
Tak pernah terlintas di otak ku untuk mendua By. Aku pria normal, bila melihat wanita cantik dan seksi tentu akan bereaksi kepada ku. Tapi, yg ada di otak ku hanya kamu By bukan yang lain. Jangan mudah mempercayai suatu hal yg kamu sendiri belum apakah itu benar atau salah.
"Sayang," panggil Ace.
"Aku di dapur sayang," sahut Ruby.
Ace meletakkan tas dan mengganti sepatunya lalu mencari Ruby di dapur.
Grep!
Ace memeluk Ruby dari belakang.
"Kamu capek ya?" Tanya Ruby mengusap lengan kekar Ace.
"Tidak! Sama sekali tidak capek. Setiap hari hanya berlatih pertahanan yang selalu di ulang-ulang terus, justru membuat ku bosan By," jawab Ace.
"Kamu belum makan kan?" Tanya Ruby.
"Iya belum," jawab Ace cepat.
"Ini aku buat makarel goreng dan sup sehat, ayo kita makan," ujar Ruby.
Ace mengangguk dan ikut membantu membawa makanan yg telah dimasak Ruby ke meja makan.
Ace makan dengan lahap, Ruby begitu senang melihat Ace makan dengan lahap, bisa dibilang Ace tidak pernah cerewet dalam hal makanan. Ace selalu memakan habis masakan apapun yg telah dimasak Ruby.
15 menit kemudian,
Ace dan Ruby sudah selesai makan. Mereka berdua duduk santai disamping rumah sambil menikmati suasana musim panas di malam hari.
"Lusa aku berangkat pagi sekali," ujar Ace.
"Oow iya kan lusa acaranya ya? Kamu hati-hati ya?" Jawab Ruby lembut.
"Iya sayang. Setelah itu kita akan merencanakan segera pernikahan kita," balas Ace.
"Terima kasih sudah menunggu ku sayang," ujar Ruby penuh rasa syukur.
Ace tersenyum dan mengangguk.
"Aku sudah yakin dengan hati ku kalau kita akan selalu bersama sampai mati," ujar Ruby menambahkan.
"Kamu benar Ruby, kita akan bersama sampai mati," batin Ace dalam hati.
"Iya sayang kita akan menua bersama," balas Ace membelai pipi Ruby.
"Ace," panggil Ruby.
"Heem," jawab Ace.
"Setelah menikah, aku ingin langsung memiliki anak," ujar Ruby.
Ace langsung menoleh ke Ruby yg ada disampingnya.
"Kamu yakin?" Tanya Ace memastikan.
"Iyaa aku yakin. Aku ingin segera memiliki anak agar keluarga kita semakin ramai," jawab Ruby tersenyum tulus.
Grep!
Ace memeluk Ruby dengan perasaan bahagia.
"Iya sayang kita akan segera memiliki anak," ujar Ace dengan bahagia.
"Semoga Tuhan mengabulkan keinginan kita ya Ace?" Sahut Ruby.
"Amin."
__ADS_1
Keesokan harinya,
Hari ini Ace tidak ke Dorm karena sengaja di liburkan agar para anggota bisa beristirahat dan besok siap siaga menjaga tamu-tamu penting kenegaraan.
Ace ditemani Ruby pergi ke suatu tempat yg mungkin akan merubah penampilan Ace secara total.
Barbershop!
Ace sudah duduk dikursi cukur yg ada di barbershop tsb. Yaa, Ace akan memangkas rambut gondrong kebanggaannya agar lebih fresh dan Ace ingin membuang kenangan yg lalu dan menatap masa depan yg baru dengan Ruby.
"Kamu yakin sayang?" Tanya Ruby yg berdiri disamping Ace.
"Tentu saja By, aku yakin. Aku akan tetap tampan walau tanpa rambut gondrong ku ini," jawab Ace menggoda Ruby.
"Ckk kamu ini," balas Ruby.
"Ya sudah kamu tunggu dulu ya?" Ujar Ace.
Ruby mengangguk dan menunggu Ace di kursi tunggu yg disediakan oleh Barbershop.
20 menit kemudian,
Ruby tersenyum cantik menyambut pria tampan yg berdiri di depannya itu.
"Bagaimana?" Tanya Ace.
"Semakin tampan dan keren," jawab Ruby.
Ace tertawa mendengar pujian sang kekasih.
