The Ace

The Ace
My Family


__ADS_3

...Aku ingin tahu siapa keluarga mu, Ace?...


Ace sepertinya tidak pernah bosan menatap paras cantik yg dimiliki oleh Ruby. Ace membuka selimut tebal yg membungkus tubuh polos Ruby secara perlahan. Kulit seputih susu menyambut indera penglihatan Ace, tubuh indah yg menurut Ace sangat pas begitu memukau Ace. Tak ada cela, tak ada cacat itu lah Ruby di mata Ace.


Ace tersenyum saat Ruby merasa tidak nyaman dalam tidurnya karena selimut hangat yg membungkus tubuhnya sudah disingkirkan Ace.


"Eengghhh," gumam Ruby dengan mata terpejam.


Ace hanya tersenyum saja.


"Ace..," panggil Ruby meraba-raba ranjang.


"Heem," jawab Ace.


"Kenapa selimutnya kamu ambil sih? Aku nggak pake apa-apa, dingin tahu!" Ujar Ruby kesal saat melihat selimutnya sudah dibuang Ace dilantai.


"Kemarilah," ujar Ace merentangkan kedua tangannya.


Ruby yg masih kesal mau tidak mau menggeser tubuhnya dan masuk kedalam dekapan Ace.


"Hangat?" Tanya Ace.


Ruby mengangguk.


"Kita akan ke Jakarta. Kita akan bertemu dengan Kakak tertua ku," ujar Ace.


Ruby seketika bangun dan menatap Ace.


"Kakak? Kamu punya kakak?" Tanya Ruby bingung.


Ace tersenyum dan memakaikan kimono tidur agar Ruby tidak kedinginan.


"Terima kasih," ujar Ruby.


"Iya sama-sama Sayang. Aku punya 3 orang kakak yg sangat menyayangi ku," jawab Ace.


"Tapi kata orang-orang kamu anak tunggal?" Tanya Ruby.


"Aku anak tunggal dari Tuan Kenzo dan Nyonya Ayana, Cinta ku. Tapi, sebelum mereka menikah, Nyonya Ayana sudah memiliki 3 orang anak dari pernikahan sebelumnya," jawab Ace menjelaskan.


"Oow begitu," ujar Ruby mengerti.


"Kakak pertama ku seorang perempuan tangguh bernama Rai Nara Abraham, dia pasti menyukai mu karena kamu manis. Kakak kedua dan ketiga ku itu kembar, mereka laki-laki yg luar biasa dan begitu menyayangi ku. Ryu Keiji Abraham atau Bang Kei dia kakak kedua ku, lalu Rui Eiji Abraham atau Bang Ei adalah kakak ketiga ku," ujar Ace menceritakan tentang Nara, Kei dan Ei.


"Abraham itu?" Tanya Ruby.


"Ya, kamu benar. Nama keluarga Abraham yg kamu maksud itu memang Ayah dari Kakak-kakak ku. Tuan Mikhail Abraham pengusaha retail fashion terkenal di Jepang dan menjadi warga kehormatan di Jepang," jawab Ace mengerti apa yg dimaksud Ruby.


"Semua keluarga mu orang terpandang ya? Aku jadi takut sendiri," ujar Ruby lirih.


"Ckk, jangan mulai membuat ku marah Ruby. Aku mencintai mu dan kita akan selalu bersama titik, tidak ada istilah terlalu kaya, terpandang atau miskin. Mengerti?" Balas Ace.

__ADS_1


"Oke aku mengerti, maafkan aku," jawab Ruby.


Cup!


"Cukup jadi gadis Ace yg patuh," ucap Ace mengecup bibir Ruby.


"Sekarang ayo kita mandi, habis itu ikut aku belanja baju oke?" Ujar Ace.


"Gendong, mandikan aku!" Jawab Ruby dengan manja.


"Jangan salahkan aku kalau mandi busanya menjadi lama," ujar Ace langsung menggendong Ruby dan masuk ke dalam kamar mandi.


Pukul 1 siang,


Ace menggandeng Ruby berjalan di dalam mall terbesar di Kota Tokyo. Ace ingin membelikan Ruby baju, tas, celana dan semua keperluan wanita yg selama ini tidak Ruby miliki. Ace ingin Ruby merasakan hidup lebih baik dalam hal berpenampilan. Ruby itu gadis cantik, kulitnya juga bagus, rambutnya lumayan terawat dan wajah Ruby cukup bersih untuk ukuran orang biasa. Ace ingin Ruby semakin cantik dan memiliki penampilan yg berkelas agar kecantikan Ruby semakin terpancar.


"Ingat, jangan membantah, jangan menolak, turuti setiap kata-kata ku dan aku sangat mencintai mu," ujar Ace kepada Ruby.


"Iya aku mengerti Ace," jawab Ruby pasrah.


Ace mengajak Ruby masuk ke dalam gerai brand fashion dunia yg memiliki logo huruf C.


