
Aku ingin lebih mengenalmu Ruby. Aku yakin kalau kamu adalah wanita yg Tuhan siapkan untuk ku.
Ace sedang mengantri membeli popcorn, karena malam ini Ace mengajak Ruby untuk menonton film. Bisa dibilang ini adalah kencan pertama mereka setelah menjadi sepasang kekasih, tentu saja Ace memaksa Ruby agar menerimanya.
"Terima kasih," ucap Ace.
"Sama-sama. Selamat menikmati," balas penjual popcorn.
Ace kemudian berjalan menghampiri Ruby yg duduk dikursi tunggu.
"Ini," ujar Ace menyodorkan popcorn kepada Ruby.
"Terima kasih Ken," balas Ruby.
Ace duduk disebelah Ruby.
"Kamu kenapa memakai topi dan kacamata seperti ini? Kamu terlihat berbeda Ken," tanya Ruby yg heran dengan penampilan Ace yg nampak berbeda dari biasanya.
"Eehm hanya ingin saja. Apa aku tidak terlihat tampan?" Ujar Ace.
"Tetap tampan, tapi rasanya aku seperti berkencan dengan orang yg berbeda," jawab Ruby tertawa.
"Aku seperti ini agar tidak ada yg mengenali ku dengan mudah Ruby. Agar kamu juga aman," batin Ace.
Pintu theater sudah dibuka, Ace menggandeng Ruby untuk segera masuk kedalam. Ace membeli semua tiket yg ada dibarisan kursinya dan Ruby, Ace tidak ingin ada orang lain yg duduk didekat Ruby.
"Ken, di deretan barisan tempat kita duduk kok nggak ada orang ya?" Tanya Ruby heran sambil melihat kanan dan kiri.
"Mana aku tahu Ruby, mungkin mereka tidak suka dengan barisan ini," jawab Ace mengarang.
"Hehehe, tapi nggak apa-apa sepi begini. Karena tidak akan terganggu dengan suara berisik orang lain," balas Ruby.
Cup!
Ace mengecup cepat pipi Ruby.
"Selamat menonton Sayang," ucap Ace.
**Blush**!
Pipi Ruby langsung merona saat mendapat perlakuan manis dari Ace.
Selama film diputar, tak henti-hentinya Ruby berdecak kagum dengan suasana, kursi, layar dan efek-efek yg ada difilm. Ace merasa sedih, melihat ekspresi Ruby yang seperti itu.
Bahkan Ace tidak menonton film sama sekali, Ace lebih tertarik mengamati Ruby.
2 jam kemudian,
Ace berjalan meninggalkan gedung bioskop menuju parkiran motor seraya merangkul Ruby yang terus saja berceloteh tentang film yg baru saja mereka tonton. Ace terus saja tersenyum palsu mendengar kesenangan Ruby, hati Ace sangat iba dengan keterbatasan yg selama ini dialami oleh Ruby. Hanya sekedar menonton film saja Ruby harus menabung, sungguh Ace sangat sedih.
Akhirnya Ace mengajak Ruby untuk makan malam karena sudah pukul 7.
"Ken, ini tempat mahal," ujar Ruby yg bingung kenapa Ace mengajaknya makan di Restaurant yg menyajikan daging sapi wagyu yg terkenal sangat mahal.
"Aku baru saja dapat bonus, tenang saja ya?" Jawab Ace berbohong.
"Silahkan Tua A...."
Ucapan pelayan Restaurant terhenti saat Ace mengangkat tangannya.
"Kamu mau makan apa Ruby?" Tanya Ace.
"Aku tidak tahu Ken. Terserah kamu saja, asalkan jangan daging yg masih agak mentah," jawab Ruby malu.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Ace.
"Aku alergi makanan mentah Ken," jawab Ruby.
"Berikan kami menu spesial disini dan semua harus well done (matang)," ucap Ace kepada pelayan yg masih kebingungan, kenapa pemilik Restaurant ini dipanggil Ken bukan Ace?
"Ba..ik," jawab pelayan.
Ace dan Ruby banyak mengobrol tentang kehidupan mereka tapi lebih tepatnya kehidupan Ruby. Karena Ace belum mengatakan siapa dirinya yg sebenarnya.
Tak lama kemudian hidangan berkelas dengan harga fantastis telah tersaji dimeja.
"Makan yang banyak ya sayang," ujar Ace mengusap kepala Ruby.
Blush!
Lagi-lagi pipi Ruby langsung memerah, mendapat perlakuan manis berkali-kali dari Ace.
