspresi dan menyilangkan kedua tangannya didada menjelaskan kepada keempat adiknya.
Tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi "tinggggg, tonggggg."
Rokipun membuka pintu dan terkejut melihat para pengawal masuk dengan beberapa pelayan dan beberapa pria yang membawa papan kayu besar .
Saking herannya hingga snack yang dimakan Roki tumpah. Ternyata setelah limo sekonco pulang dari rumah mereka, Raka segera menelepon para pengawalnya dan memberi perintah kepada mereka.
Rumah Raka adalah rumah paling besar diperumahan yang mereka tempati. Tentu saja karena sikembar lima adalah anak dari produser yang sangat kaya raya. Rumah itu memiliki 10 kamar yang berada di lantai atas 5 kamar dan dilantai bawah ada 5 kamar.
Bahkan untuk bisa masuk kedalam gerbang perumahan itu saja harus menggunakan kode khusus yang hanya diketahui oleh para pemilik rumah. Jadi hanya orang kaya yang bisa menempati perumahan itu.
Melihat para pelayan, pengawal, dan para pria yang berjalan ke lantai atas sambil membawa papan kayu besar, membuat Riko penasaran hingga mengikuti mereka.
Dan ternyata papan itu untuk menutup semua jendela kamar atas yang mengarah kerumah sebelah tepatnya ke arah kamar yang berada tepat didepan kamar kakaknya.
Hal itu membuat Riko berdiri mengenyitkan dahinya dengan memegang dagunya semakin penasaran kepada kakaknya.
Selama ini kakaknya tidak pernah peduli dengan siapapun. Sementara itu ketiga saudaranya saling memandang dan yang semula duduk dikursi sofa ikut berdiri menghampiri Riko.
" Hemm, Sepertinya kalian sama penasarannya denganku, kita malam ini harus melakukan sesuatu, semua kumpul dikamarku tepat tengah malam, nanti aku akan beritahu rencananya. "
Ucap Riko kepada ketiga saudaranya yang menggangguk bersamaan.
" Hmmm...emang kamar kamu dimana Riko?" tanya Roki masih sambil mengunyah snack.
" Itu para pelayan kenapa ya memandangi kita? "
Tanya Reki sambil memegang kepalanya.
" Tadi kata kakak mereka mau bantu mindahin barang kita ya, lohh berarti para pelayan menunggu perintah kita dong? "
Ucap Riki dengan membetulkan kacamatanya sambil menoleh ke Riko.
" Oh iyaa, aku belum milih kamar. Pokoknya aku mau yang dekat kolam renang. "
Teriak Riko sambil berlari segera memasuki kamar pilihannya.
Dan ketiga saudaranya yang awalnya saling berpandangan, akhirnya ikut berlari dan berebutan kamar diikuti para pelayan yang akan memindahkan semua barang mereka.
" Aku mau yang sebelah sini"
Ucap Reki dengan menarik kepala sodaranya sambil memaksa tubuhnya masuk .
" Tidakkk aku duluan yang sampai kesini! "
Ucap Riki yang juga menarik krah baju Reki untuk mencegahnya masuk.
" Aku yang menyentuh pintunya dahuluan! "
Kata Roki tidak mau kalah menarik kedua sodaranya.
Mereka bertiga secara bersamaan masuk ke pintu salah satu kamar hingga saling dorong dan saling tergencet.
" Itu bukannya cewek- cewek yang tadi kesini ya...wah cantik- cantik "
Kata Riki sambil menunjuk ke arah luar.
" Haahhh....mana...mana.??"
Ucap Reki dan Roki serentak.
Kemudian Riki langsung mendorong kedua sodaranya hingga terpental keluar pintu kamar dan langsung menutup pintu dan menguncinya.
" Brraakkk.....( bunyi pintu kamar)....hahaha akhirnya kamar ini jadi milikkuuu...rasain kalian tak kibulin".
Teriak Roki kepada kedua sodaranya.
" Dasar kamu sleeping beauty...awas ya! "
Kedua sodaranya serentak meneriakinya.
Lalu Reki dan Roki saling beradu pandang dan segera berlari dengan saling menarik merebutkan kamar yang lainnya.
Sementara Raka dengan serius mengawasi beberapa suruhannya untuk menutup semua jendela kamar atas dengan papan kayu.
Sebenarnya ayah mereka sudah menyiapkan beberapa pelayan yang akan menyiapkan segala keperluan mereka dan beberapa pengawal yg selalu mengantar dan menjaga mereka.
Tapi Raka bukan orang yang suka dilayani dan dikawal kemana- mana seperti itu. Jadi dirumah mereka tidak ada yang namanya pelayan yang selalu siap melayani mereka sepanjang waktu. Dan keempat adiknya mau tidak mau harus mengikuti kemauan kakak mereka.
