
Memulai semuanya dengan mu, menjalani hari-hari lebih berwarna juga dengan mu, dan menghabiskan waktu di dunia ini selamanya dengan mu.
Ace mengantar Ruby mengikuti kelas bahasa Inggris siang ini. Ace juga membeli sebuah mobil untuk transportasi agar memudahkan setiap kegiatan yg Ace dan Ruby lakukan. Jarak antara tempat kursus bahasa Inggris dari rumah tidak begitu jauh, hanya 15 menit menggunakan mobil. Ace sudah meminta Ruby untuk mengikuti kelas-kelas lainnya agar tidak bosan, namun Ruby selalu khawatir tentang keuangan mereka akan terganggu bila Ruby banyak mengikuti kegiatan.
"2 jam lagi aku jemput ya?" Ujar Ace sesampainya di depan tempat kursus.
"Iya, tapi nanti temani belanja dulu soalnya keperluan di dapur mulai menipis," jawab Ruby.
"Iya sayang," balas Ace.
Cup!
"Aku masuk dulu. Aku mencintai mu Ace," ujar Ruby mengecup bibir Ace.
"Aku lebih mencintai mu," balas Ace.
Ruby turun dari mobil.
"Hati-hati sayang," ucap Ruby seraya melambaikan tangannya kepada Ace.
Ace mengangguk pertanda Ruby harus masuk ke dalam tempat kursus, baru Ace akan pergi. Setelah Ruby masuk ke dalam tempat kursus bahasa Inggris, Ace menjalankan mobilnya menuju kedai kopi tak jauh dari situ yang menjadi tempat Ace menunggu Ruby selesai kursus.
5 menit kemudian,
Ace selalu menunggu Ruby di kedai kopi ini sampai pemilik kedai mulai hafal dengan kebiasaan Ace.
"Siang Ken," sapa John pemilik kedai kopi.
"Ooh hi John," balas Ace yg memperkenalkan dirinya dengan nama Ken. Dan Ace memang memiliki 2 identitas, yaitu Ace Xzander Inagawa dan Kenzo Takahashi (nama Ayah Kenzo). Entah apa tujuan Ace namun itulah yg dilakukan oleh Ace.
"Menunggu kekasih mu?" Tanya John.
"Iya seperti biasa," jawab Ace.
"Kamu kekasih yg setia ya?" Ujar John.
"Hehehehe, dia segalanya untuk ku," jawab Ace.
"Kamu tampan, badan bagus dan juga setia. Woow, luar biasa Ken untuk pria jaman sekarang yg lebih memilih hidup bebas," puji John.
"Masih banyak yg lebih baik daripada aku John. Aku dulu juga hidup bebas tanpa ada ikatan, tapi saat melihat Ruby semuanya berubah John," jawab Ace.
"Yaah panah asmara sudah menancap di hati mu Ken," balas John.
"Hahhaha, kamu mungkin benar. Eehm, John boleh aku bertanya?" Ujar Ace.
"Silahkan Ken," jawab John.
"Apa kamu tahu tentang informasi pekerjaan yg berhubungan dengan keamanan? Eehm, maksud ku semacam bodyguard atau pengawal," tanya Ace.
"Sebentar, aku sepertinya ingat. Aha!! Ya aku ingat, teman ku tempo hari mencari tambahan orang untuk menjadi pengawal orang penting di negara ini," jawab John.
Ace tersenyum.
"Ini, ini nomor telepon teman ku. Namanya Alan, kamu hubungi saja dia bilang kalau kamu mendapat info dari ku," ujar John memberikan nomor telepon temannya.
"Terima kasih banyak John," ucap Ace berterima kasih.
"Tidak masalah Ken, semoga kamu beruntung," balas John.
"Aku akan berusaha agar mendapatkan pekerjaan itu John. Sekali lagi terima kasih," ujar Ace senang.
"Aku yakin kamu bisa Ken," balas John memberikan semangat kepada Ace.
__ADS_1
Karena memasuki jam makan siang, Kedai Kopi milik John mulai ramai pengunjung. John tidak bisa berlama-lama mengobrol dengan Ace karena harus melayani para pengunjung. Ace sudah sangat mengerti akan hal tsb, jadi Ace mempersilahkan John untuk melanjutkan pekerjaannya. Ace duduk sendirian menikmati kopi seraya menghubungi nomor telepon teman John yg bernama Alan itu.
"......."
"Selamat siang dengan Tuan Alan?"
"..…."
"Saya Ken, saya mendapat nomor telepon anda dari John pemilik kedai kopi yg ada di dekat Mall X."
