
Aku mulai ingin memiliki mu, bahkan melihat ada yg menyukai mu. Itu membuat ku marah sekali. Apa aku benar-benar mencintai mu?
Ace dengan telaten mengompres perut bawah Ruby dengan kantong kompres air hangat, agar nyeri haid Ruby mereda.
"Apa kamu merasa lebih baik?" Tanya Ace.
"Iya Ken. Terima kasih," jawab Ruby.
"Kamu ganti baju ya?" Ujar Ace.
"Iya," jawab Ruby.
"Kamu mau kemana? Biar aku yg ambilkan piyama tidur mu. Didalam almari itu?" Ujar Ace melarang Ruby bangun dari ranjangnya.
"Iya didalam situ. Piyama ku cuma 2 pasang, yg satu ku cuci jadi di dalam situ tinggal 1 warna pink," jawab Ruby.
Ace mengangguk dan segera mengambilkan piyama Ruby.
Krieet!
Bunyi pintu almari pakaian milik Ruby yg sudah usang.
Mata Ace melihat baju-baju Ruby yg hanya sedikit dan piyama pink ruby sudah turun warna dan ada beberapa lubang.
"Apa-apaan ini?" Gumam Ace.
"Ruby tunggu disini sebentar. Jangan bergerak!" Ujar Ace dengan tegas dan langsung keluar dari rumah Ruby.
Ruby hanya mengangguk saja karena perutnya merasa tidak nyaman.
Diluar rumah Ruby, Ace menghubungi seseorang.
"Kirimkan 2 set piyama wanita, tinggi 160, berat 55kg."
"......."
"Kau lacak saja ponsel ku sekarang."
"....."
"10 menit dari sekarang." Tut!!!!
Ace menutup teleponnya dan menunggu orang suruhannya itu diluar rumah Ruby.
8 menit kemudian,
"Ini Tuan Muda," ujar seorang pria berpakaian serba hitam.
"Terima kasih. Sudah sana pergi," ujar Ace langsung masuk kedalam rumah Ruby.
Ceklek!
"Kamu darimana Ken?" Tanya Ruby.
"Ayo ganti baju mu dulu," ujar Ace tanpa menjawab pertanyaan Ruby.
"Eehh, aku bisa berganti baju sendiri. Kamu sana keluar dari kamar ku," ujar Ruby yg takut kepada Ace.
"Aku akan menggantikan baju mu. Menurutlah Ruby," ucap Ace dengan lembut.
"Aku malu Ken. Aku tidak ingin terjadi apa-apa diantara kita," sanggah Ruby.
__ADS_1
Ace mendekatkan tubuhnya ke tubuh Ruby dan,
"Aku bisa menahan n*fsu ku. Aku hanya ingin merawat mu. Mengerti?" Ujar Ace seraya mengusap pipi Ruby.
"O..ke," jawab Ruby gugup.
Ace melepas kaos hitam yg melekat ditubuh s*ntal Ruby. Mata Ace tanpa sengaja melihat d*da indah b*lat milik Ruby yg bisa dibilang besar untuk ukuran tubuh Ruby.
"****!!!!" Umpat Ace dalam hati, pria gondrong itu tidak menyangka jika tubuh Ruby akan seindah ini. Tidak langsing dan tidak gemuk, terlihat padat dan indah.
Ace berhasil lolos memakaikan atasan piyama ke tubuh Ruby, dan sekarang..
"Ini biar aku sendiri Ken yg memakainya. Karena aku mau sekalian ke kamar mandi," ujar Ruby menahan tangan kekar Ace yg berada diperut Ruby.
"Oke aku antar," jawab Ace setuju.
Ace menunggu di ranjang Ruby, sambil mata Ace berselancar melihat seluruh isi kamar Ruby.
Ceklek,
Ruby masuk kedalam kamarnya sehabis dari kamar mandi yg ada didekat dapur.
"Ayo sini," ujar Ace menepuk kasur.
Ruby sudah berbaring dengan nyaman dikasur lipatnya sedangkan Ace berada disebelah Ruby.
"Ken, ini piyama siapa? Ini bagus sekali," tanya Ruby.
"Aku membelikannya untuk mu. Sudah jangan banyak bertanya, kamu istirahat saja," jawab Ace.
"Oke!" Sahut Ruby cepat.
"Kalau aku tinggal pulang, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Ace.