Raka hanya memperbolehkan para pelayan datang setiap hari membawa makanan dipagi hari dan membawa baju mereka yang kotor diganti dengan yang bersih, dan boleh membersihkan rumah mereka jika mereka sedang tidak berada dirumah.
Rumah Alen.
" Ohh, jadi begituuu, iiiuuuuuhhh, aku tau perasaannya Alen, ohhh nooo! "
Elena sambil menggelangkan kepalanya dan memegang jidatnya, ketika mendengar semua cerita Mira tentang apa yang terjadi kepada Alen.
" Lohhh, truss kelihatan semua gitu yo Mirr, wadeeeww, aku yo maluu, dijogja kui isin Mirrr, haduhh, seng sabar yo lenn. "
Ucap Siti dengan terkejut sambil menutup wajahnya dengan bantal yang ada didepannya.
" Trus kita harus gimana, kan itu kelihatan semuuuuaanyaaa, trus kalau ketemu, trus kalau bicara, trus kalau berjalan, trus kalau duduk, trusssss, aaaarghh."
Ucap Siska sambil mengunyah snack yang kemudian mulutnya ditutup Elena karena banyak bicara.
" Iuuuhh, Siskaa, trusss, truusss, hadeww shut up, okeey, sekarang kita harus menutupi wajah Alen jika bertemu dengan mereka, hmmmm siapa itu namanya??"
Elena yang berjalan berputar memikirkan nama kakak pertama kembar lima.
" Sak ilingku, Raaaaa, hmm sopo iku Ra,Ro,Ri, duhh aku yo lupa, Mirr! "
__ADS_1
Ucap Siti dengan menggaruk-garuk kepalanya.
" Duhhh, sakkk, sakkk, iuuhhhh apa sih Sitiii, apa itu sak iling??"
Elena yang memegang kepalanya dan kemudian merebahkan badan diranjangnya.
" Maaf Elll, artinya sakingatku, hihi. "
Jawab Siti sambil meringis kepada Elena.
" Udah, udah, kita kan tau muka kakak pertama, itu yang penting, semoga mereka berlima tidak sekampus dengan kita."
Mira yang kemudian ikut berebah diranjang Elena disusul Siska dan Siti.
" Bukannya semua wajahnya sama...emang kamu tar bisa bedain?"
Kata Siska sambil memejamkan matanya.
"Gak tau ahhhh....pikir tar aja."
Mira menjawab sambil menguap.
Dan waktu menunjukkan pukul tepat tengah malam merekapun tertidur pulas dikamar Elena.
Sementara Alen dikamarnya masih bingung dengan balasan Raka yang isinya hanya tulisan " Cerita apa??? ".
" Apa, dia tidak melihatku ya. "
Alen berbicara sendiri sambil memastikan semua jendela sudah tertutup.
"Ahhh sudahlah paling tidak balasan ini membuat aku sedikit tenang, semoga dia tidak satu kampus denganku. "
Sambil menguap dan bicara sendiri akhirnya Alen tertidur lelap dikamarnya dengan menggunakan head shet ditelinganya karena mendengarkan musik.
Rumah Raka.
Akhirnya semua perintah Raka telah terselesaikan tepat pukul tengah malam dan semua pelayan, pengawal, dan beberapa orang yang memasang papan dijendela kamar atas meninggalkan rumah yang ditinggali sikembar lima.
Raka memeriksa keempat saudara kembarnya yang telah tertidur. Ada yang tertidur diranjang, sofa, dan tergeletak dikarpet kamar pilihan Riko .
" Kenapa mereka semua tidur disini " Raka merasa heran.
Melihat hal itu Raka kemudian meninggalkan kamar Riko dan menuju kamarnya diatas. Yang sekarang hanya Raka yang berada dilantai atas.
" Heiii, ayooo bangunn, kakak udah naik." Riko yang pura-pura tidur, kemudian membangunkan semua saudara kembarnya yang awalnya hanya pura-pura tidur dan ternyata mereka semua tertidur beneran.
" iiiiiiiiyyyyyaaaa, aaaakuuuu ikkkuttt ajaaa, huaaaaaaahhh. "
Riki yang masih mengantuk dan membetulkan kaca matanya yang hampir jatuh.
" Hhmmm, Rikoo... tanya sicewek jowo ajaa, kan pasti tau. "
Ucap Roki yang tertidur diranjang Riko dengan muka penuh snack.
" iyaaaa, betul tanya sii iyoooo wess-wesss, jadi ga ribet."
Reki dengan baju bunga-bunganya tergeletak tidur dikarpet kamar Riko.
