
Aku sudah yakin! Aku memang mencintai mu Ruby.
Mulai sekarang, tidak akan ada yg bisa menyentuh mu atau menyakiti mu. Aku yg akan berada digaris paling depan melindungi mu dan membunuh orang itu. Aku Ace akan menjadi pelindung mu Ruby.
Ace memeluk dan mengusap punggung Ruby dengan lembut karena si pemilik punggung sudah terlelap dalam tidurnya.
Ace dengan perlahan menggeser tubuh Ruby, agar Ruby tidur lebih nyaman. Ace menyelimuti Ruby agar gadis cantik itu, kemudian mengecup pipi Ruby.
Ace berjalan mengambil ponselnya dan menghubungi Diego.
"Kamu dimana?"
"........"
"Cari anak buah Yamaguchi yg kemarin ikut satu mobil dengan ku juga Inari."
"......"
"Orang t*lol itu menyakiti Ruby."
"......."
"Ruby sampai luka-luka, dan cari supir mobil itu dia tidak becus membawa mobil. Dia sampai tidak tahu ada anak kecil menyebrang."
"........"
"Aku tidak peduli, Diego!!! Mereka menyakiti Ruby! Ruby dibentak-bentak di jalanan, aku tidak bisa melindungi Ruby karena Inari."
"......."
"Aku juga punya untuk menggunakan kekuasaan ku bila aku membutuhkan. Aku mau yg menyakiti Ruby di lenyapkan!"
"......"
"Lebih baik aku pindah ke Kolombia saja, kalau pergerakan ku di batasi seperti ini. Percuma aku memiliki Paman seorang pemimpin Inagawa tapi, saat aku butuh dia tidak bisa membantu ku."
"......."
"Aku tidak mau tahu, orang itu harus mati! Kalau kamu tidak bisa, biar aku sendiri saja yg turun langsung!"
Tut!
Ace langsung menutup teleponnya.
"Apa gunanya memiliki kekuasaan kalau semua dibatasi? Takut dengan Yamaguchi, Pers*tan!!! Mereka harus menerima ganjarannya," monolog Ace.
Haaaah!!!
Ace menghela nafasnya.
Ace berbalik badan dan melihat Ruby tidur dengan sangat nyenyak. Ace tersenyum sedih karena dirinya yg tidak bisa melindungi Ruby, gadis cantik itu harus terluka fisik dan batinnya.
Ace berjalan menuju ranjang dan ikut bergabung dengan Ruby. Ace memiringkan tubuhnya menghadap Ruby seraya mengamati wajah cantik Ruby.
Pov Ace,
kamu cantik sekali Ruby. Mata besar, hidung mancung, bibir tebal dan sexy, semuanya yg ada di dirimu sangat cantik Ruby. Kenapa tidak dari dulu kita bertemu ya? Maafkan aku tidak bisa melindungi mu, aku berjanji tidak akan membuat mu sakit lagi. Otouchan, Okachan lihatlah! Gadis cantik yg sedang tidur ini adalah calon menantu kalian. Ace yakin kalau perasaan ini adalah cinta, dan Ace percaya kalau kalian juga akan jatuh cinta bila bertemu dengan Ruby. Ruby aku mencintai mu.
End.
Keesokan paginya,
Ace tengah berdiri menatap kaca dan sedang menyisir rambut panjang Ruby.
"Apa kamu tahu Ruby? Aku sangat ingin, kelak memiliki seorang anak perempuan," ujar Ace.
"Kenapa memangnya?" Tanya Ruby.
"Aku ingin bermain masak-masakan, menguncir rambutnya, lalu aku dan dia akan berdandan bersama. Pasti itu akan sangat menyenangkan," jawab Ace tersenyum sendiri.
"Pasti yg menjadi istri mu adalah wanita yg beruntung," balas Ruby.
Cup!
"Karena kamu adalah calon istri ku," sahut Ace seraya mengecup pipi Ruby.
__ADS_1
Ruby berbalik dan menghadap Ace.
"Apa kamu yakin dengan ucapan mu?" Tanya Ruby serius.
"Tentu saja! Aku yakin kalau aku memang sudah mencintai mu Ruby," jawab Ace kemudian berjongkok didepan Ruby.
Ruby terus menatap mata Ace.
"Apa kamu tidak percaya?" Tanya Ace.
"Tentu saja aku tidak percaya," jawab Ruby cepat.
"Apa yg membuat mu tidak percaya kepada ku hem?" Tanya Ace.
"Aku tidak tahu siapa nama lengkap mu, aku tidak tahu dimana rumah mu, dan masih banyak lagi," jawab Ruby.