Ruby dengan perlahan menikmati hidangan lezat tsb, sungguh sangat bahagia hati Ruby bisa merasakan betapa enaknya daging sapi super mahal itu.
Ace tersenyum melihat Ruby yg seperti mau menangis setiap menyuapkan potongan daging wagyu kedalam mulutnya.
"Sudah kenyang?" Tanya Ace.
"Sudah Ken," jawab Ruby.
"Mau ke toilet?" Tanya Ace.
"Iya mau. Dimana toiletnya?" Jawab Ruby.
"Ayo aku antar," ujar Ace.
Setelah mengantarkan Ruby ke Toilet, Ace menghampiri salah satu pelayan.
"Setiap saat aku kesini jangan panggil aku tuan muda, boss atau menyebut nama ku. Anggap aku tamu biasa seperti yg lainnya dan 1 lagi, ingat-ingat wajah gadis cantik yg bersama ku. Dia kekasih ku, mengerti?" Ujar Ace serius.
"Beritahu manager mu dan yg lainnya," balas Ace.
Si pelayan mengangguk dan langsung melaksanakan apa yang diperintahkan Ace.
"Ken?" Panggil Ruby.
"Ya sayang," jawab Ace.
"Aku sudah selesai," ujar Ruby.
"Oke ayo kita pulang," Ace menggandeng Ruby keluar dari Restaurant.
Ace mengendarai motor besarnya dengan kecepatan sedang, Ace menikmati pelukan hangat dari Ruby yg membuat hati Ace bahagia.
40 menit kemudian,
"Kamu mau mampir apa langsung pulang?" Tanya Ruby.
"Boleh aku bicara sebentar dengan mu?" Ujar Ace.
"Boleh," jawab Ruby.
Ace turun dari motor dan mengikuti Ruby masuk kedalam rumah Ruby.
"Mau minum?" Tanya Ruby.
"Tidak! Kemarilah duduk dipangkuan ku," jawab Ace menepuk pahanya.
__ADS_1
Ruby berjalan mendekati Ace dan duduk dengan nyaman dipangkuan pria tampan itu.
"Apa yg ingin kamu katakan?" Tanya Ruby.
"Aku naik jabatan, aku bukan lagi mekanik. Aku sekarang kepala para mekanik," ujar Ace mengarang bebas.
"Waah!!! Selamat ya sayang! Cup!" Ruby mencium pipi Ace.
Deg!
"Senangnya, bisa melihat kamu tersenyum Ruby," batin Ace.
"Terima kasih ya? Aku ingin kamu pindah dan ikut dengan ku," ujar Ace.
Kening Ruby mengerut mendengar perkataan Ace.
"Maksudnya?" Tanya Ruby bingung.
"Kita akan menyewa sebuah unit apartemen dan kita tinggal bersama," jawab Ace.
"Ken, kita belum menikah. Pacaran saja baru, aku tidak mau," tolak Ruby langsung.
"Oke oke aku mengerti. Begini saja kamu yg tinggal diapartemen ku ya? Bagaimana?" Bujuk Ace.
"Rumah ku bagaimana?" Tanya Ruby.
"Yaa kosong, kita bisa sering kesini untuk membersihkannya. Bagaimana?" Jawab Ace.
"Kamu serius Ken dengan hubungan ini?" Tanya Ruby memastikan.
"Demi Tuhan aku serius!" Jawab Ace bersungguh-sungguh.
Grep!
Ruby memeluk erat tubuh kekar Ace.
"Aku mau," jawab Ruby.
Ace tersenyum senang.
"Aku akan membahagiakan mu sayang," ujar Ace seraya mendekap tubuh Ruby.
Waktu berlalu,
Ruby sudah pindah ke apartemen sederhana yg di beli oleh Ace. Ace sengaja membeli apartemen yg tidak mewah agar Ruby tidak terlalu curiga.
"Waah, apartemen ini jadi lebih rapi sejak kamu tinggal disini," ujar Ace.
"Bukan karena aku, memang apartemen mu yg sudah sangat bagus," jawab Ruby.
Cup!
"Aishiteru Ruby," ujar Ace.
"Yay loo-bloo teb-yeh (aku mencintai mu)," balas Ruby menggunakan bahasa Rusia.
"Spasibo (terima kasih)," balas Ace juga menggunakan bahasa Rusia.
"Kamu bisa?" Tanya Ruby kaget.
"Aku harus bisa bahasa Ibu dari calon istri ku," jawab Ace.
"Kamu bisa aja," balas Ruby tersenyum.
__ADS_1
"Ruby, apakah kamu ingin memiliki anak?"
Tbc