
Aku sudah memilih mu! Aku tidak akan mengingkari setiap kata yg terucap dan keluar dari mulut ku. Aku akan berusaha setia kepada mu. Ingatkan aku bila aku lupa, tegur aku bila aku salah. Aku ingin selalu dengan mu lalu kita menua bersama, Ruby.
Ruby mengejapkan matanya beberapa kali, gadis cantik yg sudah tak lagi gadis itu terbangun dari tidur nyenyak nya dan,
"Kenapa aku bisa disini?" Gumam Ruby bingung mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar yang bagus.
"Sudah bangun sayang?" Tanya Ace berjalan mendekati Ruby.
"Pergi!!! Aku membenci mu! Kamu pembohong," teriak Ruby saat melihat Ace.
Deg!
"Aku mencintai mu Ruby," batin Ace yg sedih melihat Ruby ketakutan dan membenci dirinya.
Ace perlahan duduk disamping Ruby.
"Kamu mau dengar cerita yg sebenarnya? Kamu mau tahu tidak siapa aku ini sebenarnya?" Tanya Ace dengan lembut seraya menggenggam tangan Ruby yg terus memegangi selimut yg membungkus tubuh polosnya.
Mata Ruby melirik kearah Ace yg tersenyum manis kepada dirinya. Dalam hati, Ruby ingin sekali memeluk Ace namun Ruby masih ingat dengan jelas kejadian saat Ace bersama Inara.
"Jangan menyimpulkan sesuatu yg belum kamu tahu kebenarannya dari kedua belah pihak. Ibaratnya, kamu harus menggunakan azaz praduga tak bersalah kepada ku sayang," ujar Ace lagi dengan sabar.
"Kenapa masih diam? Mau tahu siapa aku yg sebenarnya?" Tanya Ace lagi.
Ruby akhirnya mengangguk pelan.
Ace tersenyum melihat Ruby yg mengangguk, secara perlahan Ace memeluk Ruby dari belakang.
"Aku akan bercerita siapa aku ini yg sebenarnya, jangan dipotong dulu ya?" Ujar Ace.
Ruby mengangguk lagi.
"Nama ku Ace Xzander Inagawa. Aku putra dari Kenzo Inagawa dan Ayana Sora Inagawa. Pernah dengar nama Inagawa?" Ujar Ace.
Ruby menggeleng.
"Kamu lucu sekali By. Eehm, Inagawa adalah Yakuza terbesar ketiga di Jepang. Nenek ku menikah dengan orang Kolombia yg sialnya adalah mafia, lalu lahirlah Otouchan ku Kenzo. Apa kamu sudah bisa menebak siapa aku?" Ujar Kenzo tetap dengan sabar.
"Kamu seorang Yakuza?" Tanya Ruby pelan.
"Bisa dibilang begitu. Apa kamu takut dengan ku sayang? Jawab Ace seraya bertanya.
"Tidak, aku tidak takut," jawab Ruby pelan.
"Bagus, lagipula mana ada Yakuza yg tampan dan sabar seperti aku, ya kan?" Ujar Ace bercanda.
"Jangan genit begitu," balas Ruby seraya mencubit lengan Ace.
Ace hanya tertawa, karena Ruby sudah kembali mempercayainya. Hati Ace lega karena gadisnya tetap bersamanya.
Ace kemudian menceritakan kejadian kemarin yg melibatkan Inara dan Tuan Kenji. Ace juga menjelaskan seperti apa Inara itu, gadis ambisius yg menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Setelah mendengar cerita dan penjelasan dari Ace, Ruby merasa bersalah karena menuduh Ace tanpa mau mendengar penjelasan Ace dulu.
"Maafkan aku," ujar Ruby lirih.
__ADS_1
"Aku yg salah. Aku yg harusnya berkata jujur dari awal tentang jati diri ku. Maafkan aku yg membuat mu terlibat masalah," jawab Ace.
Hiiks!
Ruby tiba-tiba menangis.
"Kenapa sayang? Ada yang sakit?" Tanya Ace bingung karena Ruby tiba-tiba menangis.
Ruby menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih semalam sudah menolong ku," ujar Ruby seraya menangis.
"Sstt, sudah ya? Kamu adalah segalanya untuk ku, jadi memang sudah seharusnya aku melindungi mu," balas Ace menenangkan Ruby.
"Eeh, tunggu dulu! Kamu ingat kejadian semalam?" Tanya Ace.
Ruby mengangguk malu.
"Hahahaha, kamu benar mengingatnya?" Ujar Ace mengulangi pertanyaannya.
