The Ace

The Ace
Don't cry, Ruby!


__ADS_3

Wajah oval sempurna, hidung mancung dan bibir tebal sungguh suatu kesatuan yg luar biasa cantiknya. Ruby, memang sesuai dengan nama mu. Kamu begitu berharga seperti batu Ruby.


Sesampainya di Toko Buku Paman Hiroki.


Ace menggandeng Ruby masuk ke dalam Toko.


"Paman!!!" Panggil Ace tidak sabaran.


"Heii ada apa anak muda?" Jawab Paman Hiroki.


"Aku titip Ruby dulu, nanti aku kesini lagi," ujar Ace langsung pergi meninggalkan Ruby dan Paman Hiroki.


"Ruby kenapa?" Tanya Paman Hiroki kebingungan.


"Uang saya dirampas orang-orang tidak bertanggung jawab bahkan saya tidak mengenal mereka Paman," jawab Ruby.


"Ya Tuhan! Sini, duduk sini Nak Ruby," balas Paman Hiroki mengajak Ruby masuk kedalam rumahnya yg ada di belakang toko buku.


"Terima kasih Paman," jawab Ruby.


Tiba-tiba Ace kembali,


"Ada apa Tuan Ken?" Tanya Ruby.


"Aku tinggal sebentar ya? Kamu baik-baik disini bersama Paman Hiroki. Aku akan segera kembali," jawab Ace.


"Iya tenang saja, dia aman bersama Paman," sahut Paman Hiroki.


Ace mengangguk dan berjalan ke motornya.


Paman Hiroki dan Ruby melihat Ace pergi menggunakan motor besarnya.


"Bagaimana kejadian sebenarnya?" Tanya Paman Hiroki.


"Mereka berkata kalau aku harus memberikan uang keamanan, mereka memiliki banyak tato seperti Yakuza," jawab Ruby.


"Sudah tenang ya, biarkan Ace mengurus orang jahat itu," balas Paman Hiroki.


"Ace?? Maksud Paman Tuan Ken?" Ujar Ruby bingung.


"Eehmm, iya iya maksud Paman, Ken." Jawab Paman Hiroki salah memanggil nama Ace di depan Ruby yg tidak tahu nama asli Ace.


Sementara itu,


Ace sudah berdiri didepan 2 orang yg merampas uang Ruby.


"Maafkan kami Tuan," ujar salah satu dari dua orang.


"Lalu?" Tanya Ace.


"Ini uangnya. Kami tidak akan lagi mengganggu gadis itu," sahut yg satunya dengan ketakutan.


"Bagus!" Ujar Ace langsung meninggalkan mereka dan bergegas kembali ke Toko Buku.


"Untung uangnya belum kita buat berjudi," ujar salah satu dari mereka.


"Iya, bisa mati kita dipenggal Tuan Ace," sahut satunya.


10 menit kemudian,


"Tuan Ken tidak apa-apa?" Tanya Ruby yg langsung berdiri menghampiri Ace yang baru saja datang ke Toko Buku.


"Kau bisa lihat kan? Aku masih tampan dan keren," jawab Ace bergurau.


"Ckk, aku sangat mengkhawatirkan mu. Tapi kamu malah bergurau terus," ujar Ruby cemberut.


"Ingin aku makan saja wajah cantikmu itu Ruby," batin Ace geregetan.


"Ini uang mu," ujar Ace menyerahkan uang.


Mata Ruby langsung berbinar dan menerima uang dari Ace.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Ken! Terima kasih. Aku bisa lega sekarang," ujar Ruby dengan senang.


"Iya sama-sama Ruby. Aku tidak mendapat pelukan? Sebagai hadiah karena bisa mengambil kembali uang mu?" Jawab Ace merentangkan kedua tangannya.


Grep!


Tanpa diduga, Ruby langsung memeluk tubuh kekar Ace.


Deg!


"Nyaman sekali memelukmu Ruby," batin Ace.


"Ehem.." Paman Hiroku berdehem.


"Hehehe, maaf Paman," ujar Ruby malu-malu.


"Ayoo kita makan siang bersama. Istri Paman sudah memasak sup miso dan belut bakar," ajak Paman Hiroki.


Ace dan Ruby mengangguk lalu mengikuti Paman Hiroki.


Setelah makan siang bersama Paman Hiroki dan istrinya. Ace berpamitan kepada pasangan suami istri yg tetap mesra meski usia mereka sudah lebih dari separuh abad, untuk mengantarkan Ruby pulang kerumahnya.


Hari beranjak sore,


"Ruby?" Panggil Ace saat mengendarai motornya.


