The Ace

The Ace
The Story 1


__ADS_3

Di banyak waktu luang ku saat tak bersama mu, aku lebih memilih berdiam diri. Tak ada hal yg lebih menyenangkan selain bersama mu, hanya dengan mu aku bisa tertawa, menangis, manja dan masih banyak lagi hal luar biasa yg kau berikan kepada ku. Hati dan otak ku terisi penuh oleh mu, semua tentang mu. Kamu pria pertama dan terakhir yg akan aku simpan didalam hati ku. Bukan dia yg mengaku sebagai "ayah" tapi, sanggup memisahkan putrinya dengan pria yg memberikan segalanya untuk putrinya saat dilanda kemiskinan, ketidak percayaan diri dan juga memberikan keamanan. Ace Xzander Inagawa, hanya kamu pria ku dan akan selalu begitu. Selamanya!!


Mata Tuan Tetsuya terlihat berkaca-kaca saat mendapati sosok Ruby yg tengah hamil, berdiri di samping ranjangnya.


"Berarti benar apa yg dikatakan Nicho? Kamu benar-benar tidak pergi, kamu masih hidup," ujar Tuan Tetsuya memastikan.


"Iya, saya masih hidup Papa," jawab Ruby tersenyum cantik.


"Ya Tuhan, terima kasih. Berbahagialah kalian berdua yg sebentar lagi akan menjadi bertiga," ujar Tuan Tetsuya terharu sekaligus senang.


Semua orang larut dalam kebahagiaan, dan tiba-tiba,


Kring...


Ponsel Ruby berdering.


"Siapa?" Tanya Ace.


Ruby tidak menjawab.


"Siapa By?" Tanya Ace sekali lagi dengan nada dingin.


Ruby justru menyodorkan ponselnya kepada Ace dan,


"Brengs*k!! Mau pria tua ini menghubungi mu?" Ujar Ace emosi saat melihat siapa yg menghubungi Ruby.


Ruby tetap diam, akhirnya Ace mengangkat panggilan telepon yg masuk ke ponsel Ruby.


Tit,


"Sayang, kamu kenapa lama sekali? Apa terjadi sesuatu dengan mu?"


Ace hanya diam mendengarkan.


"Elena, jawab! Bicara dengan Papa!"


Jedeer!!!!!


Bagai disambar petir, Ace sangat kaget mendengar bahwa Tuan Kurt Edlind mengaku sebagai Ayah Ruby.


"Aku bisa jelaskan semuanya. Sini biar aku bicara dengannya," ujar Ruby pelan, kemudian mengambil ponselnya dari genggaman Ace.


"Saya baik-baik saja. Saya masih bersama perawat Jessie. Tolong berikan saya waktu untuk bersosialisasi Tuan."


"......"


"Terima kasih." Tut!


Semua orang yg ada di dalam ruang perawatan Tuan Tetsuya terdiam dan mungkin menunggu penjelasan Ruby.


Ruby menghela nafasnya dan meminta untuk duduk.


"Aku putri kandung Kurt James Edlind dan Eleanora Lenin," ujar Ruby secara langsung dan mengejutkan


Semua orang dibuat kaget mendengar pengakuan mengejutkan dari Ruby.


"Ibu ku bernama Eleanora Lenin yg merupakan istri sah Tuan Igor Mikhailov, sahabat Tuan Kurt Edlind yg sebenarnya Ibu ku adalah kekasih Kurt dan sudah mengandung ku saat Tuan Igor menikahi Ibu ku," jelas Ruby


Semua orang termasuk Ace semakin terdiam dan terpaku mendengar penuturan Ruby yang seperti boom itu.


"Lalu, selama ini kamu?" Tanya Diego penasaran.


"Iya, wanita yg kalian lihat ditemb*k oleh Tuan Kurt itu bukan aku, wanita itu bernama Dasha. Dia di serupakan seperti aku untuk di bun*h," jawab Ruby.

__ADS_1


Deg!


"Dasha, gadis ceria itu," batin Ace kaget.


Tambah semakin terkejut lah mereka semuanya, benar-benar seperti film saja kehidupan Ace dan Ruby.


"Aku akan menceritakannya."


Flashback On,


Ruby merasakan tubuhnya lemah dan tidak bertenaga sama sekali. Ruby melihat sekelilingnya dan ternyata Ruby berada di rumah sakit.


"Nona sudah bangun?" Tanya pria bernama Simon yg merupakan asisten pribadi Tuan Kurt.


"Iya," jawab Ruby.


"Sebentar lagi Tuan akan kesini," ujar Simon memberitahu.


Ruby hanya diam saja, yg ada di pikirannya hanya ingin bertemu dengan Ace.


30 menit kemudian,


Ceklek!


Pintu ruang perawatan Ruby terbuka.


"Kau sudah sadar?" Tanya Tuan Kurt Edlind yg baru saja masuk.


Ruby mengangguk tanpa berucap.


"Besok kita akan tahu kau ini siapa. Tapi, aku yakin kau adalah Elena," ujar Tuan Kurt.


Ruby mengerutkan keningnya mendengar ucapan Tuan Kurt.


