The Ace

The Ace
Just Wait!


__ADS_3

Ini bukan atas nama cinta. Ini karena kehormatan kedua orang tua ku yang di injak-injak! Tidak ada kata wanita atau pria, siapa saja akan aku habisi bila itu menyangkut kedua orang tua ku!


"Apa yg sebenarnya terjadi Oniisan?" Tanya Tuan Okada.


Haaahh!


Tuan Tetsuya menghembuskan nafasnya.


"Kenji Shinoda menginginkan agar Ace dan cucunya Inara Shinoda menikah. Dan tentu saja Ace menolaknya, karena keponakan kita itu sudah menemukan seorang gadis cantik yg mencuri hatinya," jawab Tuan Tetsuya.


"Lalu Inara memaksa Kenji untuk menikahkan dirinya dengan Ace? Dan mereka merencanakan segala hal buruk untuk Gadis Ace?" Ujar Tuan Okada menebak.


"Kamu memang cerdas Okada! Dan Ace murka, lalu langsung meminta mu pulang membawa anak buah mu," balas Tuan Tetsuya.


Tuan Okada tersenyum penuh arti.


"Kami tidak akan membuat keributan dan menimbulkan perpecahan! Kami akan bermain secara halus dan tidak akan ada yg tahu bila semua ini adalah rencana kami," Ujar anak buah Tuan Okada bernama Jeremy.


"Maksud mu?" Tanya Tetsuya.


"Oniisaan tenang saja! Biar kami yg mengatasinya," jawab Tuan Okada.


"Aku tidak ingin hubungan baik para tetua terdahulu rusak hanya karena masalah ini Okada," balas Tuan Tetsuya.


"Kami mengerti," jawab Jeremy.


Sementara itu,


"Ruby," panggil Ace.


"Ya Ace," jawab Ruby.


"Untuk sementara kamu akan tinggal bersama kekasih Diego, disini sudah tidak aman. Hanya bersama Reina kamu akan aman," ujar Ace.


"Aku tidak mau jauh darimu Ace," balas Ruby dengan sendu.


"Tidak akan jauh, ini hanya akan sebentar. Aku akan menyelesaikan semuanya dan setelah itu kita akan berlibur. Bagaimana?" Jawab Ace.


"Iya aku mengerti dan percaya kepada mu," balas Ruby.


Cup!


"Aku sangat mencintai mu Ruby," ujar Ace seraya mengecup kening Ruby.


"Aku juga mencintai mu Ace," balas Ruby.


"Sekarang kamu bersiaplah, bawa baju seperlunya saja. Reina sudah menyiapkan semuanya," ujar Ace.


"Oke," balas Ruby.


Ruby segera masuk ke dalam kamar dan mengemas beberapa baju serta keperluan lainnya.


10 menit kemudian,


"Sudah?" Tanya Ace.


"Iya sudah! Aku hanya membawa ini saja," jawab Ruby.


Ace mengambil tas jinjing ruby dan mengandeng Ruby untuk segera meninggalkan apartemen lalu langsung pergi ke kediaman keluarga Yamada.


Selama perjalanan ke rumah keluarga Yamada, Ruby diam dan larut dalam pikirannya. Ruby sebenarnya bingung dengan keadaan yg saat ini terjadi dihidupnya. Pria yg ada disampingnya ini ternyata bukan pria biasa seperti yg dia kira, dia putra dari keluarga Yakuza dan Pemilik sebuah Kartel.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi aku hanya mencintai mu Ace, aku hanya ingin bersama mu," batin Ruby.


"Sebentar lagi sampai Sayang," ujar Ace.


"Iya," jawab Ruby.


"Apa kamu mencintai ku Ruby?" Tanya Ace.


Ruby menatap Ace.


"Tentu saja aku mencintai mu," jawab Ruby yakin.


"Percaya dan yakinlah kepada ku. Aku tidak akan meninggalkan mu," ujar Ace seraya menggenggam tangan Ruby.


Ruby mengangguk dan memberikan senyum cantiknya kepada Ace.


Tak lama kemudian,


Ruby keluar dari mobil Ace dan langsung kagum melihat rumah mewah nan megah milik keluarga Yamada.