" ......"
"Iya betul sekali Tuan."
"......."
"Iya saya mencari pekerjaan. Apakah anda masih mencari orang untuk jadi tim pengawalan?"
"......."
"Tentu saja bisa Tuan."
" ......."
"Baik nanti jam 4 saya akan menemui anda."
"......."
"Baik, sekali lagi terima kasih Tuan Alan."
"......" Tut!
Ace meletakkan ponselnya.
"Kalau bukan untuk mu, aku tidak akan repot-repot mencari kerja seperti ini," gumam Ace.
From : My World
Sayang, 10 menit lagi kelas ku selesai. Ada pengajar yg tidak masuk. Bisa menjemput ku?
"Tentu saja bisa Ruby," monolog Ace sambil mengetik pesan balasan untuk Ruby.
To : My World
Tentu saja bisa Sayang. Tunggu aku!
Klik, terkirim.
Ace bangkit dari kursi dan menghampiri John yg sibuk dengan kopi-kopi pesanan.
"Aku permisi dulu John. Terima kasih infonya," ucap Ace.
"Sama-sama Ken! Hati-hati," jawab John.
"Oke," Ace keluar dari Kedai Kopi dan segera menjemput Ruby.
Ruby duduk dikursi yg ada di luar tempat kursusnya menunggu Ace datang.
"Hi, belum dijemput?" Tanya Aaron salah satu pengajar ditempat kursus.
"Oow Hi Tuan Aaron. Iya mungkin sedang perjalanan ke sini," jawab Ruby ramah.
__ADS_1
"Mau temani menunggu?" Tanya Aaron.
Ruby diam sejenak dan,
"Ruby!"
Ruby sangat hafal dengan suara yg memanggilnya dengan suara tegas tsb.
"Maaf Tuan, saya sudah dijemput," ujar Ruby langsung berdiri dari kursi.
Aaron membalikkan badan dan melihat seorang pria tinggi berambut gondrong berdiri di belakangnya, menatap Aaron dengan wajah dingin tanpa adanya keramahan.
"Ayo sayang," ujar Ace mengulurkan tangannya.
Ruby tersenyum dan menerima uluran tangan Ace.
"Kami permisi dulu," ujar Ace.
Aaron hanya mengangguk melihat Ruby masuk ke dalam mobil hingga mobil yg Ruby dan Ace tumpangi pergi.
"Kamu cantik sekali Ruby."
Sampai di swalayan,
Ace berjalan di belakang Ruby sambil mendorong troli, sementara Ruby membaca catatan yg berisi keperluan dapur yg habis.
"Dia tadi siapa?" Tanya Ace.
Ruby yg tengah memilih beberapa jenis roti, langsung menghentikan kegiatannya saat mendengar pertanyaan dari Ace.
"Dia salah satu pengajar di tempat kursus ku Ace, namanya Tuan Aaron," jawab Ruby.
"Ooow," ucap Ace.
Ruby melanjutkan memilih roti.
"Ruby," panggil Ace.
"Ya sayang," jawab Ruby.
"Aku nanti sore akan bertemu seseorang yg membutuhkan orang untuk bekerja sebagai tim pengawalan," ujar Ace memberitahu.
Ruby meletakkan roti yg dipegangnya.
"Kamu bekerja sebagai pengawal? Kenapa? Kamu memiliki banyak pengalaman dan kamu lulusan di bidang IT kan?" Tanya Ruby heran.
"Aku tidak mau bekerja di kantoran, aku ingin freelance saja. Aku tidak bisa lama-lama jauh dari mu Sayang," jawab Ace.
"Cckk, ya sudah terserah kamu saja. Asal jangan macam-macam ya," balas Ruby.
"Aku cuma milik mu," jawab Ace cepat.
"Kamu memang milik ku Ace," balas Ruby sambil berjalan meninggalkan Ace.
Ace tersenyum bahagia karena Ruby juga sangat mencintainya.
Setelah selesai berbelanja, Ace juga membantu Ruby menata bahan makanan di dalam lemari pendingin maupun di dalam almari kabinet. Kegiatan seperti ini sungguh tidak pernah terlintas dipikiran Ace. Hidup dengan seorang wanita, mencintainya, posesif dan tidak bisa jauh dari wanita itu.
Pukul 3.45 sore,
Ace duduk menunggu Tuan Alan yg belum datang. Ace dan Tuan Alan sepakat bertemu disebuah kafe kecil tak jauh dari pusat kota.
__ADS_1
"Apakah anda Tuan Ken?"
Tbc,