Bibir Ruby sebenarnya sangat gatal ingin bertanya tapi Ruby tidak ingin terjadi keributan akibat ulah Ace.


"Selamat datang Tuan Ace," sapa salah satu karyawan.


"Ya, panggil manager Kim," ujar Ace.


Ace dan Ruby duduk di sofa yg begitu empuk dan lembut.


"Selamat siang Tuan Ace. Bagaimana kabar anda? Lama sekali anda tidak mampir ke gerai kami," sapa pria bernama Kim Seok Joon.


"Baik, ini calon istri ku berikan baju, tas, make up dan lainnya yg sesuai untuk dia," ujar Ace.


"Terima kasih Tuan Ace telah memilih kami sebagai penyedia busana untuk calon istri anda. Kami sangat tersanjung, sekali lagi terima kasih," ujar Manager Kim.


"Heem, panggil fashion designer kalian untuk memilihkan outfit yg cocok untuk calon istri ku," jawab Ace.


"Dengan senang hati Tuan," balas Manager Kim.


Ruby hanya pasrah dan menuruti semua keinginan Ace, mulai dari mencoba berbagai model baju, celana, dress dll. Ruby hanya ingin menyenangkan hati Ace yg begitu baik kepadanya, tulus mencintai Ruby yg hanya seorang gadis miskin biasa.


1 jam lebih Ruby mencoba berbagai setelan outfit yg dipilihkan oleh fashion designer brand ternama tsb. Ace cukup puas dengan apa yg diberikan kepada Ruby terlihat cocok dan membuat Ruby semakin cantik juga stylish.


"Kirim semua yg kami beli ke alamat ini," ujar Ace kepada Manager Kim.


"Baik Tuan, kami akan segera mengirimkan semua paket spesial milik Nona Ruby," jawab Manager Kim.


"Oke, kami permisi dulu," ucap Ace.


"Sekali lagi terima kasih Tuan dan Nona, hati-hati!" Manager Kim dan karyawan lainnya mengantar Ace dan Ruby sampai ke depan gerai.

__ADS_1


Ace merangkul pinggang Ruby dengan posesif sambil berjalan menuju gerai baju casual.


"Ingat Ruby! Jangan membantah, yg perlu kamu tahu aku sangat mencintai mu," ucap Ace dengan cepat.


"Oke," jawab Ruby lagi-lagi pasrah.


Kejadian seperti di toko sebelumnya kembali terulang, kini Ace meminta baju, kaos, hotpants, sepatu sneakers dll yg sesuai untuk Ruby. Ruby lagi lagi pasrah menerima semua perlakuan Ace. Tak begitu lama mereka berdua di gerai tsb, sekarang Ace mengajak Ruby ke sebuah toko berlian terkenal di Jepang.


"Aku ingin memberikan mu cincin. Aku tahu kamu belum ingin menikah, tapi ini sebagai simbol bahwa kamu milik ku," ujar Ace.


Hati Ruby langsung terasa hangat saat Ace mengatakan bahwa Ruby adalah miliknya.


"Aku hanya ingin kita lebih dalam lagi saling mengenal, baru setelahnya kita menikah," jawab Ruby.


"Aku tahu sayang. Ayo kita masuk," ajak Ace.


Entah apa yg harus diperbuat oleh Ruby, memiliki kekasih tampan, kaya dan begitu mencintainya. Sepertinya tak cukup Ruby mengucap kata bersyukur bisa bertemu dengan Ace. Pasti banyak gadis diluaran sana yg iri kepada Ruby yg bisa di bilang beruntung bisa berpacaran dengan pria seperti Ace.


Cincin dengan mahkota berlian berwarna pink muda dengan potongan sempurna, melingkar cantik di jari manis Ruby. Cincin dengan harga fantastis itu dibeli langsung oleh Ace sebagai pengikat hubungan mereka. Ace tidak main-main menjalin hubungan dengan Ruby, Ace sangat ingin segera menikahi Ruby.


"Kapan kita ke Jakarta?" Tanya Ruby.


"Akhir pekan ini, Ichiro sedang mengurus semua dokumen keberangkatan kita," jawab Ace.


"Apakah Jakarta bagus?" Tanya Ruby.


"Kalau Jakarta itu mirip-mirip Tokyo, sibuk terlebih macet. Tapi, di Indonesia banyak tempat-tempat indah yg bisa kita datangi," jawab Ace.


"Waah aku jadi penasaran," ujar Ruby.


"Iya sabar ya cantik. Sebelum ke Jakarta, ikut aku bertemu Otouchan dan Okachan ya?" Ajak Ace.


"Dengan senang hati," jawab Ruby tersenyum cantik.


Di kota Bangkok, Thailand.


1


2


3


Brakkk!!!!


"Angkat tangan!!!"


"Ada apa ini?"


"Tuan Kenji Shinoda anda kami tahan!"


Tbc,

__ADS_1


__ADS_2