
...Maafkan aku Ruby! ...
Ruby sudah selesai mandi dan bersiap berangkat ke kantin rumah sakit untuk bekerja. Ruby kembali melihat ponselnya, berharap Ace menghubunginya.
"Ruby bodoh! Masih saja berharap," monolog Ruby.
Ruby kemudian mengunci pintu rumahnya dan bersiap menuju halte bus.
Beberapa saat kemudian,
Ruby sudah berada didalam bus yg mengantarnya ke rumah sakit. Selama diperjalanan, Ruby hanya menyandarkan kepalanya disisi jendela bus seraya menatap keluar. Ruby tidak bisa tidak memikirkan Ace yg tiba-tiba menghilang. Ruby sudah mengirimkan pesan dan menelpon Ace, tapi tidak diangkat. Hati gadis cantik itu sudah dikuasai oleh pesona luar biasa pria tampan berambut gondrong tsb.
30 menit berlalu,
Ruby berjalan masuk menuju kantin rumah sakit.
"Ruby!!" Panggil Hanawa.
"Hi Hanawa," jawab Ruby tersenyum.
"Nanti sore bisa menemani ku membeli tas?" Ajak Hanawa.
"Dimana?" Tanya Ruby.
"Di Mal XT," jawab Hanawa.
"Itu mal yg pernah aku datangi bersama Ken," batin Ruby sedih.
"Boleh, sekalian aku mau mengembalikan sesuatu," ujar Ruby dengan sendu.
"Oke, aku mau kerja dulu. Nanti aku jemput ya?" Ujar Hanawa.
Ruby mengangguk dan melambaikan tangannya kepada Hanawa.
"Saatnya bekerja Ruby! Ayo cari uang yg banyak," monolog Ruby untuk menyemangati dirinya sendiri.
Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat, hari ini banyak yg datang ke kantin rumah sakit untuk makan siang. Bukan hanya dari keluarga pasien atau para staf rumah sakit, tapi dari beberapa perkantoran yg ada disekitar rumah sakit. Sekarang Ruby sudah bersama Hanawa didalam Mal terbesar di kota Tokyo.
"Hanawa, bolehkah aku masuk ke toko itu sebentar?" Tanya ruby menunjuk sebuah toko yg pernah di datangi bersama Ace.
"Itu toko mahal Ruby. Kamu mau apa?" Tanya Hanawa heran.
"Sudah tunggu saja disini ya! Aku hanya sebentar," ujar Ruby langsung berjalan menuju toko tsb.
Hanawa berusaha mencegah Ruby, tapi Ruby sudah berjalan masuk ke toko meninggalkan Hanawa begitu saja.
"Permisi!!" Ucap Ruby sopan.
"Iya Nona, apa yg anda cari? Bisa saya bantu?" Tanya karyawan toko.
"Saya membeli tas ini dengan teman saya, apakah anda tahu alamat teman saya itu? Eehm.. maksud saya waktu membeli ini, manager toko terlihat sangat akrab dengan teman saya. Saya berpikir bila manager toko tahu alamat teman saya," jawab Ruby menyampaikan maksudnya.
"Nona silahkan tunggu sebentar," ujar karyawan.
Ruby duduk disofa yg tersedia didalam toko.
5 menit kemudian,
__ADS_1
"Maaf Nona, kami tidak bisa memberikan alamat pelanggan VVIP kami," ujar Karyawan.
"VVIP?" Tanya Ruby heran.
"Ehm, maaf. Mungkin Nona salah dengar," jawab Karyawan toko gugup karena salah bicara.
"Oow baiklah kalau begitu, saya permisi dulu," ujar Ruby kemudian meninggalkan toko.
Ruby berjalan menghampiri Hanawa.
"Apa yg kamu lakukan disitu?" Tanya Hanawa.
"Tidak ada! Sudah lupakan, ayo aku temani membeli tas," jawab Ruby tersenyum.
"Ayo," balas Hanawa.
Ruby menemani Hanawa membeli tas, namun pikirannya hanya di isi oleh Ace seorang. Ruby sangat ingin bertemu Ace, tapi pria berambut gondrong itu tidak membalas pesan atau telepon dari Ruby.
Pukul 8 malam,
"Aku pulang dulu Ruby. Terima kasih sudah menemani ku," ujar Hanawa berterima kasih.
"Sama-sama Hanawa. Hati-hati dijalan," jawab Ruby.
