
Aku hidup dengan gaya ku. Aku hanya mengikuti apa kata hati ku saja, menjadi pria bebas dan tetap memiliki perasaan baik kepada sesama. Sejak cinta pertama ku dan pahlawan ku meninggalkan dunia ini, yg menjadi tujuan hidup ku hanya satu yaitu, ingin menjadikan hidup ku lebih berguna untuk siapa saja. Karena aku sudah terlalu banyak melakukan dosa dengan hidup di dunia bawah tanah.
Pukul 7.30 malam di sebuah rumah mewah dan megah di Kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa, Jepang.
Ace berjalan masuk ke dalam ruang pertemuan besar yg ada didalam rumah mewah tsb.
"Selamat malam! Maaf terlambat," ucap Ace membungkukkan badannya.
Tetsuya Jiro memutar bola matanya saat melihat Ace baru saja datang.
"Tidak apa-apa Ace. Ayo silahkan masuk," ujar Audrey Biel istri dari Tetsuya Jiro.
"Terima kasih Aunty," jawab Ace sopan.
Mata Ace melihat ada seorang wanita cantik yg mungkin usianya dibawah 30 tahun tengah memainkan piano bersama Sidney putri bungsu Tetsuya yang berusia 13 tahun.
"Cukup menarik," batin Ace.
"Ace!! Kenapa lama sekali," keluh Tuan Tetsuya.
"Maaf Uncle," jawab Ace.
"Sudah Tuan Jiro, yg penting Nak Ace sudah datang," ujar pria paruh baya yg berdiri sebelah Tuan Tetsuya.
"Baiklah! Eehm Ace kenalkan ini Tuan Akira Yamada. Beliau adalah rekanan Uncle di perusahaan," ujar Tuan Tetsuya memperkenalkan.
"Selamat malam Tuan Akira Yamada," sapa Ace seraya mengulurkan tangannya terlebih dahulu.
"Selamat malam Ace. Kamu memang sangat tampan, perpaduan yg sangat sempurna antara Tuan Besar Kenzo dan Nyonya Ayana," balas Tuan Akira.
"Terima kasih Tuan Akira," jawab Ace membungkukkan badannya.
Setelah saling memperkenalkan diri, Tuan Tetsuya mengajak Ace berkenalan dengan putri tunggal Tuan Akira.
"Sidney, bisa Papa pinjam dulu Nona Reina dulu," ujar Tuan Tetsuya kepada putri bungsunya.
"Silahkan Papa," jawab Sidney.
"Terima kasih cantik. Nona Reina, perkenalkan ini keponakan saya," ujar Tuan Tetsuya.
Reina Yamada berdiri dan tersenyum ramah kepada Ace yg berdiri di samping Tetsuya.
"Hi, Nona Reina Yamada! Perkenalkan saya Ace Xzander Inagawa," ujar Ace langsung.
"Hi..ii, saya Reina Yamada," jawab Reina gugup saat ditatap langsung oleh pria setampan Ace.
"Ayo kita ke kolam koi disana!" Ajak Ace tiba-tiba.
Tuan Tetsuya sampai menatap keponakannya itu dengan heran.
"Aahh, i..ya boleh," jawab Reina menyetujui ajakan Ace dan berjalan mengikuti Ace.
Ace dan Reina duduk di bangku besi yang ada di taman dekat kolam ikan koi yg besar.
"Kamu bekerja?" Tanya Ace.
"Iya, aku seorang dokter," jawab Reina.
"Ooo, kamu sangat hebat," puji Ace.
"Hehehe tidak juga. Eehm kalau kamu?" Tanya balik Reina.
"Kamu tahu kan siapa itu Inagawa?" Ujar Ace balik bertanya.
Reina tersenyum dan mengangguk.
"Baguslah kalau kamu tahu. Aku Yakuza dan juga pemimpin Kartel, tapi aku tidak mau terikat," ujar Ace.
"Aku bahkan tidak menyangka bila seorang mafia dan Yakuza bisa semanis kamu tidak seram malah cenderung ceria," balas Reina.
"Hahahhahah, aku tidak bisa bila harus berlagak seram dan menakutkan. Wajah ku terlalu imut," jawab Ace tertawa.
__ADS_1
"Hahahah, iya kamu memang imut," sahut Reina ikut tertawa.
"Aku kira Uncle Tetsuya akan mengenalkan aku dengan wanita yg glamor dan bergaya bak sosialita, ternyata kamu wanita cerdas dan juga dekat dengan anak-anak," ujar Ace memuji Reina.
"Aku sangat menyukai anak kecil dan aku lebih suka gaya ku seperti ini. Akan sangat lelah bila setiap hari harus berdandan tebal," jawab Reina.
"Kita bisa berteman Reina?" Tanya Ace mengulurkan tangannya.
"Tentu saja Ace," jawab Reina menerima uluran tangan Ace.
Dari ruang pertemuan, Tuan Akira dan Tuan Tetsuya tersenyum melihat kedekatan Ace dan Reina.
"Ini awal yg baik Tuan," ujar Tuan Akira.
"Iya Tuan, biarkan mereka saling mengenal secara alami," jawab Tuan Tetsuya.
Tuan Akira mengangguk setuju.
Hari berlalu,
Ace menyambut kedatangan sahabat karib yg juga merupakan saudaranya bernama Diego Garcia (anak dari Travis Garcia, masih ingat kan? Abang-abang penuh tato yang brewokan itu? Kalau nggak inget coba mampir ke "PENYESALAN"šš¤£) Lanjut!!
