The Ace

The Ace
Inara Shinoda


__ADS_3

Menjalani kehidupan ini terkadang seperti mimpi. Aku bisa bertemu dengan mu itu adalah suatu hal yg tidak masuk dalam angan-angan ku sama sekali. Aku bukan tipe pemain wanita, ya aku akui aku pernah berkencan dengan beberapa wanita. Tapi hanya n*fsu yg aku pakai bukan perasaan, namun dengan mu? Semua ada. Perasaan, rasa ingin menjaga, memiliki, n*fsu dan rasa mulai takut kehilangan itu ada semua didalam hati ku. Ruby gadis cantik yg mampu mengalihkan perhatian Ace.


"Ruby?" Panggil Ace.


"Ya," jawab Ruby.


"Jika kamu berhenti bekerja membantu di Kantin Rumah Sakit, apakah kamu mau?" Tanya Ace.


"Lalu aku bekerja dimana Ken?" Tanya balik Ruby.


"Membuka kedai yg menjual mochi," jawab Ace.


"Aku tidak memiliki uang Ken, darimana aku bisa membuka kedai mochi," jawab Ruby.


"Saudara ku memiliki sebuah toko kecil yg dulunya dipakai untuk berjualan mochi, karena dia sudah meninggal jadi tempat itu kosong. Aku ingin kamu berjualan disitu agar kamu tidak kecapekan pulang pergi ke rumah sakit," ujar Ace yg mulai mengarang bebas lagi.


"Benarkah Ken? Tapi uang ku mana cukup untuk modal membuat mochi dalam skala besar?" Tanya Ruby.


"Aku akan membantu mu. Kamu lupa jika kekasih mu ini sudah naik jabatan?" Jawab Ace dengan gaya sombongnya.


"Ken... Kamu terlalu baik kepada ku, aku takut tidak bisa membalas semua kebaikan mu ini," ujar Ruby merasa sedih karena Ace banyak berkorban untuk dirinya.


"Cukup dengan selalu mencintaiku, berada didekat ku dan mau menikah dengan ku. Balas dengan itu," jawab Ace.


Hiks....


Ruby tak kuasa menahan air matanya setelah mendengar kata-kata Ace.


"Terima kasih Ken," ujar Ruby.


"Sstt... Jangan menangis," ucap Ace menenangkan Ruby.


"Iya aku tidak menangis lagi," balas Ruby menghapus air matanya.


"Jadi Ruby Ishikawa mau membuka kedai mochi?" Tanya Ace.


"Mau, asalkan selalu dengan mu Ken," jawab Ruby begitu senang.


Grep!


"Aku mencintai mu."


Disebuah Markas Yakuza terbesar di Jepang,


"Kakek, aku menyukai Ace. Aku ingin Kakek segera mendesak Si Tua Tetsuya itu agar Ace segera menikahi ku," ujar Inara Shinoda.


"Nanti Kakek akan langsung bicara kepada Tetsuya. Bersabarlah Inara," jawab Tuan Kenji Shinoda.


"Aku harap Kakek menepati janji Kakek kepada mendiang kedua orang ku untuk selalu membahagiakan ku," balas Inara.


"Iya Inara," jawab Tuan Kenji.


Gadis cantik itu berjalan meninggalkan ruangan Tuan Kenji.


Inara Shinoda, gadis cantik 28 tahun memiliki sifat ambisius dan angkuh. Inara bukan gadis kaya yg manja dan lemah, sejak kecil Inara sudah dilatih menjadi putri dari keluarga Yakuza terbesar di Jepang. Inara memiliki kemampuan bela diri yg baik, otak cerdas dan wawasan yg luas. Namun, Inara tidak dibekali rasa rendah hati dan memikirkan perasaan orang lain. Inara di didik untuk menjadi pemenang dalam segala hal, maka tak heran bila gadis cantik bermata sipit itu akan berusaha keras untuk mendapatkan apapun yg dia inginkan.


Ceklek!


Buukk!


Inara menjatuhkan tubuh indahnya diatas ranjang yg empuk.


Pov Inara,


Sejak pertama kali aku melihat mu, aku sudah sangat menyukai mu. Semua yg ada didalam diri mu begitu membuat ku ingin memiliki mu Ace. Tak peduli kau selalu acuh kepada ku, justru itu sangat menantang untuk ku. Ace Xzander Inagawa, aku yakin aku bisa mendapatkan mu. Inara Sinoda tidak pernah tidak bisa mendapatkan apa yg dia inginkan.


End.


"Aku sangat menginginkan mu Ace," gumam Inara sembari membayangkan wajah tampan Ace.


Kling, pesan masuk diponsel Inara.


From : Riku


Nona, saya memiliki informasi untuk anda.


Inara tersenyum membaca pesan dari pengawal pribadinya itu.


To : Riku

__ADS_1


Katakan!


Klik, terkirim.


Kling,


From : Riku


Ace memiliki seorang kekasih dari kalangan miskin. Gadis itu bernama Ruby Ishikawa, dia hanya seorang diri di Tokyo. Ayahnya orang Rusia dan Ibunya asli Tokyo.


Wajah putih bersih Inara berubah memerah saat membaca pesan dari Riku.


To : Riku


Awasi dia!


Klik, terkirim.


Kling,


From : Riku


Baik Nona.


