
...Aku harus sabar! Ya aku harus sabar, menunggu keindahan dari Tuhan yang akan segera datang dan melengkapi kami. Anak ku,...
Di sebuah Rumah Sakit,
Poli kandungan.
Ace tersenyum bahagia dan terlihat begitu tertarik saat dokter menjelaskan kondisi kehamilan Elena yang baik dan sehat. Mata Ace bergerak mengamati layar monitor usg yang memperlihatkan calon anaknya terlihat sangat lucu dari pandangan Ace. "Tuhan Maha Baik, memberikan aku kesempatan menjadi seorang Ayah," batin Ace terharu.
Sementara Tuan Kurt hanya diam dan tak mampu berkata-kata saat mendapati sebuah kenyataan yang sangat membahagiakan untuknya. Kurt tua akan segera menjadi seorang Kakek yang sangat tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
"Sangat sehat dan baik Nyonya Inagawa, besar kemungkinan anda bisa melahirkan secara normal sesuai keinginan anda," jelas dokter cantik bernama Milla.
"Saya ingin melakukannya dengan metode water birth Dok," ujar Elena bersemangat.
*Info : water birth atau melahirkan di dalam air adalah salah satu proses melahirkan selain melahirkan normal, operasi caesar, hypnobirthing dll.
"Iya seperti yang sudah disampaikan oleh Jessie, dari mulai kesehatan anda dan lainnya sangat bagus. Jadi sangat bisa bila Nyonya ingin melakukan water birth, dan kami akan mempersiapkan semuanya. Nyonya hanya perlu mempersiapkan mental yang baik," jelas Dokter Milla dengan sabar.
"Apa itu aman Dok?" Tanya Ace yang belum tahu tentang rencana Elena melahirkan water birth.
"Tentu saja semua ada baik dan buruknya Tuan, tapi water birth aman dilakukan untuk Nyonya yang kondisinya sangat baik. Kami tim dokter sudah menyiapkan semuanya, karena Nyonya begitu peduli dan memperhatikan kehamilan pertamanya, saya rasa semua akan berjalan dengan baik juga lancar," jelas Dokter Milla menjawab pertanyaan Ace.
Ace tersenyum bangga dan senang karena Elena sangat memperhatikan kehamilannya yang di awal-awal sangat susah karena adanya konflik antara Ace dan Tuan Kurt yang mengharuskan mereka berdua terpisah.
"Baik saya mengerti Dok," balas Ace.
"Apakah sudah ditentukan ruangan atau tempat Nyonya akan melahirkan?" Tanya Dokter Milla.
"Saya ingin dikamar saya Dok, Papa sudah menyiapkan semuanya. Ya kan Pa?" Ujar Elena sembari tersenyum ke arah Tuan Kurt.
"Iya Dok, semua akan saya siapkan. Tim dari rumah sakit juga yang akan mengurusnya," jawab Tuan Kurt.
"Baik kalau begitu, mari kita tunggu kehadiran malaikat kecil ini datang."
Beberapa hari kemudian,
Ace duduk termenung di balkon kamarnya yang ada dirumah Tuan Kurt. Ace menatap taman yang dibuat mirip dengan labirin kecil, nampak membuat pria tampan itu mengingat tentang kisah hidupnya dan kedua orang tuanya.
Pov Ace,
Okachan... Aku sebentar lagi menjadi Ayah. Itu akan sangat membahagiakan dan menyenangkan untuk ku. Tapi apa aku bisa jadi ayah yang baik untuk anak ku? Aku selalu takut, bila anak ku tidak bisa tumbuh menjadi anak yang sempurna. Aku takut dia tidak cerdas, tidak berperilaku baik dan.. aakkhh!!! Aku takut Okachan, sangat takut. Beri aku jawaban mu, aku membutuhkan mu.
End.
"Sayang??"
"Hei, sini sayang."
Ace tersenyum kala melihat Elena memanggilnya.
__ADS_1
Hug!
"Perasaan ku mulai tidak nyaman dan perut ku juga," ujar Elena dalam dekapan Ace.
"Semua sudah siap, aku akan selalu menemani mu. Jangan takut ya," balas Ace mengusap punggung Elena lembut.
"Apa aku akan bisa jadi ibu yang baik sayang?"
Deg!
