
Tanpa Elena ketahui, para sahabatnya memakai baju pilihannya dengan ditambahi sedikit variasi sesuai gaya masing-masing.Elena merasa bahagia saat melihatnya hingga terharu.
"Ok girls, it's show time" Elena
Dengan percaya diri 5 sekonco naik ke atas panggung. Penonton yang sebelumnya terdiam langsung merapat ke panggung saat melihat penampilan 5 sekonco yang begitu cantik.
" Hai...perkenalkan kami 5 sekonco. Malam ini kami akan menampilkan sebuah lagu untuk orang-orang yang telah menjadi cahaya penerang di setiap malam kami, khususnya kau yang menjadi penerang disetiap malamku..flashlight from Jessie J......i sing for you my flashlight"
Alen mengarahkan pandangannya ke Raka sambil mengedipkan satu matanya.
" Apa dia menyanyikan untuku? Alen, kau benar-benar membuatku jatuh cinta" Wajah Raka yang semula datar berubah tersenyum lebar.
Musik dimulai dengan alunan keyboard dari Elena dengan wajahnya yg seksi menggoda membuat penonton bersorak mendekati dan memanggil namanya karena memang Elena adalah gadis popular di kampus.
" Elenannn..Elenaaa" teriakan penonton didepan panggung yang langsung dihadang oleh Riki hingga mereka mundur
" Elenaaa seksikuu...aku memujamuuu...muah..muah" Riki langsung berada di depan panggung dan membentuk love dari tangannya ke arah Elena.
Setelah itu Alen mulai menunjukkan vocalnya yang indah.
When tomorrow comes
I'll be on my own
Feeling frightened of
The things that I don't know
When tomorrow comes
Tomorrow comes
Tomorrow comes
Raka yang mendengar suara merdu Alen pertama kali langsung terpana dan maju kedepan sambil bertepuk tangan.
And though the road is long
I look up to the sky
And in the dark I found,
I lost hope that I won't fly
And I sing along, I sing along
And I sing along
Siska mulai memukul drum nya dengan sangat indah dengan memutar dan melemparkan stick drumnya ke atas lalu menangkap dengan satu tangannya dan kembali memukul drum dengan stick nya.
Para penonton terpesona dengan gayanya dan semakin memenuhi kearah panggung.
" Oh my god, kamu hebat sekali sayangku...i love you" Roki langsung maju tepat didepan panggung bersebelahan dengan Riki sambil berteriak.
I got all I need when I got you and I
I look around me, and see a sweet life
I'm stuck in the dark but you're my flashlight
You're getting me, getting me through the night
Kick start my heart when you shine it in my eyes
Can't lie, it's a sweet life
Siti maju kedepan memainkan melodi gitarnya dengan gaya yang keren tanpa menggunakan kacamatanya dan diganti dengan kontak lensa dan begitu terlihat sangat cantik.
"Wowwww....aaaaaa( penonton histeris terutama para cowok-cowok ).
Tentu saja membuat Riko terpana dan tidak menyangka Siti bisa bergaya begitu keren.
" Apa itu benar Sitiku? Sitiii kau hebat sekali ....kamu kerennn...i love u Sitiiii"
Riko mendorong cowok-cowok dan berada di depan panggung mengikuti Roki sambil berteriak.
I'm stuck in the dark but you're my flashlight
You're getting me, getting me through the night
'Cause you're my flashlight (flashlight)
You're my flashlight (flashlight)
You're my flashlight
Ouooo..ouooo
I see the shadows long beneath the mountain…
__ADS_1
Alen menyanyikan dengan suaranya yang tinggi begitu mempesona semua orang membuat para cowok-cowok melemparkan bunga kearahnya.
Sedangkan Mira memainkan bas gitarnya dengan seksi dan anggun di samping Alen.
" Itu gadisku, keren bangett...i love u Mira" Reki berteriak didepan Mira membuat Mira tersenyum malu.
" Gila...Alen, suaramu keren bangettt" Raka mengikuti 4 kembar yang berada di barisan paling depan dengan mendorong cowok-cowok yang mengelu-elukan nama Alen .
Elena dan Siti sekaligus menjadi backing vocal Alen sehingga terbentuk suara yang harmoni.
Ooh ooh ooh
Ooh ooh ohh ooh
Oh oh
You're my flashlight
Light light
You're my flashlight
Light light ye-yeah
Akhir lagu mereka berlima maju menyanyikan lagu bersama-sama.
"Your' my flashlight" kalimat terakhir dinyanyikan olen Alen sendiri sambil menunjuk ke arah Raka.
