The Ace

The Ace
Nemesis!


__ADS_3

Perjalanan kita masih panjang, aku dan kamu akan melalui banyak rintangan. Tapi yakinlah bila cinta kita akan mengikat kita walau terpisah jauh.


Ruby terbangun dari tidurnya dan melihat disebelah kiri ada Ace yg masih tertidur lelap. Ruby melihat wajah Ace yg nampak tenang saat tidur.


Pov Ruby,


Lihatlah! Kamu begitu tampan. Bagaimana aku tidak semakin mencintai mu bila kamu selalu memperlakukan ku seperti ratu? Ace, nama itu yg sekarang ada di dalam hati dan pikiran ku. Tuhan begitu baik mempertemukan aku dengan mu, kamu yg memberikan segala yg aku butuhkan. Bukan materi yg aku cari dari mu, tapi cinta dan kebersamaan yg aku inginkan. Ace Xzander aku mencintai mu.


End.


"Ace bangun!" Ruby berusaha membangunkan Ace.


"Eemhh...," Gumam Ace.


"Katanya mau ke rumah Tuan Tetsuya," ujar Ruby mengingatkan Ace.


"Nanti saja Ruby, biarkan mereka menunggu. Kemarilah," jawab Ace sambil menarik tangan Ruby.


"Tidak mau! Ayo bangun dulu," Ruby terus saja menggoyang-goyangkan tubuh Ace agar bangun.


"Kalau aku bangun, aku akan memakan mu saat ini juga Ruby!" Ujar Ace dengan nada tegas.


Mata Ruby melebar, ketika Ace berucap seperti itu. Ruby langsung bangkit dari ranjang dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Jret!


"Aaarggh!! Kalau nggak cinta, udah aku buang kamu ke kolam hiu," Ace yg kaget mendengar Ruby menutup pintu dengan keras.


1 jam kemudian,


Ace dan Ruby sudah berada di rumah mewah milik Tuan Tetsuya. Ruby sudah tidak terlalu kaget melihat rumah mewah Tuan Tetsuya yg bergaya khas Jepang.


"Apa orangnya baik?" Tanya Ruby lirih.


"Biasa saja. Ada aku bersama mu," jawab Ace seadanya.


Tak berselang lama, Tuan Tetsuya muncul bersama istrinya. Ruby disambut baik oleh Tuan Tetsuya dan Nyonya Audrey. Ruby merasa lega bahwa Paman dari Ace ini tidak mengerikan seperti bayangannya.


"Ruby, malam ini kita menginap disini," ujar Ace tiba-tiba.


"Kenapa? Aku tidak bawa baju ganti Ace," tanya Ruby.


"Jangan banyak tanya, oke?" Ujar Ace.


"Oke," balas Ruby memilih menuruti perkataan Ace.


Kembali ke,


Ruangan gelap tanpa ada cahaya yg bisa menembus masuk ke dalamnya.


"Saya Riku, Nona." Jawab pria bernama Riku.


"Ri..ku?" Tanya wanita tsb.


"Saya Riku, pengawal pribadi Nona Inara. Saya yg selalu menemani Nona," jawab Riku.


Yaa wanita di dalam ruangan gelap itu adalah Inara Shinoda. Inara menjadi seperti orang gila setelah kejadian mengerikan yg menimpanya.


Flashback On,


Kalau bisa memilih, lebih baik Inara mati saja saat itu juga. Tubuhnya lemah tak berdaya, sakit di sekujur tubuhnya bahkan tak dirasakannya lagi. 9 orang pria menggil*rnya secara brutal dan tidak manusiawi.


"Terima kasih Nona Shinoda!" Ujar salah satu pria.


Hahahahahahha!!!


Gelak tawa memenuhi rumah tua tsb.

__ADS_1


"Sepertinya dia sekarat?" Ujar salah satu pria.


"Wah iya betul, dia tidak bergerak! Lebih baik kita segera pergi saja," sahut yg lainnya.


Satu persatu pria-pria itu pergi meninggalkan Inara sendirian dalam keadaan yg mengenaskan.


Inara mendengar semua apa yg telah pria-pria itu katakan namun tubuhnya sudah tidak berdaya.


Pov Inara,


Apakah benar Kakek ada sangkut pautnya dengan lengsernya Kenzo Inagawa dari puncak pimpinan Yakuza? Lalu kenapa Kakek melakukan itu? Pria-pria itu mantan orang-orang Yamaguchi yg disingkirkan Kakek agar tidak ada yg tahu bila Kakek yg merencanakan pelengseran Kenzo? Kakek mengatakan Kenzo tidak becus memimpin hingga para anggota lain memilih agar dia di lengserkan. Untuk apa Kakek melakukan hal itu? Karena perbuatan Kakek, aku yg harus menanggung semuanya? Aku yg harus kesakitan sendirian? Dimana kamu Kek?


End.


"Aku ingin mati saja," suara batin Inara.


Inara mulai memejamkan mata, merasakan betapa sakit di tubuh dan hatinya. Namun,


Shrek!!


"Nona!!! Nona bangun!!!"


"Riku."


Riku berlari menggendong wanita yg selama ini dia jaga dengan sepenuh hati masuk ke dalam rumah sakit.


Riku tertunduk lesu saat tahu apa yg telah menimpa Inara. Riku tidak bisa berada disamping Inara karena harus pergi ke Bangkok untuk menemani Tuan Kenji yg berlibur.


"Maafkan saya Nona," gumam Riku.