Arrgghhh!!!!


Prakkk!!!


Inara membanting ponselnya sampai hancur.


"Berani sekali gadis rendahan itu menjalin hubungan dengan laki-laki ku," ujar Inara dengan emosi meluap-luap di dalamnya.


"Ruby Ishikawa, kamu akan menerima akibatnya!!"


Hari berlalu,


Ace menemani Ruby membeli bahan-bahan untuk toko kue mochi yg akan dibuka oleh Ruby. Ace rela harus memakai topi atau penutup kepala lainnya dan berbagai atribut agar dirinya tidak terlalu mencolok didepan publik. Ace tidak bisa langsung menyediakan semua yg Ruby butuhkan, Ace tidak mau Ruby curiga karena belum saatnya Ruby tahu siapa dirinya.


"Ken, ini sudah terlalu malam. Apa kamu tidak apa-apa pulang sendiri?" Tanya Ruby khawatir.


Ace tersenyum penuh arti.


"Duduk dulu, aku ambilkan minum," ujar Ruby yang panik melihat Ace terbatuk-batuk.


Ruby memegangi gelas agar Ace bisa minum dan tidak batuk-batuk lagi.


"Kamu menginap saja disini Ken. Aku takut kamu malah jadi sakit bila terkena angin malam," ujar Ruby khawatir.


"Yes!! Senangnya bisa menginap!" Batin Ace bersorak bahagia.


"Iya Ruby," jawab Ace berpura-pura lemah.


Ruby mengantarkan Ace ke kamar agar bisa segera beristirahat. Di saat Ace bersiap tidur, Ruby malah keluar dari kamar.


"Ruby kamu mau kemana?" Tanya Ace.


"Aku akan tidur di kamar sebelah," jawab Ruby.


"Ini tidak boleh dibiarkan," batin Ace.


"Awww!!"


"Ken? Kamu kenapa?" Tanya Ruby langsung menghampiri Ace.


"Kepala ku sakit sayang. Tolong temani aku tidur," jawab Ace berusaha mengeluarkan jurus membujuk Ruby.


"Ken, aku takut terjadi," ucap Ruby terhenti.


"Aku tidak akan melakukannya. Percayalah," balas Ace meyakinkan Ruby.


Ruby diam sesaat.


"Sayang," panggil Ace.


"Baiklah, aku akan menemani mu tidur," jawab Ruby tersenyum.


"Yuhuu!!! Aku berhasil," sorak-sorak Ace dalam hati.


Ruby mencari posisi yg nyaman dipelukan Ace.

__ADS_1


"Boleh aku minta 1 hal lagi?" Tanya Ace.


"Apa?" Jawab Ruby.


"Tapi kamu harus percaya kepada ku," ujar Ace.


"Iyaa aku kan selalu percaya kepada mu Ken," jawab Ruby.


"Pakai kemeja ku itu, dan lepas semua pakaian dalam mu," bisik Ace.


Ruby langsung menatap Ace dengan tatapan tajam.


"Kamu berbohong kepada ku Ken? Kamu tidak sakit ya?" Ujar Ruby yg langsung bangun.


"Aku laki-laki normal, aku hanya ingin bermesraan dengan kekasih ku. Aku sudah berjanji tidak akan melakukan hal itu," ujar Ace seraya mengambil tangan Ruby.


Ruby menunduk karena begitu malu mendengar ucapan Ace yg begitu f*lgar.


"Sayang?" Panggil Ace.


Ruby masih diam.


"Cinta ku?" Panggil Ace lagi.


Ruby langsung menyahut kemeja milik Ace dan berjalan menuju kamar mandi. Ace tersenyum senang.


"Kamu memang milik ku sayang."


Pagi menyapa,


Tak henti-hentinya Ace menciumi seluruh wajah Ruby yg duduk dipangkuannya.


"Ken sudah! Aku lapar," ujar Ruby mendorong dada Ace agar berhenti menciumnya.


"Ruby, Ruby, Ruby, aku mencintai mu," jawab Ace.


"Aku lapar!!!" Ruby sampai mengulangi kata-katanya.


"Iya maaf. Ayo, kamu mau makan apa?" Tanya Ace menurunkan Ruby dari pangkuannya.


"Apa saja Ken, aku sudah lapar," jawab Ruby.


"Ken Tunggu!" Panggil Ruby.


"Ya," jawab Ken meletakkan ponselnya.


"Kamu bertato?" Tanya Ruby.


"Mati aku! Aarrgh pake acara lepas baju segala tadi malam," Batin Ace bingung.


"Eehm begini, Ayah ku sangat menyukai seni. Seiring aku tumbuh dewasa, aku juga menyukai seni lebih tepatnya tato. Ini hanya tato biasa yg aku sukai," jawab Ace mengarang.


"Oow begitu ya? Hehehhe, ya sudah! Aku kira kamu Yakuza, karena ada tato mu yg mirip dengan mereka," balas Ruby tersenyum.


Deg!


"Aku memang Yakuza Ruby," batin Ace berusaha menyembunyikan wajah gugupnya.


Kring.... Kring....


"Aku angkat telepon dulu," ujar Ace.


Ruby mengangguk.


"Halo."


"........"


"Nanti malam aku pulang."


"........"


"Aku bilang nanti ya nanti Diego."


"........."


"Inara?"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2