"Ayo kita pulang," ajak Ace.
Mobil yg di tumpangi Ace dan Ruby melaju menuju rumah mereka.
Tiba saatnya,
Hari ini adalah hari dimana tamu penting negara akan datang untuk membicarakan kerjasama antar negara. Tamu penting tsb dari Rusia, yg merupakan negara kuat di Eropa. Ace sudah siap dengan setelan jas rapi serta gaya rambut barunya.
"Anda sangat gagah Tuan Ace Xzander Inagawa," ujar Ruby yg berdiri dibelakang Ace.
Ace berbalik menghadap Ruby.
"Terima kasih Nyonya Ruby Inagawa," balas Ace.
Ruby sedikit berjinjit untuk merapikan jas Ace. Ace tersenyum, lalu membungkukkan tubuhnya agar wanita cantik yg memenuhi seluruh otak dan hatinya itu tidak kesulitan berjinjit.
"Jaga diri baik-baik, bekerja dengan baik dan disiplin dan cepat pulang," ujar Ruby.
"Iya sayang. Aku akan melakukan yg terbaik dan segera pulang," jawab Ace.
Cup!
"Aku sangat mencintai mu," ucap Ruby mengecup bibir Ace.
"Aku lebih mencintai mu," balas Ace.
Ruby merangkul lengan kekar Ace untuk mengantar sang kekasih hati pergi bekerja.
Blam!!!
Pintu mobil Ace tertutup.
"Hati-hati sayang," ucap Ruby yg berdiri didepan pintu rumah.
"Iya sayang. I love you," balas Ace.
__ADS_1
"I love you more," jawab Ruby.
Bruummm!!!
Deru mesin mobil Ace mulai meninggalkan halaman rumah dan Ruby melambaikan tangannya ke arah mobil Ace yg perlahan mulai menghilang.
"Selamat bekerja suami ku."
1 jam kemudian,
Semua anggota yg akan berjaga sudah siap untuk melakukan tugas mereka masing-masing termasuk Ace yg akan menjadi pengawal utama.
"Kamu kenapa tetap bisa keren sih walau kepala mu botak gini?" Ujar Nicho.
"Berisik, diam Nicho!" Ujar Ace.
"Oke!" Balas Nicho langsung diam.
Sesuai dengan arahan dan jadwal acara, 5 menit lagi tamu perwakilan dari Rusia akan tiba di gedung pertemuan yg sudah di sterilkan dari jangkauan warga sipil.
Mobil hitam berjenis limosin itu berhenti depan di depan gedung dan keluarlah seorang pria paruh baya yg masih sangat gagah.
Ace dengan sigap berjalan didepan sang tamu untuk menjaga jarak dari para pewarta berita/media pers. Para tamu penting sudah masuk ke dalam gedung dan menempati tempat mereka masing-masing.
Acara di mulai dengan sambutan pihak pemerintahan Swedia dan dilanjutkan sesuai dengan run down yg sudah tersusun. Hingga tiba di penghujung acara, terdengar suara,
Dor!
Akkkhhh!!!!!!!
Dor!
Brakkk!!!!
Keadaan didalam gedung yg semula tenang berubah menjadi mencekam dengan di iringi teriak ketakutan dari para tamu.
"Anda tidak apa-apa?" Tanya Ace.
"I..ya aku tidak apa-apa," jawab pria yg berada dalam dekapan Ace.
"Ikuti saya," ujar Ace.
Pria itu mengangguk dan mengikuti Ace yg merangkak di bawah meja.
"Stop!" Ucap Ace.
Seketika pria tsb berhenti dan diam.
"Anda diam disini, pakai ini. Jangan pergi kemana-mana tunggu saya kembali," ujar Ace yg melepaskan rompi anti peluru miliknya dan di pakaikan kepada pria tsb.
Pria itu hanya mengangguk pasrah menuruti perkataan Ace.
Ace kemudian berjalan merangkak meninggalkan pria tsb.
Ace melihat Nicho yg juga bersembunyi di meja.
"Aku akan melakukan apa yg kamu ajarkan!" Nicho menggunakan bahasa isyarat.
Ace mengangguk.
Dan,
Brakkk!!
Dorrr Dorr!
__ADS_1
"Keluar!!!" Teriak salah satu pria yg membawa senjata api.
Tbc,