
Aku ingin kembali merasakan sebuah situasi menantang yg sudah lama tidak aku rasakan. Berpacu dengan waktu dan berkejaran dengan musuh, aku menerima pekerjaan ini. Aku yakin bisa menyelesaikannya dan kita akan menikah.
Ace duduk termenung sambil menunggu Ruby selesai kursus. Pikiran Ace begitu gamang untuk hal yg menyangkut pekerjaan barunya.
"Sayang?" Panggil Ruby.
"Eeh, sudah selesai?" Tanya Ace tersadar.
"Heem, kamu melamun?" Tanya Ruby mengusap lembut rahang tegas Ace.
"Hehehhe nggak kok, aku lagi ingin makan sesuatu yg pedas sayang. Makanya aku diam sedang berpikir makanan apa yg enak dan pedas," jawab Ace mengelak.
"Aku kira kamu memikirkan apa sampai serius begitu. Ehhm.. bagaimana kalau kita makan spicy wings saja? Di resto yg pernah kita datangi waktu itu katanya enak loh spicy wings nya. Teman satu kelas ku sudah ada yg mencobanya," ujar Ruby.
"Oke, kita kesana ya sayang?" Jawab Ace.
Ruby mengangguk senang.
Ace menggandeng tangan Ruby namun,
"Ruby! Tunggu," panggil seseorang.
Ruby dan Ace menoleh kearah suara yg memanggil Ruby.
"Ya Tuan Aaron, ada apa?" Tanya Ruby kepada Aaron salah satu pengajar ditempat kursus bahasa yg Ruby ikuti.
"Ini kuncir rambut mu tertinggal," ujar Aaron menyerahkan kuncir rambut warna hitam kepada Ruby.
Namun,
Sret!
"Terima kasih Tuan Aaron sudah mengembalikan kuncir rambut milik istri saya. Lain kali tidak perlu dikembalikan, biarkan saja atau kalau perlu buang saja," ujar Ace dengan nada ketus seraya menyambar kuncir rambut Ruby dari tangan Aaron.
"Baiklah Tuan. Sebelumnya maaf, saya tidak sengaja melihat kuncir rambut milik Ruby jadi saya berpikir mungkin Ruby lupa," jawab Aaron.
"Terima kasih ya Tuan Aaron sudah menemukannya," ujar Ruby dengan ramah.
Ace langsung menarik tangan Ruby agar segera masuk kedalam mobil tanpa berpamitan dengan Aaron.
Blam!!
Ace menutup pintu mobil dengan keras. Ruby sampai tersentak kaget karena kerasnya suara pintu mobil tsb.
Ace masuk ke dalam mobil dan langsung mengendarainya dengan cukup kencang.
"Sayang, tolong jangan ngebut! Aku takut," ujar Ruby berusaha membujuk Ace.
"Aku sangat membenci pria itu," gumam Ace.
Ruby begitu takut melihat amarah Ace yg terlihat jelas di wajah tampan pria berkepala plontos itu.
"A..ce, aku mohon! Aku minta maaf bila aku sa..lah, aku mohon pelankan mobilnya. Aku mohon sayang," ujar Ruby dengan sekuat tenaga menahan airnya matanya.
Deg!
"Sih*t!!!" Umpat Ace dalam hati yg langsung sadar bila telah membuat Ruby ketakutan hingga menangis.
Ace langsung memperlambat laju mobilnya dan menepikan mobil di area mini market.
__ADS_1
Grep!
Ace langsung memeluk Ruby.
Hiks!!
Ruby langsung menangis dalam dekapan Ace.
"Aku sangat mencintai mu. Aku sangat tidak suka bila ada pria lain yg menyentuh barang milik mu," ujar Ace dengan menahan emosinya.
"Iya aku minta maaf, aku ceroboh. Maafkan aku! Aku tidak akan mengulangi kecerobohan ku lagi," balas Ruby sesenggukan.
"Aku yg salah, aku terlalu cemburu. Maafkan aku ya sayang?" Ujar Ace menenangkan Ruby.
"Iyaa Ace," jawab Ruby.
Ace melepas pelukannya dan menghapus air mata di wajah cantik Ruby.
"Aku sangat mencintai mu Ruby," ujar Ace.
"Aku juga sangat mencintai mu Ace," balas Ruby.
"Masih ingin makan spicy wings?" Tanya Ace.
"Bukankah kamu yg ingin makan pedas?" Tanya balik Ruby.
"Aku hanya ingin makan kamu," jawab Ace.
