The Ace

The Ace
....


__ADS_3

Apa yang ada dibenak mereka sampai berani bermain-main dengan ku? Aku bahkan tidak pernah berurusan dengan mereka. Apa yang mereka lakukan sudah terlalu fatal dan jauh, ini harus dibayarkan tuntas sampai ke akarnya. Tidak ada yang boleh lolos dari hukuman ku. Kalian telah berani mengusik Ace Xzander!


Flashback On,


Sehari sebelum kejadian salah paham dengan Ruby.


Ace membaca pesan yg dikirim oleh Inara Shinoda.


From : no tidak dikenal


Kakek mengundang mu datang ke Rumah utama.


"Ckk, buang-buang waktu!" Gumam Ace.


To : Wanita Sialan


Aku tidak punya waktu.


Klik, terkirim.


Kling...


From : Wanita Sialan


Kakek akan membatalkan rencananya yang akan menjodohkan kita. Tapi Kakek ingin meminta batuan Inagawa, entah dalam hal apa.


To : Wanita Sialan.


Ok! Kapan?


Klik, terkirim.


Kling ....


From : Wanita Sialan


Besok jam 5 sore di rumah utama.


Ace hanya ingin rencana konyol Kenji Shinoda yang sangat ingin menjodohkan dirinya dengan cucunya Inara Shinoda di akhiri. Ace tidak berpikir hal lain, karena bagi Ace hubungannya dengan Ruby adalah yang utama dan penting untuk saat ini. Jadi saat Inara mengirim pesan tsb, yang ada dipikiran Ace adalah semuanya harus selesai.


"Aku akan menyelesaikan semuanya, agar hubungan ku dan Ruby baik-baik saja."


Keesokan harinya,


Ace sudah datang di rumah utama ketua Yamaguchi yaitu Kenji Shinoda.


"Apa yg kamu inginkan?" Tanya Ace langsung tanpa basa-basi.


"Tidak ada! Hanya aku ingin kamu memikirkan ulang rencana perjodohan kalian," jawab Tuan Kenji dengan santai.


"Tidak ada siaran ulang! Aku sama sekali tidak tertarik dengan cucu mu! Aku sudah memiliki wanita ku sendiri," ujar Ace langsung menolak.


"Cucu Ku cantik, cerdas, kaya dan mandiri. Apalagi yg kurang ha?? Apa yang membuat mu tidak tertarik dengan Inara?" Tanya Tuan Shinoda.


Inara yang sedari tadi berdiri di dekat Tuan Kenji, kini berjalan menghampiri Ace.


"Itu menurut mu! Tapi menurut ku, cucu mu tidak seistimewa yang kau katakan!" Jawab Ace dengan tegas.


"Apakah benar aku tidak menarik bagi mu Ace?" Tanya Inara yg berdiri disamping dan merangkul lengan kekar Ace.


"Aku memang sudah merencanakan pernikahan kalian, agar kelompok kita semakin kuat. Kamu setuju kan Ace?" Ujar Tuan Kenji tiba-tiba.


Dan,


Ceklek!

__ADS_1


Bruukk!!


Ace menoleh kearah sumber suara.


"Ru..by?" Gumam Ace yg seperti melihat set*n saat mendapati Ruby ada dibelakangnya.


Ace bingung harus melakukan apa ditambah Inara mengatakan hal yg tidak benar bahwa dirinya dan Inara akan menikah dan Ruby pasti akan semakin salah paham dengan dirinya yang saat ini berdiri berdampingan dengan Inara.


Jantung Ace berdetak kencang saat melihat wajah dan air mata Ruby. Hati Ace seperti diremas, sakit. Sakit melihat gadis cantiknya menangis karena dirinya.


Ace memanggil Ruby namun Ruby tetap berlari meninggalkan dirinya.


Flashback Off.


"Kamu kemana Ruby?" Gumam Ace dengan kepala tertunduk.


Ace sudah menghubungi semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Ruby, dan Ace juga ikut turun mencari kekasih hatinya itu. Sudah lebih dari 2 jam Ruby belum ditemukan, Ace begitu frustasi. Ingin marah kepada Paman Takagi pun percuma, harusnya dirinya sendiri yg waspada dan menjaga Ruby dengan benar.


Kring... Kring...


"Ichiro."


"......"


"Bangs*t!!!!"


"......."


"Bawa ke hotel terdekat." Tut!


Ace langsung berbalik arah menuju Kota Kawasaki yg hanya berjarak 30 menit perjalanan setelah mendapat telepon dari Ichiro.


30 menit kemudian,


Mata Ace memanas melihat Ruby merintih diatas ranjang kamar Hotel yg sudah disiapkan oleh Ichiro.


"Ken.. to..long aku," jawab Ruby tersendat.


Ken langsung menghampiri Ruby dan memeluk gadis cantik itu.


"Aku bisa jelaskan semuanya sayang," ujar Ace.


"Euungghh, Ken! Tubuh ku panas, aku.. aku seperti terbakar," ujar Ruby yg terus saja bergerak tidak tenang dengan wajah yg memerah.