Raka tersenyum sangat bahagia, senyuman yang tidak pernah diperlihatkan kepada siapapun sebelumnya.
Para penonton tak henti-hentinya mengelu-elukan mereka sambil bertepuk tangan bahkan para cowok-cowok mengucapkan kata cinta kepada 5 sekonco.
Hingga mereka turun dari panggung terdengar para penonton memanggil nama grup mereka
" 5 sekonco...5 sekonco....love uuuu" suara teriakan para penonton.
Dibawah panggung Erick yang sedari tadi bertepuk tangan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya terlihat menitikkan air matanya merasa terharu melihat penampilan 5 sekonco.
Sampai dibawah panggung Mira dan Siska langsung disambut pelukan dari Reki dan Roki.
Siti yang tersenyum pun kaget saat Riko tiba-tiba mengangkat badannya dan memutarnya kemudian memeluk dengan erat.
Elena yang turun terakhir telah ditunggu oleh Riki.
" Elena, kamu memang keren..akuuu" Riki yang belum menyelesaikan ucapannya langsung mendapatkan ciuman kembali dari Elena. Tapi kali ini Riki membalas ciuman Elena sambil memeluknya.
Alen merasa sangat puas dengan penampilan grupnya. Pandangannya memutar mencari Raka namun tidak terlihat.
" Erick....terimakasih ya, karena kamu kita bisa tampil dengan baik"
" Tentu saja tidak. Kalian sendirilah yang membuat grup band kalian menjadi luar biasa, emmm..tentu saja dengan sedikit bantuan dariku...hahaha" Erick tertawa bersama 5 sekonco.
Selang beberapa saat MC mulai mengumumkan 5 grup terbaik yang akan masuk menuju babak final.
"Halo semuanyaaaa...apa kalian masih bersemangattttt? Yaaàaa( teriakan penonton) sekarang saatnya kita umumkan siapa saja grup band yang akan masuk ke babak final. Apa kalian siapppp? Siappppp( teriakan penonton). Baiklah grup pertama yang masuk di babak final adalahhhhh.....fiveeee brotherss.
" Wahhh...kalian masuk final. Selamat ya" Alen memberikan selamat kepada Riko, Reki, Roki dan Riki bersama 4 sekonco yang lain.
4 kembar hanya tersenyum biasa karena mereka sudah terbiasa memenangkan berbagai perlombaan band sebelumnya.
" Gaesss...apapun yang terjadi, aku bangga sama grup kita. Hari ini kita sudah menampilkan yang terbaik" Alen berkumpul dengan 4 sekonco yang lain.
" Iya len, aku juga senang akhirnya kita bisa tampil dengan baik. Dan aku gak peduli kita masuk final ato gak" Mira dan para sekonco berpelukan bersama
Terdengar suara tepuk tangan penonton saat 4 nama grup sudah disebutkan.
" Sekarang tinggal tersisa satu tempat lagi, kira -kira siapa grup band yang akan masuk ke babak final? Kalian siap mendengarnyaaaa? Yaaaa( penonton kembali berteriak). Peserta ke lima yang masuk ke babak final adalahhhhh.....limoòoo sekoncoooo .
Waaaaa...sekonco...sekonco...sekonco( teriakan penonton).
" Kok aku pernah denger limo sekonco itu grup nya sapa ya?...lho..lhoo itu grup kitaa.." Siti melompat menyadarkan 4 sahabatnya yang terdiam tidak sadar saat nama grup mereka disebut masuk final.
" Yeee..kita berhasil...Erickk, kita masuk final"
5 sekonco melompat-lompat dengan Erick yang berada di tengah mereka tersenyum lebar.
" Wahhh, slamat ya kalian juga masuk final" 4 kembar memberikan selamat.
" Riko, apa kau melihat Raka?" Alen bertanya ke Riko.
" Tadi terakhir aku lihat kakak menerima telpon trus berjalan ke arah sana abis itu aku tidak melihatnya lagi.
Saat sekonco hendak turun dari panggung, Raka tiba-tiba mendapat telpon dari ayahnya sehingga dia harus mencari tempat yang sepi untuk berbicara dengan ayahnya.
" Iya ayah, ada apa menelponku malam-malam?"
" Ayah akan mengirimkan beberapa berkas yang harus kamu pelajari untuk persiapanmu memimpin perusahaan. Ada beberapa masalah di anak cabang kita, ayah mau kamu mengatasi masalah itu"
" Baiklah ayah, aku akan mempelajari secepatnya"
__ADS_1
" Oh ya satu lagi, apa benar kalian ikut lomba band dikampus?"
" Emm..iya benar"
" Pasti ada sesuatu sampai kau mau ikut perlombaan itu? Apakah karena seorang gadis?"