"Boleh aku mencium bibir mu Ruby?" Tanya Ace.
Deg!
"Kenapa dia malah bertanya hal seperti itu?" Batin Ruby kaget juga bingung.
"Aku sangat ingin mencium mu Ruby," bisik Ace dengan suara beratnya.
Tanpa diduga oleh Ace,
Ruby memegang kedua pipi Ace dan bibir Ruby sudah menempel di bibir Ace, hanya menempel.
"Ikuti apa yg aku lakukan," ujar Ace tepat didepan bibir Ruby.
Secara perlahan Ace ******* bibir Ruby dan tangan Ace mem*luk tubuh Ruby agar merapat kepadanya. Ruby yg masih amatir dalam hal semacam ini, lama-kelamaan bisa mengikuti apa yg Ace lakukan. Hingga,
"Bila suatu saat aku menginginkan mu, apa kamu mau melakukannya dengan ku Ruby?" Tanya Ace menghentikan cium*nnya.
Dengan nafas terengah-engah dan pikiran yg belum terkumpul sepenuhnya, Ruby hanya mengangguk saat Ace bertanya.
Ace tersenyum senang dan,
"Aku belum tahu apakah ini cinta atau apa, tapi aku akan selalu bersama mu," ujar Ace memeluk erat Ruby.
"Apa kamu tidak akan berbohong? Dan meninggalkan ku Ken?" Tanya Ruby.
"Tidak! Demi Tuhan Tidak! Aku akan bersama mu," jawab Ace bersungguh-sungguh dengan meletakkan telapak tangannya dikepala Ruby.
__ADS_1
"Tidurlah, aku akan menjaga mu sampai kamu terlelap," ujar Ace.
Ruby mengangguk dan mulai memejamkan matanya yg mulai merasakan kantuk efek obat dari dokter.
Sudah 1 jam Ace menemani Ruby hingga gadis cantik itu terlelap. Ace menaikkan selimut kumal Ruby hingga sebatas dada.
"Bila aku mengganti semua yg ada dirumah mu, pasti kamu akan curiga. Tapi, semua yg ada dirumah mu begitu usang dan tidak layak. Aku harus bertanya kepada Diego," gumam Ace.
"Ruby, aku pulang dulu. Besok aku akan kesini lagi," ujar Ace sambil mengusap kepala Ruby.
Cup!
"Kamu gadis ku Ruby."
Di rumah mewah Ace,
"Kamu mencintainya Ace," ujar Diego.
"Aku ingin memastikan semuanya dulu Diego, aku tidak ingin sampai gadis ku terlibat di dunia kita ini," jawab Ace.
"Lalu apalagi yg kamu risaukan?" Tanya Diego.
"Aku berbohong kepadanya Diego. Aku asal sebut nama Otouchan, aku mengaku hanya mekanik dan aku sama biasanya seperti dia. Bahkan dia tidak melihat semua tato ditubuh ku," jawab Ace.
"Jadi dia mengira kamu pria kere?" Tanya Diego.
Ace mengangguk.
"Ada-ada saja kamu. Sudah tidurlah dulu, besok kita harus ke Kawasaki," ujar Diego.
"Apa aku harus ikut?" Tanya Ace.
"Kamu ketuanya Ace. Jangan mengada-ngada, Uncle bisa murka nanti," jawab Diego.
"Oke oke," balas Ace mengalah.
Puk
Puk
Diego menepuk pundak Ace seraya meninggalkan kamar Ace.
Ace tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamar mewahnya.
Pov Ace,
Walau melihat wanita t3lanjang sekalipun didepan ku, aku akan biasa saja kecuali mereka yang terus menggoda ku. Tapi melihat mu seperti tadi, aakkhh!! Aku ingin sekali menikm4ti mu Ruby. Aku bisa gila kau terus memikirkan mu, aku juga pernah berpacaran tapi tidak sama seperti saat bersama mu. Ruby, mungkin aku sudah mencintai mu.
End.
Keesokan harinya,
Ruby terbangun dengan kondisi badan lebih fresh dan nyeri haid yg sudah menghilang.
"Eehm kamu sudah pulang Ken," gumam Ruby.
Tiba-tiba ingatan Ruby kembali kekejadian semalam saat Ace dan dirinya terlibat ci*man panas.
Blush!!
Pipi Ruby memerah.
__ADS_1
"Apakah ini yg namanya Cinta, Ken?"
Tbc,