
Okachan! Aku merasa sangat nyaman saat bersama gadis itu. Apakah anak mu ini jatuh cinta?
Dirumah Ruby,
Ace begitu lahap memakan masakan yang dibuat oleh Ruby untuk makan malam mereka berdua. Walau hanya nasi kepal isi tuna mayo dan sup miso namun entah mengapa sangat enak di lidah Ace.
"Habis!!" Ujar Ace.
"Waah kamu menghabiskan makanan mu dengan cepat Ken," balas Ruby senang.
"Makanan buatan mu sangat enak Ruby," puji Ace.
"Kamu bisa saja. Itu hanya nasi kepal dan sup miso mana ada istimewanya," jawab Ruby.
"Terserahlah, yg penting bagi ku enak," balas Ace.
Ruby hanya tersenyum mendengar jawaban Ace.
"Kamu tunggu saja sambil lihat acara televisi. Aku mau membereskan piring-piring dulu," ujar Ruby.
Ace mengangguk dan menyalakan televisi kecil dirumah Ruby.
10 menit kemudian,
"Sudah?" Tanya Ace.
"Heem sudah. Kamu lagi lihat apa?" Jawab Ruby seraya bertanya.
"Nggak tahu, aku asal ganti-ganti chanel saja," jawan Ace.
"Dasar!!" Balas Ruby.
"Ruby, boleh aku bertanya?" Ujar Ace.
"Silahkan," balas Ruby.
"Maaf, orang tua mu sudah lama meninggal?" Tanya Ace.
"Ayah ku meninggal saat aku berusia 2 tahun dan Ibu ku saat aku 18 tahun," jawab Ruby.
"Berarti yg orang Rusia itu Ayah mu?" Tanya Ace lagi.
"Iya betul sekali. Ibu ku orang asli Tokyo," jawab Ruby.
"Lalu kenapa kamu tidak melanjutkan kuliah?" Tanya Ace.
"Ibu ku hanya bekerja sebagai penjual mochi dan sebelum meninggal, Ibu terkena penyakit paru-paru. Hingga aku harus meminjam uang kepada Bibi Nori dengan menggadai surat rumah ini. Jadi yg kamu lihat beberapa waktu yg lalu, aku itu sedang membayar hutang ku kepada Bibi Nori agar rumah ku ini tidak ambil beliau," jawab Ruby menjelaskan.
Deg!
"Kasihan kamu Ruby," batin Ace.
"Itu berarti foto editan?" Tanya Ace menunjuk foto yg terpasang di dinding rumah Ruby.
"Hehehe, iya. Aku meminta tolong ke teman sekolah ku untuk mengedit foto ku agar bisa seperti foto keluarga yg utuh. Karena aku tidak ingat Ayah ku," jawab Ruby tertawa.
"Kamu tidak ingin mempunyai kekasih?" Tanya Ace.
Ruby menatap Ace.
"Untuk apa?" Tanya balik Ruby.
"Bisa menjaga mu, membantu mu dan menghibur mu disaat sedih," jawab Ace.
"Aku hanya gadis miskin Ken. Di dunia ini tidak ada yg lebih dihargai selain memiliki uang, kedudukan juga paras rupawan. Banyak orang memuji ku cantik, tapi kalau miskin? Tentu saja tidak akan dilirik orang. Aku memilih menjalani hidup ku apa adanya karena aku sadar, aku tidak bisa banyak memilih. Jadi aku begini saja sudah senang Ken, tanpa perlu kekasih," jawab Ruby lagi-lagi dengan senyum cantiknya.
"Kalau aku yg menjadi kekasih mu?" Tanya Ace tiba-tiba.
Ruby tersenyum menatap Ace dan memegang tangan kekar Ace.
"Kamu tampan Ken. Kamu bisa mendapat wanita berkelas. Aku tidak percaya diri bersanding dengan mu, aku tidak tinggi, pendidikan ku hanya sampai SMA, aku juga tidak memiliki apa-apa dan aku yatim piatu. Kamu mau berteman dengan ku saja, aku sudah sangat senang Ken. Aku tidak mau berlebihan dengan berharap menjadi kekasih mu," jawab Ruby tersenyum pilu.
__ADS_1
Ace menatap Ruby dengan tatapan sulit di artikan.
"Aku akan selalu bersama mu, sampai kamu mengerti," ujar Ace.
"Apa maksud mu Ken? Maaf aku tidak mengerti," ujar Ruby bingung.
"Sudah jangan dipikirkan. Aku pulang sekarang ya?" Pamit Ace.
"Iya Ken. Eeh, terima kasih tasnya. Aku akan membayarnya bulan depan," jawab Ruby.
Ace mengusap lembut pipi Ruby.
"Iya," balas Ace begitu lembut.
Deg!
"Ken," batin Ruby merasakan sesuatu yg berbeda saat tangan besar Ace menyentuh pipinya.
Ruby mengangguk kaku.