" Tidaakkk, aku ini si Riko cowok anti bertanya kepada cewek, kita harus tau sendiri, ayoooo cepat! "
"Kemana lagi sih si Riki, duhh kita ini mau cepet kok malah hilang, ayo kita kekamarnya."
Riko yang kesal dan menyusul kekamar Riki.
Sebelum sampai kekamar Riki, mereka bertiga Riko, Roki, Reki, terkejut melihat Riki memakai baju tentara.
"Astagaaaa, hahahaha, Riki kamu ngapain pakai bajumu karnaval waktu SMP kan itu clananya kependekan, hahahaha, asli culun kamu."
Ucap Roki, sambil tertawa memegang perutnya.
Roki dan kedua sodaranya yang lain tertawa terpingkal-pingkal sambil menutup mulut mereka karena khawatir membangunkan kakaknya Raka.
" Akukan pengen pakai baju tentara kayak si seksi itu, sapa tau nanti ketemu, iiuuuuuhh aku sukaaaaa, cantikkkk. "
Ucap Riki yang berbicara sambil menerawang membayangkan Elena dan membuat ketiga saudaranya semakin tertawa.
" Hadewww, Riki, Riki, udahlah ayo mulai. "
Riko yang kemudian pergi kerumah sebelah diikuti ketiga saudaranya.
Sementara Raka dikamarnya tidak bisa tertidur memikirkan Alen.
" Ahhh, gadis itu membuat aku frustasi, kenapa dia selalu dalam pikiranku, siapa namanya. "
Raka yang semakin gelisah dan penasaran memikirkan Alen.
Dilantai bawah saudara kembar Raka yaitu Riko, Roki, Riki, Reki, mengendap-endap masuk kehalaman belakang rumah Alen dan hendak mengintip kejendela dapur Alen.
" Aku akan naik ke kayu ini untuk mengintip..kalian tetap berjongkok ya" seru Riko.
" Ini rumah kok terang banget yaa, ga takut apa ada maling, semua lampu dinyalakan. "
Ucap Riko sambil mengamati keadaan sekitar.
" Riko, kok pakai kaca pembesar sih."
Reki yang heran melihat Riko.
" Sstttt, adanya ini udah diemm!, jangan berisik!! "
Riko yang asik melihat sekeliling sambil menempelkan kaca pembesar dimatanya tiba-tiba melihat Siti didapur mengambil minum dengan menggunakan baju tidur berwarna pink dan mengurai rambutnya yang panjang terlihat sangat cantik dengan kulit sawo matangnya dan jepit rambut bunga mawar yang ada dirambutnya.
" haaaaaa, bidadari jowoo. "
Ucap Riko sambil tersenyum dengan mata yang melebar memandang Siti.
" Ssstt, Rikoo lihat apa sihh."
Tanya Riki yang kemudian ikut berdiri disebelah Riko menaiki papan kayu dan kemudian melihat Elena yang menyusul Siti kedapur menggunakan baju tidurnya berbunga-bunga yang sangat seksi dan pendek dengan rambut coklat emasnya yang panjang terurai dan kulit putihnya.
" Bidadari, iuuuhhhhh, seksiii bangettt. "
Riki yang berdiri bersama Riko ikut terpana.
__ADS_1
Melihat Riko dan Riki yang tersenyum sendiri, akhirnya Reki dan Roki pun ikut berdiri diatas papan kayu dan melihat kearah dapur .
Tidak lama kemudian Siska dan Mira ikut turun kedapur menyusul Siti dan Elena dengan menggunakan baju tidur mereka yang seksi dan rambut terurai.
" Ahhhh sibidadari, hitam lingeriii. "
Ucap Reki yang melihat Mira memakai baju tidur hitam transparannya dan kelihatan kulit tubuhnya yang putih dengan rambut hitamnya yang terurai
" Iyaaa, itu bidadari snack juga renyah banget kayak keripik. "
Ucap Roki yang melihat siska memakai baju kaos ketat dan celana pendek.
" Haaaaa, cantikkkkk bagettt merekaaaa."
Riko, Riki, Roki, Reki bersama-sama mengucapkan kata yang sama dan tanpa mereka sadari kayu yang mereka injak patah dan mereka jatuh sehingga membuat para limo sekonco kecuali Alen yang masih tidur dikamarnya, kaget dan menghampiri mereka.
" haaaaaaaa, jowooooo cantikk, " Riko
"sii, iuuuuh seksiii. " Riki
" sii hitamkuu. " Reki
" si renyahh. " Roki
Pada saat para empat sekonco menghampiri sikembar empat, Riko, Riki, Reki, Roki, bersamaan memuji para empat sekonco dan saking terpananya sampai sikembar empat hanya memandang mereka tidak berucap apa-apa. Kemudian mereka saling berpandangan dan melihat pakaian mereka masing-masing.
