
Ruby! Yaa aku ingin sekali bertemu dengan mu sayang. Dimana? Dimana? Aku ingin segera bertemu dengan mu walau terhalang tanah dan batu nisan.
Jantung Ace berdetak sangat cepat, saat Nicho menyebut nama Ruby.
"Dimana? Aku ingin bertemu istri ku," ujar Ace dengan penuh semangat.
"Ini semua tidak murah Ken," balas Nicho dengan wajah usilnya.
"Aku akan memberikan seluruh harta ku, katakan dimana makam Ruby?" Tanya Ace lagi tidak sabaran.
"Ini," Nicho menyodorkan secarik kertas kepada Ace.
Srek!
Ace dengan cepat menyahut kertas dari tangan Nicho.
"Apa ini?" Tanya Ace bingung.
"Kenapa kau menjadi tolol! Datangi alamat itu dan kamu akan tahu maksud ku," jawab Nicho geregetan dengan pertanyaan tidak penting Ace.
"Oke oke aku paham, lalu kapan aku bisa ke alamat ini?" Tanya Ace.
"Nanti sore pukul 4 jangan sampai terlambat," jawab Nicho.
Ace mengangguk dengan senang.
"Aku pulang dulu Ken! Bahagia lah! Dan aku akan memikirkan apa yg harus aku minta dari mu sebagai imbalan," ujar Nicho menepuk pundak Ace dan pergi masuk ke dalam lift.
Mata Ace berkedip berulang kali melihat secarik kertas bertuliskan sebuah alamat yg diberikan oleh Nicho.
..."Ruby, apakah benar aku bisa bertemu dengan mu?"...
Ace kemudian memasukkan kertas tsb kedalam saku jaketnya dan berjalan masuk kedalam ruang rawat inap Tuan Tetsuya.
Ceklek!
"Papa," panggil Ace pelan.
"Kemari Ace," jawab Tuan Tetsuya yg sudah bisa duduk dan alat-alat ditubuhnya berangsur dilepas sebagian.
"Papa sudah makan pagi kan?" Tanya Ace yg duduk disamping ranjang Tuan Tetsuya.
"Sudah Ace," jawab Tuan Tetsuya.
Ya, semenjak menginjakkan kakinya di rumah sakit tsb. Ace memanggil Tuan Tetsuya dengan panggilan Papa sama seperti saat Ace masih kecil dan tak lagi memanggil Uncle.
"Mama kemana?" Tanya Ace menanyakan keberadaan Nyonya Audrey istri Tuan Tetsuya.
"Audrey mungkin masih dirumah karena semalam Sidney agak tidak enak badan," jawab Tuan Tetsuya.
"Ooow! Eehm, Papa hari ini ada jadwal terapi kan? Nanti akan Ace temani ya? Tapi, jam 3 Ace ijin mau ke suatu tempat dulu ya?" Ujar Ace dengan lembut.
"Iya anak ku terima kasih sudah mau menemani Papa selama di rumah sakit. Boleh saja, silahkan bila nanti kamu ingin pergi ke suatu tempat, nanti biar Audrey yg menemani Papa," jawab Tuan Tetsuya.
"Terima kasih Papa," balas Ace tersenyum.
__ADS_1
Tuan Tetsuya dan Ace kemudian melanjutkan obrolan mereka dengan santai yg membuat Ace lebih banyak tertawa tanpa beban kehilangan Ruby.
Sementara di suatu tempat,
"Biarkan aku nanti pergi sendiri," ujar seorang wanita dengan ketus.
"Sayang, tolong mengertilah! Aku bersikap seperti ini karena ingin memberikan yg terbaik untuk mu," jawab pria tua didepan wanita tsb.
"Saya mohon! Saya mohon! Ijinkan saya hidup normal dan sewajarnya Tuan!" Ujar si wanita dengan membungkukkan badannya memohon kepada pria tua tsb.
"Sayang sayang, tolong jangan seperti ini. Baiklah baiklah, kamu boleh pergi sendiri tapi tetap di jaga ya?" Sahut pria tua yg langsung memegangi pundak wanita tsb agar berdiri tegak dan tidak membungkukkan tubuhnya.
"Terima kasih," balas wanita tsb dengan dingin.
Grep!
Pria tua itu memeluk erat tubuh wanita tsb.
"Jangan seperti ini, aku sangat mencintai mu. Aku hanya ingin kita hidup bahagia, menghabiskan masa-masa indah yg dulu terampas oleh baj*ngan itu," ujar pria tua.
Hening....
Tak ada jawaban dari wanita cantik bermata indah itu.
"Elena...."