"Yaa Tuan Ken," jawab Ruby agak sedikit berteriak.


"Kau mau beli sesuatu untuk makan malam mu?" Tanya Ace.


"Eehmm, tidak Tuan. Aku akan memasak sendiri saja," jawab Ruby.


Ace tersenyum penuh arti.


"Baiklah," ujar Ace.


30 menit kemudian,


"Ini rumah mu?" Tanya Ace sambil mengamati rumah Ruby.


"Iya, tapi sudah menjadi milik orang," jawab Ruby murung


"Kenapa?" Tanya Ace penasaran.


"Lupakan Tuan! Tuan mau mampir?" Ujar Ruby mengalihkan perhatian.


"Boleh?" Tanya Ace.


"Tentu saja boleh, asal Tuan Ken tidak keberatan berada didalam rumah kecil dan sederhana ini," jawab Ruby tersenyum cantik.


"Ayo," ujar Ace langsung turun dari motornya.


Ceklek!


Ruby membukakan pintu rumahnya lalu mempersilahkan Ace masuk.


Mata Ace menyapu seluruh ruangan di dalam rumah kecil Ruby yg terlihat rapi dan hangat.


"Maaf tidak ada sofa, silahkan duduk," ujar Ruby merasa tidak enak.


"Terima kasih," balas Ace yg langsung duduk.


Ruby masuk ke dapur.


Ace mengamati setiap detail yg ada di rumah Ruby. Ada foto keluarga yg terpasang di dinding didekat pintu.


Ace menerka bila Ruby adalah anak tunggal, karena didalam foto itu hanya ada Ruby dan kedua orang tuanya.


"Silahkan diminum Tuan," ujar Ruby membuatkan Ace Jus Jeruk.


"Kenapa mesti repot-repot," ujar Ace.

__ADS_1


"Sedang musim panas, jadi pasti Tuan kehausan," jawab Ruby.


"Terima kasih ya? Eeh, kamu sudah lama hidup di Jepang?" Tanya Ace.


"Sejak usia 15 tahun, ya berarti sudah 10 tahun Tuan," jawab Ruby.


"Kami berusia 25 tahun?" Tanya Ace.


"Iya Tuan betul sekali," jawab Ruby.


Ace mengangguk.


"Maaf kalau usia Tuan Ken?" Tanya Ruby ragu-ragu.


"Coba kau tebak berapa usia ku?" Ujar Ace balik bertanya.


"25 atau mungkin 27 tahun," jawab Ruby.


"Usia ku 31 tahun Ruby," ujar Ace jujur.


"Apa??? 31 tahun?" Tanya Ruby tidak percaya.


"Hei, 31 tahun itu masih muda. Kenapa seolah-olah aku tua sekali," jawab Ace memasang wajah cemberut.


"Tapi Tuan Ken terlihat seumuran dengan ku," ujar Ruby kagum.


"Kalau begitu anggap saja aku memang seusia mu dan panggil saja aku Ken," jawab Ace.


"Tapi Tu....,"


"Aku hanya seorang pegawai di sebuah perusahaan otomotif lebih tepatnya aku seorang mekanik. Jadi jangan menganggap ku Tuan muda dari kalangan bangsawan atau orang kaya," sela Ace saat Ruby akan menjawab.


"Eehm, baiklah Ken," jawab Ruby.


Tok!


Tok!


"Sebentar ya Ken," ujar Ruby.


Ace mengangguk.


Ceklek!


"Bibi," ucap Ruby menyapa seseorang yg mengetuk pintu rumahnya.


"Sudah waktunya membayar Ruby," ujar seorang wanita yg dipanggil Bibi oleh Ruby.


"Eehm, ini Bi uangnya," jawab Ruby menyerahkan uang yg tadi sempat dirampas oleh orang jahat.


"Nah begitu dong! Jangan telat-telat lagi, eh itu kekasih mu?" Tanya wanita tsb.


"Bukan. Dia, Ken orang baik yg menolong ku," jawab Ruby.


"Oo, aku permisi," ujar wanita itu seraya meninggalkan rumah Ruby.


Ace sedari tadi mengamati interaksi antara Ruby dan wanita itu.


"Maaf ya Ken," ujar Ruby duduk didepan Ace.


"Untuk apa?" Tanya Ace.


"Karena Bibi Nori mengira kamu kekasih ku dan atas sikapnya yg kurang ramah," jawab Ruby tidak enak.


"Tidak apa-apa Ruby, sudah jangan dipikirkan," ujar Ace.


"Apa kamu mau makan malam disini ken?"


"Dengan senang hati Ruby."


Tbc,

__ADS_1


__ADS_2