The Ace

The Ace
Don't Leave Me!


__ADS_3

Tunggu aku sayang. Aku akan menjemput mu, kita akan bersama lagi seperti dulu. Aku akan membawa mu pulang, kita akan langsung menikah. Maafkan aku, maafkan aku! Aku gagal menjaga mu, aku sangat bodoh! Ruby, tunggu aku.


Dengan segala informasi yg di dapat. Ace, Diego dan Nicho mulai bergerak mencari dimana Ruby disekap oleh Tuan Kurt Edlind. Bila ditanya dimana Jeremy sekarang? Jeremy sedang dirawat di rumah sakit, akibat mendapat hadiah sebuah tembakan tepat di lutut sebelah kirinya dari anak buah Tuan Kurt Edlind saat mencoba melindungi Ruby. Menurut diagnosa dokter, Jeremy mungkin akan melalui proses penyembuhan yg cukup lama. Karena tembakan tsb mengenai syaraf penting di lutut Jeremy yg bisa berakibat Jeremy tidak bisa berjalan dengan normal lagi.


"Kita seperti mencari jarum di atas tumpukan jerami," ujar Nicho ya lebih tepatnya bergumam.


"Sekuat apapun dia bersembunyi, aku pasti bisa menemukan Ruby," sahut Ace tidak suka dengan ucapan Nicho.


"Maaf, aku tidak ada bermaksud apa-apa. Kita akan berjuang bersama Ken, aku sudah meminta ke anak buah Papa ku agar ikut membantu," balas Nicho dengan cepat.


"Hemm," sahut Ace.


"Menurut Ichiro, Tuan Kurt masih ada di kota ini dan berada di sebelah selatan," ujar Diego.


"Aku tahu rumah itu," sahut Ace.


"Okay, aku dan Ace akan ke rumah itu dan kamu berada di sekitar bandara. Karena aku khawatir Tuan Kurt membawa pergi Ruby," ujar Diego memberi arahan.


"Iya aku paham!" Jawab Nicho.


Ace dan Diego langsung bergerak menuju rumah Tuan Kurt yg berada lumayan jauh dari pusat kota. Sementara Nicho akan berada di kawasan dekat bandara untuk memantau kalau-kalau Tuan Kurt pergi.


1 Jam 30 menit kemudian,


"Wah, dia benar-benar orang berbahaya," batin Diego melihat bangunan luar rumah Tuan Kurt.


"Bagaimana kamu bisa bekerja untuk orang seperti ini Ace? Kamu tidak akan miskin walau hanya tidur setiap hari dan berbelanja," tanya Diego keheranan.


"Haaaah, aku yg salah. Aku begitu terpancing dan tertarik saat dia menawarkan pekerjaan untuk mencari anak Tuan Igor Mikhailov. Aku tidak menganalisa sejauh itu kalau akan terjadi kerumitan seperti ini," jawab Ace tertunduk penuh sesal.


"Sudah sudah! Ayo kita segera sudahi ini semua dan bawa Ruby pulang," ujar Diego memberikan semangat kepada Ace.


Ace mengangkat kepalanya dan menatap Diego.


"Terima kasih," ucap Ace.


"Iya sama-sama. Ayo bangkit dan jemput Ruby," balas Diego.


Ace mengangguk penuh semangat.


Diego memberikan arahan kepada para Kobun agar bersiap bila terjadi sesuatu.


Tanpa Ace duga, para penjaga rumah Tuan Kurt begitu mudah membukakan pintu untuk Ace dan Diego.


Blam!


Ace menutup pintu mobil dan berjalan menuju pintu masuk rumah Tuan Kurt.


Ceklek!


"Silahkan masuk!" Ujar seorang pria yg membukakan pintu.


Ace dan Diego saling pandang karena mereka berdua belum sempat menekan bel rumah tapi mereka sudah dipersilahkan masuk.


Ace dan Diego langsung masuk kedalam rumah Tuan Kurt dan,


"Apakabar Ace Xzander Inagawa??!!!"


Deg!