" Memangnya kenapa, ayah?"
" Tidak apa-apa. Ayah malah senang jika memang seperti itu"
" Lalu kenapa ayah malah menelponku? Harusnya sekarang aku memeluk gadis itu tapi ayah malah menelponku"
" Apa? Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Ya sudah sana peluk gadis itu! Awas ya klo kamu tidak segera punya pacar, ayah akan menjodohkanmu..brak" Ayah raka menutup telpon
" Apa, menjodohkanku? Ada-ada saja"
Raka segera berlari mencari Alen namun sayang 5 sekonco sudah tidak ada dikampus.
" Tuan Raka, saudara- saudara anda sudah menunggu di mobil" Pengawal Raka.
" Baiklah" Raka menuju mobilnya dan pulang kerumah.
5 sekonco telah sampai dirumah mereka. Setelah berpamitan dengan Erick, mereka masuk rumah dan langsung masuk ke kamar masing-masing karena merasa lelah.
Sampai dikamar, Alen mengganti bajunya dan merebahkan badannya di kasur.
" Raka kenapa ya? Kok tiba-tiba menghilang. Padahal aku pikir setelah turun dari panggung dia akan menemuiku, tapi malah gak ada...menyebalkan. Apa dia gak suka sama laguku?"
Alen merasa kesal dan membuka balkonnya untuk mendapatkan udara segar. Ternyata Raka sudah duduk di kursi balkon menunggunya.
" Siapa bilang aku gak suka sama lagumu? Aku suka"
" Rakaaa...kau mengagetkanku saja. Apa kau dari tadi disini? Klo kamu suka laguku, kenapa kau langsung pergi?" Alen memalingkan wajahnya dengan cemberut.
" Aku ada urusan sebentar, kemarilah!" Raka memeluk Alen
" Kita kan masih musuhan kenapa memelukku lagi?"
" Akukan sudah minta maaf tadi"
" Kapan?" Alen mengerutkan dahinya.
" Bukankah aku sudah menyanyikan lagu sorry untukmu?"
" Emang bisa minta maaf dengan cara seperti itu? Harusnya kau mengatakannya langsung!"
" Kenapa kau cerewet sekali sih, yang penting kan aku sudah minta maaf"
" Tapi kan tidak bisa seperti itu, apa susahnya sih tinggal bilang maaf aja? Emang kamu tidakk...aaauww"
Raka kembali memeluk Alen dengan sangat erat.
" Aku minta maaf, tolong jangan menjauhiku lagi! Maafkan aku"
" Apa kau sungguh-sungguh? Kau kan suka berubah-rubah" Alen yang masih didekapan Raka.
" Aku harus bagaimana supaya kau percaya padaku?"
" Bukankan kau berjanji kalau kau yang minta maaf harus menuruti semua permintaanku?"
" Baiklah, apa yang kau inginkan?"
" Emmm....aku masih memikirkannya. Akan kukatakan saat aku menginginkan sesuatu darimu ( aku kok jadi bingung ya mau minta apa)" Alen menutup mulutnya yang tertawa pelan.
" Kalo kau belum punya permintaan, biar aku saja yang meminta darimu"
" Kenapa bisa begitu? Itu tidak adil namanya"
" Aku cuman minta sedikit saja, jangan pelit-pelit dunk!"
" Emang kamu mau minta apa?"
" Cium" Raka tersenyum licik.
" Enak saja, apa kau mau kita musuhan lagi?" Alen mulai galaknya.
"Aaahhhh....tidak...tidak...hehe...tidak jadi. Dasar pelit. Baiklah aku akan kembali kekamarku. Selamat tidur Alen"
Raka berjalan beberapa langkah meninggalkan Alen namun rasanya sangat berat. Begitu juga dengan Alen saat melihat Raka pergi, hatinya seperti memberontak.
"Raka" Alen memanggil Raka dengan sangat pelan. Raka menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Alen.
Tanpa mereka sadari, wajah mereka sudah berdekatan . Dengan lembut Raka membelai wajah Alen dan mendekatkan bibirnya yang hendak mencium Alen namun ditahannya.
Raka mengecup pipi Alen, lalu mata nya dan keningnya.
" Saatnya nanti, kau tidak akan menolak saat aku mencium bibirmu" Raka pergi meninggalkan kamar Alen
" Aku mau kau membuatkanku sarapan besuk pagi!" Alen sedikit berteriak ke arah Raka yang sudah menjauh dari kamarnya.
__ADS_1
" Baiklah tuan putri, tunggu aku besuk pagi" Raka tersenyum