
...Apakah ini jawaban dari setiap doa ku? Inikah jalan ku yang akan membawaku bisa bertemu dengan mu? Tuhan, jika ini benar. Tolong lancarkan semua, aku hanya ingin bersamanya dan hidup dengannya. Aku mohon Tuhan!...
Still flashback!
Ruby, sudah selama 1 bulan ini melakukan banyak kegiatan sosial di rumah sakit tsb. Mulai dari memberikan bantuan untuk tuna wisma, ibu hamil yang kurang mampu dll (New york juga banyak tuna wismanya ya gess ya) Lanjut! Ruby melakukan itu dengan senang dan ikhlas karena cara itu pula Ruby sedikit bisa mengalihkan gundah hatinya karena amat sangat merindukan Ace.
"Elena, tidak terasa sudah 1 bulan kamu selalu berbagi dan ikut dalam kegiatan di rumah sakit ini," ujar perawat Jessie.
"Benar Miss Jess, aku sangat senang sekali. Apalagi usia kandungan ku sudah 6 bulan," jawab Ruby tersenyum getir mengingat Ace.
"Aku sangat bahagia bisa mengenal mu Elena. Eeh, ini sudah pukul 1 siang. Ayo segera kembali ke rumah sakit, Tuan Simon sudah menatap kita sedari tadi," ajak Perawat Jessie menggandeng lembut tangan Ruby agar segera bergegas.
"Hehehe iyaa ayo!" Ruby dan Perawat Jessie berjalan menghampiri Simon yang sudah berdiri disamping mobil menunggu Ruby.
Blam.....
Pintu mobil tertutup!
Mobil hitam mewah itu melaju menuju rumah sakit.
45 menit kemudian,
"Tuan, aku ambil beberapa barang ku dulu ya. Tunggu saja di sini," ujar Ruby kepada Simon.
"Baik Nona," jawab Simon sambil memperhatikan Ruby lewat kaca tengah mobil.
"Simon, sadar!! Dia putri tunggal kesayangan Tuan Kurt, tidak mungkin kamu bisa memilikinya! Apalagi, Nona sedang mengandung anak dari Pria Jepang itu," gumam Simon dari dalam mobil seraya melihat Ruby berjalan bersama Perawat Jessie masuk ke dalam rumah sakit.
Ruby dan Perawat Jessie berjalan masuk ke dalam area rumah sakit. Beberapa saat kemudian, Ruby berpamitan dengan Perawat Jessie setelah mengambil barang bawaannya dan,
Bruukk!!
Sraakkk!!
"Akkhh!"
"Maafkan saya No..,"
Deg!
"Ka..mu?"
Pov Ruby,
__ADS_1
Tuhan! Inikah jalanku menuju cintaku? Tuhan, dia Tuan Nicho, dia teman Ace. Dia pasti bisa membantu ku, berikan campur tangan Mu Tuhan! Aku pasti bisa bertemu kekasih hatiku,
End.
"Ru..by?? Kamu Ruby? Istri Ken?? Ehm, maksud ku Ace?" Tanya Nicholas Sanders atau biasa di panggil Nicho dengan mata terbelalak kaget, karena Nicho tahu Ruby telah meninggal.
"Iyaa..iyaa, saya Ruby! Saya Ruby istri Ace Xzander Inagawa. Saya yang pernah bertemu dengan Tuan sewaktu masih tinggal di Stockholm. Anda Tuan Nicho kan??" Jawab Ruby dengan sangat antusias dan penuh harap.
"Iya kamu benar. Tapi, bukankah kamu?" Ucapan Nicho langsung terpotong ketika Ruby menarik tangan Nicho.
Nicho hanya diam mengikuti Ruby yg menarik tangannya menuju ruangan untuk Ibu Hamil.
Ceklek!
Ruby mendorong tubuh tinggi tegap Nicho untuk masuk ke dalam ruangan tsb.
"Tuan, saya mohon! Tolong bantu saya! Saya sangat ingin bertemu dengan Ace, saya hamil anak Ace!" Ujar Ruby dengan cepat dan sukses membuat Nicho jantungan.
Jeder!!!
"Apa?? Kamu hamil?? Wait, wait! Aku semakin bingung dan pusing, kamu jelas-jelas sudah di tembak mati oleh Tua Bangka Kurt itu tapi bagaimana mungkin kamu bisa hidup dan bahkan hamil??" Tanya Nicho yang sangat kebingungan dengan apa yang didepannya saat ini. Ruby masih hidup? Tidak mungkin!
Ruby menghela nafasnya dan langsung menceritakan jati dirinya dan siapa Tuan Kurt Edlind.
"Ace sangat parah! Dia bahkan berkali-kali mencoba bunuh diri," ujar Nicho lirih tertunduk.
Deg!
"Sayangku, Ace!"
"Tuan tolong, segera pertemukan saya dengan Ace. Hanya Tuan harapan saya, saya ingin melahirkan anak ini ditemani Ace," pinta Ruby dengan memelas dengan wajah ayunya yang basah karena tak kuasa menahan air matanya.