Mata Ace melebar saat Tuan Kurt Edlind menyapanya dengan nama aslinya yg selama ini tidak di ketahui oleh Tuan Kurt.


"Kaget? Heran? Hahahahahh!! Aku tidak bodoh bocah Yakuza!" Ujar Tuan Kurt.


Tangan Ace mengepal kuat mendengar ocehan Tuan Kurt.

__ADS_1


"Kembalikan istri ku!!!" Ujar Ace dengan tegas.


"Hahahhahaha, kamu sudah aku bayar lunas. Gadis itu milik ku, dia akan aku lenyap kan sesuai dengan rencana awal," jawab Tuan Kurt.


"Jangan main-main kau!! Dimana Ruby?!!" Bentak Diego yg tersulut emosi.


"Waahhh! Kamu membawa bantuan Tuan Muda Inagawa? Hahahahah, aku tidak akan menyerahkan gadis itu! Dia milik ku, aku akan segera melenyapkannya!" Balas Tuan Kurt tak kalah sengit.


Tanpa banyak bicara Ace mengeluarkan senjata api dan langsung menembaki anak buah Tuan Kurt yg berada didalam rumah tsb.


Dor!


Dor!


Bunyi tembakan begitu keras dan cepat namun, Tuan Kurt nampak tak terkejut akan apa yg telah dilakukan oleh Ace.


Dan,


Klekk!


"Serahkan Ruby!" Ujar Ace dengan menodongkan pistol tepat di dahi Tuan Kurt.


Tak ada raut takut yg tergambar di wajah Tuan Kurt saat moncong pistol milik Ace menempel di dahinya.


"Bersikaplah lebih sopan! Jika aku mati, kau tidak akan bertemu dengan gadis itu," ujar Tuan Kurt santai.


"Katakan saja, jangan banyak bicara!" Sahut Diego.


"Bocah ingusan! Diam kau!!" Bentak Tuan Kurt terlihat marah.


"Kau yg harusnya diam!!! Kembalikan istri ku! Kalau tidak aku akan membunuh mu," sahut Ace penuh amarah.


"Hahahhahahahahaha," Tuan Kurt tertawa terbahak-bahak entah apa yang lucu.


Tiba-tiba seorang wanita dengan tangan terikat kebelakang, mata tertutup, bibir dilakban serta rambut yg terurai menutupi bagiannya diseret oleh 2 orang anak buah Tuan Kurt dibawa kesebuah ruangan full kaca yg tak jauh dari posisi Ace berdiri.


Deg!


"Lepaskan dia!!! Aku akan segera membunuh mu tua bangka!!!" Teriak Ace.


"Turunkan pistol mu, kalau kau tidak ingin melihat gadis itu mati dengan kepala hancur," balas Tuan Kurt santai.


Ace langsung menurunkan senjatanya.


"Kau bergerak lamban Ace!" Ujar Tuan Kurt.


"Aku akan melakukan apapun tapi tolong lepaskan Ruby," ujar Ace menahan emosi dan merendahkan harga dirinya.


"Benarkah?" Tanya Tuan Kurt.


Ace mengangguk yakin.


"Cium kaki ku!" Ujar Tuan Kurt.


"Brengsek!! Kau," Diego ingin sekali menghajar Tuan Kurt namun langsung dicegah Ace.


Ace hanya menggelengkan kepalanya kepada Diego dan langsung menundukkan kepalanya lalu bergerak turun untuk mencium kaki Tuan Kurt yg dibalut sepatu super mahal.


"Eehm... Heemmpp!!!" Terdengar suara tertahan dari Ruby yg berada di dalam ruangan kaca.


"Ace berhenti!!! Apa yg kamu lakukan!" Cegah Diego.


Namun Ace tidak menghiraukan dan tetap mencium Kaki Tuan Kurt!


"Cup!"

__ADS_1


"Hahahaha!!" Tuan Kurt tertawa saat Ace benar-benar mencium kaki nya.


Dukk!!!


Akkhh!!


Tuan Kurt menginjak leher belakang Ace dengan kuat agar wajah Ace tetap berada dikakinya.