Pukul 3.15 sore waktu New York,
Ace sudah berada didalam mobilnya yg melaju meninggalkan rumah sakit tempat Tuan Tetsuya dirawat, menuju alamat yg telah diberikan oleh Nicho.
Beberapa saat kemudian,
Blam!!
Ace keluar dan menutup pintu mobilnya lalu berjalan menuju lobby rumah sakit tsb.
Banyak mata yg melihat Ace, mungkin karena fisik Ace yg tinggi, tampan dan tentunya memiliki penampilan branded.
"Selamat sore Tuan, ada yg bisa dibantu?" Sapa ramah resepsionis rumah sakit tsb.
Ace mengangguk dan menyerahkan secarik kertas pemberian Nicho kepada Resepsionis tanpa berucap sepatah kata pun.
Resepsionis nampak mengerutkan keningnya membaca secarik kertas tsb dan,
"Silahkan anda lurus kebelakang sampai menemukan ruangan bernama Family. Kelas sebentar lagi di mulai," ujar Resepsionis tsb.
"Terima kasih," jawab Ace dan langsung meninggalkan meja informasi.
"Kelas dimulai? Apa maksudnya?" Gumam Ace sambil terus berjalan mencari ruangan yg dimaksud oleh Resepsionis.
Tak sampai 5 menit Ace sampai di depan ruangan Family. Ace ragu untuk masuk ke dalam, karena dia tidak tahu apa yg ada di dalam ruangan tsb. Tujuannya hanya 1 ingin bertemu Ruby, Ace mengira bahwa Nicho akan memberikan alamat ke sebuah pemakaman. Namun, yg ada malah rumah sakit ibu dan anak, Ace sungguh bingung dengan apa yg dilakukan oleh Nicho.
Saat Ace sedang bertarung dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba saja,
__ADS_1
"Tuan Sanders? Mari silahkan masuk, terima kasih susah menjadi relawan untuk kami," ujar seorang wanita dengan penampilan perawat.
Ace bingung harus menjawab apa karena perawat bernama Jessie itu langsung menarik tangan Ace dan membawa Ace masuk ke dalam ruangan Family.
Ceklek!
Saat pintu di buka, betapa terkejutnya Ace melihat ada sekitar 20 an wanita yg sedang hamil besar di dampingi pasangannya tengah dalam posisi duduk di atas matras.
"Brengs*k!!!!" Umpat Ace lirih.
"Ada apa Tuan Sanders?" Tanya Perawat Jessie.
"Aa..aa tidak, tapi saya tidak mengerti dengan ini semua," ujar Ace gelagapan.
"Anda sangat lucu! Jelas-jelas anda sudah mendaftarkan diri anda untuk menjadi salah satu relawan kami. Jangan buang waktu, itu pasangan anda. Dia masih muda cantik, tapi ingat dia hamil hahahah," jawab Perawat Jessie tertawa sambil mendorong tubuh Ace ke arah seorang wanita yg duduk membelakangi dirinya.
Ace sangat kesal kepada Nicho yg telah membuatnya terjebak di situasi yg seperti ini. Namun tiba-tiba mata Ace melihat,
Seketika sekujur tubuh Ace seperti disambar petir saat melihat wanita duduk bersila membelakanginya yg berada didepannya dan hanya berjarak 2 meter saja dari Ace berdiri.
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Ace berdetak sangat kencang, kaki Ace terasa tak bertulang saat berjalan mendekati wanita itu.
Keringat dingin keluar dari dahi Ace dan mulai membasahi tubuh Ace.
Dengan perlahan Ace duduk dibelakang wanita itu dan,
Grep!
..."Aku mencintai mu Ru..by,"...
Jeder!!!!!!!!
Tes!
Tangan kekar Ace terasa dingin dan basah terkena lelehan air mata dari wanita tsb.
"Terima kasih sudah da..tang, aku telah lama menunggu mu suami ku,"
Hiikss!!!
Tangis pilu kebahagiaan menyelimuti Ace dan wanita hamil yg tak lain adalah Ruby. Sepasang insan manusia yg saling mencintai yg telah lama berpisah, kini mereka bisa berjumpa dan seolah semua seperti mimpi.
"Terima kasih perawat Jessie," ujar Nicho diluar ruangan Family.
"Sama-sama Tuan Sanders. Semoga mereka bahagia," jawab perawat Jessie.
"Aku pulang dulu. Bye," pamit Nicho.
Perawat Jessie melambaikan tangannya ke arah Nicho yg sudah berjalan menuju pintu keluar.
__ADS_1
"Semoga kalian bahagia."
Tbc,