The Ace

The Ace
New Chapter!


__ADS_3

Sekedar berbagi pandangan dengan orang lain saja aku tidak rela, apalagi aku sampai kehilangan mu? Mungkin akan terdengar biasa saja dan berlebihan, tapi aku memang tidak akan bisa bersemangat bila dihidup ku tak ada kamu. Di sisa hidup ku nanti, aku hanya ingin bersama mu dan hanya dengan mu.


Di dalam kamar Ace dan Ruby,


Ace menatap wajah cantik Ruby yg sudah terbuai dalam alam mimpi. Ace benar-benar menggilai Ruby sampai tak membiarkan Ruby jauh dari dirinya.


"Aku sangat mencintai mu Ruby," gumam Ace membelai lembut rambut panjang Ruby.


Hati Ace begitu gelisah dan tidak tenang saat Ezra putra dari Nara menatap Ruby dengan tatapan penuh minat dan kagum. Hati Ace rasanya panas dan tidak enak, ada pria lain yg terlihat jelas menyukai Ruby.


Flashback on,


"Uncle kapan datang?" Tanya Ezra.


"Tadi pagi boy. Kamu semakin besar ya," jawab Ace.


"Hahahaha, Uncle yg semakin besar badannya," balas Ezra.


"Bisa saja kamu. Eeh, ini kenalkan belahan hati Uncle. Namanya Ruby," ujar Ace memperkenalkan Ruby kepada Ezra.


Saat Ezra menjabat tangan Ruby, mata Ace melihat kekaguman yg luar biasa dari Ezra saat berbicara dengan Ruby. Ace ingin segera melepaskan jabat tangan antara Ruby dan Ezra namun sekali lagi, logika Ace masih berjalan jadi Ace berusaha menahan emosinya.


Setelah itu,


Semua orang berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol santai.


"Ruby, mau ikut Kakak ke dapur mengambil camilan?" Ajak Nara.


Ruby melihat Ace meminta persetujuan,


"Iya boleh Sayang," ucap Ace.


Ruby tersenyum dan berjalan mengikuti Nara ke dapur.


"Tumben mau gabung sama Mama Papa?" Tanya Rain yg heran dengan Ezra yg tumben mau berkumpul bersama.


"Heheheh, kan ada Uncle Pah, jadi boleh lah ngobrol-ngobrol," jawab Ezra cengengesan.


"Yaa tentu saja boleh," balas Rain.


Ketiga pria berbeda generasi itu mengobrol ringan diselingi gurauan hingga,


"Pah bantu mamah lah bawa nampannya," ujar Nara kepada Rain.


"Ups sorry sayang," jawab Rain yg langsung berdiri membantu Nara.


Lalu disusul Ruby yg berjalan dibelakang Nara membawa beberapa kaleng minuman ditangannya dan,


"Biar aku bantu," ujar Ezra yg langsung berdiri bersiap membantu Ruby namun,


Ace sudah berdiri lebih dulu dan langsung mengambil semua kaleng dari tangan Ruby kemudian di letakkan diatas meja.


"Panggil aku kalau kamu kesulitan. Kenapa diam saja saja haa?" Ujar Ace dengan nada tidak bersahabat.


Ruby yg agak bingung dengan sikap Ace, akhirnya paham bila kekasihnya itu cemburu.


"Maaf ya? Lain kali aku akan memanggil mu," jawab Ruby dengan sabar.


Grep!


Ace langsung memeluk Ruby tanpa mempedulikan Nara, Rain dan Ezra.


"Aku mencintai mu Ace," ucap Ruby lirih.


Ace tersenyum mendengar perkataan Ruby.

__ADS_1


Flashback off.


Hari berganti,


Ace berdiri dibelakang kursi yg diduduki oleh Ruby. Pria sangar bertato itu sedang asyik menyisir rambut Ruby.


"Kita pulang besok malam," ujar Ace.


"Pulang? Katanya kita seminggu di sini?" Tanya Ruby bingung.


Ace hanya diam saja.


Ruby melihat wajah dingin Ace dari cermin yg ada didepannya.


"Apa aku berbuat salah?" Tanya Ruby.


Ace menggeleng.


"Lalu?" Tanya Ruby lagi.


Haaahh!


Ace menghela nafasnya.


"Aku ingin kita segera kembali ke Tokyo dan meneruskan impian kita berkeliling dunia," ujar Ace.


"Benarkah? Kamu benar-benar akan membawa ku berkeliling dunia Ace?" Tanya Ruby dengan antusias.


"Tentu saja, kita berdua akan berkeliling dunia dan menjalani hari-hari dengan normal sesuai keinginan mu," jawab Ace.


Ruby langsung berdiri dan memeluk Ace.


"Aku mencintai mu Ace," ucap Ruby.


Ace semakin mengeratkan pelukannya.


Nara merasa heran saat mendengar bila Ace akan segera kembali ke Tokyo, padahal Ace dan Ruby masih sehari di Jakarta.


"Apa kamu tidak betah disini By?" Tanya Nara.


"Bukan Ruby yg ingin segera pulang. Tapi Uncle Tetsuya meminta ku segera kembali karena organisasi sedang ada masalah," jawab Ace.


"Kamu lebih mementingkan organisasi, Ace?" Tanya Nara merasa kecewa dengan Ace.