"Aku akan berusaha membuat Ace mau keluar dari persembunyiannya dan datang menemui mu. Bertahan dan bersabarlah Ruby, tunggu saat itu tiba!" Janji Nicho dengan sungguh-sungguh.
"Terima kasih, terima kasih Tuan! Saya akan bersabar, bertahan dan berdoa agar Tuan dibantu kuasa Tuhan dapat mempertemukan saya dengan Ace," balas Ruby dengan rasa haru bercampur bahagia.
"Boleh aku memeluk mu Ruby?" Tanya Nicho tiba-tiba.
Tanpa pikir panjang Ruby langsung memeluk Nicho dengan bahagia.
"Kamu harus sehat, jaga keponakan ku ini. Aku akan segera mengurus semuanya agar Ace bisa ke New York dan kalian bisa berkumpul," ujar Nicho saat memeluk Ruby dengan lembut.
Ruby mengangguk dalam dekapan pria tampan tsb dan tak lama pelukan hangat mereka terlepas.
__ADS_1
"Ini ponsel ku, bawalah. Sewaktu-waktu aku menghubungi lewat ponsel ini. Karena pasti Papa mu menyadap semua kontak yang ada di ponsel mu kan?" Ujar Nicho seraya menyerahkan ponselnya kepada Ruby.
"Iya anda benar sekali," jawab Ruby sedih sambil menerima ponsel Nicho.
"Tersenyumlah! Ayo lebih bersemangat lagi, yakin bila sebentar lagi kalian akan segera berkumpul. Ya sudah, aku harus segera pergi untuk mengurus semuanya. Kamu sana cepat pulang, pengawal mu sangat galak dan waspada," ucap Nicho menepuk lembut pundak Ruby.
"Baik Tuan, saya pulang dulu. Tuhan selalu menyertai mu Tuan Nicholas Sanders," balas Ruby lembut dan bergegas keluar dari ruangan tsb.
"Amin!" Gumam Nicho mellihat kepergian Ruby.
"Waktunya bergerak Nicho!!"
Sementara itu di dalam mobil mewah yang membawa Ruby pulang menuju rumah Tuan Kurt. Simon nampak terus saja menatap Ruby lewat kaca tengah mobil dan,
"Apa Nona bahagia?" Tanya Simon.
"Tidak! Tentu saja tidak," jawab Ruby tegas.
"Beliau Papa anda, cobalah membuka hati dan memaafkan beliau Nona," ujar Simon lagi lagi berusaha membujuk Ruby agar bisa menerima Tuan Kurt.
"Aku selalu memaafkannya, tapi tidak dengan caranya memisahkan aku dengan suamiku. Aku sedang mengandung anak dari pria yang entah mengapa begitu di benci oleh Tuan Kurt," jawab Ruby sinis.
"Karena anda begitu mencintai pria itu tapi anda tidak bisa mencintai Papa kandung anda sendiri," balas Simon cepat.
Ruby memicingkan matanya menatap Simon tajam.
"Apa kamu tahu? Bagaimana Ace melindungi ku? Bagaimana Ace mencintai ku? Bagaimana Ace selalu berusaha membuat aku tersenyum, bahagia dan tak merasakan kekurangan? Apa kamu tahu Tuan Simon? Jadi tolong berpikirlah dulu sebelum anda ikut mengomentari sebuah hubungan yang amat sangat dikasihi Tuhan dan sekarang dirusak oleh Pria yang mengaku sebagai seorang Ayah tapi tega memisahkan sang putri dengan suaminya sendiri," jawab Ruby dengan tegas penuh penekanan.
Deg!
"Anda begitu mencintai pria Jepang itu! Sadar Simon!! Kau ini siapa?? Kau hanya anak miskin yang diangkat oleh Tuan Kurt jadi jangan bermimpi untuk mendapatkan perhatian dari Nona Elena. Bahkan saingan mu begitu berat, Ace adalah putra dari Kenzo Takahashi yang begitu tersohor di Jepang, seorang Yakuza sekaligus mafia." Batin Simon yang merasakan kekecewaan karena ucapan Ruby yang memang benar adanya.
Ruby terus menatap ke arah samping kiri mobil dan melihat gedung-gedung pencakar langit yang berdiri megah ditengah kota New York. Simon juga demikian, mata tajamnya fokus ke jalanan dan berusaha menekan rasa sukanya kepada Ruby. Tidak ada percakapan apapun lagi diantara mereka berdua, keduanya larut dalam pikiran mereka masing-masing hingga,
30 menit kemudian.
Ruby berjalan cepat masuk ke dalam rumah dan ingin segera masuk ke dalam kamar tanpa memperhatikan bahwa Tuan Kurt berdiri di samping pintu kamar Ruby.
Jret!!!
Tuan Kurt hanya memejamkan mata saat pintu kamar Ruby tertutup dengan kencang.
"Sampai kapan, akan seperti ini terus Elena?"
__ADS_1
Tbc,