Hanawa menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari depan gang rumah Ruby. Setelah mobil Hanawa pergi, Ruby berjalan masuk kedalam gang menuju rumah kecilnya. Saat sudah sampai didepan rumahnya, Ruby dikejutkan dengan kedatangan seseorang hampir 2 hari ini sangat ingin dia temui.
"Kamu darimana baru pulang jam segini?" Tanya Ace dengan nada dingin.
"Kenapa? Aku pulang jam berapa pun bukan urusan mu," jawab Ruby tidak suka dengan sikap Ace.
Deg!
"Apa-apaan pria ini?" Batin Ruby kaget.
Tanpa menjawab Ace, Ruby langsung berbalik badan meninggalkan Ace didepan rumahnya.
"Ruby! Kembali," panggil Ace.
Ruby terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Ace.
"Ruby, berhenti! Bila kamu tidak mau berhenti, akan aku patahkan kaki mu," teriak Ace.
Dan tak ada keinginan Ruby untuk berhenti, tiba-tiba....
"Akkkh!!!! Turunkan aku Ken! Aku membenci mu!!!" Teriak Ruby yg tubuhnya di angkat Ace.
"Aku akan memperk*sa mu bila kamu melawan ku Ruby," bentak Ace.
Ruby seketika diam dan menurut dalam gendongan Ace.
Ace membawa Ruby masuk kedalam mobilnya dan membawa Ruby ke hotel yg tak jauh dari rumah Ruby.
Di dalam kamar hotel mewah,
"Aku ingin pulang Ken!! Tolong," ujar Ruby mengiba.
"Kamu sungguh tidak mendengarkan perkataan ku Ruby! Kamu harus mendapat hukuman," jawab Ace dengan emosi memuncak.
__ADS_1
Ace menarik dan melepas paksa baju yg dipakai Ruby, hingga hanya menyisakan pakaian dalam Ruby. Ace mulai menc*mbu Ruby yg terus menangis dan meminta Ace menghentikan aksinya.
"Aku minta maaf bila aku salah! Aku mohon hentikan! Aku menunggu mu berhari-hari Ken," ujar Ruby sambil menangis.
Deg!
"Apa yg aku lakukan?"
Ace langsung menghentikan aksinya dan membawa Ruby ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku! Maafkan aku," ujar Ace memeluk erat tubuh setengah telanj*ng Ruby yg bergetar ketakutan.
Hikks..
"Aku yg salah! Aku cemburu, maafkan aku sayang," ujar Ace berusaha menenangkan Ruby yg terus menangis.
"Aku ti..dak ada hubungan apa-apa de..ngan Hanawa," ucap Ruby bergetar.
"Iya iya aku percaya. Sudah ya, maafkan aku," jawab Ace yg kemudian menyelimuti tubuh Ruby dengan selimut tebal.
Setelah Ruby agak tenang, Ace mencoba mengajak Ruby bicara dari hati ke hati.
"Kenapa kamu menghilang? Padahal kamu berjanji akan selalu bersama ku," ujar Ruby menatap wajah tampan Ace yg nampak kacau.
"Aku minta maaf, aku harus bekerja," jawab Ace lembut.
"Setidaknya balas pesan ku," balas Ruby.
Deg!
"****!!! Aku lupa ponsel jadul itu aku taruh mana," batin Ace ceroboh.
"Ponsel ku hilang sayang. Aku belum membeli ponsel lagi, maafkan aku ya?" Jawab Ace merasa bersalah.
Hiikkss...
"Aku dibentak-bentak dan dihina oleh orang kaya saat aku menolong anak kecil dijalan dan hanya karena kue mochi ku mengotori mobilnya aku harus membayar ganti rugi," ujar Ruby mengadu kepada Ace.
Rahang kokoh Ace mengatup, mengeram kuat saat mendengar gadisnya disakiti orang lain.
"Tangan dan punggung ku sakit, tapi malah aku yg harus membayar ganti rugi," ujar Ruby dengan menunjukkan luka-luka di tangan dan punggungnya.
Jeder!!
Hati Ace merasakan sakit saat melihar luka memar dan sobek yg ada ditubuh Ruby.
Grep!
"Maafkan aku, maafkan aku! Aku minta maaf," ujar Ace seraya memeluk Ruby.
"Ruby dengarkan aku baik-baik. Jangan menolak ku dan kamu harus menerima ku," ujar Ace.
"Apa maksud mu?" Tanya Ruby bingung.
"Ruby, mulai detik ini kamu adalah kekasih ku dan kamu adalah calon istri ku."
Tbc,
__ADS_1