Ace hanya bisa meringis kesakitan, hati dan kepalanya tertuju kepada Ruby hanya Ruby.


"Aku sudah puas! Putra kebanggaan Inagawa menundukkan kepalanya kepada ku!! Lakukan!!" Teriak Tuan Kurt. Dan,


Dor!


Bruuuk!!


Jederr!!!


Tak ada teriakan, tak ada umpatan. Tubuh Ace yg belum sempat bangkit harus kembali tumbang, saat matanya melihat tubuh gadis yg amat sangat dicintainya ambruk dengan kepala bersimbah darah.


Bruukk!!!


"Aku mencintai mu Ruby! Jangan tinggalkan aku. Aku tak bisa melindungi mu!"


Tubuh Ace dihajar habis-habisan oleh anak buah Tuan Kurt sementara Diego berusaha melindungi Ace yg hanya pasrah diam saja.


"Masuk! Kalian masuk!" Ujar Diego memanggil para Kobun.


"Ace bangun!" Panggil Diego.


Namun, Ace tetap diam terbaring dengan matanya menatap tubuh Ruby yg sudah tak bergerak sama sekali.


Air mata yg hanya Ace teteskan saat Nyonya Ayana meninggal, kini keluar saat wanita yg amat sangat dicintainya tiada dengan tragis tepat didepan matanya dan Ace tidak bisa berbuat apa-apa.


Tuan Kurt sudah berdiri tepat disamping tubuh Ruby yg tak bernyawa itu sambil tersenyum kearah Ace.


"Terima kasih Tuan Ace Xzander Inagawa," ujar Tuan Kurt sambil tersenyum.


Semakin deras air mata yg keluar dari mata Ace, saat tubuh Ruby kembali di seret oleh anak buah Tuan Kurt dan di bawa pergi bersama Tuan Kurt.


"Okachan! Aku tak berguna! Aku bodoh! Aku membiarkannya pergi, tubuhku seperti tak ada daya. Aku hanya bisa melihatnya pergi dan aku hanya diam terpaku, cinta ku sudah benar-benar pergi untuk selamanya."


Tak ada yg tahu jodoh seseorang, bertahan lama atau hanya sekejam kedipan mata. Pria yg hanya menangis saat kehilangan wanita yg melahirkannya itu, kini bagai mayat hidup. Tubuh kekarnya menjadi lebih kurus, wajah rupawan nya nampak sayu tak terurus dan tak ada lagi gelak tawa yg keluar dari bibir pria bernama Ace Xzander Inagawa.


Duduk diam termangu menatap foto wanita yg amat sangat dicintainya yg telah pergi untuk selamanya. Tak ada ekspresi apapun diwajahnya, namun dari mata tajamnya terus saja mengeluarkan air mata kehilangan yg amat dalam.


Selama 7 bulan lamanya, Ace larut dan terperangkap dalam penyesalan, kehilangan dan kesedihan yg amat sangat dalam. Tidak ada yg bisa membujuknya untuk bangkit dan melanjutkan hidupnya. Ace ingin mati, ingin bersama Ruby yg sudah tiada dalam pikiran Ace mungkin?.


"Ace," panggil Diego pelan.


"Hem," jawab Ace lirih tanpa mengalihkan pandangannya dari foto Ruby.


Hahhh.... Diego menghela nafasnya.


"Uncle Tetsuya kritis. Beliau dibawa ke New York sejak 1 bulan yg lalu dan, beliau sangat ingin bertemu dengan mu," ujar Diego menahan kesedihannya.


Deg!


"Uncle," gumam Ace.


Mata Ace berkedip beberapa kali seolah tersadar dari lamunan panjangnya saat mendengar Tuan Tetsuya sedang kritis.


"Antar aku bertemu Uncle."


Tbc,

__ADS_1



Hii, maaf aku vacum lama... mulai malam ini aku akan up seperti biasanya dan setiap hari. semoga kalian tetap setia bersama Abang Ace ya... Luv Yu🥰💛💜❤️


__ADS_2