"Nanti aku buatkan rumah seperti ini, hap! Tutup bibir cantik mu," ujar Ace menutup mulut Ruby yg menganga karena kagum dengan rumah keluarga Yamada.

__ADS_1


"Ckk, aku memang baru pertama ini melihat rumah semewah ini Ace," jawab Ruby yg kesal.


"Nanti aku buatkan!" Balas Ace ikut kesal.


"Ya sudah, buatkan!" Tantang Ruby.


Ace menghentikan langkah kakinya dan berbalik berjalan ke arah Ruby yg masih berhenti didekat mobil.


"Ok! Aku buatkan rumah yg jauh lebih megah dari ini. Tapi, kamu harus menuruti setiap kata-kata ku," ujar Ace.


"Siapa takut!" Sahut Ruby.


Ace tersenyum penuh arti.


"Ok, minggu depan rumah itu sudah jadi. Sekarang kita masuk dulu," ujar Ace.


Ruby mengangguk dan langsung merangkul lengan kekar Ace.


Reina tersenyum senang dan langsung bisa akrab dengan Ruby. Reina begitu senang saat Diego memberi tahu bila Ruby akan tinggal dirumahnya untuk sementara waktu karena Papa Reina menetap di Sapporo.


"Ruby jangan sungkan ya?" Ujar Reina.


"Iya Ka Reina," jawab Ruby malu-malu.


"Panggil saja Reina ya? Aku tidak mau terlihat tua," balas Reina.


"Hehehe baiklah Reina," jawab Ruby.


"Kamu sangat manis sekali," ujar Reina senang.


"Reina, aku titip Ruby. Akan ada banyak kobun yg berjaga diluar. Aku sudah menghubungi Tuan Akira dan beliau setuju," ujar Ace.


"Iya Ace. Papa pasti akan setuju," jawab Reina.


"Rei, kamar Ruby dimana? Bisakah aku saja yg mengantarnya?" Tanya Ace.


Reina langsung paham maksud dibalik pertanyaan Ace.


"Di atas, di dekat guci besar," jawab Reina.


Ace mengangguk dan langsung menggandeng Ruby.


Reina melihat betapa Ace sangat mencintai Ruby.


Di dalam kamar Ruby,


"Aku sebentar lagi harus kembali ke Tokyo. Aku ingin menghabiskan waktu sebentar saja dengan mu," ujar Ace.


"Maksudnya apa Ace?" Tanya Ruby bingung.


"Mengulangi apa yg telah kita lakukan malam itu," jawab Ace yg terus berjalan mendekati Ruby.


Ruby seketika mengerti maksud Ace, gadis cantik itu langsung berjalan meninggalkan Ace


Grep!


Ace dengan cepat menarik tangan Ruby dan memeluknya dari belakang.


"Berikan aku semangat Ruby. Selama beberapa hari kedepan kita tidak akan bertemu," ujar Ace dengan lembut.


"Tapi masih sakit Ace," jawab Ruby lirih.


"Iya memang sakit, tapi lama kelamaan tidak akan sakit. Apa kamu mau aku mencari wanita lain untuk," ujar Ace menakut-nakuti Ruby.


Ruby langsung melepaskan pelukan Ace dan berbalik menatap Ace tajam.


"Kamu mau selingkuh?" Tanya Ruby.


"Tidak, mana mungkin aku selingkuh. Aku tidak ingin menyakiti mu jadi lebih baik aku,"


Cup!


Ruby langsung mencium bibir Ace, sebelum pria itu melanjutkan ucapannya.


"Kamu milik ku Ace," ujar Ruby penuh penekanan.


"Kamu juga milik ku Ruby,"


Dua anak manusia yg sedang dimabuk cinta, kini bertarung dengan segala hasr*t yg menggebu menyatukan cinta yg membara diantara mereka.


Hari berajak malam,


Ace berdiri di depan Tuan Tetsuya dan Tuan Okada, sementara Diego berdiri di samping Ace. Tak ada sapaan hangat untuk Tuan Okada yg keluar dari bibir Ace. Hanya tatapan tajam penuh amarah yg Ace berikan untuk menyambut pria yg selama ini mengendalikan Kartel Vasquez milik Kenzo Ayah Ace.