Blush!
Lagi-lagi pipi Ruby memerah saat Ace menggodanya.
Ace tersenyum melihat sikap malu-malu Ruby.
"Dengan senang hati, Ratu ku. Sekarang kita pulang ya?" Ujar Ace yg kemudian menyalakan mesin mobilnya dan bergegas pulang.
Hari beranjak malam,
Ruby sudah terlelap dalam tidurnya dari jam 9 malam. Ace tidak memberi ampun kepada Ruby untuk keluar dari kamar setelah pulang dari tempat kursus. Ace tahu Ruby pasti sangat lelah karena harus meladeni Ace yg diliputi rasa cemburu dengan Aaron. Ace mengecup kening Ruby lalu berjalan keluar kamar menuju ruang kerja Ace.
Ace menyandarkan kepalanya dikursi kerjanya yg jarang sekali dia duduki. Pikiran Ace kembali melayang ke pertemuannya dengan Tuan Kurt.
Flashback on,
"Siapa?" Tanya Ace.
"Keluarga Igor Mikhailov," jawab Tuan Kurt.
Otak Ace bekerja mencari dan mengingat nama orang yg disebutkan oleh Tuan Kurt.
"Dia sudah mati 5 tahun yg lalu dan tidak ada keluarga yg selamat dari tragedi kebakaran besar dirumah mewahnya," ujar Ace yg sudah mengingat siapa keluarga Igor Mikhailov tsb.
"Kamu sangat luar biasa Ken. Tapi aku yakin dia pasti memiliki keluarga yg mungkin saja tidak tinggal bersama," jawab Tuan Kurt.
"Lalu?" Tanya Ace.
"Aku ingin kamu mencari tahu informasi sedetail mungkin tentang Igor. Dia mengambil hak ku dan malah mengkhianati ku," jawab Tuan Kurt.
"Kalian?" Tanya Ace menggantung.
__ADS_1
"Separuh dari harta Igor adalah hak ku, kami bekerja sama hingga Igor sukses. Tapi dia mengingkarinya," jawab Tuan Kurt.
Ace hanya diam saja tidak berkomentar.
"Aku akan menggaji mu 1jt dollar. Pindah ke Rusia dan bekerjalah," ujar Tuan Kurt lagi.
Ace masih saja diam.
"Berangkatlah akhir pekan ini. Aku berharap banyak kepada mu," ujar Tuan Kurt menambahkan.
"Oke!" Jawab Ace dan langsung pergi meninggalkan Tuan Kurt.
Flashback off.
Ace bingung, apakah dia harus jujur kepada Ruby bahwa dia menerima pekerjaan dari Tuan Kurt? Atau tetap diam? Ruby pasti akan marah dan menyuruhnya agar tidak menerima pekerjaan itu. Tapi,
"Ini sesuatu yg menarik, aku akan melakukannya dengan cepat dan Ruby tidak akan tahu."
Keesokan harinya,
Ace duduk diruang makan sambil menunggu Ruby selesai mencuci piring.
"Sudah?" Tanya Ace.
"Iya sudah. Kamu ingin sesuatu?" Jawab Ruby.
"Tidak, aku hanya ingin membicarakan sesuatu," ujar Ace.
"Tentang apa?" Tanya Ruby yg kemudian duduk disamping Ace.
Ace masih diam.
"Tentang rencana pernikahan kita?" Tanya Ruby lagi.
"Bagaimana kalau kita menikah di Rusia?" Ujar Ace tiba-tiba.
"Rusia? Kita menikah di Rusia?" Tanya Ruby keheranan.
"Iya, kita menikah di Rusia. Bagaimana? Di tanah kelahiran mu Ruby," jawab Ace.
"Aku terserah pada mu Ace, asalkan kita selalu berdua aku mau menikah dimana saja tidak masalah," ujar Ruby.
Ace tersenyum mendengar jawaban Ruby.
"Oke minggu depan kita berangkat ke Rusia," ujar Ace.
"Lalu rumah ini?" Tanya Ruby.
"Ya kita biarkan kosong atau bisa kita sewakan," jawab Ace.
"Tapi, bagaimana dengan keluarga mu? Kita belum memberi kabar kalau kita akan menikah," ujar Ruby.
"Tidak perlu By. Mereka cukup kita beritahu lewat telepon saja. Mereka juga akan mengerti," jawab Ace.
"Eehm, di Rusia kita akan tinggal di kota mana?" Tanya Ruby.
"Saint Petersburg."
Tbc,
__ADS_1