
Apa ini yang dinamakan malaikat? Tuhan? Heii jawab! Hikkss, terima kasih Engkau memberikan aku dan istri ku kesempatan memiliki seorang malaikat yang begitu indah. Terima kasih Tuhan.
Di dalam mobil mewah yang di tumpangi Tuan Kurt,
"Simon! Lebih cepat lagi, Elena akan segera melahirkan! Menantuku baru saja menelpon," ujar Kurt gelisah setelah mendapat telepon dari Ace.
Deg!
"Elena akan melahirkan??" Batin Simon senang dan bercampur rasa tidak suka.
"Baik Tuan," jawab Simon yang langsung mempercepat laju mobil mewah tsb agar segera sampai di rumah.
Dalam perjalanan menuju rumah, tak henti-hentinya Tuan Kurt berdoa agar Elena diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melahirkan, serta Tuan Kurt berharap bisa menemani Elena melahirkan cucu pertamanya ke dunia.
45 menit kemudian,
Pria paruh baya itu berlari saat mobil mewahnya sampai dihalaman depan rumahnya yang luas. Tuan Kurt tak peduli dengan para pelayan yang menyapanya, yang ada dipikirannya hanya ingin segera sampai di kamar Elena.
"Sedikit lagi," gumam Tuan Kurt.
Dan,
Ceklek!!
"Elena," panggil Tuan Kurt dengan nada terengah-engah.
"Papa," sahut Ace.
Sementara Elena yang sempat kaget karena kehadiran Tuan Kurt, akhirnya tidak jadi mengejan setelah mendapat aba-aba dari Dokter Milla.
"Tuan, maaf apakah anda bisa tenang?? Ini Nyonya sedang proses melahirkan dan butuh konsentrasi juga ketenangan Bila anda tidak bisa tenang, silahkan menunggu di luar saja," ujar Dokter Mila dengan tegas memperingatkan Tuan Kurt.
Tuan Kurt tersenyum kikuk karena dia memaksa masuk ke dalam kamar Elena, walau tadi sempat di cegah oleh tenaga medis yang berjaga di depan kamar Elena dan Ace.
"Ba..baik," jawab Tuan Kurt gagu.
Tuan Kurt ikut berjongkok di dekat Ace yang sedang menyemangati Elena.
Air mata Tuan Kurt terus menetes melihat sang putri tengah berjuang melahirkan cucunya ke dunia ini.
Pov Tuan Kurt,
Sayang, lihatlah! Aku sebentar lagi akan menjadi seorang Kakek! Putri kita sedang berjuang sayang melahirkan malaikat kecil ke dunia ini. Sayang minta kepada Tuhan supaya memudahkan semuanya, agar putri kita selamat juga cucu kita sayang. Aku mohon! Aku juga akan berdoa kepada Tuhan untuk Elena juga cucu kita.
End.
Saat Tuan Kurt memejamkan matanya untuk berdoa tiba-tiba,
"Buka mata mu sayang! Cucu kita."
__ADS_1
Tuan Kurt perlahan membuka matanya dan,
Ooeekkk .... Oeeekkk!!!!
"Aaa, selamat Nyonya bayi anda sudah lahir dan dia perempuan," ujar Dokter Milla dengan wajah bahagia sambil memperlihatkan bayi Ace dan Elena yang berjenis kelamin perempuan.
Dengan berurai air mata, Elena mengangguk lemah saat mendengar ucapan dari Dokter Mila. Hatinya bahagia dan juga lega, akhirnya impian Ace untuk memiliki anak perempuan terkabul.
"Terima kasih duniaku, terima kasih. Aku sangat mencintaimu. Anak kita perempuan sayang," ujar Ace yang juga menangis bahagia sembari memeluk lembut Elena.
Dokter Mila meletakan bayi cantik yang baru saja dilahirkan oleh Elena di atas dada Elena agar sang bayi merasakan kehangatan sang ibu sekaligus belajar untuk mencari sumber makanan terbaik.
Ace meneteskan air mata melihat pemandangan yang luar biasa didepannya. Anaknya baru saja lahir ke dunia ini dan seorang bayi perempuan yang sangat cantik seperti keinginannya.
"Dia mirip dengan mu Ace," ujar Elena tersenyum.