"Hubungi aku bila kamu membutuhkan sesuatu," ujar Ace menambahkan.
"Iya Ken," jawab Ruby.
Namun tiba-tiba,
Cup!
"Aku menyukai mu Ruby," ujar Ace seraya melepas ciuman singkat di bibir Ruby.
Tubuh Ruby seakan kaku dan tidak dapat menggambarkan perasaannya saat ini.
"Aku pulang dulu," pamit Ace.
"Ha..ti-hati," jawab Ruby.
Bruung!!!
"Ken."
Hari berlalu dengan cepat, hubungan Ken dan Ruby semakin dekat mereka juga sering bertemu walau hanya sebentar.
Dan hari ini Ace mulai masuk kedalam organisasi sesuai permintaan Tuan Tetsuya. Semua anggota organisasi sebenarnya sudah tahu dan kenal siapa Ace, karena sebelumnya Ace pernah masuk ke dalam organisasi namun hanya sebentar.
Setelah sesi ramah tamah dan perkenalan, Ace memilih sendiri anak buah dan asistennya.
"Kamu! Kesini," ujar Ace menunjuk seorang pemuda yg terlihat biasa saja.
"Saya Ichiro Kobayashi," ucap pemuda tsb.
"Kamu akan menjadi asisten saya," ujar Ace.
"Haik! Terima kasih," jawab Ichiro siap.
"Dan kalian semua akan menjadi anggota saya," ujar Ken dengan tegas kepada 30 orang yg ada di depannya.
"Baik!!" Jawab mereka serempak.
"Kalian boleh bubar, besok kita bertemu di markas Ace yg baru," ujar Diego.
31 orang termasuk Ichiro Kobayashi meninggalkan Ace dan Diego.
"Seberapa jauh hubungan mu dengan Reina?" Tanya Ace.
"Jauh!" Jawab Diego tersenyum.
"Kau sudah menidurinya?" Tanya Ace penasaran.
"Tidak! Jangan gila kau! Aku memang benar-benar menyukainya, jadi aku tidak akan merusaknya," jawab Diego.
"Ooo, baguslah kalau begitu," ujar Ace.
__ADS_1
"Apa Uncle setuju dengan pilihan mu? Dia gadis biasa Ace," ujar Diego.
Wajah Ace berubah tidak suka dengan perkataan Diego.
"Jangan salah paham Ace, aku hanya mengingatkan mu. Kamu Yakuza dan putra pemilik kartel di Colombia," ujar Diego menambahkan.
"Uncle Tetsuya tidak berhak melarang ku berhubungan dengan siapapun. Aku menyukai Ruby dan aku nyaman dengan gadis ku," jawab Ace dengan sedikit emosi.
"Ok ok, santai. Apa kau ingin pergi? Aku harus bertemu Reina," ujar Diego.
"Heem pergilah," jawab Ace.
"Aku pergi dulu," pamit Diego.
Diego mengangguk dan meninggalkan Ace sendirian.
Ace mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Ruby.
To : Rubyna
Kamu dimana?
Klik, terkirim.
Tak berselang lama.
Kling...
From : Rubyna
Aku masih dikantin rumah sakit. Tapi perut ku sakit sekali Ken.
Mata Ace melebar dan langsung bangkit dari duduknya.
30 menit kemudian.
Ace berlari menuju kantin rumah sakit tempat dimana Ruby bekerja.
"Permisi, dimana Ruby?" Tanya Ace kepada pemilik kedai.
"Ruby, kekasih mu mencari," panggil pemilik kedai.
Ace melihat Ruby memegangi perutnya dengan ekspresi wajah menahan sakit.
"Ruby kamu kenapa?" Tanya Ace menghampiri Ruby.
"Aku hanya sakit perut biasa, setiap bulan pasti begini," jawab Ruby.
Tanpa pikir panjang Ace langsung menggendong Ruby.
"Aakkhh!! Ken apa yg kamu lakukan??" Ujar Ruby yg kaget saat Ace tiba-tiba menggendongnya.
"Aku akan membawa mu periksa. Diam saja," jawab Ace dan tidak mempedulikan orang-orang yg melihatnya.
Di ruangan dokter,
"Kekasih anda hanya mengalami nyeri haid dan itu wajar Tuan," penjelasan doktee jaga di UGD.
"Aku sudah bilang kan Ken, kenapa kamu tidak mau mendengarkan aku," ujar Ruby merasa malu dengan sikap berlebihan Ace.
"Berika obat penghilang nyeri," ujar Ace tidak mendengarkan protes dari Ruby.
Setelah mendapat resep dokter, Ace menebus obat tsb dan langsung mengantar Ruby pulang.
Sesampainya di rumah Ruby,
"Ken! Kamu kenapa sih??" Tanya Ruby yg heran dengan sikap Ace.
"Karena aku menyukai mu Ruby!!!"
Tbc,
__ADS_1