
Bersabarlah cinta, setelah ini selesai kita akan menikah.
"Ace," panggil Ruby.
"Ya sayang," jawab Ace.
"Kamu tidak bekerja?" Tanya Ruby.
"Nanti sore aku keluar sebentar, hanya untuk mengecek data-data saja," jawab Ace sesuka hati.
"Oow ya sudah," ujar Ruby.
"Ada apa? Kamu membutuhkan sesuatu?" Tanya Ace yg berdiri dan menghampiri Ruby.
Ruby hanya diam saja.
Puk!
Ace duduk disamping Ruby.
"Katakan kepada ku," ujar Ace.
"Kapan kita menikah?" Tanya Ruby.
Ace tersenyum mendengar pertanyaan Ruby.
"Iya setelah pekerjaan ku selesai, mungkin 2 mingguan lagi. Eehmm, begini saja kita mulai persiapkan pernikahan kita bagaimana?" Jawab Ace.
Ruby menoleh ke arah Ace.
"Benarkah?" Tanya Ruby.
"Iyaa, besok kita cari gaun cantik untuk mu dan lebih baik kita menikah di gereja saja agar lebih sakral," jawab Ace.
Grep!
"Aku mencintai mu," ujar Ruby memeluk Ace.
"Aku lebih mencintai mu," balas Ace.
Sore hari,
Ace duduk berhadapan dengan Dasha, gadis cantik yg telah berjasa memberikan informasi tentang keluarga Mikhailov kepada Ace.
"Tuan Ken maaf saya mengajak bertemu," ujar Dasha.
"Oow iya tidak apa-apa. Memangnya ada apa ya?" Tanya Ace.
"Hehehe, tidak ada apa-apa Tuan. Saya merasa cocok saja mengobrol dengan Tuan Ken walau kita baru bertemu dan saling mengenal," jawab Dasha malu-malu.
Ace hanya diam.
"Tuan Ken keberatan?" Tanya Dasha lagi, karena Ace tidak membalas ucapan Dasha.
"Oow tidak, tidak keberatan. Saya juga pendatang di sini jadi saya senang bila ada teman baru," jawab Ace tersenyum.
"Benarkah? Wah, terima kasih Tuan. Saya selalu kesepian dirumah, karena Papa selalu saja sibuk dengan urusannya sendiri," ujar Dasha berubah menjadi murung.
"Apa urusan Papa mu begitu penting sampai mengabaikan mu?" Tanya Ace penasaran.
"Entahlah, tapi Papa selalu mencari keluarga Tuan Igor yg masih hidup. Saya juga tidak tahu, tapi kata Papa dia yg masih hidup itu adalah kunci dari segala kunci untuk keluarga Mikhailov," jawab Dasha.
Deg!
"Aku harus menemukan orang itu," batin Ace.
"Eehm, kalau boleh tahu seberapa berpengaruhnya Tuan Igor Mikhailov itu? Sampai Papa mu masih terus mencari keluarga Mikhailov yg masih hidup?" Tanya Ace berusaha mencari informasi dari Dasha.
"Tuan Igor sangat baik. Menurut Papa, beliau orang yg dermawan dan jujur. Dia dulu hanya seorang pedagang biasa, namun entah karena apa Tuan Igor dan sahabatnya kalau tidak salah namanya Edlind. Bisa membangun banyak usaha-usaha maju dan menjadikan mereka pengusaha kaya raya. Tapi saya juga tidak tahu kenapa, Tuan Igor dan Tuan Edlind berpisah. Mereka menjalankan bisnis masing-masing yg menjadikan mereka rival dalam segala hal. Dan tiba dimana kebakaran besar menghanguskan seluruh rumah Tuan Igor dan menewaskan semua orang yg ada didalamnya," ujar Dasha menjelaskan secara singkat.
"Tunggu! Bisa jadi Tuan Kurt ada di balik peristiwa ini," batin Ace menebak-nebak.
__ADS_1
"Waah sangat menarik ya kisah mereka. Lalu penyebab kebakaran apa?" Tanya Ace lagi.
"Polisi menutup kasus ini dan menganggap kebakaran biasa," jawab Dasha.
"Ok! Ini jelas ada hubungannya dengan Tuan Kurt," lagi-lagi Ace membatin.
"Kenapa begitu? Padahal Tuan Igor orang penting, kenapa tidak diselidiki kasus kebakaran itu?" Tanya Ace terus memancing Dasha.
"Tuan Ken diam saja ya, jaga rahasia ini. Tuan Edlind ada dibalik ini semua," ujar Dasha berbisik.
Ace hanya diam dan mengangguk kepada Dasha.
"Cerita mu sangat menarik Dasha, tapi apa kamu juga menceritakan ini kepada orang lain?" Tanya Ace.
"Tidak Tuan! Hanya kepada Tuan saya bercerita," jawab Dasha.
"Ini akan jauh lebih menarik," batin Ace.
Ace terus mengorek informasi dari Dasha, Ace begitu bersemangat untuk segera menyelesaikan pekerjaannya itu.
Sementara itu,
Tokyo, Jepang.