Ace melihat pupil mata Ruby dan,


"Bajing*n mereka!" Umpat Ace.


"Ruby, Ruby! Dengarkan aku! Aku akan membantu mu, tapi percayalah aku hanya mencintai mu," ujar Ace memegangi kedua bahu Ruby.


"Aku juga mencintai mu Ken," jawab Ruby dengan nafas yg tidak teratur.


Ace mengangkat Ruby dan membawa Ruby ke kamar mandi. Ace mengisi jakuzi sampai penuh, lalu membuka semua baju yg dipakai oleh Ruby.


"Ken, kepala ku semakin berat rasanya. Ini sungguh panas Ken," ucap Ruby yg terus saja bergerak tidak tenang.


"Iya Sayang sebentar," jawab Ace seraya membuka semua pakaian yg dia pakai.


Ace menggendong Ruby dan masuk kedalam Jakuzi tsb.


"Maafkan aku Ruby, tapi ini harus aku lakukan," monolog Ace.


Ace memangku tubuh Ruby kemudian dihadapkan ke dirinya, lalu Ace mulai menc*mbu Ruby dengan cium*n juga sentuhan di area sensitif ditub*h indah Ruby.


"Aa..hhh," Ruby mulai mend*sah merasakan rangs*ngan yg Ace berikan.

__ADS_1


"Ruby.. Sayang," ujar Ace menghentikan aksinya.


"Ken, Aahh! Jangan berhenti, panas Ken," balas Ruby.


"Baiklah, aku akan melakukannya dengan lembut sayang. Maafkan aku," bisik Ace pelan.


"Lakukan Ken, aku menginginkan mu! Kepala ku mau pecah rasanya," jawab Ruby dengan suara parau.


Ace tahu bila apa yg diucapkan oleh Ruby itu, dibawah pengaruh obat yg telah diberikan kepada Ruby. Ace begitu terpancing gair*hnya setiap mendengar Ruby meracau. Ruby menjadi sangat agresif akibat obat tsb, Ace dibuat kalang kabut dengan aksi Ruby yg luar biasa sensu*l. Hingga akhirnya Ace berhasil menembus pertahanan Ruby dengan susah payah. Didalam Jakuzi, Ace dan Ruby memadu kasih dengan li*r, Ruby begitu agresif dan Ace menyukai itu. Air dari dalam Jakuzi sampai tumpah ke lantai kamar mandi akibat ulah dua anak manusia yg di bakar ga*rah luar biasa.


2 jam kemudian,


Ace terus menatap wajah lelah Ruby dalam tidur lelap gadis cantik itu.


Pov Ace,


Maafkan aku sayang! Bukan maksud ku melanggar janji ku kepada mu, tapi mereka memberikan mu obat terlarang yg membuat mu terus merasakan panas luar biasa. Bila aku tidak melakukan itu, akan berakibat fatal untuk syaraf otak mu. Aku siap menerima kemarahan mu nanti, tapi aku melakukan itu demi keselamatan mu. Aku tidak akan membiarkan mu terluka lagi Ruby. Aku mencintai mu


End.


Kling,


From : Ichiro


Tuan, saya sudah mengamankan orang yg telah mencekoki Nona Ruby dengan obat tsb.


"Akan aku bunuh dia!" Gumam Ace.


To : Ichiro


Bagus! Siksa dia dulu, jangan biarkan dia mati. Aku akan kesana sebentar lagi.


Klik, terkirim.


Kling...


From : Ichiro


Baik, mengerti.


"Aku akan membalas orang-orang tol*l itu sayang. Istirahatlah, aku pergi sebentar," monolog Ace seraya mencium kening Ruby.


Ace memakai kemeja dan jaket bersiap ke tempat Ichiro.


"Jaga Nona dengan benar! Aku tidak akan mengampuni kalian bila dia sampai terluka," ujar Ace kepada 10 orang anak buahnya yg berada diluar kamar hotel.


"Mengerti Ketua!" Jawab mereka serempak.


Ace mengangguk dan pergi menuju lobby hotel.


Sementara di tempat lain,


Tuan Tetsuya merasa gagal karena tidak bisa menjaga Ace dengan benar. Ace sekarang pasti terluka dan marah besar karena Ruby disakiti oleh orang lain.


"Maafkan aku Kenzo. Aku gagal menjalankan amanah mu," ujar Tuan Tetsuya membungkukkan tubuhnya didepan foto besar Tuan Kenzo Inagawa yg ada di dalam ruangan penghormatan para petinggi Inagawa.


"Aku akan membalaskan apa yg telah dilakukan Kenji kepada Ace," gumam Tuan Tetsuya.


Tuan Tetsuya berjalan meninggalkan ruangan penghormatan dan masuk kedalam ruang kerjanya.


Kling,


pesan masuk diponsel Tuan Tetsuya.


From : Okada

__ADS_1


Aku pulang Onii-shan.


Tbc,


__ADS_2