Diego sejak berusia 15 tahun sudah bersama dengan Ace tinggal dan di asuh oleh Kenzo dan Aya karena kedua orang tuanya meninggal dunia dalam kecelakaan. Travis adalah saudara satu bapak beda Ibu dengan Kenzo, Ayah dari Ace. Kenzo mendidik dan menyayangi Diego sama seperti Kenzo menyayangi Ace, karena sebelum meninggal Travis berpesan agar menjaga Diego sebab Diego hanya anak tunggal.
"Konichiwa!!" Salam Diego tertawa.
Maafkan aku yg tetap memilih dia sebagai Diegoš Dia terlalu tampan. Maaf aku begitu labil dalam urusan iniš¤£
"Haiik," jawab Ace membungkukkan badannya.
Hahahaha!
Grep!
Kedua pria tampan itu saling berpelukan.
"Kenapa kamu tidak bertambah tua Ace?" Tanya Diego.
"What the f*ck," umpat Diego.
"Hahahahha, penerbangan aman?" Tanya Ace.
"Ya aman, haaahh aku sangat rindu Tokyo," jawab Diego.
"Tentu saja, kau berada di Kolombia dan Meksiko selama 2 tahun tentu saja merindukan Tokyo," balas Ace.
"Antar aku bertemu Otouchan dan Okachan," pinta Diego.
"Dengan senang hati, ayo!" Ajak Ace.
Kedua pria berbeda usia 2 tahun itu berjalan menuju parkiran mobil.
1,5 jam kemudian,
Diego dan Ace berdiri didepan 2 buah pusara milik Kenzo dan Ayana.
"Maaf aku baru pulang Otouchan dan Okachan. Aku sangat merindukan kalian," ujar Diego.
Ace hanya diam saja.
"Aku akan menemani Ace agar bocah tua ini tidak berulah," ujar Diego lagi.
"Cckkk, jangan dengarkan dia Otouchan, Okachan," sahut Ace.
"Hahahah, Anak kalian marah. Lihatlah," goda Diego.
Ace memalingkan wajahnya.
"Baiklah, aku dan Ace pulang dulu. Aku akan berkunjung kesini lagi nanti. Selamat beristirahat Otouchan dan Okachan. Aku mencintai kalian," ujar Diego mencium kedua pusara Kenzo dan Ayana.
__ADS_1
"Ace pulang dulu. Love you both," ujat Ace ikut berpamitan.
Kedua pria itu kemudian meninggalkan area pemakaman khusus keluarga Inagawa dan Jiro.
Hari berganti,
"Kamu mau kemana?" Tanya Diego.
"Aku ke toko buku Paman Hiroki dulu. Nanti sore saja ke Markas," jawab Ace.
"Terserah kamu saja lah," ujar Diego memilih melanjutkan tidurnya.
Ace langsung pergi meninggalkan Diego.
Kali ini Ace menggunakan sepeda motor untuk pergi ke toko buku milik Paman Hiroki. Namun ditengah perjalanan, Ace melihat seorang gadis yang dia kenal beberapa hari yg lalu tengah duduk dipinggir jalan dan menangis, tapi tak ada yg menghiraukannya.
Ace berhenti, lalu turun dari motornya dan menghampiri gadis itu.
"Ruby? Kamu kah itu?" Tanya Ace berjongkok di depan gadis yg tak lain adalah Ruby.
Grep!
Mata Ace terbelalak dan tubuhnya kaku saat Ruby tiba-tiba memeluknya sambil menangis.
"Hikss, orang-orang itu mengambil uang ku. Hiiks, uang itu untuk membayar hutang kepada tetangga ku," ujar Ruby menangis terisak-isak.
Tangan besar Ace memeluk tubuh bergetar Ruby.
"Ayo ikut aku dulu, jangan menangis lagi. Ayo bangun," ujar Ace menenangkan Ruby.
"Aku tidak mau Tuan Ken. Aku ingin uang ku kembali hikks, aku bisa di usir dari rumah ku karena telat membayar hutang," tolak Ruby.
Ace tersenyum.
"Ayo aku bantu mencari orang yg mengambil uang mu. Coba diam dulu, lalu ceritakan bagaimana ciri-ciri orang yg mengambil uang mu," ujar Ace dengan sabar.
Ruby berusaha menghentikan tangisannya dan menghapus air matanya.
Deg!
"Kenapa kamu cantik sekali Ruby?" Batin Ace terkagum-kagum dengan wajah Ruby yg sangat cantik dalam keadaan menangis.
Ruby dengan perlahan menceritakan peristiwa naas yang menimpanya beberapa saat yg lalu, Ace sudah langsung paham siapa yg merampas uang Ruby.
"Ruby ayo ikut aku dulu ke Toko Buku Paman Hiroki. Tunggu disana ya! Aku akan mencari orang yg merampas uang mu. Mengerti?" Ujar Ace.
Ruby mengangguk.
Ace menggandeng tangan Ruby dan menuntunnya agar naik keatas motor besarnya.
"Sudah?" Tanya Ace.
"Sudah Tuan Ken," jawab Ruby.
"Kalau sudah ayo peluk perut ku!" Ujar Ace.
"Tidak Tuan, kita baru kenal," jawab Ruby menolak.
"Hahahha, 5 menit yg lalu kamu bahkan memeluk erat. Apa kau lupa?" Goda Ace.
Blush!
Pipi Ruby langsung memerah karena malu.
"Ma..af," ujar Ruby lirih.
"Hehehe, lupakan saja. Pegangan Ruby," ujar Ace menjalankan motornya.
Tangan mungil Ruby terulur memeluk tubuh kekar Ace.
Ace tersenyum melirik tangan Ruby sudah melingkar diperutnya.
__ADS_1
"Kamu manis sekali Ruby."
Tbc,