"Diego, apa kamu sudah mendapatkan informasinya?" Tanya Tuan Tetsuya.
"Sedikit lagi Uncle," jawab Diego.
"Kirim orang ke Rusia, jaga Putra ku dari jauh jangan sampai dia tahu," ujar Tuan Tetsuya.
"Sudah Uncle. Bocah itu tidak akan sadar, karena otaknya hanya di isi gadis itu," jawab Diego.
"Kamu harus bergerak lebih cepat, aku tidak ingin Ace mengalami apa yg dialami oleh Kenzo dan Ayana," ujar Tuan Tetsuya.
Diego mengangguk, mengerti permintaan dari Tuan Tetsuya. Setelah di rasa cukup, Diego langsung meninggalkan ruang kerja Tuan Tetsuya.
Tuan Tetsuya mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.
"......."
"Jangan sampai lengah, aku tidak ingin anak ku kenapa-napa."
"......."
"Diego sedang mencari informasi siapa gadis itu."
"......."
"Memang lebih baik kamu yg turun langsung Okada."
"......"
"Oke tidak masalah bila Jeremy yg turun, aku percayakan kepada kalian."
"........"
"Dia sama seperti Kenzo, bila sudah mencintai hilang akalnya."
"......."
"Iya aku mengerti akan hal itu."
"......."
"Terima kasih Okada."
"........" Tut!
Pov Tuan Tetsuya.
Melepas kepergian mu ke negara lain sungguh sangat berat untuk ku. Kamu melebihi anak-anak ku, kamu adalah prioritas ku Ace. Uncle akan sangat menyesal bila sampai terjadi hal yg buruk menimpa mu Nak. Uncle akan melakukan apapun untuk melindungi mu, kamu adalah anak sulung ku, kamu kebanggaan kami. Kami akan selalu bersama mu Ace.
__ADS_1
End.
Ceklek!
Tap,
Tap,
Tap!
"Kenapa murung?" Tanya Nyonya Audrey istri Tuan Tetsuya.
"Ace," jawab Tuan Tetsuya.
"Kenapa dengan Ace? Dia baik-baik saja kan?" Tanya Nyonya Audrey mulai khawatir.
"Iya dia baik-baik saja. Tapi, mungkin sebentar lagi dia akan menghadapi hal yg tidak di duga," jawab Tuan Tetsuya lesu.
"Sayang lakukan sesuatu untuk membantu Ace, jangan diam saja," ujar Nyonya Audrey gelisah.
"Sstt, tenanglah. Jeremy akan mengatasinya, dan Diego sedang mencari tahu tentang informasi yg sangat penting," jawab Tuan Tetsuya menenangkan istrinya.
"Syukurlah kalau begitu, aku takut Ace sampai terluka," balas Nyonya Audrey.
"Tubuhnya tidak akan terluka, tapi mungkin hatinya yg akan terluka."
Kembali ke Saint Petersburg,
"Apa yg ingin kamu katakan?" Tanya Tuan Kurt yg berdiri di samping Ace.
"Dia masih memiliki 1 anggota keluarga yg kemungkinan masih hidup. Dia kunci dari segala kunci, itu yg banyak orang katakan," jawab Ace.
"Bagus! Cari orang itu, bawa kepada ku!" Ujar Tuan Kurt bersemangat.
"Iya aku akan segera menemukannya dan menyelesaikan misi ini," jawab Ace tanpa mengalihkan pandangannya dari seorang bocah perempuan yg menangis disebrang jalan.
"Oke, aku pergi dulu!" Pamit Tuan Kurt yg langsung meninggalkan Ace.
Selepas Tuan Kurt pergi, Ace berjalan cepat ke arah bocah perempuan yg mungkin berusia 6 tahun yg sedang menangis itu.
"Kenapa menangis?" Tanya Ace sambil berjongkok.
"Hiikks, aku tertinggal oleh ibu ku," jawab gadis cantik itu.
Ace tersenyum dan mengusap pipi gadis tsb.
"Aku antar ya? Mau?" Tanya Ace.
"Aku tidak boleh ikut orang asing," jawab gadis kecil itu.
"Aku akan mengantar mu ke kantor polisi agar dibantu mencari ibu mu," ujar Ace.
"Benarkah? Apa kamu tidak jahat?" Tanya gadis kecil.
"Apa aku terlihat jahat? Wajah ku tampan dan imut mana mungkin aku jahat," jawab Ace menggoda.
"Iya kamu tampan tapi tidak imut," balas gadis kecil.
"Hahahah, ayo aku antarkan," ujar Ace.
Bocah kecil itu mengangguk dan Ace langsung menggendongnya menuju pos polisi yg tak jauh dari lokasi.
Ace terus menatap gadis kecil cantik yg terus berceloteh riang dalam gendongannya.
"Bila nanti aku punya anak, pasti akan selucu gadis ini," batin Ace.
Kurang sedikit lagi Ace dan gadis kecil bernama Natasha itu sampai di pos polisi. Namun, mata Ace melihat seseorang yg Ace kenal.
"Kenapa dia bisa disini?"
Tbc,
__ADS_1