" Aaarrrrrrghhhhhhhhh"
Empat sekonco berteriak bersama sambil menutupi dada mereka dan segera menutup tirai jendela dapur.
" Iuuuuihhhhh, kamuu celana gajah, ehh duhhhh noooo itu baju uda pendek nooooo tidak boleh jelekkkk, mau apaa sihhh. "
Tanya Elena yang membuka sedikit tirai jendela sehingga hanya menampakkan wajahnya saja dengan sinis melihat Riki yang memakai baju tentara yang kekecilan.
" hmmm, mmmm, ituuu, anuu. "
Riki yang tidak bisa berkata sementara dibelakangnya ketiga saudaranya mendorongnya agar bicara.
Lalu Mira menarik Elena dan bergantian kali ini wajahnya saja yang terlihat di sela tirai. dia berbicara kepada siempat kembar.
" Kalian mau apa malam-malam, sudahh jangan diam aja jelaskan apa dan kenapa...Apa kalian mau membalas kami seperti tadi!! "
Mira dengan emosi dan membuat Reki semakin terpana dan memandang Mira dengan senyuman dan membuat Mira semakin kesal.
" Putri jowo ada, mas Riko mau tanya. "
Uqcap Riko yang menarik Riki yang berdiri didepannya.
Akhirnya Mira menarik Siti. Gantian Siti memperlihatkan wajahnya ditirai jendela.
" Iyooo, mas Riko ada apaa, maaf ga boleh ketemu malam-malam, ama ibuku ndak boleh. "
Ucap Siti sambil senyum.
" Iyaa maaf, mas Riko cuma mau tanya sama putri jowo, boleh yaa?.. yang tinggal dikamar atas ada balkonnya siapa ya, putri jowo?"
Ucap Riko sambil membalas senyuman Siti.
" ohh, ituu Alen yang teriak kemaren lihat mass siapa itu dirumah mas Riko. "
Jawab Siti masih sambil senyum.
" ooo...Alen namanya, makasih ya putri jowo, mas Riko pulang dulu yaa, met bobok..sweet dream with me ya, byeee. "
Riko yang memberikan ciuman jauh kepada Siti membuat Siti tersenyum lalu Riko menarik Riki dan Reki untuk kembali.
Sementara Siska membuka sedikit jendelanya dan memberi snack kepada Roki tanpa berkata apa- apa dan hanya tersenyum.
Roki menerimanya dengan terpana dan berjalan mundur hingga terjatuh dan ditarik Riko, kemudian mereka berlari menuju Rumah mereka.
Sementara Mira dan Elena melihat sinis sikembar empat. Lalu menutup kembali tirai jendela dapur rapat- rapat dan kembali kekamar mereka.
" Miraaa, aku curiga kenapa mereka mencari Alen. "
Ucap Elena dengan mengenyitkan dahinya.
" Iyaa, ya, jangan-jangann, mereka, tau Alen pada saatttttttt. "
Ucap Mira sambil menoleh ke Elena.
" Mungkin mereka juga lihat Alen dibalkon kali! "
Siska yang dengan santai menjawab Mira.
" Lah berarti, semuanya lihat Alen ndak pakaiiiiii?? "
Siti dengan menutupi mulutnya dan menoleh ketiga sahabatnya.
" Tidakkkkkkkkkk"
Keempat sekonco berteriak bersama-sama.
" Tenaaaangggg, tomorrow, besuk kita akan menutup wajah Alenn dengan rapattt, agar dia tidak malu."
Ucap Elena sambil memukulkan tangannya dimeja dapur.
"Duhhh, piye Alen, oke aku setuju ama Elena."
Dengan menganggukkan kepalanya Siti menyetejui rencana Elena diikuti Mira dan Siska.
Kemudian mereka berempat naik kelantai atas menuju kamarnya masing-masing dan tidur.
Rumah Raka.
" Gilaaa, ga nyangka tetangga sebelah dihuni bidadari - bidadari cantik banget. "
Ucap Riko yang kemudian melompat diatas ranjangnya.
Riki yang berjalan pelan tersenyum sendiri karena ketemu Elena.
Roki memeluk snack pemberian Siska dan tersenyum sendiri.
Kemudian Reki yang membaringkan tubuhnya dikarpet kamar Riko tersenyum membayangkan Mira.
__ADS_1
" Heiii, sudahhh sadarrr jangan bengong, sekarang kita tahu kakak berubah karena siapa, si gadis teriak itu!! Alen ternyata namanya, kita harus terus cari tau siapa dia dan apa yang sudah terjadi diantara kakak dan Alen. "
Ucap Riko diatas ranjangnya yang kemudian dihampiri ketiga saudaranya yang sama-sama menganggukkan kepalanya.