"Tentu saja," jawab Ace bahagia.
Baru sebentar dalam dekapan Elena, Dokter Mila kembali mengambil putrinya untuk dibersihkan dan dipakaikan baju hangat.
Ace terus mengusap lembut kepala Elena dan tak jarang memberikan kecupan di kening sang istri.
Elena menatap sang Papa yang tetap berdiri di hadapannya, diam termenung.
"Papa," panggil Elena.
"I..iyaa sayang," sahut Tuan Kurt masih bergetar tak percaya bila dia sekarang menyandang status seorang kakek.
Hikkss...
Tangis Tuan Kurt seketika pecah saat Elena mengucapkan kata terima kasih kepadanya.
Ace melepaskan Elena dari dekapannya dan mempersilahkan Tuan Kurt untuk memeluk Elena.
Grep!
"Papa yang harusnya berterima kasih sayang," ucap Tuan Kurt yang langsung memeluk Elena.
"Maafkan Elena Pa, Elena sangat mencintai Papa," jawab Elena lemah.
Hikkss...
Tangis Tuan Kurt semakin menjadi-jadi karena mendengar ucapan Elena yang membuatnya bahagia dan karena Elena benar-benar sudah memaafkan dirinya
"Permisi, Nyonya harus mendapatkan perawat terlebih dahulu. Mohon untuk menunggu diluar ruangan," ucap salah satu perawat yang membuat haru biru kebahagiaan bercampur kesedihan antara Bapak dan anak itu harus disudahi.
Elena langsung di gendong oleh Ace dan dipindahkan ke ranjang, untuk digantikan baju serta segera mendapat perawat lebih lanjut pasca melahirkan.
"Aku keluar dulu sayang, kalau sudah selesai aku masuk lagi ya," ujar Ace kepada Elena.
__ADS_1
"Iya sayang," jawab Elena.
Tuan Kurt dan Ace berjalan beriringan keluar dari kamar.
"Harus ada nama Edlind," ujar Tuan Kurt tiba-tiba.
Ace tersenyum kecil mendengar sang mertua yang ingin ada nama Edlind di belakang nama sang putri.
"Iya Papa," jawab Ace lembut.
"Lalu siapa nama cucu ku?" Tanya Tuan Kurt.
"Rahasia hahahahha," Ace tertawa karena melihat wajah Tuan Kurt berubah masam setelah mendengar candaan Ace.
Sementara itu,
"Dia begitu bahagia, dia dengan mudah mengambil hati Tuan Besar. Bahkan aku yang sudah mengabdi begitu lama tidak bisa masuk ke dalam keluarga Tuan Besar. Kamu sudah berhasil membuat ku iri, yaa aku iri kepada mu Ace!"
Gumam seorang pria tampan yang berdiri di balik pilar besar dilantai 1 rumah Tuan Kurt. Pria dengan wajah merah marah melihat keakraban antara Tuan Kurt dan Ace yang sungguh membuatnya tidak suka.
"Tuan Simon!"
Srek!
"Ada apa? Kenapa kamu masih saja mendekati ku?"
"Eehm, tidak Tuan. Saya hanya ingin menyapa saja."
"Aku peringatkan! Jangan sekali-kali mendekati ku atau mencoba akrab dengan ku!"
Tap!
Tap!
Tap!
Mata sayu yang terllihat sedih itu menatap pilu kepergian pria tampan yang tak lain adalah Simon. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik walau tak lagi muda itu, terus menatap punggung Simon yang akhirnya menghilang dibalik tembok tinggi di rumah Tuan Kurt.
"Kenapa kamu sangat menjaga jarak dengan ku? Aku hanya ingin lebih dekat dengan mu Nak!"
Kembali ke kamar Elena dan Ace.
Elena nampak lebih segar setelah mendapat perawatan dari tim medis. Pakaiannya pun sudah diganti dan sekarang wanita yang baru saja resmi menjadi seorang Ibu itu sedang berbaring santai sambil membelai pipi gembil putrinya yang berada didalam dekapan Ace.
"Sayang, apa kamu sudah memiliki nama untuk putri kita?" Tanya Elena kepada Ace yang tengah mendekap putrinya.
"Tentu saja sudah sayang," jawab Ace.
"Siapa?"
__ADS_1
Tbc,