"Nanti aku kan jujur dan memberitahu mu. Untuk sekarang kita nikmati masa-masa pacaran dulu. Kamu mau kan?" Ujar Ace.
"Aku pacar mu?" Tanya Ruby.
"Kamu calon istri ku," jawab Ace cepat.
"Aku be..."
Cup!
"Cukup selalu berada disisi ku dan menjadi gadis ku. Tolong jangan menolak," ujar Ace memotong ucapan Ruby dengan ciumannya.
"Kita baru kenal 1 bulan lebih, ini terlalu cepat Ken," balas Ruby.
"Aku mencintai mu Ruby sungguh," jawab Ace berusaha meyakinkan Ruby.
Ruby hanya diam saja.
"Aku anggap kamu juga mencintai ku. Sekarang ayo kita makan pagi," ujar Ace lagi.
"Ken, jangan seenaknya begitu," ucap Ruby tidak suka dengan sikap Ace.
"Sudah tidak usah di bahas. Aku sudah lapar," balas Ace tidak menghiraukan protes Ruby.
Ruby terpaksa mengikuti Ace yg sudah duduk dikursi didekat jendela, dengan meja penuh makanan yg menurut Ruby sangat mewah dan enak.
"Iya, makanlah!" Jawab Ace.
"Apa tidak apa-apa?" Tanya Ruby lagi.
"Makan Ruby!" Ujar Ace dengan nada tegas.
Ruby langsung memasukkan potongan Pie ke dalam mulutnya.
Ace tersenyum melihat Ruby makan dengan lahap dan terlihat sangat menikmati sarapan pagi tsb.
Sementara itu,
Diego sedang menghadap kepada Tuan Tetsuya, melaporkan apa yg di inginkan oleh Ace tentang anak buah Yamaguchi yg sudah menyakiti Ruby.
"Ace ingin 2 orang itu dilenyapkan," ujar Diego.
Tuan Tetsuya memijit pangkal hidungnya setelah mendengar keinginan Ace dari Diego.
"Apa yg dilakukan orang-orang Yamaguchi?" Tanya Tuan Tetsuya.
Diego menceritakan kronologi kejadian yg dialami oleh Ruby dan juga perlakuan kasar mereka.
"Apakah mereka orang organisasi?" Tanya Tuan Tetsuya lagi.
"Mereka hanya semacam bodyguard. Namun yg supir itu orang organisasi," jawab Diego.
"Habisi saja yg bodyguard. Setidaknya apa yg Ace inginkan sudah kita lakukan," ujar Tuan Tetsuya memberi perintah.
"Baik Uncle," balas Diego langsung meninggalkan Tuan Tetsuya untuk melakukan apa yg diperintahkan Tuan Tetsuya.
Tuan Tetsuya duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.
"Dia sangat mirip dengan mu Kenzo. Dia bahkan lebih cepat menemukan wanitanya dibanding dengn mu. Aku merindukan mu saudara ku," monolog Tuan Tetsuya seraya menatap foto Kenzo Inagawa yg terpasang di dinding ruang kerjanya.
__ADS_1
Kembali ke Diego,
Pria tampan dengan tubuh penuh tato itu berjalan menuju ruangan pribadinya.
Ceklek!
Jret!
"Halo, Ichiro?"
"......."
"Aku kirimkan foto orang itu, langsung eksekusi saja. Tapi ingat sampai Yamaguchi curiga kepada kita."
"......."
"Bagus!"
"......." Tut!
Diego meletakkan ponselnya.
"Aku juga mencintai Reina, tapi tidak sebucin itu. Dasar Ace," gumam Diego.
Kling, pesan masuk.
From : Reina
Digo, kamu dimana?
To : Reina
Aku di markas. Kamu ingin bertemu?
Klik, terkirim.
Kling,
From : Reina
Iya tapi nanti malam ya, temani aku datang ke acara dikantor.
"Apa-apaan Reina? Mengajak ku ke acara dikantornya?" Monolog Diego.
To : Reina
Aku tidak bisa menghadiri acara seperti itu.
Klik, terkirim.
Kling,
From : Reina
Ayolah! Disana akan ada papa. Ini saatnya kamu meminta ku kepada Papa.
"Ck, baiklah," gumam Diego.
To : Reina
Oke aku akan menemani mu.
Klik, terkirim.
Kling,
From : Reina
Aku mencintai mu Digo.
Diego tersenyum membaca pesan dari Reina.
To : Reina
Aku lebih mencintai mu.
__ADS_1
Klik, terkirim.
Tbc,