
...Kamu sedang apa Ruby? Aku merindukan mu. ...
Ace bersama Diego sudah berada di Markas Tokyo untuk membagi tugas dan melihat kondisi yg ada di sekitar Tokyo yang juga menjadi markas Yakuza terbesar di Jepang yaitu Yamaguchi. Ace mengantisipasi agar antara Inagawa dan Yamaguchi tidak bersinggungan hanya karena memperebutkan wilayah kekuasaan.
"Ichiro, kamu peta-petakan setiap wilayah yg tidak ada yakuza lain terutama yamaguchi," perintah Ace.
"Baik," jawab Ichiro yg langsung melakukan apa yg diperintahkan oleh Ace.
Diego memberikan pengarahan kepada anak buah yg lain yg sudah dikumpulkan.
Ace dan Diego tenggelam dalam pekerjaan mereka yg harus banyak bertemu dengan orang-orang yg bersinggungan dengan Yakuza. Hingga Ace lupa untuk memberikan kabar kepada Ruby yg sedari pagi sudah menunggu Ace datang ke Kantin rumah sakit.
"Kamu tidak dijemput kekasih mu?" Tanya Hanawa.
"Eh.. mungkin dia sedang sibuk bekerja," jawab Ruby.
"Memang apa pekerjaannya?" Tanya Hanawa.
"Dia mekanik disebuah bengkel besar," jawab Ruby.
"Dia terlalu bersih dan tampan untuk ukuran mekanik yg harus selalu bersentuhan dengan oli dan lainnya," ujar Hanawa.
Ruby hanya diam saja.
"Ayo aku antarkan pulang saja," ajak Hanawa.
"Tidak usah. Aku harus kepasar dulu Hanawa. Aku duluan ya?" Tolak Ruby.
"Hati-hati Ruby," balas Hanawa.
Rubu mengangguk dan berjalan meninggalkan Hanawa menuju halte bus.
Tak sampai 10 menit, bus yg di tunggu oleh Ruby sudah datang. Gadis cantik itu naik bus menuju pasar yg tak jauh dari rumahnya untuk berbelanja keperluan dapur dan bahan membuat mochi.
20 menit kemudian,
Ruby dengan cekatan memilih sayuran, bumbu dapur dan yg lainnya.
"Ruby, besok ada festival di Kuil besar. Cobalah berjualan disana," ujar Ibu pemilik toko bahan kue.
"Iya Bibi. Makanya aku belanja untuk membuat mochi dan akan aku jual besok," jawab Ruby.
"Ini aku berikan lebih agar besok jualan mu lebih banyak dan kamu mendapat banyak uang," ujar Bibi pemilik toko.
"Terima kasih Bibi, terima kasih," ucap Ruby penuh syukur.
Setelah membeli semua yg diperlukan, Ruby menenteng kantong belanjaan berjalan menuju rumahnya yg hanya berjarak 8 menit saja bila ditempuh dengan berjalan kaki.
Sesampainya dirumah,
Ruby langsung mencuci tangan dan segera membuat adonan mochi agar besok pagi-pagi sekali bisa dijual.
Tanpa terasa sudah pukul 1 dini hari, Ruby baru saja selesai membuat mochi. Ruby sudah mandi dan berganti piyama tidur yg dibelikan oleh Ace.
"Aku ingin bertemu dengan mu Ken," gumam Ruby meraba piyama tidurnya.
"Semoga besok kamu ada kabar."
Keesokan harinya,
__ADS_1
Ruby sudah bersiap penuh semangat menunggu para pengunjung festival, dan berharap dagangannya laris manis.
Para pengunjung begitu ramai, dagangan Ruby juga lumayan banyak pembeli walau tidak seramai saat dibantu oleh Ace.
"Bibi, kenapa itu sangat ramai?" Tanya Ruby kepada Bibi pedagang lain.
"Itu ada putra tunggal Tuan Besar Kenzo, katanya sudah mau masuk organisasi. Jadi di undang ke Festival," jawab Bibi pedagang.
"Siapa itu Bibi?" Tanya Ruby.
"Tuan Kenzo adalah putra dari salah satu putri pendiri Yakuza Inagawa dan Tuan Kenzo memiliki seorang putra bernama Tuan Ace. Nah, Tuan Ace akan masuk organisasi jadi oleh Ketua Yamaguchi, Tuan Ace di undang sebagai penghormatan," ujar Bibi menjelaskan.
Ruby nampak bingung karena tidak mengerti dan kenal siapa mereka itu.
"Waah, kalau orang kaya dan punya kedudukan pasti dikerubungi orang begitu ya?" Ujar Ruby.
"Iya, masih muda dan tampan," balas Bibi.
Ruby hanya mengangguk saja.
Ruby kemudian merogoh kantung jaketnya dan melihat ke ponselnya namun, lagi-lagi tidak ada balasan dari Ace.
"Kamu bodoh Ruby! Dia tampan dan setidaknya punya uang, tentu saja kamu hanya dianggap gadis gampangan," batin Ruby tersenyum kecut.
"Aku terlalu berharap. Heheheh," gumam Ruby tertawa sendiri.
"Ruby ayo kita bereskan dagangan kita," ajak Bibi .
"Iya Bi," jawab Ruby juga bersiap membereskan dagangannya.