"Bukan begitu Kak. Sebelum aku kesini, ada insiden yg cukup berbahaya untuk organisasi. Maaf tapi kami berdua harus kembali," jawab Ace tetap pada pendiriannya.


"Baiklah Ace, Kakak mengerti. Tapi ingat luangkan waktu untuk kembali ke sini ya?" Ujar Nara memilih mengalah melepas Ace kembali ke Tokyo.


Ace lega karena Nara mengerti dan tidak mempersulitnya.


Hari berganti dengan cepat, bulan baru pun sudah menyambut. Hubungan Ace dan Ruby semakin dalam dan tak terpisahkan, bahkan Ace lebih banyak menghabiskan waktu bersama Ruby dibanding mengurus pekerjaannya.


"Ruby, apa kamu mau kalau kita pindah ke Swedia?" Tanya Ace disela sarapan pagi.


"Aku terserah kamu, kemanapun kamu pergi aku ikut," jawab Ruby.


"Swedia tempat yg cocok untuk kita. Kita akan memulai kehidupan baru disana," ujar Ace.


"Aku akan selalu bersama mu," balas Ruby.


Ace sangat senang karena Ruby setuju untuk pindah ke Kota Stockholm Swedia. Ace ingin mengikuti jejak Kenzo Ayahnya yg juga pindah ke negara lain bersama Ayana dan memulai hidup baru.


Malam hari,


Tuan Tetsuya menatap Ace yg berdiri didepannya dengan mata berkaca-kaca. Hati pria tua itu sangat sakit mendengar bila putra Kenzo memilih untuk pergi dan memulai hidup baru di negara lain. Bukan tanpa alasan mengapa Tuan Tetsuya Jiro sangat sedih juga takut, karena Tuan Tetsuya masih ingat dengan jelas bagaimana kejadian yg menimpa Kenzo dan Aya di Hawai berpuluh tahun yg lalu.

__ADS_1


Tuan Tetsuya takut bila hal serupa akan terjadi kepada Ace dan Ruby. Tuan Tetsuya berusaha mencegah Ace untuk pergi dan menetap saja di Tokyo, namun lagi-lagi ini Ace dengan pendirian teguh. Ace tetap memilih untuk pergi bersama Ruby ke Swedia.


"Aku sangat menyayangi mu Ace. Kamu anak ku, aku minta maaf bila selama ini aku bersalah kepada mu," ucap Tuan Tetsuya.


Grep!


Ace langsung memeluk Tuan Tetsuya.


"Aku yg harusnya minta maaf. Aku sering merepotkan mu Uncle, sekarang biarkan aku meneruskan hidup ku dengan cara ku. Aku tetap anak mu aku juga menyayangi mu," jawab Ace.


Tuan Tetsuya melepaskan pelukan dengan Ace.


"Panggil kami bila kamu kesulitan," ujar Tuan Tetsuya.


"Pasti," balas Ace.


Hhhhhaaahh!!


"Pergilah Ace,"


1 bulan kemudian,


Stockholm, Swedia.


Disebuah rumah bergaya minimalis modern yg terletak tak jauh dari pusat kota, Ace dan Ruby tinggal. Ace membeli rumah tsb agar Ruby leluasa dan nyaman daripada harus tinggal di apartemen. Ace dan Ruby sudah hampir 1 bulan berada di Stockholm.


Kegiatan Ruby saat ini adalah mengikuti kelas bahasa Inggris, karena Ruby tidak fasih dalam berbahasa Inggris. Sementara Ace, hanya dirumah saja seraya mengontrol perusahaan miliknya sendiri yg bergerak dibidang fashion. Ace tidak membangun perusahaan tsb namun Ace membelinya karena salah satu perusahaan fashion besar di Jepang itu diambang kebangkrutan.


Tidak ada yg tahu Ace memiliki sebuah perusahaan fashion dengan brand besar di Jepang, kecuali Diego.


"Ace? Boleh aku mencari kerja?" Tanya Ruby.


Deg!


Ace menatap Ruby tidak suka.


"Aku yg akan bekerja, kamu cukup dirumah. Lakukan apapun yg kamu inginkan, les memasak, belanja, kesalon atau apapun itu," jawab Ace dengan nada tidak bersahabat.


Ruby menelan ludahnya kasar mendengar perkataan Ace.


"Aku hanya takut bila keuangan ki,"


"Jangan risaukan masalah uang. Tanpa bekerja pun kita akan tetap kaya raya sampai mati. Otouchan dan Okachan mewariskan semua harta mereka kepada ku. Tapi, aku akan tetap bekerja untuk mu," potong Ace cepat.


Ruby bingung harus berkata apa.


"Maaf!! Aku tidak bermaksud marah, aku sangat mencintai mu. Aku akan melakukan apapun untuk mu, jadi cukup berada di sisi ku dan mencintai ku," ujar Ace lagi.


"Aku mengerti Ace. Aku minta maaf," balas Ruby.


Ace tersenyum.


"Kemarilah," ujar Ace.


Ruby menghampiri Ace dan duduk dipangkuan Ace.


"Hiduplah dengan nyaman, jangan merisaukan apapun. Aku untuk mu Ruby, dan Ruby milik Ace. Apa kamu mengerti?" Ujar Ace.


"Aku mengerti Ace," jawab Ruby.


Cup!


"Aku sangat mencintai mu," ucap Ace seraya mengecup bibir Ruby.


"Aku juga sangat mencintai mu," balas Ruby.

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2