Riku mengurus semua tentang Inara agar berita ini tak sampai menyebar kemana-mana. Riku membawa Inara kerumah orang tuanya yg ada di Hokaido yg letaknya jauh dari Tokyo.


Flashback Off.


"Kakek?" Tanya Inara.


"Dia adalah penyebab aku begini, dia yg seharusnya menderita!!!!" Inara tiba-tiba mengamuk dan berteriak.


Riku langsung memeluk Inara.


"Aku lebih baik mati!!!" Teriak Inara penuh keputusasaan.


"Aku akan bersama mu, tolong! Jangan seperti ini," ujar Riku.


Hiikss.


Inara menangis keras, menangisi nasibnya. Kakeknya tidak peduli kepada dirinya lagi. Beruntung ada Riku yg begitu baik mau membantu Inara bahkan merawat wanita malang itu.


Kembali ke Tokyo,


Ace menatap Tuan Okada dengan tajam dan begitu juga sebaliknya.


"Hasilnya?" Ujar Ace.


"Tunggu saja," jawab Tuan Okada.


"Cucunya sudah gila, aku ingin dia segera menyusul cucunya itu," ujar Ace.


"Tunggu saja! Biar terjadi secara alami," jawab Tuan Okada.


"Cckk, oke!" Balas Ace dan langsung pergi meninggalkan Tuan Okada.


Ace berjalan cepat keluar rumah Tuan Okada dan segera masuk mobilnya. Ace memacu mobilnya dengan cepat menuju tempat yg sangat dia rindukan.


1 jam kemudian,


Ace berdiri menatap dua foto orang yg amat sangat di rindukannya.

__ADS_1


"Maaf agak lama aku datangnya. Aku sudah membalaskan apa yg telah keluarga itu lakukan kepada mu Otouchan! Sebentar lagi tua bangk* itu akan membusuk di penj*ra," monolog Ace di depan makam Kenzo dan Ayana.


"Mereka sengaja melengserkan mu dan membuat mu di gunjing orang hingga Okachan sakit lalu meninggal. Dan, kamu lebih memilih ikut pergi bersama Okachan. Disaat kalian sudah tidak bersama ku lagi, di saat itu pula aku berjanji akan membalas keluarga Shinoda untuk mu Kenzo Inagawa dan Ayana Inagawa."


mata Ace memerah bila mengingat kejadian saat Kenzo di lengserkan paksa dari jabatan Yakuza tertinggi hingga membuat Ayana sakit karena terus memikirkan Kenzo banyak digunjing orang. Ayana meninggal dunia karena terlalu stress dan tekanan darahnya sangat rendah.


Dan tak berselang lama, Kenzo ikut menyusul belahan jiwanya di keabadian karena serangan jantung mendadak.


Ace di didik oleh Kenzo untuk menjadi pribadi yg tangguh. Ace hanya menangis saat tahu Ayana meninggal dunia, dan bahkan saat Kenzo tiada Ace tidak menangis sama sekali. Ace memang tidak sekeras Kenzo, tapi hati Ace jauh lebih keras dibanding Kenzo. Ace lebih santai dalam segala hal berbeda dengan Kenzo ayahnya yg terlihat kaku. Namun, Ace bisa menjadi lebih mengerikan dibanding Kenzo bila ada yg mengusiknya.


"Aku pulang dulu. Aku mencintai kalian," ucap Ace yg kemudian meninggalkan makam kedua orang tua nya di malam hari yg gelap.


Hari berlalu dengan cepat,


Ace mendapatkan laporan dari anak buahnya bila Inara di rawat oleh Riku dan di bawa ke Hokaido.


"Kamu menyimpan video menjijikkan itu?" Tanya Ace kepada Diego.


"Ya," jawab Diego malas.


"Simpan baik-baik, bila dibutuhkan video menjijikkan Nona Muda Shinoda bisa kita pakai," ujar Ace.


"Ya," jawab Diego singkat.


"Kau boleh melihatnya Diego, siapa tahu kamu ingin melakukan hal-hal diluar nalar," goda Ace.


"Akan aku bakar mulut mu kalau terus mengoceh!" Ancam Diego dengan kesal.


"Hahahhahahaha, aku hanya bercanda Diego," balas Ace tertawa.


Diego hanya memutar bola matanya.


"Ace," panggil Diego.


"Heemm," jawab Ace.


"Kamu sudah menyelidiki latar belakang Ruby?" Tanya Diego.


Ace menatap Diego sejenak.


"Belum," jawab Ace.


"Cari tahu latar belakang Ruby, agar tidak ada masalah dikemudian hari," saran dari Diego.


"Nanti saja," jawab Ace cuek.


"Ace, walau Ruby dari keluarga biasa, tapi wajib hukumnya untuk kita mencari tahu sampai akarnya latar belakang orang yg akan masuk ke dalam kehidupan kita Ace. Jangan lengah," ujar Diego mengingatkan Ace.


Ace menatap Diego yg berdiri didepannya.


"Aku akan mencari tahu tentang Ruby. Jangan khawatir," jawab Ace.


"Oke," sahut Diego.


"Aku pulang dulu," ujar Diego seraya memakai jasnya dan meninggalkan Diego.


"Hati-hati," jawab Diego.


Ace mengangguk tanpa menoleh ke arah Diego.


"Aku harus mencari tahu sendiri."


Tbc,



Siapa yg mau ikut main kejar-kejaran sama Abang Ace???

__ADS_1


__ADS_2