Ruby menenteng kotak berisi mochi yg tidak laku untuk diberikan kepada anak-anak jalanan di dekat rumahnya. Namun tiba-tiba ada anak kecil berlari hendak menyebrang jalan, Ruby segera mengejar anak kecil tsb.
Ciit!!
Punggung Ruby membentur kap mobil mewah yg hampir saja menabrak anak kecil tsb, beruntung Ruby berhasil melindungi anak kecil itu dalam dekapannya.
"Hei Nona!! Apa yg kamu lakukan?? Lihat kue-kue busuk mu mengotori mobil mewah Bos kami," ujar seorang pria yg keluar dari mobil mewah berwarna hitam tsb.
Ruby mencoba berdiri dengan menahan sakit dipunggung juga sikunya.
"Maaf maaf, saya menolong adik kecil ini," jawab Ruby meringis kesakitan.
"Jangan sok pahlawan! Sekarang ganti rugi!" Ujar pria bertato itu.
"Nak kamu tidak apa-apa?" Tanya Nenek dari anak kecil yg diselamatkan Ruby.
"Tidak apa-apa Nek. Tolong bawa adik kecil ke sana Nek," jawab Ruby.
Sang Nenek menggendong cucunya pergi ke tepi jalan.
"Maafkan saya! Ini hanya kotor saya bersedia mencucinya, tapi kalau untuk ganti rugi saya tidak punya uang," jawab Ruby.
"Ini mobil mewah tidak sembarangan dicuci. Mengerti kamu!" Balas pria bertato.
Sementara didalam mobil mewah tsb.
"Ada apa? Kenapa lama sekali?" Tanya pria tampan tsb.
"Ada seorang perempuan menyebrang tidak hati-hati sehingga mobil terkena kue mochi dan kotor," jawab Supir.
__ADS_1
"Kue Mochi?"
Pria tampan itu membuka kaca jendela mobilnya dan,
"Ruby," gumam Ace, pria yg ada didalam mobil mewah tsb.
Tangan kekarnya terkepal saat melihat Ruby dibentak-bentak anak buah dari Yakuza Yamaguchi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Inari Putri ketua Yamaguchi yg melihat Ace akan membuka pintu mobil.
"Aku ingin melihat itu," jawab Ace menahan emosi.
"Kakek ku sudah menunggu, jangan mengurusi hal yg tidak penting seperti itu. Pak jalan," ujar Inari Sinoda.
Mobil mewah yg ditumpangi Ace berjalan meninggalkan Ruby yg sedang dimaki-maki oleh anak buah Yamaguchi.
"Ruby."
Pukul 11 malam,
Ruby mengompres sikunya yg terluka karena kejadian tadi sore dijalan.
"Semoga lekas kering," gumam Ruby.
Ruby memposisikan tubuhnya miring ke sebelah kiri saat tidur, karena punggungnya masih terasa nyeri.
Ruby menatap ponsel jadulnya yg sama sekali tidak ada pesan masuk atau panggilan masuk.
"Aku bahkan tidak tahu dimana rumah mu," gumam Ruby.
Ruby tiba-tiba bangun dan berjalan menuju lemari pakaiananya. Gadis cantik itu mengambil 2 piyama dan tas ransel pemberian Ace. Ruby memasukkan barang-barang tsb kedalam kantung plastik dan diletakkan di meja yg ada dikamarnya.
Pov Ruby,
Aku terlalu senang saat ada pria baik yg datang menjadi teman ku. Aku terlalu larut dalam kebahagiaan saat pria baik itu memperlakukan ku istimewa, sampai aku lupa siapa aku. Ruby Ishikawa, gadis yatim piatu yg miskin. Pria baik itu pasti juga baik kepada semua gadis, tapi aku terlalu terbawa perasaan sampai mengira dia akan selalu bersama ku. Dimanapun kamu berada, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu Ken. Aku doakan kamu sehat dan bahagia, terima kasih atas semua kebaikan yg kamu berikan kepada ku. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan mu.
End.
Ruby memejamkan matanya, juga mengistirahatkan tubuhnya yg lelah.
Sementara disebuah rumah mewah,
Seorang pria mengamuk dan memaki orang-orang yg ada disana.
"Aku mengabaikan gadis ku! Aku melihat dia di maki dan dibentak! Aku seperti orang tolol, tidak bisa berbuat banyak. Kamu!!! Tetsuya Jiro! Jangan lagi mendikte ku untuk mengikuti cara mu! Aku sangat jijik dengan wanita ****** cucu dari Ketua Yamaguchi itu!!!" Maki Ace kepada Tuan Tetsuya dengan penuh amarah.
Tuan Tetsuya hanya bisa diam saat Putra Kenzo begitu marah dan emosi.
"Ace ka..." Ucapan Diego terhenti saat tangah Ace diangkat ke atas.
"Jangan sampai kamu merasakan amukan ku Diego!" Ujar Ace tegas.
Diego mengangguk dan mundur.
"Inagawa bisa berdiri sendiri, Inagawa memiliki aku yg juga keturunan Vasquez! Inagawa bisa tanpa yg lain! Aku tidak mau lagi mengiba dan meminta bantu Yamaguchi," ujar Ace dengan emosi semakin meledak-ledak.
"Kalian semua akan membayar, bila terjadi sesuatu kepada gadis ku!"
Tbc,
__ADS_1