"I..ya," jawab Ruby lirih.
Cup!
Ace mengecup kepala Ruby.
"Maaf ya? Aku harus melakukan itu, mereka memberikan mu obat sial*n yg bisa berakibat fatal bila dibiarkan. Maaf," ujar Ace.
"Tidak apa-apa Ken eh Ace maksud ku. Beruntung kamu yg menolong ku, kalau orang lain entah lah," jawab Ruby.
Ruby dengan menahan malu pun menjawab,
"Nggak mau! Itu yg pertama dan terakhir kalinya kita melakukan itu," balas Ruby.
"Hahahahha, kalau itu aku tidak janji sayang ku. Kamu milik ku Ruby, aku yg pertama untuk mu. Ingat itu," ujar Ace dengan nada serius.
Jantung Ruby langsung berdetak kencang saat Ace berkata seperti itu.
"Iya Ace aku tahu," balas Ruby.
"Mereka akan mendapat balasannya karena telah membuat mu seperti kemarin. Beruntung Ichiro sangat cepat bertindak," balas Ace menahan emosi.
"Iya Ace. Eehm, aku ingin pip*s," ujar Ruby.
"Ayo aku antar," jawab Ace.
"Tidak usah, aku bisa Ace. Ini hanya pip*s," sahut Ruby.
"Heei, semalam kamu habis bertarung dengan ku dan aku yakin itu masih sakit. Ayo aku gendong saja," balas Ace.
Blush!
Pipi Ruby memerah malu mendengar ucapan mes*m Ace.
__ADS_1
"Aku sudah melihat dan merekam semua yg ada di tubuh mu. Tidak ada kata malu lagi dengan ku," bisik Ace.
Ruby mengangguk pasrah. Ace kemudian menggendong Ruby masuk ke dalam kamar mandi agar Ruby bisa buang air kecil.
"Keluarlah Ace. Aku bisa sendiri," ujar Ruby menahan malu.
"Aku akan membantu mu, hanya membantu. Oke?" Jawab Ace.
"Terserah saja," balas Ruby pasrah.
Ace dengan telaten membantu Ruby membersihkan diri dan memakai baju. Ace berhasil menahan hasr*tnya saat melihat tubuh Ruby, Ace tidak ingin membuat Ruby bertambah sakit.
Setelah selesai, Ace mengajak Ruby untuk makan pagi agar Ruby tidak sampai sakit.
Bandar Udara Internasional Narita.
Seorang pria yg masih sangat tampan di usia yg lebih dari separuh abad itu berjalan cepat saat melihat seniornya yg sudah dianggap sebagai Kakaknya sendiri.
"Okada," ujar Tuan Tetsuya tersenyum.
Grep!
Tuan Okada Saito memeluk Tuan Tetsuya.
"Sudah, lepaskan Okada! Nanti kita bisa dikira pasangan G*y tua," ujar Tuan Tetsuya.
"Hahahhaha! Anda masih saja sama," jawab Tuan Okada.
"Sudah-sudah, ayo segera pulang! Banyak yg harus kita bicarakan," ajak Tuan Tetsuya.
Tuan Okada mengangguk dan langsung mengikuti Tuan Tetsuya masuk kedalam mobil mewah berwarna hitam yg sudah menunggu.
Malam hari di sebuah rumah mewah,
Prakkkk!!
Brakkk!!
Arrgghh!!!!
"Apa saja yg kalian lakukan? Haaaah? Hanya membuat seorang gadis lemah agar diperk*sa laki-laki jalanan kenapa tidak becus!!!" Ujar Inara dengan emosi meluap-luap seraya menghancurkan barang-barang yg ada disekitarnya.
3 orang yg ada didepan Inara hanya bisa diam dan gemetar melihat Inara yg mengerikan saat marah.
"Riku!!!!" Panggil Inara.
"Saya Nona," jawab Riku yg sudah siap berdiri di belakang Inara.
"Singkirkan mereka!!" Titah Inara.
Riku mengangguk dan memberikan perintah kepada anak buahnya yg lain untuk melenyapkan ketiga orang yg gagal menjalankan tugas dari Inara, yaitu memberikan obat perangs*ng kepada Ruby agar Ruby tidur dengan pria lain dan Ace akan membenci Ruby. Namun Ichiro lebih dulu membawa Ruby pergi sebelum obat itu bekerja.
"Baiklah! Sekarang aku sendiri yg akan menundukkan mu Ace!"
__ADS_1
Tbc,