The Ace

The Ace
Fly with U


__ADS_3

Aku sangat merindukan mu Ayana Sora. Melihat Rai Nara, mengingatkan ku kepada mu Ayana. Kenapa kamu pergi begitu cepat, Okachan?


"Ruby," panggil Ace.


"Ya?" Jawab Ruby.


"Kita pakai private jet saja ya?" Ujar Ace.


"Pakai pesawat komersil saja Ace, aku ingin seperti orang-orang pada umumnya. Kamu mau kan?" Jawab Ruby.


"Oke tapi, first class," balas Ace cepat.


"No, economy class," sahut Ruby tak kalah cepat.


"Tinggi ku 183cm Ruby, kaki ku yg panjang ini akan sakit, kebas, kesemutan kalau naik kelas ekonomi. Kelas bisnis saja titik, kamu nggak kasihan sama aku?" Ujar Ace memelas.


"Hahahhah, iya Oke sayang ku," jawab Ruby tertawa.


"Nah gitu dong!" Ujar Ace lega.


"Kamu bisa bahasa Indonesia Ace?" Tanya Ruby.


"Sedikit, hehehhee. Aku lupa lupa ingat saat Okachan masih ada, dia selalu mengajarkan ku bahasa Indonesia," jawab Ace dengan wajah yg berubah sendu.


Ruby paham bila kekasihnya itu merindukan Ibu dan Ayahnya.


"Eehm, aku ingin berkenalan dengan Otouchan dan Okachan. Boleh?" Ujar Ruby.


Wajah Ace langsung berbinar.


"Nanti sore kita kesana ya," balas Ace.


Ruby mengangguk senang saat Ace akan mengajaknya berkunjung ke makam kedua orang tua Ace.


Sementara itu di Bangkok Thailand,


Pria tua dengan tubuh penuh tato yg amat sangat dikenal semua orang, digiring ke kantor polisi setempat.


Kenji Shinoda ditangkap di salah satu hotel saat pemimpin salah satu Yakuza itu sedang bersenang-senang dengan rekannya yg lain.


Kenji Shinoda ditangkap atas tuduhan penyelundupan narkob* jenis koka*n dengan berat lebih dari 10kg. Tuan Kenji bersikeras menolak semua tuduhan tsb, namun barang bukti berupa koka*n ada didalam kamar hotel yg disewanya selama lebih dari 2 minggu itu. Tuan Kenji tidak bisa menolak atau mengelak karena jelas-jelas ada barang buktinya.


Di kantor polisi,


Tuan Kenji menunggu pengacaranya yg dijadwalkan akan datang dari Jepang untuk menangani kasusnya.


"Tuan Kenji Shinoda, silahkan! Pengacara anda sudah datang," ujar salah satu petugas.


Tuan Kenji berjalan keluar dari sel dengan tangan diborgol menuju ruang kunjungan.


Didalam ruangan berkunjung,


"Bagaimana ini bisa terjadi Tuan?" Tanya pengacara Tuan Kenji yg bernama Ryuga.


"Aku tidak tahu, aku tidak mungkin menyelelundupkan itu semua. Itu Koka*n barang yg jarang ada di Asia, aku benar-benar tidak tahu Ryuga," jawab Tuan Kenji.


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin Tuan. Karena ini sangat berat," balas Ryuga.


"Bebaskan aku dari sini Ryuga!!! Aku akan membayar mu berapa pun yg kamu minta," ujar Tuan Kenji dengan nada meninggi.


"Ini bukan masalah uang Tuan! Di organisasi sudah ada yg tahu tentang kabar anda sekarang. Cepat atau lambat pemimpin tertinggi akan digantikan! Tentu anda tahu tentang Nona Inara bukan?" Ujar Ryuga tak mau kalah.


"Iya aku tahu!" Jawab Tuan Kenji menunduk.


"Anda sama sekali tidak memberikan pertolongan kepada cucu anda. Beruntung Riku merawat Nona Inara, apa yg membuat anda seperti ini?" Tanya Ryuga bingung dengan sikap Tuan Kenji.


"Aku lelah Ryu. Inara selalu memaksa ku, aku muak dengan bocah itu! Aku pasrah bila aku tetap di hukum mati," jawab Tuan Kenji lesu.


Haaahh!


Ryuga menghela nafasnya.

__ADS_1


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Jaga diri anda Tuan," ujar Ryuga berdiri lalu membungkukkan badannya ke arah Tuan Kenji.


Tuan Kenji hanya diam saja saat Ryuga pergi.


"Ini pasti perbuatan anak Kenzo."


Hari berlalu,


Jakarta, Indonesia.


Ace begitu posesif kepada Ruby begitu sampai di Jakarta. Ace merasa menyesal sudah mendadani Ruby dengan pakaian bermerek dunia, karena Ruby berubah menjadi seperti artis. Bahkan saat turun dari pesawat ada orang yg meminta berfoto dengan Ruby, Ace ingin sekali marah tapi Ace tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia. Ace sudah meminta 4 orang pengawal untuk ikut bersamanya, tapi lagi-lagi Ruby menolak. Ruby ingin pergi berdua dengan Ace selayaknya orang biasa tanpa pengawal dll nya.



"Tahu gini lebih baik kamu pakai baju lama mu." Batin Ace masih kesal.


"Ace, kita menunggu jemputan?" Tanya Ruby yg berdiri disamping Ace dengan merangkul lengan kekar Ace


"Iya sayang. Sebentar lagi," jawab Ace sesabar mungkin.