__ADS_1


"Uncle sudah tahu masalahnya?" Tanya Ace dengan nada dingin.


"Sudah Ace," jawab Tuan Okada tak kalah dingin.


"Berikan mereka pelajaran!" Ujar Ace.


"Dengan senang hati," jawab Tuan Okada.


Tuan Tetsuya dan Diego hanya diam mendengarkan percakapan antara Ace dan Diego. Tuan Tetsuya tentu saja bisa menjadi mengerikan seperti saat beliau muda dulu. Namun Tuan Tetsuya merasa gagal menjaga amanah dari Tuan Kenzo untuk selalu melindungi Ace. Maka Tuan Tetsuya memilih diam dan menyerahkan semua kepada Tuan Okada.


"Buat pria tua itu menghabiskan masa tuanya di jeruji besi dan untuk wanita jal*ng itu, aku akan membuat dia merasakan apa yg telah dirasakan gadis ku, bahkan lebih!!" Ujar Ace masih dengan nada dingin.


Tuan Okada mengangguk mengerti.


"Diego! Ikut aku," ajak Ace yg kemudian langsung meninggalkan Tuan Tetsuya dan Tuan Okada.


Diego langsung berjalan mengikuti Ace.


Haaah!


Tuan Tetsuya menghela nafasnya.


"Oniisan istirahat saja. Aku akan segera melakukan apa yg telah diperintahkan Tuan Muda," ujar Tuan Okada.


"Aku gagal Okada," ujar Tuan Tetsuya menunduk.


"Anda tidak gagal! Anda hanya perlu istirahat," balas Tuan Okada.


Tuan Tetsuya hanya diam saja.


"Anda tetap Oyabun terbaik bagi kami. Saya permisi dulu Oniisan," ujar Tuan Okada yg kemudian juga meninggalkan Tuan Tetsuya.


"Maafkan aku Kenzo!"


Hari berlalu,


Ruby senang berada dirumah Reina. Walau Reina dari keluarga kaya raya namun wanita cantik itu sangat baik dan tidak sombong. Namun, baru sehari Ruby sudah merasakan rindu yg amat sangat kepada Ace. Semua pesan yg Ruby kirim tidak satupun yg dibalas oleh Ace.


"By?" Panggil Reina.


"Ya," jawab Ruby.


"Jangan melamun, ayo ikut aku ketaman belakang rumah ku," ajak Reina.


Ruby tersenyum dan mengikuti Reina menuju taman belakang.


Mata Ruby langsung berbinar saat melihat kolam ikan koi yg besar dan indah di depannya. Ruby begitu takjub dengan kehidupan orang kaya yg semua serba mewah dan wah.


"Ayo duduk sini," ajak Reina.


Puk!


Ruby dan Reina duduk dibangku kayu yg ada di dekat kolam koi yg dipayungi pohon besar yg begitu rindang.


"Merindukan pria gondrong itu?" Tanya Reina.


Ruby mengangguk.


"Aku juga merindukan Diego. Tapi, aku mengerti saat ini Diego sedang sibuk membantu Ace menyelesaikan masalah dengan Inara," ujar Reina.


"Aku tahu Rei. Aku baru pertama kali merasakan cinta yaitu dengan Ace, aku takut Ace meninggalkan aku," jawab Ruby seraya menunduk.


"Ada aku, aku teman mu kan?" Balas Reina.


Ruby menatap Reina dengan tatapan terharu.


"Benarkah?" Tanya Ruby.


"Hei, kamu sudah menginap disini dan banyak mengobrol dengan ku lalu kau masih belum menganggap ku seorang teman?" Ujar Reina menggoda Ruby.


Hiikss...


Ruby menangis terharu sekaligus senang karena Reina begitu baik dan menganggapnya seorang teman.


Grep!


"Aku menyukai gadis manis seperti mu, sudah jangan menangis ya? Ace akan segera kesini dan menjemput mu," ucap Reina seraya memeluk Ruby.


"Terima kasih Rei," balas Ruby.


Di tempat lain,


"Aku akan menemui Ace!"

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2