"Istirahatlah, besok aku akan menceritakan semuanya. Aku pamit dulu, cup!"


Ruby hanya bengong dan kebingungan melihat kepergian Tuan Kurt, tanpa bisa berkata-kata.


Ruby mulai merebahkan tubuhnya yg terasa sangat lelah dan juga hatinya yg ingin sekali bertemu dengan Ace.


"Aku ingin kamu Ace."


Keesokan harinya,


Ruby merasakan mual yg luar biasa, hingga wanita cantik itu merasakan lemas setelah memuntahkan isi perutnya yang hanya keluar air saja.


Ceklek


"Elena, kamu kenapa?" Tanya Kurt yg baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Ruby.


Tuan Kurt langsung memapah tubuh lemas Ruby untuk naik ke atas ranjang.


"Bila butuh sesuatu tolong, bicarakan kepada Papa,"


Jeder!!!!


"Pa..pa?"


"Iya, aku Papa mu Elena. Kamu putri ku bersama Elena,"


Sungguh percakapan yg membuat kepala Ruby ingin pecah. Elena, siapa itu Elena? Ruby ingin berteriak namun tertahan.


"Nama mu bukan Ruby, melainkan Eleanora Irina Edlind. Kamu adalah putri kandung ku bersama Eleanora Lenin. Yaa, itulah nama yg aku berikan kepada mu saat kamu lahir karena kamu sangat mirip dengan Ibu mu," ujar Tuan Kurt.

__ADS_1


Seluruh tubuh Ruby terasa lemas saat mengetahui kebenaran siapa dirinya yg sebenarnya.


"Ja..di? Aku bukan," balas Ruby terbata.


"Kamu putri ku, bukan putri Igor. Igor itu pria baj*ngan! Dia mengambil Elena ku bahkan dia tahu kalau aku dan Ibu mu sudah bertunangan. Dia tega melakukan itu karena cinta butanya kepada Ibu mu," jawab Tuan Kurt dengan wajah menahan emosi.


Ruby tak mampu berkata sepatah kata pun, Ruby masih terlalu pusing dan bingung untuk memahami kenyataan yg sangat mengejutkannya.


"Aakhh!" Ruby kembali merasakan nyeri di perutnya.


"Elena, kamu kenapa?" Tanya Tuan Kurt khawatir.


"Sa..kit," jawab Ruby lirih.


"Panggil Dokter," teriak Tuan Kurt kepada Simon.


"Baik!" Dengan cepat Simon pergi untuk memanggil Dokter.


5 menit kemudian,


Ceklek!


"Permisi, saya akan memeriksa Nona," ujar Dokter jaga.


Dokter tersebut memeriksa keadaan Ruby dengan teliti dan seksama. Kemudian,


"Apakah Tuan sudah tahu bahwa Nona Ruby sedang dalam kondisi hamil 4/5 minggu?"


Jeder!!!!


Baik Ruby maupun Tuan Kurt sama-sama terkejutnya mendengar ucapan Dokter jaga tsb.


"Sa..ya ha...mil?" Tanya Ruby.


"Iya, anda hamil. Diperkirakan usia kandungan 4/5 minggu. Saya rasa Dokter yg pertama menangani anda sudah memberi tahukan hal ini," jawab sang Dokter.


Semua diam tak menjawab.


Setelah Dokter selesai memeriksa Ruby dan kembali ke ruangannya, Tuan Kurt masih diam saja berdiri di samping ranjang Ruby.


"Tolong! Lepaskan saya! Saya sangat ingin bersama dengan Ace, dia adalah segalanya untuk saya," ucap Ruby memecah keheningan.


Mata Tuan Kurt langsung menatap Ruby dengan tajam.


"Kamu hanya butuh Papa, bukan pria asing itu. Kita akan hidup bahagia membesarkan calon cucu Papa tanpa harus ada pria lain," jawab Tuan Kurt dengan tegas.


"Tidak, tidak! Saya ingin pulang, Ace pasti akan khawatir bila saya tidak ada! Tolong, lepaskan saya. Saya tidak masalah tidak anda akui sebagai anak, saya hanya ingin Ace!" Ujar Ruby dengan suara meninggi.


"Diaaammmm!!!!" Bentak Tuan Kurt.


"Aahhh!!" Ruby terkejut sambil berteriak dan menutup kedua telinganya.


Deg!


"Maafkan Papa Elena," ujar Tuan Kurt tersadar bila sudah membuat Ruby takut.


"Hiikkss, tolong lepaskan saya," lirih suara Ruby memohon agar Tuan Kurt mau melepaskannya.


"Maafkan Papa! Tapi, ini sudah menjadi keputusan Papa, kamu tidak akan pernah bertemu dengan Ace," jawab Tuan Kurt yg kemudian langsung meninggalkan ruang perawatan Ruby.


Jret!!


Sesaat setelah pintu tertutup, tangis Ruby pecah seketika. Hatinya hancur mengetahui bahwa dia tidak akan bisa bertemu dengan kekasih hatinya. Yg lebih menyakitkan lagi, Ace tidak akan pernah tahu tentang kehamilannya yg selama ini Ace tunggu.

__ADS_1


"Ace, aku hamil."


Tbc,


__ADS_2