Tak sampai 5 menit seorang wanita yang masih sangat cantik, elegan dan berkelas di usianya 45 tahunan itu berjalan menghampiri Ace dan Ruby.


"Konichiwa Mr. Inagawa," sapa sang wanita.


Ace tersenyum dan,


Grep!


"Miss you," ujar Ace langsung memeluk wanita itu.


Ruby bingung kenapa Ace tiba-tiba memeluk wanita tsb.


"Ini Rai Nara Abraham, Kakak perempuan ku," ujar Ace melepaskan pelukannya dari wanita yg tak lain adalah Nara.


Ruby seketika membungkukkan badannya memberi salam.


"Cantik sekali, dia artis Ace?" Ujar Nara kepada Ace.


"Dia Artis di hati ku," jawab Ace.


"Saya Ruby Nyonya," jawab Ruby menyambut uluran tangan Nara.


"Panggil aku Kakak saja ya cantik. Ayo kita segera pulang saja," ujar Nara.


Ace langsung menggandeng Ruby berjalan mengikuti Nara menuju mobil.


1 jam kemudian,


Mobil yg ditumpangi Ace, Ruby dan Nara sudah sampai di rumah mewah Nara dan Rain suaminya.


Ace tahu Ruby pasti kepanasan karena cuaca di Jakarta jauh lebih ekstrim daripada di Jepang.


"Panas?" Tanya Ace.


"Tidak apa-apa Ace," jawab Ruby.


Ace tersenyum mendengar jawaban Ruby.


"Setelah ini kita berendam berdua ya? Aku akan membuat mu nyaman," bisik Ace lembut.


Ruby tersenyum malu mendengar bisikan Ace.


"Mau," jawab Ruby lirih.


"Kamu tidak akan bisa jauh dari ku sayang," batin Ace bahagia karena Ruby tidak bisa jauh darinya.


"Hei, ayo turun!" Ujar Nara yg sedari tadi menunggu Ace dan Ruby yg masih ada didalam mobil.


"Hahaha iya," jawab Ace tertawa.


Ace merangkul pinggang Ruby dengan posesif saat berjalan masuk kedalam rumah Nara.

__ADS_1


"Lepaskan dia Ace!" Ujar Nara yg jengah melihat kelakuan Ace.


"Ssstt!!! Stop! Jangan mengatur ku! Dia kekasih ku biarkan saja aku mau melakukan apapun dengannya," jawab Ace tak kalah ketus.


Nara memutar bola matanya mendengar adik bungsunya yg mirip dengan Kenzo.


"Kamar kalian di atas paling ujung. Kalian istirahat saja dulu, Rain masih dikantor juga," ujar Nara.


"Oke! Kami naik dulu. Bye," jawab Ace yg langsung membawa Ruby naik kelantai 2 ke kamar mereka.


"Bocah tua nggak jelas!" Gumam Nara kesal dengan Ace.


Ceklek!


Ruby langsung berlari dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang saat Ace membuka pintu kamar.


Buk!


"Aah nyamannya!!" Ucap Ruby.


"Jadi berendam?" Tanya Ace.


Ruby mengangguk dengan semangat.


Ace langsung masuk ke kamar mandi dan mengisi bath up.


"Ruby kemari!" Panggil Ace.


Ruby bangkit dari ranjang dan berjalan ke dalam kamar mandi.


"Ada apa?" Tanya Ruby.


Ace langsung menarik tangan Ruby dan...


Malam hari di Kediaman Nara dan Rain.


Ruby begitu senang melihat keharmonisan antara Nara dan Rain. Mereka begitu kompak bahkan terlihat seperti sahabat. Nara dan Rain hanya memiliki seorang Putra bernama Ezra Tanawat Jarvis yang berusia 19 tahun.


Anggap aja mereka semua bisa bahasa Indonesia😁🤭


"Kamu tidak berubah Ace, kamu sama seperti 7 tahun yg lalu," ujar Rain.


"Aku tidak akan bisa tua Kakak Ipar," jawab Ace menyombongkan diri.


"Ckk, dasar!" Gumam Nara.


"Kamu itu ya, kalau aku nggak kesini marah-marah, terus aku udah disini di sewotin," ujar Ace yg mendengar kekesalan Nara.


"Sudah-sudah, kenapa setiap bertemu selalu begini?" Lerai Rain.


"Ezra kemana?" Tanya Ace tidak ingin memperpanjang urusannya dengan Nara.


"Paling sebentar lagi pulang. Biasa main sama temen-temennya," jawab Rain.


"Ruby, bagaimana pertama kali ke Jakarta?" Tanya Nara.


"Suka Kak, cuma agak panas heheheh," jawab Ruby.


Obrolan antara Ace, Ruby, Nara juga Rain berlanjut dengan santai dan hangat. Banyak yg mereka berempat ceritakan mulai pertemuan antara Ace dan Ruby, tentang perkantoran dan masih banyak lagi. Hingga,


"Mama, aku pulang!" Ucap seorang pemuda tampan yg tak lain adalah Ezra.


"Kemari Boy, ada Uncle Ace dan kekasihnya Ruby," panggil Rain.


Ezra berjalan ke ruang keluarga dan,


Deg!


"Oh My Lord! Cantik banget! Gila!! Fix Ini bukan orang."


Tbc,

__ADS_1



Mau ikut Abang Ace, Neng??


__ADS_2