"Tuhan! Elena berpikir yang sama seperti ku?" Batin Ace kaget tak percaya sang istri juga mengkhawatirkan hal yang sama.
"Kenapa bicara begitu?" Tanya Ace lembut.
"Aku takut saja, nanti bagaimana bila aku mengalami baby blues syndrom? Bagaimana kalau asi ku tidak keluar? Bagaimana.." Ucapan Elena langsung di potong oleh Ace.
"Stop! Kamu wanita terbaik dan terhebat. Kamu pasti bisa menjadi seorang Ibu yang baik untuk malaikat kecil kita, jangan pernah berpikir bila kamu tidak bisa merawat, mendidik atau apalah itu dengan baik. Aku dan kamu akan bersama-sama membesarkan dia dengan baik. Bila aku salah, kamu yang akan mengingatkan. Bila kamu lelah, aku yang menggantikan. Kamu mengerti?" Jelas Ace panjang lebar.
"Aku mencintai mu," ucap Elena.
"Aku lebih mencintai mu," balas Ace.
Elena terus mendekap tubuh tegap Ace yang sangat membuatnya tenang.
Sementara Ace,
"Hehehe, cepat sekali memberikan ku jawaban atas kegelisahan ku. Terima kasih Nyonya Ayana Sora Inagawa."
"Sayang, Kak Nara mau menyusul ke sini. Tapi aku bilang nanti saja kalau setelah kamu melahirkan," beritahu Ace.
"Iya sayang, begitu juga lebih baik. Kan sekalian bisa langsung bertemu anak kita," jawab Elena.
Ace mengangguk.
Elena berjalan masuk ke walk in closet untuk berganti piyama tidur, sementara Ace sedang berbalas email dengan Diego yang berada di Jepang. Diego mengabarkan tentang perkembangan Jepang serta usaha yang dimiliki Ace yang semua di kelola oleh Diego juga beberapa orang kepercayaan Ace.
"Saya..ng...," Panggil Elena tersendat.
Bruk!
Ace langsung menyingkirkan laptopnya dan segera berlari ke walk in closet.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Ace yang sudah mendekap Elena, yang terlihat kesakitan sambil memegang perutnya.
"Sa..kit sayang, panggilkan saja Dokter Milla," jawab Elena.
"Ok baik," tanpa basa basi Ace langsung membopong Elena dan berjalan cepat menuju ruangan yang akan dijadikan tempat melahirkan Elena.
Tap!
__ADS_1
Tap!
Tap!
"Sabar sayang," ucap Ace menenangkan Elena.
"Iya sayang," balas Elena pelan.
Ace, menurunkan Elena di sofa besar agar Elena bisa beristirahat dahulu.
Tut....
Tut... Klek,
"......."
"Malam, tolong anda dan para perawat segera datang ke rumah sekarang. Istri saya sepertinya mau melahirkan."
"......"
"Tolong cepat."
"....." Tut!
Tut..
"Halo! Papa, Elena mau melahirkan. Tolong Papa pulang, dia pasti juga ingin Papa ada disini."
"......"
"Baiklah, hati-hati dijalan."
"......" Tut!
Ace meletakan ponselnya lalu duduk disebelah istrinya yang sedang merasakan kontraksi.
"Aku sudah menghubungi Dokter Milla dan juga Papa. Sabar ya, aku akan selalu menemani mu sayang," ujar Ace yang dengan lembut menggenggam tangan Elena.
Elena mengangguk.
10 menit kemudian,
Dokter Milla dan beberapa tenaga medis dengan cekatan langsung menyiapkan semua peralatan yang di perlukan oleh Elena untuk proses melahirkan secara water birth.
Tak lama kemudian,
Elena sudah berada di dalam sebuah kolam kecil berisi air hangat steril yang terbuat dari bahan karet tebal khusus dipesan untuk Elena melahirkan. Dokter Milla sudah memeriksa kondisi Elena yang sehat juga sudah mengalami pembukaan jadi, aman dan semoga berjalan dengan lancar.
Ace terus menggenggam tangan Elena dan memberi istrinya semangat agar bisa kuat melahirkan buah cinta mereka. Elena menunjukkan bahwa dia wanita kuat dan tidak manja, setiap arahan dari Dokter Milla benar-benar dilakukan oleh Elena sehingga proses pembukaan demi pembukaan berjalan dengan cepat sampai akhirnya,
__ADS_1
Tbc,